Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 39


__ADS_3

Sorry ya genks,, maksud hati siie pengen gitu up pagi-pagi...tapi.... apalah daya author hanya seorang emak-emak rempong yang selalu sibuk dengan urusan dapur dan cucian, uupss 😷😷 keceplosan,, harap maklum yaa shaayy 😛


Wokeh genks... happy reading yeayy 😘


❤️❤️❤️


Sepanjang perjalanan menuju Villa Devo terus berpikir, pantas saja ia sulit sekali mencari Lisa, ternyata papahnya yang sudah mengamankan Lisa lebih dulu. Ya pantas saja, karena papah Kevin punya orang-orang handal yang biasa membantu nya untuk mencari sesuatu secara cepat dan dengan bayaran yang setimpal tentunya.


Menutup pintu mobilnya secara keras, Devo berlari, "Gimana bisa kabur!!" tanya Devo tegas pada kedua bodyguard yang ada di Villa.


"Maaf tuan, tadi nona ngidam kepengen makan rendang" menjawab sambil tertunduk.


Hati Devo mencelos mendengar gadisnya ngidam, ia tidak bisa memberikan apa yang diinginkan bayi dalam perut kekasihnya.


Bi Inah pun ikut terdiam berdiri dalam satu ruangan. "Bi Inah, gimana kandungan Lisa?" tanya Devo ingin tahu bagaimana keadaan Lisa.


"si enon tiap pagi muntah-muntah pak, kasian...sampe badannya lemes banget. Bibi aja enggak tega liatnya" Bi Inah menjelaskan secara gamblang yang dialami Lisa setiap hari.


Kamu dimana sih sayaang...kenapa pergi?? Kasian kan bayi kita...


Devo memasuki kamar yang digunakan Lisa, ia mengambil satu baju Lisa dan mencium aroma tubuh Lisa yang tertinggal. Ia sangat merindukan gadisnya, rasa bersalah berkecamuk dalam pikirannya.


❤️❤️❤️


Lisa berhasil pergi menjauh dari dua orang bodyguard yang selalu menjaganya, kini ia bisa terbebas dari cengkraman orang yang sengaja menculik dirinya.


Berjalan tanpa tujuan, untung saja ia membawa serta tasnya, didalamnya masih ada kartu ATM dari sisa uang tabungan nya selama bekerja, smoga saja itu semua cukup untuk hidup sementara sampai ia bisa mendapatkan pekerjaan lagi.


kruuukk...krruukk... suara perut Lisa bergemuruh,


"Laper ya sayang, sabar ya nak. Sebentar lagi kita cari makanan buat kamu yaa" Lisa bicara pada bayinya sambil mengelus lembut bayi dalam perut nya yang kini mulai menyembul walau belum kentara.


Berhenti di sebuah warung nasi saat Lisa melewati tempat itu, masuk dan memesan yang ia mau," Mbak nasinya setengah porsi ya" pinta Lisa pada seorang perempuan paruh baya.


"Pake apa Bu ?"


"itu mbak" menunjuk sayur capcay yang benar-benar ia inginkan.


"Apalagi Bu ? tanya si pelayan masih menunggu Lisa memilih lauk apa yang ia suka.

__ADS_1


"Itu aja deh mbak." Lisa melihat balado teri jengki yang dicampur tempe dengan potongan kecil.


"Minumnya teh manis anget ya mbak."


Memberikan piring yang sudah terisi nasi beserta lauk dari atas etalase.


"Makasih ya mbak" ucap Lisa. Sekarang ia bisa makan dengan tenang, haah... gimana bisa tenang, pasti orang-orang berbadan besar itu sedang mencarinya.


yaah paling tidak ia bisa makan agar ia dan bayi nya tidak kelaparan dan bertenaga kembali setelah pelarian yang melelahkan.


❤️❤️❤️


Matahari sebentar lagi akan pergi, dan gelap pun akan tiba menggantikannya. Namun Lisa belum tau akan bermalam dimana. Terus berjalan dan tidak berhenti berpikir sampai ia melihat sebuah penginapan. Smoga saja uang nya cukup untuk membayar. "Permisi mbak, saya pesan satu kamar" ucap Lisa pada seorang resepsionis.


" yang paling murah ya mbak" ucap Lisa lagi, tapi kini suaranya pelan sekali, khawatir ada orang lain yang mendengar. Mungkin Lisa malu, karena sebelum-sebelumnya ia tidak pernah menyewa kamar sesederhana ini.


