Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 68


__ADS_3

Thanks ya genks buat kalian yang sudah kasi poin nya buat akyu... author jadi terharu, huuu....huuuu...


Happy reading 😘


♥️♥️♥️


" Assalamualaikum.....yuuhuuuu... Deeev!!!!.... Lisa sayaaaang!!!!!......"


Suara mama Rena yang begitu bising mengisi ketentraman kediaman anaknya. "Ya ampuuun....udah siang gini belom ada yang bangun yaaa?!" omelan nya menggema ketika panggilan untuk putra dan menantunya tidak ada yang menjawab.


"Bibiiiiii ??!!!!!....."


"Ya nyonya ??" asisten rumah tangga yang berusia paruh baya itu berlari mendengar suara yang memanggilnya begitu bersemangat,, bukan karena bersemangat deh kayakya...tapi sedikit kesal.


"Bapak sama ibu ada kan??!"


"Ada nya!" (nyonya maksudnya)


"Oohh.... mereka belom pada turun??!"


"Iya nya, paling sebentar lagi"


"Ya udah, ini bubur ayam..tolong pindahkan ke mangkuk ya!"


"Baik nya!"


Sewaktu berangkat kerumah Devo, mamah Rena mampir ke restoran yang khusus hanya menjual bubur ayam Cirebon dan membeli 3 porsi untuk nya dan kedua pasangan suami-istri yang pagi ini tampaknya bangun kesiangan.


Devo dan Lisa baru saja selesai mandi ketika mendengar suara sang nyonya besar, Lisa terburu-buru memakai pakaian dan bergegas untuk segera turun.


"Yah?! cepet yukk! mamah udah manggil-manggil tuh!"


"Sabar dong Bun, ayah kan lagi pake baju" sahut Devo.


"Lagian sih pake nambah segala!" Lisa mulai mengomel.


"Lahh?? kan Bunda yang mulai!"


"Siapa???"


"Nahh kan pura-pura lupa! yang peluk-peluk ayah tadi siapa hayoo??!"


"Bunda kan cuma peluk doang, nggak ngajakin begituan!" Lisa membela diri.


"Ayah juga nggak mau"


"Nahh??? nggak mau tapi sampe sejam?"


"Mr.P Bun yang ngajakin lama! malahan sekarang kayaknya pengen lagi nih Bun"


Devo mengarahkan pandangannya kearah pusat miliknya.


Mendengar kalimat suaminya barusan, Lisa menaikkan alisnya, ia segera meninggalkan Devo yang sedang memakai hotpants sebatas lutut itu sendirian dikamar. Karena jika ia masih tetap berada dikamar itu bakal terjadi ronde ketiga terhitung sejak tadi malam.

__ADS_1


Devo senang sekali menggoda istrinya, ia tersenyum bahkan tertawa melihat Lisa tergesa menutup pintu kamar mereka.


Ya kalau Devo sih sudah bisa ditebak, ia sudah hafal dengan sikap mamah nya yang hampir sama dengan dirinya, jadi ia terlihat santai saja.


"Lohh kok kamu turun sendiri?! Devo mana??"


Lisa menyalami dan mencium pipi ibu mertuanya.


"Sebentar lagi juga turun mah"


"Ya ampuun mah pagi-pagi ramee banget siie??!" ucap Devo ketika menuruni anak tangga.


"Pagi??! liat noh matahari udah diatas kepala!"


"Ini kan Sabtu mah!! libur ngantor,,,boleh dong bangun siang. Aku kan masih pengen peluk-pelukan sama istri aku" dagu Devo menggelayut dibahu Lisa.


"Lebaayy!!!" mamah Rena nyolot mendengar suara Devo yang sengaja terdengar manja.


"Eehhh!!!... Nani?! kopi bapak biar saya aja yang buat" Lisa menghentikan langkah Nani ketika akan membuatkan secangkir kopi untuk majikannya.


"Baik bu" Nani memberikan cangkir kopi yang masih kosong pada Lisa.


♥️♥️♥️


Setelah menyelesaikan sarapan, Lisa, Devo, dan mamah Rena duduk santai diteras belakang.


"Mah?! kita jalan yukk?!" ajak Lisa, ia ingin lebih dekat dengan mamah mertuanya, karena selama ini mamah Rena selalu perhatian dan menyayangi dirinya seperti anak sendiri. Terlebih Lisa sudah tidak memiliki orang tua, memiliki mamah Rena dan papah Kevin adalah anugerah Tuhan untuk dirinya.


"Kita mau kemana Bun?!"


"Kita?! Bunda kan ngajak mamah. Cuma berdua, ya kan mah??"


