Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 131


__ADS_3

Happy Reading genks 😘😘


♥️♥️♥️


Rombongan keluarga Nathan berangkat dari kediaman Opa Arya dan Oma Ines, setelah siap dengan penampilan masing-masing.


Nathan tampil modis dengan kemeja batik pilihan Caca, senada dengan warna gaun Caca yang akan dikenakan sore ini.


Begitu juga dengan yang lain, semuanya tampak elegan dengan busana yang yang mommy Aurel pilihkan.


"Nath?! kamu gagah! papah bangga padamu nak?" ucap David pada putra sulungnya.


"Sebentar lagi daddy akan punya cucu." David menambahkan.


"Ya ampun dad, baru juga acara lamaran. Udah mau nimang cucu aja!" Leo protes dengan yang diucapkan daddy-nya.


"Ucapan adalah doa Le, di aminin dong"


Nathan membela daddy-nya.


"Doa sih doa bang! lahh tapi kan anak orang harus dinikahin dulu! baru ngomongin cucu!"


Aurel hanya tersenyum dengan perdebatan ketiga lelakinya tersebut.


"Sudah!! ayo kita berangkat! kasihan nanti Opa dan Oma terlalu lama menunggu kita!"


Dan akhirnya perdebatan unfaedah tersebut pun berakhir.





Hari ini Opa Arya akan kembali bertemu dengan Opa Kevin, sahabat lama yang notabene nya adalah mantan besan yang telah terpecah dua puluh tahun yang lalu.


Entah bagaimana sikap nya nanti, namun rasa rindu yang dirasa lebih kentara daripada harus mengingat hal-hal yang tidak mengenakkan.


Menikmati perjalanan menuju kediaman Caca yang hanya dalam waktu satu jam saja mereka sudah tiba didalam pekarangan kediaman Caca.


"Hello Arya! Opa Kevin segera menghampiri sahabatnya saat Opa Arya baru saja turun dari mobil rombongan keluarga Nathan.


"Kevin?!" Arya memeluk laki-laki yang seusia dengannya, rindu yang telah lama mereka simpan karena saling menjaga gengsi dan alasan lainnya. Mereka saling berpelukan dan saling menepuk punggung, hingga yang melihatnya pun terharu. Namun tidak dengan Leo.


"Eheem!!! eheem!!" Leo berdehem, berharap yang berpelukan mendengar. Belum juga para sesepuh melepaskan rangkulan mereka, kini justru Oma Ines dan Oma Rena yang berhambur saling berpelukan. Saling melepas rindu hingga yang lain ikut tercengang.

__ADS_1


Oma Rena hingga meneteskan air mata, "sekarang kita kembali berbesan." ucapnya.


"Iya, kita memang berjodoh untuk kembali menjadi keluarga. Dan sekarang bertambah besar jumlah keluarga kita ya Ren?!" sahut Oma Ines.


Leo semakin bingung dengan peristiwa yang ada dihadapannya, sebenarnya hal apa yang sudah ia lewatkan hingga sepertinya hanya ia yang menampakkan ekspresi wajah bingung.


"Ini sebenarnya acara lamaran atau reunian ya?!" Leo akhirnya membuka suaranya karena penasaran.


"Ini pasti Leo kan?!" Devo menoleh kearah Nathan meminta kepastian, setelah Nathan mengangguk Devo pun langsung memeluk anak laki-laki kecil yang ia rindukan sejak lama.


Tidak bisa berkata-kata, Leo hanya membiarkan dirinya dipeluk oleh laki-laki yang sejak kecil selalu mencium keningnya setiap malam ketika ia tidur.


Devo melepaskan sejenak pelukannya dan memegang bahu Leo dengan kedua tangannya. "Papa rindu kamu Dareen! jagoan kecil papa sudah besar" ucapnya.


Leo bertambah bingung, memory di kepalanya kembali berputar ke masa itu. Ada beberapa peristiwa yang Leo ingat namun ia tidak bisa mengucapkan nya.


"Para Oma pelukan, opa-opa juga pelukan, berarti aku boleh dong peluk calon pengantin aku?!" Nathan protes dengan sambutan acara lamarannya yang lebih mirip dengan acara reuni keluarga tersebut.


