Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 65


__ADS_3

Happy Reading 😘


♥️♥️♥️


"Permisi pak?!" Dita dan Lina masuk kedalam ruangan Devo.


"Kalian siapa??" tanya sang bos karena Devo tidak mengenali karyawan nya satu per satu.


Dita dan Lina belum menjawab pertanyaan dari sipemilik perusahaan, Risa dan Yuni menyusul masuk keruangan tersebut.


"Kami ingin meminta maaf pak atas kejadian kemarin" ucap Risa sambil tertunduk.


"Ya pak, kami menyesal atas perbuatan kami yang tidak pantas" Dita menambahkan.


"Kalian masih berani datang kekantor ini?! atau kalian belum ambil surat pemecatan kalian?!" Devo tampak geram.


"Tolong kami pak, kami mohon jangan pecat kami" Yuni berucap sambil terisak.


Lina yang tertunduk pun sudah menangis meratapi nasibnya, "Kami butuh pekerjaan ini pak. Tolong maafkan kami"


Setelah kemarin sore mereka menerima surat pemberhentian secara sepihak dari perusahaan, mereka berempat berinisiatif untuk datang pagi ini ke kantor untuk meminta maaf pada bos mereka dan istrinya, walaupun awalnya Risa sempat menolak namun pada akhirnya ia pun menerima ajakan ketiga temannya itu.


Devo menghubungi Afi lewat sambungan paralel "keruangan sekarang!"


"Tolong urus mereka!!" perintah Devo pada asistennya sambil mengibaskan tangannya kearah pintu.


Dan keputusan akhirnya pun mereka dapatkan, skors selama satu bulan tanpa gaji atau mereka harus menerima surat pemecatan dan tidak akan pernah bekerja diperusahaan milik Devo dicabang manapun.


♥️♥️♥️


"Fi?? gue balik cepet hari ini" Devo ijin pada asisten pribadinya.


"Mau kemana bro?!"


"Gue khawatir dengan keadaan Lisa, emosinya nggak stabil kalo ngadepin hal seperti kemarin. Gue mau bawa dia ke dokter"


"Ya Dev, menurut gue sih lo urusin bini lo dulu deh sampe keadaan nya bener-bener pulih. Masalah kantor biar gue yang handle, lo tenang aja" ujar Afi mendukung tindakan bosnya.


"Thanks ya Fi, gue percaya sama lo!"


♥️♥️♥️


"Bunda?? ayah pulang..." Devo memanggil-manggil istrinya ketika masuk ke rumah namun tak ada jawaban.


Devo melihat Nani yang sedang membersihkan ruang tengah,


"Nani, ibu mana?" tanya Devo pada asisten rumah tangga nya.


"Tadi saya lihat sedang ditaman belakang pak!" Nani menjawab sambil mengarahkan ibu jarinya ke arah taman dibelakang rumah.

__ADS_1


"Tolong taro diruangan saya" Devo memberikan tas kerjanya pada Nani lalu bergegas menemui istrinya.


"Sayang?? lagi apa??" sapa Devo saat melihat Lisa sedang asik dengan bunga-bunga yang pernah ia tanam.


Lisa menoleh kearah suara, "ayah kok udah pulang? kan masih siang?"


"Ayah kangen sama istri kesayangan ayah"


"hhmm...mulai gombal deh"


"Bener kok!!"


"Serius dong! atau ayah nggak enak badan ya?? ayah sakit?? pertanyaan Lisa mulai panik sambil meletakkan punggung tangannya ke kening Devo.


"Ayah sehat Bun..kita beli baju yukk?!"


Lisa mengerutkan keningnya, pikirannya bertanya-tanya...ada apa dengan suaminya? kenapa tiba-tiba mengajak beli baju?


"Ayah aneh banget hari ini...kenapa sih Yah?!"


"Bener!! ayah mau ngajak Bunda jalan-jalan, katanya Bunda mau beli perlengkapan buat dedek? ayah juga mau beliin baju buat Bunda,,,yang seksi" Devo berucap dan berbisik diakhir kalimat nya.


Lisa tersenyum malu lalu mencubit perut suaminya, " ihh...ayah apaan siie??!"


♥️♥️♥️


Duduk disofa ruang TV, Devo memangku kepala istrinya. "Ayah kita mau shopping jam berapa?" Lisa bertanya antusias.Ya maklumlah namanya juga perempuan, pasti seneng kalau diajak berbelanja.


🧕 author juga seneng kalo diajakin belanja


👨‍👩‍👧‍👧 nggak ada yang ngajak lu Thor!!


