
Happy Reading 😍
♥️♥️♥️
Tidak terasa weekend ini Caca and the genks sudah menjalani minggu pertama mereka magang di perusahaan properti milik Nathan.
"Asiiiik...besok kita libur!!" teriak Dini sambil bernyanyi-nyanyi di lobby kantor. Mereka hendak menuju restoran yang berada di seberang kantor. Karena sekarang sudah saatnya jam makan siang.
"Berisik lo Din!!" Rike memarahi temannya karena sudah berhasil membuat beberapa orang yang ada disekitar Lobby menoleh kearah mereka.
"Biarin!! yang penting gue seneng..na...na...na ..na..." sahut Dini tidak perduli dengan ucapan Rike, ia tetap mendendangkan lagu yang ia sendiri tidak hafal syairnya.
"Ca! cepetan!! lama amat!" Rike berteriak karena ketika sedang menoleh ke belakang ternyata Caca masih berada di meja tanpa resepsionis.
"Oke mbak! gitu aja ya!" ucap Caca pada Mila resepsionis kantor.
"Oke Ca!" Mila mengacungkan ibu jarinya.
Caca menyampaikan pesan dari Anis bahwa siang ini akan ada tamu yang datang untuk menemui bos mereka. Dan Caca ditugaskan untuk menyampaikan ke Mila bila tamu tersebut sudah tiba.
"Lama banget lo Ca, ngomongin apaan siih?!" tanya Rike ingin tahu sambil berjalan kaki menuju restoran.
"Biasa lahh, masalah kerjaan!" sahut Caca.
"Kalian jalan lama amat siie! gue udah laper nih!" teriak Dini sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan dan tidak sabar minta diisi.
♥️♥️♥️
Tiba direstoran Dini segera memesan makanan favoritnya, gurame asam manis dan semangkuk sayur asam. Kedengarannya seperti tidak nyambung menu yang ia pesan, tapi begitulah Dini teman Caca yang satu itu memang lebih sering tidak nyambung.
"Buruan! sini menunya, gue juga mau pesen!" ucap Rike merebut daftar menu yang ada ditangan Dini.
"Lo tuh kerjaan nya berantem mulu sih! bikin malu! sini gue duluan yang pesen!" sekarang Caca yang merebut daftar menu dari tangan Rike.
"Lahhh???" Dini dan Rike menatap Caca dengan raut wajah yang tidak enak untuk dilihat.
"Jangan dijelek-jelekin gitu muka lo, kagak enak diliatnya!" ucap Caca sambil matanya tetap fokus pada daftar menu yang kini ia kuasai.
Melihat ketiga perempuan yang sedang berebut daftar menu seorang waiters menghampiri mereka untuk memberikan 2 daftar menu yang ada dimeja lain.
"Silahkan mbak?!" ucap perempuan muda berseragam tersebut.
"Iya makasih mbak, maafin temen saya ya mbak" Caca merasa meja mereka lah yang paling berisik.
"Kok kita siie Rik? yang ada juga dia noh yang bikin rusuh!" Dini menunjuk Caca dengan dagunya, ia mengomel tidak terima.
Sambil menunggu makanan mereka disajikan, mereka bersenda gurau sambil membicarakan hal-hal unfaedah.
"Rencana lo besok kemana Ca?!" tanya Dini sambil mengunyah udang tepung milik Caca yang baru saja dihidangkan oleh seorang waiters.
"Nggak tau! gue belum ada rencana!" sahut Caca.
__ADS_1
"Nah elo sendiri mau kemana? dari tadi udah repot banget ngomongin weekend?!" Rike bertanya pada Dini.
"Gue?? ya malem mingguan lahh!!" jawab Dini bangga.
"Diihh??!! kayak ada yang ngapelin aja lo! Paling juga lo cuma duduk depan tv sambil makan keripik singkong!" Caca menimpali ucapan Dini.
"Sembarangan lo Ca! gini-gini gue punya gebetan tauu!!" sahut Dini kesal.
"Oohh...gebetan yang cuma bisa lo liiatin doang kaan??! ejek Caca.
Dini memang sedang naksir dengan seorang cowok, anak kos yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Namun sayang cowok itu sudah punya pacar dan Dini cuma bisa melihat kegantengan sang cowok incaran nya dari kejauhan saja.
"Kita taruhan hayoo!! gue bakal jadiin dia pacar gue. Gimana??!" Dini menantang dua temannya.
Tidak menanggapi tantangan Dini, Rike tersadar restoran yang tadinya ramai pengunjung tiba-tiba hening.