Ya maklum saja, dalam urusan dinas ia pasti menginap di hotel berbintang lima dengan fasilitas Suite room.


"Baik bu, sebentar saya cek dulu ya" jawab resepsionis tersenyum, meminta Lisa menunggu sebentar.


"Bisa saya lihat KTP nya bu?"


❤️❤️❤️


Malam ini Lisa belum berhasil ditemukan, menunggu waktu sampai tengah malam akhirnya Devo mengerahkan pihak kepolisian untuk mencari Lisa.


Dan tidak menunggu lama, keesokan harinya Lisa pun berhasil ditemukan.


Jangan tanya author ya gimana pak polisi kok cepet banget nemuin orang hilang,,,ehh bukan... maksudnya orang kabur, hehehe. Soalnya author belom pernah berurusan sama pak polisi, palingan bikin SIM doang.


drrt... drrtt...suara ponsel terus berdering, Devo langsung menerima panggilan dengan cepat karena dilayar tersebut tertera nama POLISI.


"Selamat Pagi ! kami dari kepolisian, ibu Lisa sudah berhasil kami temukan keberadaan nya!" ucap seorang komandan kepolisian melaporkan hasil pencarian mereka pada Devo.


"Dimana pak !!"


"Di sebuah penginapan XX kira-kira 5 km dari sini." komandan menjelaskan.


"Ok pak, saya langsung kesana!" devo menutup panggilan dengan segera dan bergegas ke tempat yang dimaksud bersama dua bodyguard nya. Ia khawatir akan kehilangan Lisa nya lagi jika ia terlambat.

__ADS_1


Setiba ia disana ternyata pak polisi sudah sampai lebih dulu, ya hanya berselang beberapa menit saja dengannya.


"Selamat pagi ! Kami dari kepolisian. Apakah orang ini menginap disini?" tanya polisi sambil menunjukkan foto Lisa dari ponsel Devo pada resepsionis yang sudah berganti shif dengan yang tadi malam ketika Lisa check in.


"Pagi pak!" jawab sang resepsionis agak gugup. Karena baru kali ini hotel tempatnya bekerja didatangi dari pihak berseragam coklat.


"Ini hotel baik-baik kok pak, kami gak ngumpetin perempuan begituan." resepsionis itu menambahkan.


"Ehh mbak kalo ngomong jangan sembarang ya!!" Devo kesal mendengar resepsionis itu menyebut Lisa perempuan begituan.


"Tolong kerjasama ya mbak! " pak polisi meminta ijin untuk memeriksa buku tamu hotel.


Dan betul saja nama Alisa ada dibuku panjang milik hotel, check in pada pukul tujuh tadi malam.


Takut Lisa akan kabur lagi, Devo minta pak polisi untuk langsung kekamar Lisa.


Tok..tok..tok..


"Siapa??!" suara Lisa dari dalam terdengar, ia ingin tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya sepagi ini.


"Permisi mbak!!"


"Dengan langkah malas ia membukakan pintu kamarnya, dan betapa terkejutnya ketika ia melihat seorang karyawan hotel dan bodyguard yang ditinggalkannya di restoran Padang kemarin.


Lisa berusaha menutup kembali pintu kamar, namun tenaganya tidak cukup kuat dibandingkan dengan sebelah tangan kekar yang menahan pintu itu. Jantung Lisa berdebar karena ketakutan, ia tidak ingin kembali pada mereka.


Akhirnya dengan perlawanan seadanya pintu kamar terbuka lebar dan mereka semua kedalam, seorang karyawan hotel dan dua bodyguard masuk lebih dulu, "Nggak,,, jangan bawa saya!!" Lisa berteriak sembari berjalan mundur menghindari mereka.


Kemudian masuk tiga orang polisi, Lisa berhambur pada abdi negara itu, berniat minta pertolongan, " pak tolong...saya mau diculik!"


Pak polisi terperangah mendengar ucapan Lisa.


Belum mendapatkan jawaban apapun, kemudian Devo masuk. Dan Lisa tiba-tiba terdiam.


Kebayang kan gimana penuhnya kamar penginapan itu sekarang??


❤️❤️❤️


seperti biasa ya genks... LIKE AND COMENT

__ADS_1


__ADS_2