Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 74


__ADS_3

Hayy...haayy....gimana kabar kalian guyys, smoga kalian sehat2 ya...


Happy Reading genks 😍😍


♥️♥️♥️


Devo mengalihkan telepon suaranya ke video call, ia ingin menghibur istrinya karena merasa bersalah.


"Bun, kok nggak mau vicall sama ayah? Bunda marah sama ayah?"


Panggilan suara sudah dialihkan oleh Devo, namun Lisa belum menggeser panggilan kamera diponselnya.


"Bunda...ayo dong sayang...ayah kan kangen?!"


Setelah bujukan dan rayuan akhirnya Lisa mau menanggapi video call dari suaminya.


"Nah gitu dong?!" Devo memuji Lisa.


"Loh kok istri ayah nangis?!" Devo melihat masih ada sisa air mata di pipi Lisa, matanya pun masih merah. "Bunda jangan sedih dong, nanti dedeknya juga ikutan sedih"


"Ayah kapan pulang?" Lisa tidak menggubris perkataan Devo, hanya pertanyaan itu yang sejak tadi berputar dikepalanya.


Devo tertawa mendengar pertanyaan dari Lisa, "Kerjanya saja belum mulai Bun?!"


Baru siang tadi Devo sampai dikota yang dituju, berkenalan dan ramah tamah dengan orang-orang yang akan berpartner dengannya. Besok rencananya mereka baru akan meninjau lokasi gudang dan pabrik garment milik Jeany.


"Terus pulangnya kapan Yah?" pertanyaan Lisa seraya merengek pada Devo.


"Mungkin dua sampai tiga hari lagi"


"Terus ayah deket-deketan terus dong sama perempuan yang tadi?"


"Iya" jawab Devo sangat singkat.


"Tuh kan?" Lisa merajuk lagi.


"Bundaa...sayaang...ayah sama bu Jeany cuma partner kerja. Nggak ada maksud lain. Bunda nggak usah khawatir ya?! kesayangan ayah cuma Bunda"


Devo berusaha menenangkan istrinya.


"Sekarang bunda bobo ya?! udah malem sayaang..kasian dong sama dedek"


"***Bunda mau sama ayah?"


"Iya..ayah akan usahakan buat pulang lebih awal ya***?"


"Bunda kangeeen....huuuu....huuuu... nggak ada ayah sepiii, huuu....huuu..."


Lisa kembali terisak.


Entah kenapa dikehamilan nya ini Lisa mudah sekali melow, sedikit-sedikit terbawa oleh perasaan.


"Bunda...ayah disini kan kerja buat bunda, buat dedek...kalo Bunda sedih, ayah kerjanya nggak tenang"

__ADS_1


Devo menjelaskan. "Bunda bobo yaa, ayah temenin dari sini"


Dan akhirnya Devo berhasil membuat istrinya tertidur dengan tetap mendengarkan suaranya, video call nya pun tetap aktif. Menceritakan hal-hal yang mereka berdua alami hingga cita-cita untuk masa depan keluarga mereka.


Seperti itulah malam pertama mereka ketika keduanya berjauhan.


♥️♥️♥️


Tok...tok...tok...


"Dev!! bangun broo!!!" Afi berusaha membangunkan bosnya, jam ditangan Afi sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, namun belum ada tanda-tanda kehidupan dikamar Devo. Karena pagi ini mereka harus segera berangkat untuk cek lokasi.


Menghubungi melalui ponsel saat pintu kamar Devo belum juga terbuka.


Sekitar dua puluh menit didepan kamar dengan berbagai cara untuk membuat Devo terbangun, akhirnya kebisingan itu pun terhenti, Devo membuka pintu kamarnya dengan mata yang masih menyipit.


"Wooyy...jangan tidur lagi lo!! cepet mandi!! kita ada janji jam 8!" Afi terus saja nyerocos karena Devo kembali merebahkan tubuhnya di ranjang setelah membuka pintu.


"Hooaamm!!!" menguap tanpa menutup mulut Devo meregangkan otot-ototnya.


"Ya ampun nih anak bukan nya siap-siap, Gue guyur nih kalo hitungan ketiga belum mandi! satu.....dua....ti__"


Devo langsung berlari ke kamar mandi sambil berteriak "reseehh loooo!!"


♥️♥️♥️


Sarapan diresto hotel, "Bos?? Lo baek-baek aja kan?" Afi mulai penasaran.


"Iya, kenapa? gue cuma ngantuk!" Devo menjawab sambil mengunyah roti sandwich.


