CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR
4. Tetangga Baru


__ADS_3

Anak dan Ibu itu masih saling menautkan genggaman tangan mereka seakan saling menguatkan. Shena sangat tahu dan paham betul bagaimana kesedihan yang ibunya rasakan selama ini. Terlihat jelas dari sorot mata yang mulai dihiasi kerutan tapi tetap terlihat indah, menyimpan banyak luka dan kerinduan kepada sang anak yang sudah bertahun tahun terpisah, apalagi sekarang dia sedang mengandung, sudah pasti tahu bagaimana sakitnya hati seorang ibu yang merindukan anaknya sendiri tapi tidak bisa bertemu apalagi memeluk karena keadaan yang memaksa.


" Ndak usa nak, ibu ngak apa2." Ucap ibu lirih


" Ibu belum siap untuk menjawab semua pertanyaan adikmu nanti, dan kamu tau sendiri kalau adikmu mendengar suara ibu, pasti dia akan nekat untuk kabur dari sana seperti dulu, apa lagi kalau sampai Bapak tau Ibu berbicara dengan adikmu pasti bapak marah, dan semua usaha kita selama ini sia2 saja." ucap ibu lagi dengan penuh keyakinan.


Shena menghembus nafasnya dengan kasar.


" Semua akan baik2 saja Bu, tidak akan ada yang sia2, kita pasti akan berkumpul lagi dan menjalani kehidupan keluarga kita sebagaimana mestinya ". ucapnya lembut dan penuh keyakinan.


" Ya ibu juga menanti hari itu, sangat..." ucapnya lirih tapi terselip rasa keraguan, apakah mungkin.


.


...****************...


Saat mereka masih asik bercengkrama, terlihat sebuah mobil box berhenti tepat didepan gerbang rumah mereka, tak berselang berapa lama sebuah mobil Alphard berwarna hitam ikut berhenti juga.


" Itu siapa ya Bu ?" tanya Shena penasaran.


" Ndak tau mbak." jawab Bu Inggit sambil menaikkan sedikit bahunya.


"Mungkin tetangga baru mbak". jawab Bu Inggit lagi asal.


Tak berapa lama keluar seorang wanita dari mobil Alphard hitam itu sambil mengeluarkan beberapa koper miliknya.


Shena yang penasaran bangun dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri wanita itu.


" Assalamualaikum..." salam Shena sambil berdiri didepan pagar rumahnya yang berwarna Coklat keemasan.


Wanita itu menoleh dan dan melihat kearah suara yang mengucapkan salam padanya,


" Waallaikumsalam.." Jawabnya sambil tersenyum ramah.


Shena melihat banyaknya koper yang keluar dari mobil itu lalu bertanya.


" Mbak yang bakal nepatin rumah disebelah ya ?. tanya Shena penasaran.


" Iya...benar ." Jawabnya lagi dengan senyuman.

__ADS_1


" Wahhh....sebentar lagi saya punya tetangga baru dong. " ujar Shena lagi dengan senang.


Wanita itu berhenti dari kegiatannya, dia memperhatikan Shena yang memiliki postur tubuh yang mungil, kulit sawo matang, rambut hitam lebat sebahu, hidung yang mancung, dengan manik mata hitam bulat dihiasi bulu mata yang panjang, sangat manis.


lalu matanya jatuh pada perut buncit Shena, Dia berjalan mendekati Shena.


" Jangan panggil mbak dong, sepertinya kita seumuran. Berasa tua saya kalau dipanggil mbak" ujar wanita itu lagi dengan tawa ringan.


" Perkenalkan Nama saya Sofia Ranan. " sambil menggulurkan tangannya.


" Saya Ayunda Shena Narendra, panggil aja Shena ." jawabnya dengan senyum yang memperlihatkan barisan gigi putihnya.


" Sudah berapa bulan". tanya Sofia sambil menyentuh perut Shena lembut.


" Alhamdulillah, sudah masuk 9 bulan Sof, ya tinggal menunggu hari." jawabnya santai.


" Wah...ini pas sekali, saat anak saya lahir nanti dia sudah memiliki teman". ujar Sofia sambil mengelus perutnya juga.


