Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 118


__ADS_3

Happy Reading genks 😍


♥️♥️♥️


"Cieee....." Tama bertepuk tangan, "Jadian nihh??!" Tama menaik turunkan kedua alisnya kearah Nathan, "Berarti sekarang udah resmi dong??!" Tama masih meyakinkan dirinya sendiri tentang hubungan Caca dan Nathan.


Nathan mengangkat ibu jarinya seakan tak setuju dengan pernyataan Tama, ia pasti akan memenuhi janjinya pada calon adik iparnya.


🧕 Oohh....ternyata....ohh ternyata....kalian tuhh???


🕺 Thor.... please Thor... jangan kasi tau kak Caca.


Ini semua Tama lakukan demi tiket liburan bersama teman-temannya yang dijanjikan oleh Nathan jika Caca menerima dirinya sebagai kekasih.


Pantas saja ia tanpa henti memanas-manasi Caca, bukan hanya itu saja, Tama juga menakut-nakuti kakaknya sampai menangis.


Devo dan Lisa saling berpandangan, mereka curiga dengan Tama. Sebenarnya apa yang Tama sembunyikan dari mereka.


Devo dan Lisa menoleh kearah Tama dengan mata terbelalak.


"Hehehee....peace Bun?!" Tama mengangkat jari telunjuk dan tengahnya kearah kedua orangtuanya tersebut.


"Kenapa sih??!" ada apa bun?!" Caca mulai curiga dengan situasi di ruang itu.


"Peluk aja teruuusss!!!!" Tama menyindir sepasang kekasih yang baru jadian tersebut.


"Iya, pacarnya dipeluk terus!" bunda Lisa menimpali ucapan Tama.


Caca baru tersadar dan melepaskan pelukannya, wajahnya tersipu malu karena sikapnya itu. Tapi tidak bagi Nathan, ia seperti dapat rejeki nomplok. Caca menggandeng Nathan untuk duduk disebelahnya.


"Ayo nak Nathan, ikut gabung! kita makan, sebelum___" ucapan Devo terhenti ketika nada merengek dari putri kesayangannya.


"Ayahh??! Mas Nathan kan baru sampe?! masa mau langsung diajak main catur Sih??!" Caca protes pada ayahnya.


"oke...oke...sorry! berarti besok kita bisa main catur dengan tenang ya nak?!" tanya Devo pada Nathan.


"Oke! siap Om!" Nathan mengacungkan jempol kanannya menyetujui rencana calon mertuanya.





Setelah makan malam selesai, Caca dan Nathan duduk diteras samping berdekatan dengan kolam.


"Makasih ya Ca sudah mau menerima mas" Nathan membuka percakapan.


"Mas kemana aja?! kok nggak kasi kabar ke aku?!" Caca mulai mendikte laki-laki yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya.

__ADS_1


"Lohhh?! Anis nggak bilang sama kamu?!"


"Iya bilang, tapi kenapa mas nggak langsung kasi tau, nggak kasi kabar juga!" Caca cemberut, ia menumpahkan segala kegundahan hatinya selama ini.


"Iya, mas salah! disana jaringan sulit Ca! diponsel mas hampir nggak ada notifikasi yang masuk" Nathan menjelaskan kronologi tentang ponselnya yg tidak bisa digunakan.


"Kenapa?! kangen yaa?!" Nathan mulai menggoda gadisnya.


"Memang mas nggak kangen aku?!" Caca mulai kesal, tapi manja.


"Banget! mas kangen banget sama kamu! rasanya stres banget nggak bisa hubungi kamu sayaang?! maafin mas yaa?!"


🧕 Mas Nathan??? trus akyu gimana nihh, kita nggak jadi??


🤵 Yaa ellahh Thor!! ngebayangin gue sama lo aja rasanya udah mengerikan!!


🧕 Belagu luh!! (Othor menoyor kepala si ganteng)


🤵 Cieeee....si ganteng, jadi maluuu


🧕 Jugg 🤧🤧


♥️♥️♥️


Situasi hari ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, sepertinya rutinitas antar jemput sudah diambil alih oleh Nathan. Ia tidak memperbolehkan Caca pulang naik taxi online lagi, Nathan bilang sih demi keselamatan Caca. Atau jangan-jangan cuma akal-akalan dia saja.


"Mas, aku pulang duluan ya?!" Caca berkemas-kemas hendak pulang karena jam kerja hari ini telah usai. Caca berniat ingin hang out bersama teman-temannya.


