Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 87


__ADS_3

Haayy genks, sorry ya ku telat lagi nih up nya. Harap maklum ya, kerjaan lagi di numpuk banget.


Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Setahun berlalu begitu cepat, sang putri cantik Shasya kini semakin lucu. Membuat yang melihat dibuat gemas olehnya.


"Dedek?? ayo makan dulu dong, jangan dimainin gitu makanannya" Lisa menyuapi Putri nya dengan sabar.


"Kenapa Bun? anak ayah nggak mau makan?"


Devo baru saja menuruni anak tangga terakhir dan hendak menuju ruang makan untuk sarapan. Dan seperti hari-hari sebelumnya selalu ada keributan kecil yang dibuat oleh Lisa karena ulah putrinya.


"Mau Yah, tapi tuh lihat deh,, makanan nya di main-mainin gitu, nggak langsung ditelan"


"Coba sini makannya disuapin Ayah" Devo segera berangkat ke kantor namun ia menghentikan sarapan nya, menggulung lengan bajunya dan menggantikan posisi Lisa untuk menyuapi putri mereka.


tca...tca...tca .... Shasya memainkan bubur lembut yang ada di mulutnya.


"Sini sayang,,,makan sama ayah ya,,aaaaa" Devo membuka mulutnya agar diikuti oleh Shasya.


Bbrrrrr...bbrrrrr.... Shasya menyemburkan makanan yang baru saja di suap kan sang ayah.


"Ya ampuuun....Nggak boleh gitu sayaang!!"


suara Lisa terdengar agak marah pada putrinya karena sekarang wajah dan kemeja Devo sudah penuh cipratan bubur akibat semburan mulut Shasya.


"Bun???" Devo justru menegur Lisa karena memarahi putri kesayangannya.


"Tapi liat nih, baju ayah jadi kotor semua. Muka ayah juga, ayah kan harus ke kantor!" Lisa mengomel sambil membasuh wajah Devo dengan tisu basah.


"Nggak apa-apa sayang,,,ayah tinggal ganti baju lagi kok.


Begitulah drama kecil hasil kelucuan Shasya, Devo tidak pernah kesal apalagi marah dengan tingkah putrinya.


♥️♥️♥️


"Yah minggu depan usia Shasya genap setahun" ucap Lisa. Semenjak mempunyai putri rutinitas mereka sebelum tidur selalu membicarakan tingkah polah anak mereka.


"Iya. Nggak terasa ya Bun?!" jawab Devo.


"Apanya yang nggak terasa Yah?! Bunda sih masih berasa ngilu nya waktu melahirkan, blom lagi ngurusin nya setiap hari,


Cape tauu!!" Lisa mengomel karena ucapan suaminya.


🤵 yaahh..salah ngomong gue


🧕 babang Devo, author no coment yaak ✌️

__ADS_1


"Ya, maksud ayah nggak begitu bun"


"Ayah sih enak, tiap hari di kantor, nggak tau rasanya di ompolin. Lagi enak tidur harus bangun nyusuin dedek" Lisa masih terus mengomel.


Devo menarik nafas, bakalan panjang nih! hadeehh!! niatnya mau ngajakin bikin dedek baru,,ehh malahan jadi semprotan yang bikin kepala cenat cenut.


♥️♥️♥️


Pagi ini Devo dan Lisa sudah berada di ruang makan, mereka hendak sarapan bersama. Kebetulan Shasya belum bangun, karena baru tertidur kembali setelah terbangun tengah malam. Alhasil Lisa bergadang semalaman demi menemani putrinya bermain- main diranjang orang tuanya.


"Jadi gimana? Bunda ada rencana apa buat bikin acara dedek?" Devo bertanya tentang pembicaraan yang terpotong oleh keributan unfaedah tadi malam diranjang mereka.


"Bunda mau undang anak- anak panti ya Yah? kita bikin acara buat Shasya"


Ini adalah acara ulang tahun pertama untuk Shasya, Lisa yang baru merasakan menjadi seorang ibu rasanya tidak sabar ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Ada kebanggaan tersendiri pada dirinya karena putri nya tumbuh sesuai dengan perkembangan untuk anak seusianya.


"Oke,, Bunda atur aja ya"


" Tuhh kan?? maksud Bunda kita sama-sama cari tempat dan atur acaranya bareng-bareng"


"Ya ampuun sayaang....pake EO aja kenapa siih..nggak usah pake ribet. Bunda kan nggak perlu cape, lagian ayah sibuk Bun"


Untuk seorang Devo acara yang seperti itu tidak perlu harus repot, hanya tinggal menghubungi EO langganan mereka yang biasa di sewa untuk membuat acara di perusahaan miliknya.