🧕 jiaahh ellahh,,, readers ngapa jadi tidak sensi amat yaakk 🙄


"Nanti sore aja, tapi kita kedokter dulu ya Bun?!"


"Dokter?? siapa yang sakit?!" sekarang posisi Lisa sudah duduk disebelah suaminya.


"Gini Bun, kita temuin dokter Wisnu ya? ayah sudah buat janji dengan beliau"


"Dokter Wisnu siapa? kita mau ngapain? ayah sakit?" Lisa terus saja melontarkan pertanyaan.


"Bunda... dengerin ayah dulu dong, ayah belum selesai ngomong!"


"Dokter Wisnu itu seorang psikolog. Ayah mau bawa Bunda untuk menemui beliau"


"Maksud ayah?? Bunda gila?? iyaa?? kenapa bunda harus ketemu psikolog?


"Bukan sayang___"

__ADS_1


"Ayah tega!!" Lisa mulai marah bercampur sedih, wajahnya menahan tangis.


"Percaya sama ayah ya?! ayah mau Bunda sama dedek sehat dan baik-baik saja. Tujuan hidup ayah sekarang cuma kalian!"


Lisa memeluk suaminya, "Tapi Bunda nggak gila kan Yah?!"


"Astaghfirullah,,,ya nggak lahh!! kalo ngomong jangan sembarangan Bun!" Devo membelai rambut Lisa.


Dengan memberikan pengertian dan penjelasan yang cukup panjang akhirnya Lisa menurut pada niat baik suaminya.


♥️♥️♥️


Sore ini mereka tiba dirumah sakit tempat dokter Wisnu praktek.


"Ayah?? bunda takut!" tangan Lisa mulai berkeringat karena takut, itu karena ia belum pernah mengunjungi seorang psikiater atau psikolog sebelumnya.


"Nggak perlu takut sayang,,kan ada ayah" Devo mengelus punggung tangan Lisa. "Ayah akan selalu dampingin Bunda kok"


"Ibu Alisa!" nama Lisa terdengar disebut oleh seorang suster dari ruang praktek dokter Wisnu.


Lisa melingkarkan tangannya dilengan Devo, jantungnya berdetak kencang.


"Ibu Alisa, apa kabar bu?" dokter Wisnu menyapa Lisa dengan ramah, ia mengulurkan tangannya dan disambut oleh Lisa.


"Alhamdulillah kabar saya sehat dok"


"Halo pak Devo! apa nih yang bisa saya bantu?" tanya sang dokter ramah sekali seakan mereka sudah kenal sebelumnya.


"Begini dok___"


Devo menceritakan kisah nya dengan Lisa dari awal mereka menjalin hubungan. Tidak ada yang mereka tutup-tutupi agar sang dokter dapat menarik kesimpulan dan memberikan mereka solusi tentang terapi apa yang cocok untuk istrinya.


Dokter Wisnu mendengarkan dengan seksama, lalu beberapa saat kemudian ia menawarkan dan menjelaskan tentang hipnoterapi. Terapi ini dapat menghilangkan kecemasan, ketakutan, dan trauma atas kejadian yang pernah dialami oleh seseorang. Dengan Hipnoterapi dapat memberikan sugesti positif untuk menghilangkan trauma tersebut.


"Ada yang selalu mengganggu hati dan pikiran ibu, rasa bersalah ketika ada orang lain yang menyalahkan tentang hubungan kalian sebelum ini, betul begitu bu?" dokter menarik kesimpulan akar permasalahan dari semua penjelasan Devo tentang mereka.


Lisa mengangguk, " betul dokter"


"Ibu ikuti arahan saya ya, kita akan buat memori ibu netral kembali dan saya akan mengubah perilaku akibat trauma yang buruk menjadi lebih baik" dokter Wisnu mempersilahkan Lisa berbaring santai disofa yang sangat nyaman yang sengaja disediakan untuk pasien hipnoterapi.


"Oke, ibu tidak perlu cemas. Rileks....tarik nafas dan hembuskan perlahan, buat diri ibu senyaman mungkin" Lisa mengikuti arahan sang dokter memperhatikan bandulan yang digoyangkan didepan matanya.


"Pejamkan mata ibu perlahan. Kita akan hadapi dan selesaikan semua yang mengganjal di hati ibu. Keluarkan semua uneg-uneg yang membuat dada ibu sesak"


Lisa sudah memejamkan matanya seakan ia tertidur dengan nyenyak pikirannya sudah di alam bawah sadar. Devo tetap mendampingi, tangannya tidak lepas dari genggaman tangan isterinya.


♥️♥️♥️


like n komen nya ya genks 😍😍

__ADS_1


__ADS_2