Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 45


__ADS_3

Thanks ya buat kalian yang udah kasi aku vote


Happy reading genks 😘


❤️❤️❤️


Perjalanan sepulang menikah dibogor mereka menuju Jakarta.


"Sayang, kamu mau beli oleh-oleh dulu gak?" Devo menawarkan istrinya untuk mampir kesuatu tempat sekedar membelikan sesuatu yang Lisa inginkan.


"Udah deh kak, gak usah terlalu baik sama aku! biasa aja!!"


"Ya harus baik lahh..aku kan sayang sama kamu, apalagi sekarang kamu udah jadi istri aku Lis."


"Aku udah gak mau menaruh harapan sama siapapun. Cuma bikin kecewa!!" ucapan Lisa seakan menggores kan sesuatu yang membuat perih.


"Aku kira kamu udah maafin aku Lis?!"


Hening, tidak ada jawaban...


"Kita pulang ke apartemen ya?!" berusaha mencairkan suasana, Devo buka suara.


"Enggak!! aku gak mau!!"


Tidak disangka tanggapan Lisa mengejutkan suaminya.


"iya..iya..kalo kamu gak mau kita pulang kerumah mamah aja ya?"


Devo mengalah untuk yang kesekian kali. Mungkin sikap Lisa ini akan terlihat wajar pada orang yang sudah terlanjur kecewa.


❤️❤️❤️


Percakapan tiga bujang di mobil yang terpisah dengan mobil pengantin.


"ehh...itu si Devo anjaayy banget yaak, seumuran sama kita tapi udah dua kali nikah dia, perasaan gue juga kan gak jelek-jelek amat ya kan guys" Yudha tampak protes dengan takdir yang berpihak baik pada sahabatnya.


"lo sih Yud kalo punya cewek cuma buat ganjelan doang, kagak pernah di seriusin. Cewek lo yang terakhir aja sampe nangis bombay gara-gara mergokin lo lagi *****-***** cewek dicafe"


Johan menceritakan hal memalukan yang terjadi pada sahabat yang satu itu, bisa dibilang agak play boy.


Afi dan Johan tertawa terbahak-bahak karena ingat dengan kelakuan si Yudha.


"Ya kan waktu itu gue lagi minum broo, nafsu gue langsung on liat tuh cewek seksi senyum ke gue. Lo juga bukan nya jagain gue, cegah dong si Kekey waktu gue lagi enjoy sama tuh cewek"


"Idiihh...najis banget gue jagain lo Yud, emang lo kira gue baby sitter yang kudu jagain anak bayi yang lagi berbuat dosa!" Afi nyolot.

__ADS_1


"Laahh..lo segitu nyolot nya sama gue Fi. nahh lo aja lebih najis dari gue. Lupa lo waktu enak-enak indehoy sama gebetan baru trus di telepon sama cewek lo, sampe-sampe tuh sarung ajaib masih nempel di tempatnya sama isi-isinya. iiihhh jorook..gue kalo inget aja rasanya mau muntah"


Sekarang giliran Afi yang kena olokan dari sahabat yang sama-sama somplak nya.


"iya bener tuh..gue juga kalo inget eneg banget tuh, dasar bocah pea!" timpal Johan.


"dehh..si **** pake belaga suci lo Jo, kelakuan lo tuh lebih parah dari kita-kita. Emak sama anak lo pacarin dua-duanya..paraahhh!!!!"


Obrolan yang tak bermanfaat itu pun diakhiri gelak tawa ketiganya.


emang dasar kalian tuhh rombongan bujang somplak, author aja denger cerita nya eneg apalagi kalo sampe dibayangin..iihhh...enggak banget dahh. hueeek...


❤️❤️❤️


"Eehhh...kok mobil di Dev belok tuhh!!" kata Johan dibalik kemudi.


"Belok Jo" perintah Afi


"Ngapain kita ikut belok?!" ujar Yudha saat mobil mereka ikut parkir di salah satu restoran.


"Udah turun aja!"


Melihat sahabatnya ikut memarkirkan mobil yang kendarai Johan, " lo ngapain pada ikut parkir?!" tanya Devo.


