Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 58


__ADS_3

Makasih ya genks masih setia ngikutin cerita Devo dan Lisa😘


Semoga kalian semua sehat ya..


Happy Reading genks


♥️♥️♥️


Dua kali beristirahat dijalan karena punggung Lisa terasa panas terlalu lama duduk didalam mobil.


"Bun, kamu cape sayang?" melihat dari kaca spion diatas kemudi, Devo melihat isterinya gelisah. Lisa duduk bersama mamah Rena. Beberapa kali ibu mertuanya menanyakan keadaan menantu perempuannya namun jawabannya selalu baik-baik saja. "Kita istirahat dulu ya pah? kasihan Lisa" meminta persetujuan papah Kevin yang duduk disebelahnya.


"Ayah?? punggung Bunda panas" Lisa mengatakan hal itu ketika berjalan menuju sebuah restoran untuk sekedar merelaksasi istrinya yang sedang berbadan dua.


"Kasian... sini ayah usap-usap. Bunda masih kuat?" tanya Devo sambil mengelus punggung Lisa dan Lisa hanya mengangguk menjawab pertanyaan suaminya.


Memesan minuman hangat untuk istrinya dan tentu saja untuk rombongan yang sekarang sedang asik bercanda.


"Pah, nyetir nya gantian ya. Aku dibelakang aja, kasihan Lisa"


"Oke" tanpa banyak bicara papah Kevin menyetujui permintaan putranya.


♥️♥️♥️


Perjalanan yang menghabiskan waktu hampir empat jam itu berakhir di halaman luas yang dikelilingi oleh taman bunga yang penuh warna, walau tidak terlalu jelas karena mereka tiba disana pukul delapan malam. Selain karena drama sebelum keberangkatan yang menyita waktu, kemacetan jalan pun ikut menghabiskan waktu mereka.


Devo sengaja memilih villa perusahaan untuk mereka berlibur. selain tempatnya luas, pemandangan disini pun sangat indah, udaranya sejuk sangat cocok untuk pasutri yang sedang honeymoon. Namun ternyata rencananya gagal karena bukan pasangan suami istri yang akan berbulan madu, tapi piknik keluarga, atau lebih tepatnya bisa disebut arisan keluarga dehh.


Kini mereka sedang sibuk dengan pembagian kamar dan percekcokan pun kembali terjadi.


"Sayang kita disini ya?!" Devo memberitahu Lisa posisi kamar mereka dan memasukkan koper yang berisi beberapa pakaian dan serba-serbinya.


Lisa tersenyum tanpa menghampiri karena sedang meluruskan kakinya disofa panjang diruangan yang lumayan luas dengan fasilitas televisi dan perlengkapan karaoke.


"Eehh...ehh...tunggu dulu!!" mamah Rena berteriak kearah Devo. "Kamu jangan tidur berduaan!! bisa bahaya menantu mamah, bisa-bisa Lisa bukannya rileks tapi malah kamu bikin kerja keras!!"


"Terus aku tidur dimana mah?! aku kesini kan emang mau manja-manjaan sama istri aku!?" Devo berargumen dengan sang mamah.


Belum ada jawaban dari mamah Rena, suara gaduh canda lima orang berikutnya masuk keruangan itu.


"Beib,,kita disini!" Afi baru masuk langsung memilih kamar dan mengajak Wina untuk beristirahat.


"Heehh!!! ini lagi bikin masalah aja! kamu dikamar cowok!!"


"eehh??? kamar cowok??? maksud tante aku tidur bareng mereka??! idiihh!!!" Afi bergidik, menunjuk kearah Johan dan Yudha, bahunya naik dan kepalanya menggeleng cepat.

__ADS_1


"Jadi maksudnya kamu mau berduaan sama Wina gituu??! enak aja!!!" mamah Rena masih mengomel.


Gue kan ngajak Wina biar bisa berduaan sama bebeib,, kalo begini mahh GATOT...gagal totaaallll !!!


"Ya tan...sekali-kali enak kan nggak apa-apa?!"


Afi merengek pada perempuan yang sedang bertolak pinggang didepan kamar yang akan Afi masuki.


"Nggak bisa!! waduh pah,,,bahaya kalo begini, kita kudu patroli nih!!" si mamah mengajak si papah berkoalisi, tapi malah bukan jawaban yang ia dapat.


Kemesraan ini


janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


biar ku kenang selalu


Hatiku damai____


Ternyata si papah sedang asik bernyanyi,


"Papaaaahhh !!!!!!" teriakan mamah Rena membuat papah Kevin berhenti mendadak meninggalkan syair yang masih perpampang jelas di layar televisi.


