Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 93


__ADS_3

Sebelum mulai baca akyu mau ngingetin kalian genks, tinggalkan jejakmu dong disetiap episode ya. Okeh...gitu aja 🙂


Happy Reading genks 😍


♥️♥️♥️


Seperti rencana Yudha, malam ini ia akan melancarkan niatnya. Mengenakan kemeja casual dan celana panjang jeans warna biru Yudha tampak gagah, walaupun usianya sudah menginjak kepala tiga.


🤵 Nggak usah ngomongin umur dong Thor!


🧕 jiaahh ellahh dikit doang, baper amat siie jadi cowok!


Claudy sengaja mengambil off praktek dirumah sakit Sabtu ini, ia bertukar shift dengan dokter Kayla demi permintaan Yudha yang akan mengajaknya makan malam di restoran yang sudah dibooking Yudha dua hari sebelumnya.


"Om...tante...saya ijin mau mengajak Claudy keluar" Yudha dengan sopan berpamitan pada kedua orang tua Claudy untuk membawa putri mereka kencan.


"Ok, hati-hati ya nak Yudha. Jaga putri kesayangan ayah!" ujar papah Claudy.


Kedua orang tua Claudy sangat senang akhirnya putri mereka mau juga pergi kencan dengan seorang laki-laki, karena sebelumnya Claudy sibuk sekali bekerja sampai Yudha datang melakukan pendekatan dengan putri mereka, belum ada laki-laki yang dibawa kerumah untuk diperkenalkan dengan mereka, walaupun bisa dibilang usia putri mereka sudah cukup untuk membina sebuah hubungan, bahkan untuk membina sebuah rumah tangga.


"Pasti om!" Yudha mengangkat ibu jarinya dan bergegas berjalan menghampiri mobil untuk segera berangkat.


♥️♥️♥️


Tiba di sebuah restoran ditengah ibukota, tempat yang sangat nyaman dan yang terpenting adalah romantis. Dengan lampu yang tidak terlalu terang suasana ditempat itu semakin terasa indah dengan alunan lagu-lagu cinta yang dinyanyikan secara live.


"Makasih ya Dy udah mau mas ajak dinner malam ini" ucap Yudha sambil menarik kursi dan mempersilahkan Claudy duduk.


Claudy tersenyum, " iya mas, harusnya aku yang bilang trima kasih sama mas. Mas udah baik banget loh sama aku, perhatian juga"


"Dy?? ada yang mau mas sampaikan"


"Iya mas. Ada apa?"


"Mas sayang kamu"


"Iya mas" Claudy menunduk karena malu.


"trima kasih mas sudah sayang sama aku"


Yudha memberanikan diri untuk mengucapkan rasa sayangnya pada sang wanita.


"Dy??" ucapan Yudha terhenti karena kedatangan seorang pelayan menghidangkan makanan yang Claudy pesan.


Sekitar beberapa menit ucapannya terjeda, Yudha melanjutkan kembali kalimatnya.

__ADS_1


"Dy??" Yudha kembali mengulangi ucapannya.


"Ya mas?"


"Mas cinta kamu Dy, mas sayang kamu"


Yudha memegang jemari tangan Claudy.


Mendapat ungkapan cinta dari Yudha namun Claudy tidak menjawab, ia hanya memandangi wajah laki-laki dihadapannya.


Sebenarnya ia sudah beberapa kali mendapatkan perlakuan serupa dari pria yang ingin menjalin hubungan dengannya.


"Dy? kamu mau kan jadi kekasih mas Yudha?" tanya Yudha untuk memastikan perasaannya.


Kini perasaan Yudha lega karena kata-kata yang ia simpan beberapa bulan ini telah tersampaikan, namun ia khawatir dengan jawaban yang akan ia dengar. Apakah Claudy akan menerimanya atau tidak.


"Eheem,,,,begini mas. Lebih baik kita jalani saja dulu seperti ini sampai mas Yudha benar-benar yakin dengan perasaan mas sama aku"


"Degg.... apakah ini sebuah penolakan atau ????" batin Yudha bergejolak.


"Maksudnya gimana? Dy nggak mau jadi kekasih mas Yudha? Dy nggak mau jalani hubungan serius sama mas?" pertanyaan demi pertanyaan Yudha lontarkan pada Claudy.


