Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Rencana Hidup Lebih Baik


__ADS_3

Usai makan malam singkat, Reiga membantu Anyelir membereskan dapur dan piring kotor. Mereka selalu melewati banyak waktu bersama dan melakukan banyak hal bersama untuk saling membantu.


Selepas semuanya beres, Reiga mengajak Anyelir ke ruang tengah untuk duduk dan menonton televisi. Reiga membawa beberapa makanan ringan untuk menemani obrolan mereka.


"Anyelir," ucap Reiga pelan.


"Ya?"


"Aku ingin kembali ke kota. Aku ingin kembali pada pekerjaanku sebelumnya," terang Reiga.


Sontak, Anyelir terkejut. Kenapa tiba-tiba sekali? Apakah Reiga sungguh akan pergi dan meninggalkannya? Setelah apa yang sudah terjadi?


"Sungguh?" tanya Anyelir. Hanya itu yang sanggup ia katakan.


Reiga mengangguk dan tersenyum kecil. Ia meraih sebelah tangan Anyelir dan menggenggamnya erat.


"Aku sudah memikirkan semuanya. Satu-satunya jalan untuk tetap melanjutkan hidup adalah pergi jauh dari tempat ini," ujar Reiga.

__ADS_1


Anyelir terdiam, ia menunduk dengan kedua mata berkaca-kaca. Ia berpikir jika Reiga hanya memikirkan dirinya sendiri. Lalu bagaimana dengan dirinya?


"Aku akan membawamu pergi, juga kedua orang tuamu," lanjut Reiga.


Anyelir semakin terkejut, ia mendongak menatap Reiga dengan raut wajah penasaran.


"Apa kau berpikir jika aku akan meninggalkanmu? Tentu tidak. Mana mungkin aku pergi tanpamu."


"Di tempat ini, di sini, semuanya hanya akan membuat hidup kita semakin tidak jelas arah dan tujuannya. Aku bukan tipe orang yang peduli pada pendapat orang lain. Tapi aku peduli pada perasaanmu. Jadi, bukankah lebih baik jika kita pergi sejauh yang kita bisa dan memulai kehidupan yang baru?"


"Kita akan pergi ke tempat di mana tidak ada orang yang akan membicarakan tentang hubungan kita. Kita akan pergi ke tempat di mana kita bisa merasa nyaman dan aman."


Ini adalah hal tak terduga yang Anyelir dengar hari ini. Ia bahkan tidak pernah berpikir untuk kabur dari masalah yang ia timbulkan. Namun, bukankah tidak ada salahnya jika mereka mulai memperbaiki hidup di tempat yang baru?


"Bagaimana dengan ayah dan ibuku? Mereka tidak akan memberi restu," ucap Anyelir pelan.


"Kita akan berusaha mendapatkannya," jawab Reiga. "Jika kau bahagia, mereka pasti akan memberi kita restu. Aku tahu betapa mereka menyayangimu. Kebahagiaan anak tunggal mereka adalah segalanya bagi mereka."

__ADS_1


Reiga terus membujuk Anyelir. Ia ingin meninggalkan tempat di mana mereka hanya akan terus dililit masalah. Reiga ingin membenahi hidupnya dan membawa Anyelir bersamanya.


"Aku akan segera mengurus surat penjualan semua perkebunan milik ayahku, karena aku adalah anak tunggal, maka aku adalah pewaris yang sah."


"Aku juga akan mengurus penjualan rumah ini. Dan hasil penjualan rumah akan aku sumbangkan pada fasilitas kesehatan serta sekolah di desa ini."


"Kita tinggalkan semuanya, kita akan memulai semua dari awal."


Reiga menatap Anyelir dengan penuh harapan. Gadis itu tersenyum, meneteskan air mata dan memeluk Reiga.


"Semua akan baik-baik saja setelah kita mendapatkan restu kedua orang tuamu," ujar Reiga pelan. Anyelir mengangguk, ia merasa sangat senang.


Reiga sudah membuat rencana dengan matang. Diam-diam, ia bahkan sudah menjual apartemen miliknya. Reiga sudah memesan sebuah rumah di kawasan elite perkotaan dan sudah melunasi pembayarannya.


Reiga membeli rumah yang cukup besar dengan uangnya sendiri. Ia ingin membawa Anyelir dan kedua orang tuanya untuk tinggal bersama.


Kini, Reiga sudah tidak memiliki siapapun dalam hidupnya. Dan ia ingin memiliki Anyelir seutuhnya agar segera menjadi miliknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2