"Haah?? jadi Lisa hubungin lo Fi?"


"Iya, tapi gue udah dikamar. Bini lo bilang hp lo nggak aktif"


Tanpa melanjutkan pembicaraan tentang kejadian semalam Devo tidak ingin mengulangi nya lagi.


♥️♥️♥️


Siang ini Devo dan Afi akan sangat sibuk, agenda kerja mereka mulai dijalankan.


Ketika berkunjung ke pabrik milik Jeany, si pemilik garment merubah niatnya, awalnya ia hanya menginginkan perusahaan Devo sebagai pemasok bahan saja, namun kini ia ingin berpartner dengan perusahaan tekstil milik Devo.


Dengan pembagian keuntungan berdasarkan besarnya saham antara keduanya.


Tentu saja ini merupakan peluang bagi perusahaan Devo untuk merambah ke dunia fashion, namun yang menjadi pikirannya saat ini adalah jika ia harus sering bertemu dengan sang pemilik garment yang baru saja ia ketahui bahwa Jeany ternyata masih single.


"Broo?? kayaknya Jeany naksir lo deh?" Afi menarik kesimpulan melihat gesture Jeany terhadap Devo.


Afi berbisik pada Devo sambil melihat para pekerja memproduksi pakaian.


"Huustt...jangan asal ngomong lo!" bentak Devo pada asistennya.


"Lo perhatiin aja Dev, dia mepet lo terus. Udah gitu sama lo tuh perhatian banget"

__ADS_1


Belum sempat Devo dan Afi menyelesaikan pembicaraan yang hanya mereka yang dengar, Jeany ikut bicara.


"Ohh ya...nanti malam saya undang kalian barbeque di pinggir pantai ya, sebelum kalian kembali ke Jakarta kita nikmati dulu suasana alam disini"


Jeany mengundang Devo dan Afi.


"Duhh..maaf ya bu, bukannya menolak...tapi kami masih ada yang harus dikerjakan" Devo menolak secara halus.


"Pokoknya saya tunggu, nanti kalian dijemput supir saya ya..pasti kalian suka deh.. tempatnya bagus"


Dan lagi-lagi Devo tidak bisa menolaknya, Devo menoleh ke arah asistennya untuk meminta bantuan berharap Afi dapat memberikan solusi atas kebimbangannya. Namun Afi hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


"Baiklah" jawab Devo karena tidak ada alasan yang lebih masuk akal.


Tidak mungkin jika ia bilang bahwa istrinya cemburu, jawaban yang sangat tidak profesional untuk kalangan bisnis seperti mereka.


♥️♥️♥️


"Bun? malam ini bobonya jangan terlalu malam ya?!" sambil menunggu jemputan, Devo menyempatkan untuk mengingatkan Lisa lewat ponselnya. "ayah ada undangan malam ini"


"Sama perempuan itu lagi Yah?!" nada suara Lisa agak kesal.


"Bunda....inget kata-kata ayah kan?!" ucapan Devo lembut namun Lisa tak berani untuk membantah. Seakan Devo tidak ingin membahas masalah yang sama.


"Nanti ayah bisa temenin Bunda tidur kan?"


"Iya sayaang...ayah pergi sama Afi juga kok. Nanti kalau sudah selesai ayah vicall Bunda ya?!"


♥️♥️♥️


Benar saja suasana tepi pantai ketika malam hari indah sekali.


"Bagaimana pak Devo?? indah kan pemandangannya?" tanya Jeany.


"Lebih indah lagi kalau perginya dengan orang yang kita cintai, pasti bakal romantis abis nihh. Sayang banget istri saya nggak ikut"


"Hooo??!" ucapan Jeany tampak kecewa, tersirat dari wajahnya.


"Wahh.. beruntung ya menjadi pendamping pak Devo?!" ucap Jeany dengan senyum yang dipaksakan.


"Pak Devo juga sedang menunggu kelahiran putranya bu" Afi menambahkan, dan otomatis Jeany pun tambah kecewa.


"Oohh...."Jeany membulatkan bibirnya, "saya pikir masih single"


Benar saja yang Afi bilang, Jeany menaruh rasa pada Devo sejak awal melihat bosnya.


Dan sekarang sepertinya ia harus kecewa.


♥️♥️♥️


Lisa tenang aja ya,,, akhirnya doa readers terkabul. Babang Devo setia kok sama kamu.


jempol....mana jempolnya....

__ADS_1


like n komen genks jangan lupa.


__ADS_2