"Kok sepi ya?!" tanya Rike.
Melihat ke sekeliling meja mereka ternyata pengunjung sudah hampir semua meninggalkan restoran.
"Jam berapa?!" Rike bertanya lagi.
Melihat jam tangan yang dipakai, Dini menyahut dengan santainya, "Jam 1"
"Haahh??!!!" sahut Rike dan Caca berbarengan.
"Ayo cepet! kita harus balik ke kantor. Telat nih!!" Caca panik. Ia ingat pesan Anis bahwa siang ini akan ada tamu yang datang untuk menemui pak Nathan.
"Wooyy!! Ca??! bayar dulu!" teriak Rike dan Dini.
"Hhaah??! reseh lo!!" Caca mengeluarkan kartu debit pemberian sang Ayah.
Dan seperti sebelumnya Caca lah yang membayar sisa tagihan makan siang mereka bertiga.
♥️♥️♥️
Caca berjalan sangat cepat, dengan nafas terengah-engah akhirnya Caca tiba dimeja kerjanya.
"Kenapa Ca? kok ngos-ngosan gitu?" tanya Anis.
"Aku kira aku bakalan telat mbak!" jawab Caca sambil mengatur napasnya.
"Ya ampun...mbak kira kamu dikejar-kejar siapa?"
"Tamu pak Nathan sudah dateng mbak?" Caca memastikan.
"Belum kok, kamu tenang aja!" Anis menenangkan Caca.
"Kalo begitu aku ke toilet dulu ya mbak?" Caca pamit untuk merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
Lima belas berlalu Caca kembali ke mejanya.
__ADS_1
"Ca tolongin mbak ya? fotocopy berkas ini ya! mbak mau antar minuman ini keruang pak Nathan"
Anis segera mengantarkan dua cangkir kopi yang baru saja ia buat di pantry pribadi lantai itu.
♥️♥️♥️
"Wahh...makin keren aja lo bang?!" ucap Leo.
Leo tamu yang ditunggu-tunggu oleh Nathan, ia adalah adik tiri Nathan. Walaupun begitu mereka saling menyayangi seperti saudara kandung, karena mereka tinggal satu atap sejak kecil.
Setelah diceraikan oleh Nicko dan beberapa kali berusaha mendekati Devo kembali, namun Aurel selalu gagal. Aurel memutuskan untuk hijrah ke Amerika membawa Dareen, setahun berlalu Aurel menemukan jodohnya. Ia dilamar dan menikah oleh David, seorang duda yang mempunyai seorang putra bernama Nathan.
Nathan adalah anak dari David dengan mantan istrinya dan Leo adalah anak Aurel dengan Nicko.
Ya, Leo adalah Dareen. Setelah Nicko menikah secara resmi dengan Aurel, ia membuat Kartu Keluarga baru dan Akte Kelahiran yang baru pula untuk mengganti nama Dareen menjadi Leo.
Nicko mengganti nama putranya karena ia tidak mau memakai nama pemberian Devo untuk anak kandungnya dengan Aurel.
•
•
"Kenapa kamu baru sekarang nemuin abang?! kemana saja kamu dek?!" Nathan mengomeli Leo.
"Ya elahh Bang?! gue kan baru dateng, kok malah diomelin sih?!" sahut Leo.
"Kapan kamu balik dari Amrik?" tanya Nathan.
"Udah seminggu Bang"
"Udah seminggu tapi baru nemuin Abang hari ini! keterlaluan kamu?"
"Jangan ngomel terus dong, gue laper nih! masa tamu nggak dikasi makan sih?!" Leo tidak menghiraukan ucapan sang kakak.
"Tunggu bentar lagi ya! Abang nyelesain kerjaan, tinggal sedikit lagi kok"
Nathan menghubungi Anis melalui saluran paralel, "Anis tolong bawa berkas PT.Wijaya Shakti"
"Siap pak" jawab Anis.
"Ca?! tolong bawa berkas ini keruang pak Nathan ya" Anis meminta tolong pada Caca, karena ia sedang mengetik beberapa agenda kerja pak Nathan untuk satu minggu kedepan.
"Baik mbak" Caca menerima berkas yang diberikan padanya agar segera dibawa masuk ke ruang sang bos.
♥️♥️♥️
Waahh... Leo alias Dareen bakal bertemu Caca nih?!"
Kalian penasaran gak sih gimana kelanjutan ceritanya???
Like n komen ya guys 😍
__ADS_1