Afi dan Johan saling berpandangan, karena memang ucapan Yudha tidak ada dalam skenario mereka.


"Siapa yang mau makan??! gue cuma mau nganter Lisa ke toilet doang!"


"Udah kak, biarin aja mereka ikut!"


"Tuhh!! bini lo aja ngajak Dev. yook ahh cepetan?!"


"Lahh si somplak!! terpaksa kalee!! ngapa jadi dia yang repot siih!" Devo cuma bisa melihat para sahabatnya itu masuk ke dalam restoran sampai tubuh mereka tak terlihat.


Mereka duduk di satu meja persegi dengan enam kursi, "heeh...lo pada ngapain siih pada gangguin gue aja?!" Devo bertanya pada bujang somplak saat Lisa sedang ke toilet.


"Lo ya Dev, orang kaya tapi pelit nya kagak ketulungan dahh!" jawab Afi sambil memanggil seorang pelayan.


"Bukannya gue pelit..momen nya nggak pas banget!"


"Justru ini momen yang paling pas, kan itung-itung merayakan hari bahagia lo broo!" Kali ini Johan menambahkan.


Setelah sekian menit bersenda gurau, lebih cocok kalau dibilang berdebat sihh genks. Lisa yang menyetujui kehadiran mereka tidak terlihat semenjak mereka duduk di table yang mereka pilih.


"Bini lo mana Dev, kok nggak balik-balik dari tadi."

__ADS_1


Devo baru tersadar sejak tadi pamit ke toilet tapi belum juga kembali. Devo langsung menuju toilet, dan benar saja dari luar pintu toilet wanita terdengar suara seseorang sedang memuntahkan sesuatu. "hueeekk....hueekkk..."


Tok.. tok..tok.. "Lis!!.. Lisa!! kamu didalam?? sayang keluar dong!!" suara Devo terlihat panik namun tidak bisa masuk karena ia tidak ingin dilabrak dengan pengguna toilet wanita yang lainnya.


"Enggak apa-apa pak, masuk aja..kasian istrinya muntah sampe lemes" ucap seorang cleaning service wanita yang sedang ada di dalam ruangan yang sama dengan istrinya dan mendengar suara Devo mengetuk pintu dengan keras.


"hooh..makasih ya mbak!" dan benar saja Lisa sudah terlihat pucat dan wajahnya sudah penuh keringat.


"Ya ampun sayang, kamu enggak apa-apa?!"


Ya jelas ada apa-apa dong, gimana siih babang Devo. Orang ngidam sampe lemes gitu kok.


Memijit leher belakang Lisa dan menyatukan rambut istrinya agar tidak terkena muntahan yang isinya cuma cairan agak kekuningan.


"Kita ke dokter yukk?!" ajak Devo tak tega dengan keadaan Lisa.


Lisa hanya menggelengkan kepalanya, " gak usah" jawabnya lemah.


"Lis, aku gak tega liat kamu kayak gini"


" Nanti juga enakan kok"


Mereka kembali ke table, Devo menuntun Lisa seperti orang sakit.


"Dev, kenapa bini lo?? sakit??" tanya salah satu sahabat Devo.


"Enggak kok, cuma dede bayi nya eneg gara-gara ngeliat muka lo pada" Devo menjelaskan tanpa rasa malu, padahal wajah Lisa sudah merona,.


"bayi???" suara mereka kompak sekali dengan wajah yang saling bertatapan karena bingung dan berpikir dengan otak nya masing-masing.


Karena memang sahabat Devo tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya, apalagi perut Lisa tidak terlihat besar, mungkin karena postur badan Lisa yang tinggi dan bentuk pinggang panjang jadi kehamilan yang sudah tiga bulan itu jadi tidak kentara.


"Jadi???"


"Jadi mending kita langsung makan aja guys!!" Yudha mengalihkan obrolan yang buat Lisa tertunduk.


si Devo mahh emang kagak punya malu, kan kasian tuh si Lisa...


❤️❤️❤️


**like


komen


vote**

__ADS_1


__ADS_2