Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 105


__ADS_3

Happy Reading genks 😍


♥️♥️♥️


Dengan wajah sedikit kecewa para remaja putri kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mengganti busana yang akan dikenakan untuk berenang.


Untuk para cowok-cowok mereka lebih dahulu untuk bermain air di pantai yang airnya masih jernih tersebut. Bermain banana boat, berenang, dan juga jet ski.


"Lohh kok balik lagi?" tanya Bunda Lisa pada tujuh putri cantik ketika mereka kembali masuk ke villa.


"Iya Bun, kita mau ganti baju!" sahut Caca dengan nada datar menjawab pertanyaan sang Bunda.


Belum sempat sang Bunda berkomentar Caca langsung memberikan alasan, "kata Oma nggak sopan!"


Dan Lisa memang tidak bisa berkomentar karena semua kemauan nenek mereka, ya memang ada benarnya juga, tapiiii......ya sudahlah, lebih baik ikuti saja dari pada jadi tausiyah panjang.


Tidak sampai setengah jam, putri-putri genks somplak pun keluar dari kamar mereka dengan kostum yang berbeda-beda.


"Wooyy...lo kayak orang mau senam aerobik Ca?!" Rike dan Dini mentertawakan Caca yang mengenakan legging panjang berwarna krem.


"Diem lo!! nahh elo sendiri?! coba lo ngaca sonoh !! berenang pake kulot?? helloo??? mau ke pengajian buu???!" Caca balik mengejek Dini.


"Gue nggak bawa baju lagi, kan rencananya mau ke pantai! ya gue bawa bikini. Bener gak Rik?!" Dini minta persetujuan Rike.


"Hoo ohh... yang aneh itu Oma lo Ca! dimana-mana juga kalo orang berenang pake bikini!" Rike membela diri.


"Udah nggak usah berdebat! ayo kita cuuss...ntar keburu sore!" Rose melerai perdebatan mengenai kostum pantai mereka.


♥️♥️♥️


Rombongan bujang somplak yang sekarang sudah menjadi bapak-bapak, mereka asik menikmati kopi di gazebo yang menghadap ke pantai.


"Dev, keren juga nih tempat. Dapet rekomen dari siapa lo broo?!" tanya Afi.


"Biasa lahh...rekanan bisnis. Nggak sengaja kita lagi ngomongin tempat liburan buat anak-anak" Devo menjelaskan.


"Jo?? nggak nyangka gue, anak lo ganteng-ganteng yaak" ucap Yudha.


"Lo nggak usah heran broo!! liat dong biangnya" Johan menepuk dadanya bangga.


"secara gitu!! gue kan ganteng! ya udah pasti kegantengan gue turun ke anak gue. Bener gak Dev?!"


"Nahh pas banget tuh, anak Lo dua-duanya cewek Yud. Anak Lo Jo dua-duanya cowok. kalo dijodohin oke juga. Ya kan Dev??!" saran Afi pada kedua sahabatnya.


Mereka semua tertawa, suasana yang sekarang sangat sulit mereka dapatkan. Beruntung dihari ulang tahun papah Kevin semua bisa ikutan.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Ibu-ibu yang masih terlihat cantik pun sedang asik bersenda gurau sambil menikmati cemilan dan teh hangat.


"Heyy...itu para lelaki masih pada doyan begituan gak sih?!" tanya mamah Rena pada ke empat perempuan yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.


"Ya ampun tanteee???? kalo mau diladenin sih nggak ada abisnya" sahut Wina.


"Iya bener!" sahut yang lainnya kompak.


"Asal kita kuat, mau nya nambah terus! bener nggak?!" Lisa membenarkan.


Mamah Rena senyum-senyum sendiri, ia mengingat masa-masa yang pernah ia lewati bersama papah Kevin.


"Nahh kalo seusia tante gimana? Om masih minta jatah tan?! Claudy bertanya sambil agak berbisik.


"Masih! Tante juga heran, padahal usia Om sudah 70an, tapi kok masih on aja ya?!" sekarang mamah Rena yang balik bertanya pada Claudy.


"Kalau untuk laki-laki yang sehat secara fisik ya memang seperti itu Tan!" Claudy menjelaskan, karena basicnya sebagai dokter kandungan jadi ia paham mengenai masalah hubungan intim.


"Waahh Sa! kamu harus siap-siap tuh, selalu jaga stamina!" ucap Wina memperingatkan Lisa.