"Pokoknya kalian semua harus ikutin aturan mamah!! kamar yang ini khusus perempuan" mamah Rena menunjuk kamar yang Devo rencanakan untuknya. "Nahh yang sebelah sini untuk anak laki-laki" si mamah menunjuk kamar yang hendak ditempati Afi.


"Lahh...kok kita jadi kayak anak Pramuka??!"


Afi nyeletuk.


Devo pun ikutan protes, "aku nggak setuju mah! kasian Lisa, dia baru bisa tidur kalo perutnya aku elus-elus. Iya kan Bun?!"


"Iya mah,, masa papah harus tidur bareng bujang-bujang lapuk itu sihh!" papah Kevin ikut protes juga.


"Waduuhh...om tega bener dehh,,, jarang ngomong ehh sekali nya keluar tuh kata-kata pedes bangeeet" ucap Johan.


"Tuan...nyonya... makanan sudah siap" ucap bi Sari, seorang perempuan setengah baya yang tinggal di sebelah villa itu bersama keluarganya untuk mengurusi perkebunan milik papah Kevin.


"Asiiiikk...."


"Yeeayy..."


"Makaaan..."


"Kebenaran nih,, udah laper"

__ADS_1


Suara-suara itu serempak sekali, semuanya meninggalkan ruangan itu termasuk mamah Rena, mereka mengikuti bi Sari menuju gazebo disamping villa bersebelahan dengan kolam renang. Mang Ujang sudah menyiapkan ikan segar sejak Devo menghubunginya untuk berlibur di villa tersebut. Semua perlengkapan barbeque ada disana, dan menu yang diminta oleh Devo sudah siap dimeja taman.


Dan urusan pembagian kamar yang lumayan rempong pun akhirnya tak berujung.


Makan malam kali ini penuh dengan keceriaan, candaan Genk somplak pun membuat papah Kevin ikut terhanyut dalam jiwa muda yang sudah terlewat sangat lama.


"Kaki Bunda bengkak ya?" tanya Devo saat mengambil Zippo yang terjatuh disamping kaki Lisa dan tidak sengaja Devo melihat kaki istrinya tidak seperti biasa.


"Iya, mungkin tadi kelamaan ngengantung dimobil Yah, kan tadi nggak bisa ngelurusin kaki" Lisa menjelaskan.


"Sakit?? kakinya lurusin aja yaa?! awas!! awas!!" Devo mengusir dua sahabatnya yang sedang makan jagung bakar karena kursi yang mereka duduki hendak Devo pakai untuk meluruskan kaki Lisa.


"Hadeehh....ribet banget lo broo!" Johan berucap sambil mengunyah jagung.


"Bodo amat,,salah sendiri, gue kesini kan mau ngajak bini gue liburan. Nape lu pada ngikut!!"


sahut Devo.


"Ayaah??? udah deh nggak usah dibahas terus.. lagian kan jadi rame" Lisa membela sahabat suaminya..


"Iya..tapi keramean, malah jadi ganggu kita sayaaang"


"Tuhh Dev, ibu negara aja setuju kalo kita ikutan!" celetuk Yudha.


Udara semakin dingin, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Papah dan mamah Rena sudah masuk terlebih dahulu, disusul dengan Lisa. Padahal istrinya itu belum mengantuk, tapi Devo memaksa Lisa untuk beristirahat. Tiga puluh menit berikutnya Nani dan Wina pun ikut masuk ke villa dan menyisakan empat orang laki-laki yang masih menyesap kopi dan menghisap batang rokok.


"Dev, gue perhatiin lo kayaknya sayang banget sama bini lo?!" Yudha menanyakan hal itu karena penasaran, sikap Devo yang over protective pada Lisa, apalagi dengan kehamilan istrinya itu.


"Gue juga nggak ngerti, yang gue rasa...gue tuh cinta n sayaaang banget sama bini gue, sekarang dia mengandung anak pertama gue...jadi gue makin sayang sama dia. Ntar Lo juga ngerasain kalo udah punya bini"


jawab Devo.


"?????"


Ketiga sahabatnya itu penuh tanda tanya, hanya saja mereka tidak ingin menanyakan alasannya.


Melihat wajah ketiganya hanya diam menatap dirinya, Devo bisa menebak mereka semua pasti penasaran. Dan akhirnya Devo menceritakan kisah hidup selama berumahtangga pada pernikahan sebelumnya.


♥️♥️♥️


Jangan lupa like nya yang yaa shaayy, apalagi kalo ada komen nya, author jadi tambah semangat deh nulis kelanjutan cerita ini.


Yaa kalo punya vote boleh lahh bagi-bagi akyu.

__ADS_1


__ADS_2