Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 114


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


"Tuhh kan Bun! nih anak emang ngeselin kan?!" Caca masih belum bisa terima.


"Ya sudah Ca, kalo adek nya nggak bisa ya dimaklumi aja. Mungkin Tama ada urusan lebih penting daripada main game!" Lisa mencoba menengahi perdebatan putra dan putrinya tersebut.


"Bukan gitu bun! aku tuh udah nolak ajakan mas Nathan demi janjiku sama Tama, ehh dia malah batalin dadakan kayak gini!"


"Ohh...jadi karena alasan itu kalian berdebat seperti ini?!" Devo mulai ikut bicara.


"Kan Lo tinggal bilang sama mas Nathan kalo nggak jadi main game bareng gue!" Tama mencoba mencarikan solusi untuk Caca.


"Enak aja lo kalo ngomong, Lo kira gue cewek apaan ngajak cowok jalan duluan. Gengsi lahh!!"


Dan seperti biasa, Devo sang ayah yang baik dan bijak selalu berhasil melerai perdebatan dalam keluarganya. Walaupun hasilnya kali ini Caca yang harus mengalah pada Tama, itu pun karena Tama beralasan akan ada materi pengayaan di sekolahnya untuk tambahan nilai.


♥️♥️♥️


Keesokan harinya Caca bersikap seperti biasa, ia tidak akan menagih ajakan Nathan yang kemarin ia tolak karena gengsinya yang lumayan tinggi.


Tapi tidak bagi Nathan, ia sudah mendapatkan kabar dari Tama tadi malam. Kini Nathan justru senyum-senyum tanpa makna, berharap Caca akan bercerita tentang perdebatannya dengan sang adik.


Saat jam kerja sudah hampir selesai Nathan mengulang kembali ajakan kencan nya pada Caca.


"Ca?!" Nathan mengejar Caca saat lift hampir tertutup dan Caca sudah berada didalamnya.


Seketika itu Lisa juga Caca menahan tombol untuk menahan agar pintu lift tidak tertutup.


"Ya mas?" sahut Caca.


"Udah mau pulang?" tanya Nathan dengan sikap agak grogi.


"Iya mas" jawaban Caca masih singkat, namun ada tanda tanya dihati kecilnya.


Sejenak mereka terdiam, tidak ada obrolan di lift yang hanya terisi mereka berdua.


"Ca?"


"Ya"


"Sebelum pulang temenin mas minum kopi yukk??" ucap Nathan.


"Ohh, dimana?" sahut Caca malu-malu.


"Deket dari sini kok"


Kedai kopi yang dimaksud Nathan ternyata memang tidak jauh dari kantornya. Hanya beberapa menit saja mereka sudah tiba ditempat yang dimaksud oleh Nathan.

__ADS_1


"Mas, ada es krim juga ya?" tanya Caca saat melihat banner bergambar es krim dengan aneka topping disamping pintu masuk kedai tersebut.


"Iya, kamu suka?!" Nathan tersenyum menambah kharisma diwajah gantengnya.


Caca mengangguk antusias, memilih tempat duduk dekat kolam ikan mini dengan suara gemericik air menambah suasana sore itu menjadi lebih tenang tapi tidak dengan suasana hati Nathan, ia masih harap-harap cemas apakah jawaban Caca nanti saat ia mengajak Caca kencan untuk kedua kalinya.


"Aku yang order ya mas?!" Caca menerima daftar menu yang diberikan oleh waiters kedai tersebut.


Nathan hanya mengangguk mengiyakan permintaan gadis yang ia sukai sambil tersenyum melihat tingkah Caca yang menurutnya lucu.


"Tempatnya enak ya mas? mas sering kesini?" tanya Caca.


"Iya, tenang dan nyaman, pas banget buat santai sore" sahut Nathan.


"Sama siapa?" tanya Caca lagi.


Nathan tidak menjawab


"sama pacarnya ya mas?!" Caca asal menebak.


"Nggak kok, mas belom pernah pacaran Ca!" akhirnya Nathan buka suara.


"Masa sihh?!" sayang banget ganteng-ganteng kok jomblo" Caca mengejek Nathan, jiwa usilnya mulai bereaksi.


"Kalau kamu gimana?!" Nathan bertanya balik pada Caca.


"Haahh??" Caca terkejut ketika pertanyaan yang sama diberikan Nathan padanya.


