Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 86


__ADS_3

Haaayy genks...sorry banget akyu telat up nya yaa...ku lg coba ikutan writing academy yang diadakan oleh noveltoon, syarat nya harus cerita baru. Jadi aku konsen bikin cerita yg baru dulu dehh.


Kalian baca juga ya judul novel kedua qu,


"SERPIHAN CINTAKU"


agak berbeda dgn cerita Lisa dan Devo. Tapi seru nya gak kalah lohh.


Happy Reading genks 😍


♥️♥️♥️


Acara yang diadakan di kediaman Devo dan Lisa yang kini sudah resmi menjadi orang tua sesungguhnya, ya.. sesungguhnya..hasil dari hubungan mereka. Bukan seperti yang Devo alami sebelumnya dengan Aurel, istri pertamanya.


Hari ini kediaman mereka dihadiri oleh ibu-ibu kompleks, ditambah sanak saudara dan juga tidak ketinggalan sahabat dan genks koplak mereka. Dan atas permintaan dari Yudha, Lisa juga mengundang dokter Claudia.


Segala doa terbaik untuk Shasya dipanjatkan oleh kedua orang tuanya Devo dan Lisa, dan di aminkan oleh seluruh undangan.


Tak ada kata yang dapat digambarkan selain bahagia, akhirnya mereka dapat melewati segala rintangan dalam hubungan yang penuh liku. Kini semua sudah tergantikan oleh kehadiran seorang bayi mungil ditengah-tengah keluarga mereka.


"Bunda, terima kasih sudah memberikan ayah seorang putri cantik" ujar Devo dengan senyuman sumringah.


"Iya ayaah... Bunda juga mau ngucapin terima kasih, ayah sudah menjadi suami terbaik untuk Bunda. Tetap seperti itu ya Yah?!"


"Pasti sayang" Devo mengecup puncak kepala istrinya.


"Terus kalian kapan nih nyusul??!" mamah Rena menggoda semua bujang yang sedang asik bersenda gurau sambil menikmati secangkir kopi dan isapan rokok menthol ditaman belakang setelah tamu undangan yang lain pamit meninggalkan acara yang telah selesai.


"Haduuh Tan... pertanyaannya kok bikin nyesek yaa??!" sahut Yudha.


"Tenang broo!! disini kan ada dokter, kalo nyesek ntar dikasi nafas buatan kok! iya kan Bu dokter??" Afi menggoda dokter Claudia.


"Kalo sedang tidak dirumah sakit panggil Claudia aja, sebutan dokter cuma berlaku dirumah sakit" dokter Claudia merona setiap kali para bujangan itu memanggilnya dengan sebutan dokter.


"Wooyy...rokok matiin!! bahaya buat anak gue!" Devo protes saat akan bergabung dengan para sahabatnya.


"Ya ellah broo...si cantik kan udah dibawa ke keatas sama ibu negara!" sahut Johan.


Sebutan dua perempuan yang dicintai Devo kini sudah berubah, dan Devo hanya bisa menggelengkan kepala karena ulah Genk somplak tersebut.


"Pepet teruusss!!!" sekarang Devo yang menggoda Yudha karena sedang asik melakukan pendekatan dengan Claudia.


"Saya jadi tidak enak, kalo gitu saya pamit ya mas Yudha" karena terus digoda, dokter Claudia merasa malu dan kurang nyaman karena belum terbiasa dengan candaan laki-laki yang sedang berkumpul itu. Wajahnya terus merona karena malu.


"Jangan gitu dong. Mereka cuma bercanda kok..jangan diambil hati ya" Yudha menjelaskan karena tidak ingin jika dokter Claudia pulang sebelum ia mendapatkan no ponselnya.


🧕 Heemm.... bisa aja lo Yud?!

__ADS_1


🕴️ Namanya juga usaha Thor...heheheeh...


🧕Oke lahh...lanjutkan!!"


♥️♥️♥️


Sudah hampir tengah malam ketika Lisa terbangun mendengar suara bayi mereka menangis karena haus.


Menyusui hingga si bayi tertidur kembali namun Lisa tidak melihat keberadaan suaminya.


Menidurkan kembali si bayi kedalam box nya, Lisa segera mencari keberadaan Devo.


"Yah??" Lisa mendatangi ruang kerja Devo, karena terlihat cahaya lampu dari selah-selah dibawah pintu pertanda ada orang didalam.


Begitulah kebiasaan Devo jika sedang lembur dirumah menyelesaikan pekerjaan kantor.