"Hahahahaha...." semua tergelak mendengar ucapan Nathan.





Awalnya para sesepuh ingin agar acara dilaksanakan secepatnya, namun para orang tua kedua mempelai ingin mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna, mereka benar-benar ingin yang terbaik dan tidak ingin tergesa-gesa.


Lain lagi halnya dengan para adik serta teman-teman Caca, mereka ingin Caca menyelesaikan kuliah dan diwisuda secara bersama-sama dengan mereka.


Dan tetap saja semua orang disana tidak ada yang bisa menolak keinginan kedua mempelai, terutama sang mempelai pria.


"Aku ingin pernikahan kami dilaksanakan bulan depan, ya kan sayang?" Nathan mengucapkan keinginannya dengan lantang dan disetujui oleh Caca, mempelai wanitanya.


Pihak keluarga mempelai wanita menyerahkan semua jawaban pada Caca calon pengantin nya.


"Kalau begitu kami terserah Caca saja" ucap Devo.


"Bagaimana sayang?!" tanya bunda Lisa.


Caca terdiam sesaat, ia bingung dengan kuliahnya.


"Kalau masalah perkuliahan kan bisa sambil berjalan. Ya kan nak Nathan?!" bunda Lisa menambahkan.


"Siap tante, saya pasti akan bantu Caca dan saya pastikan Caca pasti menyelesaikan kuliahnya!" Nathan dengan percaya diri sambil meyakinkan Caca dan bunda Lisa.

__ADS_1


"Syukurlah! kalau begitu Ayah akan tenang melepasmu dengan nak Nathan" Devo bernapas lega, semua yang mengganjal dihati Devo kini sudah terselesaikan.





Acara formal sudah terselenggara, dari mulai sekarang selama satu bulan kedepan mereka pasti akan disibukkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan segala urusan menyangkut perkawinan Caca dan Nathan.


Bersenda gurau sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan, semuanya tampak akrab. Ya itu karena mereka sudah saling mengenal satu sama lain.


Caca dan Nathan saling menyematkan jari mereka, mengambil makanan disatu piring untuk mereka nikmati berdua, "Mas nanti kita bulan madunya kemana?" tanya Caca sambil memasukkan potongan apel salad buah yang tadi diambil dari piring saji.


"Terserah kamu sayang?! mas akan ikutin kemanapun yang kamu mau" ucap Nathan.


Caca merasa dimanja oleh calon suaminya tersebut.


"Gue boleh ikut kan kak?!" Tama ikut nimbrung pembicaraan Caca dengan polosnya calon kakak iparnya.


"Iya Bang! gue juga ikutan ya?! biar rame Bang!" Leo ikut bersuara.


"Enak aja! kita mau honeymoon! ya kan sayang?" sahut Nathan sambil menoleh kearah Caca. "Kalau kalian ikut namanya bukan bulan madu dong?! tapi rombongan study tour!" protes Nathan.


"Yahh elahh,, baru mau ikutan daftar. Udah di protes duluan" Rike dan Dini turut bersuara.


"hahahhaaa..." Leo dan Tama menertawakan kedua gadis itu.


"Kalian romantis banget sihh?! aku jadi pengen dilamar juga dehh!" Dini berucap tanpa berpikir.


"Emang lo udah punya calonnya Din?!" Rike menanggapi ucapan Dini.


Dini menggeleng dengan ekspresi wajah menyedihkan, "Belum" jawab Dini singkat.


"Hemm...itu sih namanya mupeng Din! alias muka pengen. Kasihan deh Lo!!" Leo mengejek teman Caca yang pernah menumpahkan softdrink dibajunya tempo hari.


"Lo juga pengen kan seperti mereka?! ngaku aja deh!" Dini membalas ejekan Leo.


"Ya enggak lahh!" jawab Leo narsis.


"Tadi buktinya Lo juga mau ikutan Caca dan mas Nathan honeymoon.


Mereka nggak usah diajak ya mas Nathan?! Othor aja, janji deh Othor nggak akan nganggu kalian.


Othor memelaz dan mas Nathan pun berpikir.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Coment dong shaaayy 😍


__ADS_2