Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 137


__ADS_3

Haayy.....Happy reading yeaa gaaeess🥰


❤️❤️❤️


Seusai membantu Caca melepaskan gaun pengantin yang cukup memakan waktu, Nathan segera membersihkan tubuhnya. Ia sangat bersemangat untuk mandi, senyum pun tak lepas dari wajahnya.


Sudah bisa diterka, itu semua pasti karena malam ini adalah malam pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Mas? kamu kok seneng banget sih mas? dari tadi aku lihat senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Caca penasaran.


"Ya iyalah,,, seneng banget. Mulai malam ini mas bisa tidur sambil peluk kamu, cium kamu, bebaaasss!!" jawab Nathan antusias.


"Memangnya kamu gak seneng Ca?!" sekarang Nathan yang penasaran dengan perasaan Caca.


"Ya seneng lahh, ya sudah mas mandi duluan ya! setelah itu baru aku mandi" Caca mengakhiri obrolan mereka karena merasa malu sendiri melihat Nathan sudah bertelanjang dada.


"Barengan aja yukk?!" ajak Nathan.


"Aahh,, gak lahh mas,.maluu tau !" wajah Caca memerah menahan malu karena ajakan suaminya.


❤️❤️❤️


"Tok..tok...tokk... Ca?? Caca???" terdengar ada suara ketukan pintu.


"Yap" sahut Nathan dari dalam kamar.


"Ohh,, bunda.. silahkan masuk bun"


"Maaf,, bunda ganggu ya?" tanya bunda basa-basi pada menantunya, bunda Lisa tidak melihat keberadaan Caca diruangan itu.


"Caca mana?"


"Caca sedang mandi bun, bunda ada perlu dengan Caca?"


"Ohh..gak kok, bunda cuma mau kasi tiket pesawat buat kalian berangkat honeymoon besok, khawatir nanti bunda kelupaan"


"Iya Bun, terimakasih. Aku juga hampir lupa bun"


"Tuhh kan...ya sudah bunda mau istirahat. Kalian juga istirahat ya" ucap bunda mengakhiri percakapan mereka dan bergegas kembali ke kamar hotel.


Beberapa menit kemudian, suara Caca terdengar memanggil.


"Maass???" teriak Caca dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Ya Ca,, kenapa sayang?" jawab Nathan dari sofa sambil menonton tayangan favoritnya da salah satu stasiun televisi.


"Tolong ambilkan bra aku dong mas, di koper ya!"


Nathan segera membuka koper milik Caca yang berisi semua pakaian dan juga keperluan untuk berbulan madu.


"Dimana??" Nathan mencari-cari dikoper milik Caca namun belum berhasil menemukan barang yang diminta oleh isterinya.


"Gak ada Ca! kamu simpan nya dimana?" tanya Nathan penasaran.


"Ya ampun mas, masa gak ada sih. Gak mungkin lahh!" tegas Caca.


"Bener sayang,, gak ada! nih isi koper nya sudah mas keluarin semua" Nathan mengeluarkan semua baju-baju Caca diatas ranjang, ia menyerah untuk membantu istrinya karena tidak menemukan barang yang dimaksud.


"Mas???" Caca merengek. "Terus aku pakai apa dong?"


Nathan menghampiri Caca dan hendak masuk ke dalam kamar mandi. "Buka pintunya dong, mas gak bisa masuk nih"


"iiihh...mas!! tapi aku cuma pakai kimono" sahut Caca panik.


"Gak apa-apa sayang...buka dong pintunya"


Mau tidak mau Caca membuka pintu kamar mandi dengan wajah menahan malu.


"Mas sudah cari, tapi bra nya gak ada"


Nathan membelai rambut istrinya dan berbisik ditelinga Caca sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Caca.


"Nggak usah pakai bra kan lebih bagus" Nathan menggoda Caca.


"Tapi maluu mas,," jawab Caca melemah, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya karena malu.


Nathan menjauhkan wajah Caca, ia mengangkat dagu Caca dengan jarinya.


"Kan kita sekarang sudah sah jadi suami istri, kenapa masih malu? mas kan juga mau lihat"


bujuk Nathan.