"Ahh...masa gadis cantik gak pernah punya pacar??" sekarang Nathan yang balik mengejek Caca. "mas gak percaya deh?!"


"Bener kok?! tanya bunda aja kalo gak percaya" Caca berusaha meyakinkan Nathan.


Obrolan mereka terhenti sejenak karena pesanan Secangkir kopi cream dan semangkuk es krim disajikan dimeja mereka.


Tanpa harus bertanya pada bunda Lisa Nathan sudah tahu jawabannya dari Tama. Apa yang Caca bilang memang benar, Tama sudah menceritakan semuanya.


"Ayo dimakan es krim nya" ujar Nathan.


"Heemm...enak mas! mas mau?!" Caca mulai menyantap es krim vanila dengan topping coklat lumer dan buah cerry.


Tiba-tiba Caca menyuapi Nathan sesendok penuh es krim, "coba deh! aaaa!" Caca memerintahkan Nathan untuk membuka mulutnya.dan secara refleks Nathan pun menuruti ucapan Caca. Ia membuka mulutnya untuk menerima suapan dari gadis yang duduk dihadapannya.


Tanpa sengaja suapan Caca meninggalkan sisa-sisa es krim dipinggir bibir Nathan, "duhh!! maaf mas jadi belepotan deh" ucap Caca sambil berusaha membersihkan sisa es krim yang masih menempel.


"tunggu ya mas, Caca membersihkan bibir Nathan dengan tisu yang ada dimeja itu.


Nathan senang sekali dapat perlakuan istimewa dari Caca. Nathan merogoh saku celananya mengambil tiket Dufan yang kemarin ditolak oleh Caca, ia berniat untuk memberikan tiket tersebut pada pelayan yang bekerja di kedai kopi tersebut.


"Apa tuh mas?"

__ADS_1


"Ohh..ini tiket Dufan, mubazir kalo nggak digunakan. Lebih baik kasi ke orang lain saja" sahut Nathan memegang 2 tiket ditangannya.


"Jangan!" Caca refleks menyahut, ia melarang Nathan untuk memberikan tiket tersebut pada orang lain.


"Kenapa?" Nathan bertanya pura-pura tidak mengerti.


"Kita saja yang kesana?!" sahut Caca.


Nathan masih pura-pura tidak paham "Masa iya mas ke Dufan sendirian? nggak asik dong"


"Sama aku mas!" jawab Caca, akhirnya Caca yang mengajak Nathan duluan.


🧕 Gengsi lo kemana Ca?


👩‍🦰Lahh iyaa? hadeehh!! kelupaan gue Thor


Nathan menahan senyumnya, "kamu beneran Ca? serius?! bukannya kamu mau main game sama Tama?" tanya Nathan memastikan ucapan Caca.


"Iya, aku serius kok mas! kapan perginya?" Caca berkata to the point.


"Kalo Sabtu gimana Ca?


"Oke" Caca mengangkat ibu jarinya sambil menyuap sesendok es krim ke mulutnya dan mengakibatkan es krim tercecer di dagu dan bibirnya.


"Makannya pelan-pelan dong?" Nathan mengusap es krim yang tercecer di bibir Caca dengan ibu jarinya.


Tiba-tiba jantung Caca berdesir karena sikap Nathan yang perhatian dan romantis, padahal mereka bukan sepasang kekasih. Tapi Caca merasa disayang.


♥️♥️♥️


"Mas mampir dulu?" tawaran Caca saat Nathan mengantarnya pulang.


"Mas langsung saja ya Ca?! salam sama tante dan Om, ohh iya sama Tama juga"


Nathan mengabsen semua anggota keluarga Caca.


"Oke mas, makasih ya mas traktirannya" ucap Caca mengakhiri percakapan mereka.


"Sama-sama sayang....bye...bye.." sahut Nathan sebelum kaca mobilnya tertutup rapat dan menyisakan kebingungan diwajah Caca.


"Barusan mas Nathan bilang sayang?" ucap Caca bicara pada dirinya sendiri.


Ahh... kayaknya gue salah denger deehh


♥️♥️♥️


Maafkeun yaa... kelamaan akyu up nya 🙏


jangan ngambek ya my readers.

__ADS_1


tetep kasi like n komen yaa 🥰


__ADS_2