"Ya udah, aku ke kantin aja ya mas. Mau ketemu anak-anak, ngobrol-ngobrol sama Rike dan Dini. Nggak apa-apa kan mas?!"


"Oke, nanti kalau sudah kamu kesini lagi ya?!"


Nathan berpesan pada Caca.





Dikantin Rike dan Dini sudah menunggu Caca, mereka dengan segera menuju kantin ketika Caca mengirimkan pesan pada keduanya untuk menceritakan sesuatu yang membuat teman-temannya tersebut penasaran.


"Ca! Lo bikin gue penasaran dehh! ada apaan sihh?!" Rike memulai percakapan setelah Caca tiba dikantin.


"Sabar sist.... biarin gue minum dulu dong!" Caca seperti mengulur waktu.


Dini mengambil botol minuman yang sedang dipegang Caca, "Udah minumnya! kelamaan tauu!!"


"Gue jadian dengan sama mas Nathan gaeeess!!" Caca dengan antusias menceritakan kisah cintanya dengan Nathan.

__ADS_1


"Haaah??! Lo yang bener Ca?!" Rike terkejut namun ia juga senang mendengar kabar bahagia dari Caca.


Berbeda dengan Dini, ia tampak lesu setelah mendengar kabar tersebut. "Yaah??! gue jadi patah hati Rik!" ucap Dini.


"Ya ampun nih anak bener-bener sakit Ca! jangan ngarep lo Din,,," Rike mencoba menasehati Dini.


"Huuu....lebay lo, sekarang mas Nathan pacar gue! awas aja lo kalo berani godain dia!" Caca mengancam Dini, walau hanya bercanda tetap saja Dini patah hati.


"Pokoknya kalo lo nyakitin hati pak Nathan, gue yang bakal gantiin posisi Lo!" Dini balik mengancam Caca.


"Buseeett dah nih anak demam kalee yaak! pak Nathan mana mau sama lo kucruutt!!!" Rike melempar sebungkus kecil kacang goreng yang tersedia ditengah meja kantin.


Caca teringat ucapan Tama dan langsung berikrar, "Gue nggak bakalan biarin cewek lain deketin mas Nathan!" Caca mengancam semua wanita yang berniat mendekati lelakinya. "Kalo sampai ketahuan awas aja!" ucap Caca mengakhiri ikrarnya sambil melirik ke arah Dini.


"Nggak usah senyum-senyum lo Rik, bukannya bantuin gue!" Dini mengomel pada Rike sambil mengerucutkan bibirnya.


"Diih?? bantuin lo sih nggak ada faedahnya! mending gue bantuin Caca, kan gue bakal diajak ke Lombok. Iya kan Ca?!" sahut Rike.


Caca hanya tersenyum sombong sambil mengangguk-anggukan kepalanya pada kedua temannya tersebut.


"Haah???! serius lo Rik?! beneran Ca?!" jawab Dini menoleh kearah Rike dan Caca bergantian, ia meminta kepastian.


Belum juga rasa penasaran Dini terjawab, tiba-tiba ponsel Caca berbunyi.


Drrrttt....drrrtt.... suara getaran ponsel Caca semakin keras. Tertera dilayar ponsel nama sipemanggil bos Nathan. "Ya mas?! aku masih dikantin. Oke aku naik sekarang yaa"


Tidak terdengar apa yang mereka bicarakan, tapi saat itu juga Caca pamit untuk kembali keruangan Nathan sesuai janjinya tadi.


"Oke ya gaeess,, gue keatas dulu, tas gue diatas" pamit Caca pada teman-temannya.





"Mas?!" sapa Caca memanggil Nathan, saat membuka pintu ruangan Nathan tidak ada si pemilik ruang.


Benar saja, ternyata Nathan berada di toilet, "Udahan ngobrolnya?!" tanya Nathan saat ia keluar dari toilet ternyata Caca sudah duduk disofa sambil memainkan ponselnya.


"Iya mas, sudah. Lama ya?!" tanya Caca. "Maaf ya mas, jadi kelamaan nunggu" Caca merasa tidak enak hati.


"Nggak kok, mas juga baru selesai" jawaban Nathan barusan berhasil membuat hati Caca lega. Selain manja ternyata Caca adalah gadis yang berhati sensitif, ia sering sekali merasa tidak enak hati jika sikapnya membuat orang lain kecewa.


♥️♥️♥️


Like n komennya shaayyy.....


BTW

__ADS_1


Genks kasi akyu vote dong ya...


lop yu 😘😘


__ADS_2