"Tapiiii...." belum selesai Caca menyelesaikan kalimatnya, Nathan sudah mendaratkan kecupan lembut di bibir Caca.


Mendapatkan perlakuan yang lembut dari suami tercinta, Caca memeluk Nathan dengan erat.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Ting tong...Ting tong...suara bel kamar Aurel berbunyi.


Klek,,,suara pintu dibuka oleh Aurel.


"Lohh??! kamu belum pulang?!" tanya Aurel pada anak perjaka nya yang masih jomblo.


"Mommy....Daddy... aku mau tidur disini" ucap Leo pada kedua orangtuanya.


"Haahh??!" Aurel dan David saling memandang dengan wajah heran dan penuh tanda tanya.


"Maksud kamu?!" tanya Aurel lagi pada putranya.


"Ya, aku mau tidur disini! aku kan kangen sama mommy and daddy!" jawab Leo berlagak polos.


Jawaban Leo hanya alasan saja, padahal Leo memang membatalkan rencananya untuk pulang ke apartemen karena ternyata Dini dan Seno sama-sama menginap di hotel ini.


David yang tadinya hanya mendengarkan perbincangan antara mommy dan putra nya pun ikut bersuara, "ya sudah, jika mau gabung disini juga tidak apa mom. Jarang-jarang loh kita bisa kumpul seperti ini"


"Tuhh kan... Daddy saja membolehkan, thank you ya dad!" Leo memeluk daddy-nya. Walaupun Leo hanya anak sambung, namun David tidak membeda-bedakan kasih sayangnya pada Nathan.


"Are you serious dad?" ucap Aurel pada suaminya. "Leo kan udah gede dad!! jangan terlalu dimanja dong!"


"It's Ok mom,,Daddy juga kangen mau ngobrol-ngobrol sama Leo"


"Up to you dehh dad!" akhirnya mommy Aurel menyerah dan memperbolehkan Leo bergabung bersama mereka malam ini.


"yeeeaayy... thanks mom!" Leo kegirangan dan langsung memeluk mommy Aurel.


"Tapi tidur di sofa ya"


"Gak masalah!" jawab Leo singkat.


Semua tidak menjadi masalah bagi Leo, ia merasa ada hal aneh yang menggelayut dipikirannya. Entah kenapa sejak pagi tadi ia merasa ada ketertarikan pada Dini, gadis yang tidak masuk dalam kriteria nya telah memukau Leo.


Ya, penampilan Dini hari ini memang anggun dan cantik, tidak disangka ternyata semua itu telah memikat hati Leo. Namun Leo masih saja menahan gengsinya untuk mendekati Dini, ia pun sadar semua karena sikapnya yang pernah memarahi Dini dan sering mengejeknya.


Tapi dengan kehadiran Seno kini Leo mempunyai kekhawatiran jikalau Dini akan didekati oleh sepupunya itu. Semua itu karena Leo tahu persis bahwa Seno adalah rival yang tidak bisa diremehkan, pria ganteng dan mapan. Gadis mana yang bakal menolak jika diajak kencan oleh Seno. Dan ada hal yang paling membuat Leo gusar adalah Seno sekarang single karena beberapa bulan yang lalu baru saja putus dengan kekasihnya.


Merebahkan tubuhnya disofa, sambil memainkan ponselnya Leo memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan nomor ponsel Dini. Hal yang paling mudah, ia bisa minta nomor tersebut pada sahabat Dini yang kini sudah menjadi kakak iparnya.


Tapi jika dengan cara itu ia pasti akan di ejek habis-habisan oleh Nathan, sebelum nya ia pernah mengolok-olok Dini didepan abangnya itu.


"Hadeehh... gimana caranya??" batin Leo, ia masih berpikir. "kenapa gue jadi mikirin tuh cewek??! lagian masih banyak cewek yang bisa gue deketin!" batin Leo terus saja berbicara. Leo memejamkan matanya namun pikiran nya masih terbayang oleh gadis yang sudah berhasil mengusik hatinya hingga akhirnya ia benar-benar tertidur.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Ok gaeess jangan lupa like n komen ya


__ADS_2