"Maksudnya ayah nggak diajak ?! ya ampuuun...malam minggu ayah ditinggal sendirian nih!"


"Hari ini ayah boleh nongki-nongki bareng temen-temen ayah kok!"


Sejak mereka menikah Devo belum pernah hangout dengan sahabat- sahabatnya, ia juga selalu mendampingi Lisa kemanapun.


"Tapi dianter mang Didin ya Bun?!"


"Tenang aja Dev, ada mamah kok...santuy!!"


"Aku cuma khawatir mah! kalian dua perempuan yang paling aku sayang"


"Hooo....so sweet...." mamah Rena memeluk putra semata wayangnya.


"Ayah??! peluk.." Lisa pun memeluk suami kesayangannya.


Hhmm...tidak ada hal terindah yang pernah dialami Devo selain merasakan cinta dan kasih sayang dari orang-orang tercinta.


♥️♥️♥️


Dan siang itu pun mereka berpencar, Lisa dan mamah Rena asik dengan hal yang disukai para wanita, apalagi kalau bukan pergi ke salon kecantikan untuk perawatan tubuh mereka yang sudah lama Lisa tinggalkan dan membeli beberapa lipstik keluaran terbaru.

__ADS_1


"Asik juga ya mah kalo kita punya salon kecantikan sendiri?" Lisa membuka obrolan ketika mereka selesai mempercantik diri dan sekarang sedang menunggu pesanan makanan mereka datang di restoran favorit Lisa.


"Ide bagus tuh, bilang sama Devo kalo kamu mau buka salon kecantikan, pasti boleh deh" mamah Rena menyemangati ide menantunya.


♥️♥️♥️


Dilain tempat Devo juga sedang asik dengan Genk somplak nya. Mereka bersenda gurau di sebuah cafe yang tempatnya cukup nyaman dengan alunan musik live sepanjang hari, karena selain cafe itu mempunyai beberapa penyanyi, para pengunjung pun boleh unjuk kebolehan menyanyi mereka di stand atau hanya sekedar request lagu yang diinginkan.



"Dev, tumben nih Lo bisa hangout bareng kita?" tanya Johan.


"Emang ibu negara kemana?" Afi menambahkan.


"Lo nggak lagi bosen kan??!" Yudha ikut menimpali pertanyaan kedua temannya.


"Lo tuh pada bawel ya??! gue balik nihh!!" jawab Devo untuk ketiga pertanyaan dari sahabatnya.


"Ya elahh,,,jangan marah dong bos" ucap Afi.


"Gitu aja ngambek broo!!" Johan ikut menyahut.


"Santuuy Dev. Kalo lo cabut, yang bayar ini semua siapa?! ya kan guuyss??!" Yudha bersuara sambil menunjuk semua hidangan di meja yang mereka tempati.


Akhirnya tawa mereka pun pecah. Persahabatan mereka dari dulu ya memang seperti itu.


Berkumpul dengan memang mengasyikkan namun tidak untuk Afi yang kini sudah punya kekasih, ia pun terlihat mulai gelisah.


"Wooy..napa lo broo!! dari tadi liat jam terus!"


tanya Yudha pada Afi.


"Bentar lagi gue kudu cabut nih guys!"


"Jiaah...mau di kemana lo Fi?" Devo ikut bertanya.


"Pacaran lahh!! kasian kan bokin (maksudnya pacar) gue nungguin"


"Sekali-kali nggak usah ngapel Fi, kan jarang-jarang kita bisa gabung gini" ujar Yudha.


"Rugi lahh!...jatah gue minggu ini hilang dong!"


"Dasar lo otak mesum!" Johan menoyor kepala sahabatnya itu.


Ya seperti orang pacaran pada umumnya, Afi dan Wina selalu menghabiskan Sabtu malam mereka dengan acara yang membuat mereka berdua bahagia. Nonton film di bioskop, makan di cafe atau resto, atau sekedar bersantai memutar film romantis di apartemen Afi dengan beberapa cemilan dan minuman ringan. Kalau untuk kegiatan lainnya sihh author nggak tau deh mereka ngapain aja.


Sebenarnya pernah sihh author pengen nanya sama si Afi, mereka kalo berduaan tuh ngapain aja... tapi nggak jadi...ntar dibilang kepo, tepatnya sih author takut kepengen..hehehe...


♥️♥️♥️


Pesan untuk readers, kalo udah baca minta like nya dong, bikin akyu tambah semangat gituuu... komen nya juga yaa genks..


lop yu poreper, muuach 😘😘

__ADS_1


__ADS_2