" Kamu lagi hamil juga Sof, udah berapa usianya..?" tanya Shena antusias.


" Iya,.. Alhamdulillah sudah 18 Minggu." jawabnya dengan senyum bahagia.


" Oke Tante." jawab Sofie dengan menirukan suara anak2, lalu mereka berdua pun tertawa bersama.


" Wah...Wah..Wahh..kok pada seru banget pada cerita apa ini". tanya laki2 yang baru saja datang menghampiri mereka berdua.


Laki2 itu langsung merangkul pundak sang istri.


" Shen kenalin ini suami saya, Namanya David Renan. " dan sayang kenalin ini Shena tetangga baru kita yang rumahnya bersebelahan dengan rumah kita ini. " tunjuk nya pada sang suami.


Shena dan David saling bersalaman dan berkenalan.


Bu Inggit yang sedari tadi memperhatikan interaksi putrinya dengan kedua orang itu dari teras rumah, akhirnya berjalan mendekat.


" Siapa mbak ?". tanya Bu Inggit kepada putrinya.


" Ini Bu kenalin tetangga baru kita, Namanya Sofia dan ini suaminya David". jawab Shena pada ibunya.


Bu Inggit memberikan senyum dan menggulurkan tangan kepada Sofia dan David.

__ADS_1


" Saya Inggit, ibunya Shena". ujarnya dengan senyum ramah.


Uluran tangan itu disambut dengan hangat oleh pasangan suami istri itu, mereka saling berkenalan dan mencium punggung tangan Bu Inggit sebagai bentuk sopan santun.


" Wah Tante masih muda sebentar lagi sudah mau punya cucu saja. " gurau Sofia.


" Aaahh Nak Sofi bisa saja, ibu Ki usianya udah setengah abad masa dibilang masih muda, kan jadi enak ibu." Jawab Bu Inggit membalas gurauan Sofia.


" Masa sih Bu? tapi kok kelihatannya masih cantik dan segar seperti anak usia 20 tahunan." candanya lagi sambil tersenyum.


" Berarti ibu awet muda dong ya." Jawab Bu Inggit lagi dengan tawa.


Merekapun tertawa bersama, seakan sudah lama saling mengenal.


" Ya udah nak Sofi, nak David, ibu mau permisi bawak Shena masuk ke dalam dulu, tidak bagus untuknya terlalu lama berdiri." ujar Bu Inggit berpamitan.


" Sering sering main kerumah ibu nanti ya nak." ujar Bu Inggit lagi menawarkan dengan keramahan.


" Siap Bu, pasti saya akan sering main kerumah ibu nantinya, ibu jangan bosan ya ." jawab Sofia dengan tawa ringan.


" Yo Ndak bakal bosen toh, malah ibu seneng nanti bakal ibu masakin yang enak2 pokok ee." balas Bu Inggit senyum.


" Ya udah Sof, saya masuk dulu yah, maaf malah saya ajak kamu ngobrol disini, padahal kamu lagi repot gitu." ucap Shena merasa tidak enak hati.


" Tidak apa2 Shen, kamu tenang aja kan ada pak suami, lagian juga saya tidak bole angkat yang berat2, karena ini." jawabnya sambil menunjuk perutnya yang rata.


Obrolan mereka pun berakhir, karena dengan kondisi Shena yang sudah hamil tua sudah tidak kuat baginya untuk berdiri terlalu lama dan pasangan suami istri itu melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda.


" Pak barang2 saya yang dimobil Box, langsung Bawa masuk kedalam rumah saja ya pak. " Ucap David kepada sopir mobil Box itu.


" Baik Tuan." jawab sang sopir sopan.


David melihat istrinya yang mau mengangkat koper, langsung mengambil alih koper itu dari tangan istrinya.


" Sayang, sudah ku bilang kamu cukup duduk dan memperhatikan saja, jangan banyak gerak. Ingat pesan dokter bahwa kamu harus banyak istirahat, karena kamu sedang hamil muda." ujar David lagi menggingatkan istrinya.


Sofia hanya tersenyum lebar menunjukkan gigi putih rapinya mendengar peringatan suaminya itu, dan menggikuti perintah suaminya dengan patuh.


......................

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2