"Bukan mas, bukan begitu maksudnya. Aku sibuk mas, waktuku nggak jelas, pekerjaan ku menuntut waktu dan tenaga yang waktunya bisa kapan saja. Terus terang saja mas, hubunganku sebelum ini selalu kandas karena masalah aku yang selalu tidak punya waktu. Aku butuh pendamping yang bisa mengerti aku dan juga pekerjaanku"


Claudy menjelaskan panjang lebar tentang kisah cinta yang pernah ia alami sebelum ini.


Yudha menarik nafas lega, ia mengira penolakan Claudy karena memang ada seseorang yang telah mengisi hatinya, ternyata bukan. "Jadi cuma karena itu?"


"Aku akan menunggu mas Yudha sampai mas bisa memahami aku" ucap Claudy dengan senyuman indahnya.


"Dy, kamu nggak perlu nunggu mas untuk hal itu. Mas paham dengan kondisi kamu, mas akan selalu belajar memahami kamu. Kita jalani sama-sama ya?"


"Tapi mas?? aku ini manja loh mas. Nanti mas nyesel" Claudy masih meminta Yudha untuk berpikir kembali.


"Terus kenapa?? mas akan manjain kamu kok" Yudha menepis semua alasan Claudy.


"Mau kan??"


Claudy tersenyum, "iya mas"


"Berarti??? kamu mau kan jadi kekasih mas Yudha yang ganteng ini?" ujar Yudha santai.


Claudy tersenyum dan mengangguk setuju. Ia menerima cinta Yudha, kini ia resmi menjadi kekasih laki-laki dihadapannya itu.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Akhirnya semua usaha dan pengorbanan Yudha selama pendekatan dengan Claudy membuahkan hasil, segala sesuatu jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan berhasil.


Mengantarkan Claudy kembali kerumah setelah makan malam yang romantis malam ini, hati Yudha berbunga-bunga begitupun dengan Claudy.


Parkir dihalaman rumah Claudy,, mereka tidak langsung turun. membuka sabuk pengaman keduanya kini saling berhadapan.


"Mulai sekarang kalau butuh mas, kamu nggak perlu sungkan untuk menghubungi mas ya?!" Yudha menggenggam jari Claudy.


"Iya mas"


"Kalau ada sikap mas yang buat kamu nggak nyaman, bilang sama mas"


"Iya"


Dengan sikap Yudha seperti itu Claudy merasa dirinya sangat dimanja, seperti ucapan yang tadi diucapkan Yudha.


Ternyata seorang dokter yang bijak dan tegas bila sedang praktek dirumah sakit mempunyai sifat manja diatas rata-rata. Dan sepertinya Yudha sudah tahu mengenai hal itu selama ia melakukan penjajakan dengan wanita cantik incarannya itu.


"Dy? mas boleh peluk kamu kan?" Yudha ingin memeluk kekasihnya sebagai ucapan terimakasih karena malam ini telah membuat hatinya bahagia.


Claudy tidak menjawab, namun ia langsung menghamburkan tubuhnya ke pelukan Yudha.


"Makasih ya sayang" Yudha mengecup puncak kepala Claudy.


Ya walaupun hanya sebatas itu tapi sudah terasa romantis sekali, "Masuk yuk, mas antar kamu kedalam"


Setelah mengembalikan putri kesayangan mereka dengan selamat sentosa ternyata Yudha belum bisa langsung pulang, sang calon papah mertua mengajaknya minum kopi dan menggelar papan catur diruang keluarga.


"Kasian mas Yudha pah, udah malem" protes Claudy pada papahnya.


"Cuma sebentar kok nak. Ya kan nak Yudha" tanya laki-laki berumur 50an itu sudah pada Yudha.


Kedua orang tua Claudy memang tidak mempunyai anak laki-laki. Claudia adalah putri mereka semata wayang, jadi wajar saja jika papah Claudy merindukan kehadiran anak laki-laki yang bisa diajaknya bermain catur atau bahkan sekedar untuk mengobrol.


"Nggak apa-apa Dy, kamu masuk saja ya. Istirahat! besok shift pagi kan?" kini Yudha lebih hafal mengenai jadwal praktek kekasihnya karena sudah dua bulan terakhir Yudha selalu menjemput Claudy.


"Jangan lupa waktu loh mas. Kamu juga perlu istirahat" sahut Claudy.


Yudha senang bukan kepalang mendapatkan secuil perhatian dari wanita yang sekarang menjadi kekasihnya.


♥️♥️♥️


Semoga kedua orang tua Claudy merestui hubungan keduanya ya genks. Supaya mereka bisa cepet naik pelaminan.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Okeh...kok makin sepi aja ya..mana suara kalian my readers???


Jangan lupa like n komen nya genks 😍


__ADS_2