"Nahh kenapa jadi gue yang harus siap-siap?!" tanya Lisa bingung.


"Om Kevin kan bokap nya Devo, nahh kalo biang nya aja masih doyan. Gimana anaknya?! ya nggak?! tanya Wina pada yang lain.


♥️♥️♥️


Hari sudah mulai sore, anak-anak masih asik dengan kegiatannya di pantai.


Setelah puas bermain air, Rose dan Caca asik berselfie ria, segala pose mereka lakoni.


"Ca?! kesana yukk!! background nya bagus tuh!" ucap Rose menunjuk sebuah bebatuan diperbatasan air di pantai itu.


"Yukk!!" Caca dengan senang menyambut ajakan Rose, mereka berdua berlari menuju tempat yang dimaksud.


Tanpa Rose dan Caca sadari ternyata mereka sudah berpisah dari rombongan yang lainnya.


Cekrakk... cekrekk.... setiap gaya mereka ambil secara bergantian, "oke Rose, ya tahan...bagus tuh gaya lo, kereen!!" ucap Caca.


"Nih! sekarang gantian!" ucap Caca sambil menyerahkan ponselnya untuk digunakan mengambil gambar dirinya dengan posisi yang sama dengan Rose tadi.


"Ganti gaya Ca!" teriak Rose dari jarak kira-kira tiga meter dari hadapan Caca. "Oke, siip. Tahaan! satu..dua..."


"Aaawww....." Caca berteriak.

__ADS_1


"Caca!!!!!" teriak Rose.


Caca terjatuh saat akan diambil gambarnya, kakinya terpeleset di bebatuan saat ia berpose.


"Tolong!!! tolong!!! Rose berteriak meminta bantuan orang-orang sambil terus berusaha menggapai tangan Caca.


Ombak sore hari sudah meninggi, sehingga sulit untuk Caca menyelamatkan diri. Caca bisa berenang, namun tubuhnya selalu diterpa semburan ombak sehingga ia makin terombang-ambing.


"Caca!!! tolong!!!" Rose terus berteriak dan menangis, ia panik bukan main.


Kebetulan ada jetski yang sedang melintas dan melihat Rose melambaikan tangannya sambil berteriak meminta tolong.


Dengan segera pengendara jetski itu menceburkan diri ke dalam air untuk menyelamatkan Caca.


Bersyukur Caca segera bisa diselamatkan, setelah berhasil mengangkat tubuh Caca yang masih pingsan karena terpaan ombak. Laki-laki tersebut membaringkannya diatas pasir tepi pantai, barulah sang penolong secara tegas melihat wajah korban.


"Caca??!" ucapnya. Ternyata yang menolong Caca adalah Nathan, bos tempat ia magang.


"Mas kenal sama Caca?" tanya Rose agak bingung.


"Iya!" jawab Nathan. "Ca?! Caca bangun?!" Nathan menepuk-nepuk pipi Caca, namun Caca masih belum sadar.


Nathan mencoba memberikan pertolongan pertama untuk Caca, ia melakukan dengan cara yang pernah ia pelajari saat kuliah dulu.


Menekan bagian dada beberapa kali, dan memberikan tiupan pada mulut Caca dengan menutup hidung untuk memancing pernapasannya agar kembali normal.


Dengan kata lain Nathan memberikan napas buatan untuk Caca.


Nathan melakukannya berulang-ulang hingga Caca sadar.


"Hukk...hukk..." Caca memuntahkan air yang terlanjur masuk ke tenggorokannya.


"Ca?! syukurlah kamu udah sadar!" Rose senang sekali, ya walaupun setelah ini ia juga harus bakal kena semprot dari para orang tua di villa.


"Pak Nathan?!" ucap Caca setelah matanya sudah benar-benar terbuka namun tubuhnya masih tidak berdaya, ia masih lemas.


"Ayuuk saya antar kamu!" ujar Nathan menggendong Caca.


"Iya mas, kesana!" sahut Rose menunjuk villa tempatnya menginap.


Mereka menuju villa yang dimaksud, Caca mengalungkan kedua tangannya dileher Nathan. Cooo cuuuit.....


Kok jadi Othor yang grogi yaa 🤭


♥️♥️♥️

__ADS_1


Nahh... gimana kelanjutannya yaa??? komen dulu dong guuyys 😍😍


__ADS_2