Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 112


__ADS_3

Sorry ya my readers, akhir-akhir ini aku up nya telat terus karena kesibukan kuliah dan pekerjaan. Maafkeun yaa 🙏🙏


♥️♥️♥️


Happy Reading 😍


Benar saja yang Caca khawatirkan, saat mobil Nathan masuk halaman parkir kantor saat itu juga mobil pak Andi tiba.


Caca turun dari mobil Nathan, Rike dan Dini pun turun dari mobil pak Andi.


"Caca !" panggil dini pada Caca.


"Heey Din! baru sampe juga?!" Caca menjawab Dini namun dengan sikap yang salah tingkah.


Tidak lama Nathan pun keluar dari dalam mobil.


"Pagi pak! " sapa pak Andi pada bosnya diikuti oleh Rike dan Dini.


"Pagi!" Nathan menjawab sapaan karyawannya dengan ramah. "Ayo Ca?!" Nathan mengajak Caca untuk segera masuk menuju ke ruangan dilantai atas tempat mereka bekerja.


"Aku bareng Rike dan Dini aja ya mas?!" sahut Caca.


"Oke! mas duluan ya!" ujar Nathan dan langsung masuk bersama pak Andi.


Rike dan Dini yang masih terperangah belum bisa berkata-kata, mereka masih mencerna percakapan yang barusan terjadi antara Nathan dan Caca.


"Yaahh!! malah pada bengong, wooyy!! masih pagi kalee!! udah pada nge blank aja loh!" Caca membuyarkan lamunan kedua temannya tersebut.


"Hah!! Ca? yang kita liat nggak salah kan ya?!" Rike dan Dini menatap Caca dengan penuh curiga dan tanda tanya.


"Maksud kalian apaan?" Caca pura-pura tidak mengerti maksud temannya, padahal Caca sedang memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan. Kekhawatirannya tadi benar-benar terjadi.


"Lo panggil pak Nathan apaan?!" tanya Rike penasaran.


"Maksudnya?!" jawab Caca singkat.


"Jangan pura-pura nggak ngerti deh lo Ca?! lo panggil pak Nathan "mas" ? Dini menjelaskan rasa penasaran mereka.


"Yaahh ketahuan juga" ucap Caca dalam hati, "gara-gara mas Nathan nih!"


"Kalian pacaran Ca?!" Rike bertanya lebih dalam.


"Cepet masuk yukk, nanti kita terlambat!" ucap Caca sambil berlalu masuk ke kantor perusahaan, ia menghindar agar tidak perlu menjawab pertanyaan Dini dan Rike.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Menjalani aktifitas kantor seperti biasa hingga tiba waktunya makan siang, Caca berjalan tanpa beban. Begitulah Caca, masalah yang dianggapnya tidak penting akan pudar atau ia lupakan begitu saja.


"Rik, langsung ke kantin aja ya!" Caca menghubungi Rike lewat ponselnya untuk makan siang di kantin kantor.


"Gue udah otw Ca!" jawab Rike yang sedang berjalan menuju kantin.




"Ca!" Rike melambaikan tangannya ke arah Caca.


Caca segera menghampiri kedua temannya yang masih menunggu pesanan makanannya disajikan.


"Sini Ca!" Rike menepuk kursi kosong disebelahnya mempersilahkan untuk Caca duduk, Rike sudah tidak sabar menunggu jawaban atas pertanyaannya tadi pagi. "pokoknya lo harus jawab pertanyaan kita!" Rike meminta persetujuan Dini dan dibalas anggukan oleh Dini.


"Ya ampun, gue udah kayak terdakwa aja!" sahut Caca sambil mengunyah kerupuk yang tersedia di atas meja.


"Lo jadian sama pak Nathan?!" Rike tanpa basa-basi menanyakan hal tersebut.


"Haahh?!! lo kalo ngomong jangan nebak-nebak deh. Apalagi kalo sampe orang lain denger, bisa jadi gosip tauu!" Caca tidak terima dengan pernyataan Rike.


"Apalagi kalo sampe pacarnya pak Nathan sampe denger omongan lo Rik, bisa dipecat sebelum waktunya lo!" Caca menakut-nakuti temannya, padahal Caca tidak ingin membahas masalah itu.


"Emang pak Nathan udah punya pacar ya?!" Dini bertanya antusias dengan wajah kecewa.