"Ya Bun??? ayah disini. Kok Bunda nggak tidur?" tanya Devo, ia sedang duduk dikursi kerjanya dan membalas email yang masuk.


"Harusnya Bunda yang tanya, kok Ayah blom tidur? kerjanya besok lagi Yah. Mending istirahat yuk"


"Maunya sih gitu Bun, tapi nggak bisa tidur"


"Ayah laper?? Bunda buatin mie instan ya?"


Lisa menghampiri Devo.


"Ayah nggak laper"


Lisa membelai rambut Devo.


"Ayah kangen" Devo menarik pinggang Lisa hingga Lisa berada dipangkuan Devo.


"Bunda makin seksi aja" melihat tubuh istrinya semakin berisi setelah melahirkan makin membuat Devo semakin gemas pada istrinya.


Sebenarnya Lisa kasihan melihat keadaan suaminya seperti ini. "iihh....ayah makin jago nge gombalnya nih, nanti Bunda terbang loh yah kalo digombalin terus"


Lisa melingkarkan kedua lengannya dileher Devo.


"Ayah serius sayang, besok kita ke dokter ya Bun. Ngecek kondisi Bunda" Devo benar-benar tidak sabar ingin segera melepaskan kerinduan nya pada saat sang istri.


Saling mengecup dan lama-kelamaan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang lebih dalam.


Mereka saling menikmati ciuman hangat yang sudah jarang terjadi karena kesibukan Lisa dengan bayinya. Apalagi Lisa masih dalam rambu-rambu dan belum boleh menerima kunjungan.


Nafas mereka mulai tersengal. "Udah boleh ya Bun??"


Lisa hanya menggeleng, "Sabar ya Yah"

__ADS_1


Lisa beranjak dari pangkuan suaminya, kini ia berjongkok, menopang tubuhnya dengan kedua lutut.


Melebarkan kedua kaki Devo, melepaskan segala sesuatu yang masih melekat di pusat milik Devo. Lisa bermain-main di area sensitif suaminya itu.


"Aarghhh!!" erangan keluar dari mulut Devo, kenikmatan yang hampir sama dengan penyatuan mereka.


"Bun?? sa__yang..." Devo terus meracau.


karena Lisa semakin cepat memundur majukan mulutnya di kejantanan suaminya.


"Sssttt....ayah nikmati aja setiap sentuhan Bunda ya"


Kali ini mereka melakukannya diruang kerja Devo, Lisa sengaja melakukannya disana, karena jika dikamar mereka pasti akan mengganggu tidur Shasya dan begitupun sebaliknya.


"Ya sayang...pasti,, aaghh.. nikmat Bun!" Devo makin menekan kepala Lisa agar miliknya dapat tenggelam sepenuhnya.


Tatapan mata Devo makin sayu karena hasrat nya sudah terasa sampai ke ubun-ubun dan siap segera disemburkan.


Dibantu dengan kocokan tangan Lisa akhirnya hasrat yang terlalu sering tertunda kini terlampiaskan semuanya berkat inisiatif sang istri tanpa diminta oleh Devo.


eeeaaa......eeeeaaa.... suara tangisan si bayi kembali terdengar.


"Shasya nangis Yah" ucap Lisa. "Padahal tadi udah kenyang mimi loh"


Lisa langsung bergegas kembali ke kamarnya.


"Untung aja udah selesai" ucap Devo, segera merapikan diri dan menyusul Lisa ke kamar.


"Shasya kok nggak bobo. Udah malem nak, kan udah kenyang?!" ucap Lisa karena gagal kembali menidurkan bayinya.


"Hayuuk bobo sayang...Bunda juga mau bobo, besok kita main lagi ya" Lisa membujuk sang bayi dan ditanggapi senyum lucu Shasya.


"Bunda tidur aja ya, biar dedek sama ayah" mengambil bayi dari agama pangkuan istrinya.


"Besok Ayah kerja, nanti dikantor ngantuk" kata Lisa.


"Nggak apa sayang, nanti ayah langsung tidur kalo dedeknya sudah bobo"


Setelah lelah bermain-main dengan sang ayah, akhirnya Si bayi pun tertidur dipangkuan ayahnya.


♥️♥️♥️


Genks...jangan lupa ritualnya ya.


jempol...mana jempol...


Like dan komen, kutunggu jejak kalian

__ADS_1


Sambil nunggu Devo up baca juga ya "Serpihan Cintaku"


Love you so much 😘😘😘


__ADS_2