♥️♥️♥️


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, dengan segala perdebatan akhirnya semua ditangani oleh Event Organizer.



Lisa mengundang anak-anak panti asuhan tempat dimana mamah Rena aktif sebagai penyandang dana. Lisa dan Devo ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di panti asuhan itu.


Doa terbaik selalu dipanjatkan untuk putri kesayangannya, Devo sangat menikmati suasana pesta yang dipersembahkan untuk Shasya, terlihat dari wajah Devo yang selalu tersenyum menikmati acara.



Shasya terlihat cantik, ia tumbuh sehat dan semakin hari semakin menggemaskan. Tingkahnya selalu membuat Lisa dan Devo sering berdebat kecil ditambah drama-drama yang sering membuat tertawa kedua orangtuanya.


Namun ada sepasang mata yang terlihat tidak bahagia melihat keceriaan di keluarga kecil Devo. Pandangannya terlihat sinis, hatinya menggebu-gebu untuk segera menghancurkan senyum diwajah mereka semua.


"Lihat saja! aku tidak akan membiarkan kalian tersenyum bahagia. Kalian telah menghancurkan kehidupan ku, kalian yang telah melepaskan senyuman diwajah anakku.


Kita lihat saja berapa lama kalian bisa lihat bertahan dengan kebahagiaan ini"


Ternyata Aurel selalu mengintai semua pergerakan keluarga mantan suaminya itu.


Ia masih saja membenci Lisa dengan alasan ia telah merebut suaminya.


Dari kejauhan Lisa melihat Aurel, namun ia segera menepis pikirannya. Ia merasa tidak mungkin karena Aurel sudah punya kehidupan sendiri dengan suaminya.

__ADS_1


Mengingat kejadian terakhir sudah lebih dari setahun saat Lisa menampar pipi Aurel di Singapura.


"Bun?? kok melamun??" tanya Devo.


"Ohh...nggak kok Yah"


"Cape ya??! sini peluk ayah!" Devo merangkul Lisa dan mencium puncak kepala istrinya itu.


"Shasya mana Yah?!" Lisa tampak khawatir ketika tidak melihat putrinya.


"Sama Oma nya, biarin aja! mending Bunda ambilkan Ayah makanan! Laper nih!!"


Karena terlalu asik mengikuti acara dan menerima tamu undangan, Devo lupa jika dirinya belum makan siang, padahal hari sudah menjelang sore.


Lisa memberikan sepiring spaghetti pada suaminya, namun wajahnya terlihat berbeda.


"Bunda kenapa?" Devo melihat perubahan pada wajah istrinya.


"Ayah??" memanggil suaminya dengan wajah ragu.


"Heem?? kenapa?? aaa..." Devo menjawab sambil menyuapkan sesendok spaghetti pada Lisa.


"Tadi Bunda seperti lihat Aurel deh!" Lisa bercerita sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


"Haah??! nggak mungkin lahh!! mungkin cuma perasaan Bunda aja"


"Bener yah, bunda beneran lihat. Tuh liat di ujung sana" Lisa menunjuk tempat dimana Aurel berdiri saat Lisa memergoki dari kejauhan.


"Udah ahh.. Bunda jangan berhalusinasi" Devo membuang pikiran buruknya.


"Ma ma ma maaaa....." suara ocehan Shasya membuyarkan pikiran negatif yang ada dikepala sang Bunda.


"Eehh...anak Bunda, sini sayang!" Lisa mengambil Shasya dari gendongan mamah Rena.


" Shasya haus Bunda.." suara mamah Rena seakan mewakili cucunya untuk minta susu pada sang Bunda.


"Hoo...dedek haus yaa?!" Lisa segera mencari posisi aman yang untuk bisa menyusui putrinya.


"Pake dot aja deh Bun?! kan udah setahun, boleh dong pake susu formula?!" dengan kata lain Devo menyarankan pada Lisa untuk menghentikan memberikan ASI pada Shasya.


"Nanti Yah, setahun lagi!" jawab Lisa.


Lisa ingin memberikan ASI eksklusif pada anaknya, sesuai anjuran dokter bayi dan anak.


Selain bagus untuk pertumbuhan anak, ASI juga bagus untuk membentuk psikologi seorang anak dan menciptakan kedekatan batin antara ia dan putrinya.


"Ya ampun Bun, masa ayah harus nunggu setahun lagi siie?? ayah kan kangen mau main-main disitu" Devo menunjuk dada Lisa dengan dagunya, dan dengan wajah cemburunya melihat Shasya begitu menikmati sedotan ASI dari sang Bunda.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Haayy...hayuuk atuh mana jempolnya.


seperti biasa ya like n komen. kutunggu lohh😘😘


__ADS_2