"Yaa ellah....blom sempet pedekate udah ditikung aja!" oceh Dini.


"Heeh, Lo jangan mimpi deh!" Rike menoyor kepala Dini. "Blom tentu pak Nathan mau sama lo! ge er banget siie!" tambah Rike.


Caca hanya menggeleng kepala melihat Rike dan Dini memperdebatkan hal unfaedah seperti itu.


♥️♥️♥️


Bulan ini adalah bulan dimana saatnya pemilihan karyawan terbaik disetiap divisinya, perusahaan mengadakan acara rutin yang diselenggarakan di luar kota. Karyawan yang terpilih akan mendapatkan bonus dari perusahaan berupa tiket liburan ke pulau Lombok dan uang tunai serta hadiah hiburan lainnya. Begitu cara Nathan memancing loyalitas dan kinerja semua karyawan yang bekerja di perusahaannya hingga perusahaan yang ia miliki maju dengan pesat.


Anis sedang berada didalam ruangan Nathan untuk menanyakan apakah bos nya itu bisa mengikuti kegiatan tersebut bersama karyawan lainnya untuk memberikan hadiah-hadiah secara langsung.


"Bagaimana pak? apakah bapak bisa datang ke acara tersebut?" tanya Anis sang sekretaris. Dengan gesture tubuh tidak bersemangat Anis menanyakan hal tersebut, karena Anis sudah tahu jawabannya "TIDAK" dari tahun ke tahun selalu begitu.


"Sepertinya saya tidak bisa, tapi coba kamu cek jadwal saya ya?!" jawab Nathan.

__ADS_1


"Tuh kan bener" jawab Anis dalam hati.


"Mohon ijin pak, saya mau menyampaikan dari beberapa divisi akan mengajak karyawan magang ke acara tersebut" Anis menuturkan pesan dari beberapa divisi pada Nathan.


"Ohh!! kalo begitu saya ikut!" jawab Nathan spontan.


"Sebentar pak, saya cek dahulu schedule bapak" Anis membuka note dalam ponselnya.


"Kosongkan saja jadwal saya!" perintah Nathan, ia antusias sekali mendengar karyawan magangnya akan ikut serta dalam acara tahunan diperusahaannya. Pastinya Caca juga akan berangkat.


"Pastikan semua karyawan magang ikut!" perintah Nathan pada Anis.


Dan perintah Nathan membuat Anis berpikir, tahun-tahun sebelumnya pun selalu ada mahasiswa yang magang di kantor tempat Anis bekerja. Tapi baru kali ini Nathan mengharuskan mereka untuk ikut serta dalam acara tahunan di perusahaan.


"Baik pak!" Anis mengiyakan perintah atasannya.


♥️♥️♥️


Sudah hampir beberapa minggu Nathan berusaha mendekati Caca, namun belum ada tanda-tanda perubahan sikap pada diri Caca, ia hanya bersikap biasa-biasa saja. Mungkin itu karena Nathan memang belum menyatakan cinta kepada Caca.


"Mana Bang, katanya lo lagi naksir cewek. Kalian udah jadian?!" Leo bertanya pada Nathan saat berkunjung ke apartemen sang kakak.


Nathan pernah cerita, tepatnya dipaksa cerita oleh Leo mengenai siapa pacar kakak nya tersebut.


Nathan hanya menggeleng, "belum" jawab Nathan sangat singkat.


"Lo kelamaan pedekate sih bang, cewek dikejar doang. Tangkap dong, ntar disamber orang aja nyesel lo Bang!" Leo sedang memprovokatori Nathan yang sampai saat ini belum juga mengutarakan maksud hatinya pada wanita incarannya.


Mendengar ocehan Leo kekhawatiran di benak Nathan muncul, benar juga apa yang dikatakan adiknya itu. Kalau kelamaan pendekatan bisa-bisa Caca ditaksir oleh laki-laki lain, siapa yang nggak suka dengan gadis cantik seperti Caca.


Nathan yang sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sengaja dibawa pulang jadi menghentikan aktivitasnya.


Apakah mungkin sikap Caca yang terlihat cuek karena ia sudah punya pacar? atau mungkin jangan-jangan Caca sedang pendekatan juga dengan pria lain?


♥️♥️♥️


Like


Komen


Vote


Peliiiissss...jangan pernah sampe kelewat yaa....melazz banget deh akyu...huuaa...huuaa...😭

__ADS_1


__ADS_2