Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 115


__ADS_3

Happy Reading genks 😍


♥️♥️♥️


Siang ini Nathan menjemput Caca dirumahnya, mereka hendak bertamasya ke Dufan. ehh?? kok tamasya siih?? maksudnya kencan, karena hari ini Nathan akan mengutarakan isi hatinya pada gadis yang sudah menggelitik pikirannya tersebut.


Menggunakan T-shirt dan celana panjang jeans Nathan tampak cool dan trendy, tidak terlihat jika usianya berbeda 6 tahun diatas Caca.




"Tante..om..saya ijin mau ajak Caca keluar" ucap Nathan pada kedua orang tua Caca.


"Ya nak, silahkan. Tante ijinkan" sahut bunda Lisa dengan senyum bahagia, karena baru kali ini ada laki-laki yang dekat dengan Caca.


"Wahh...mau malam mingguan nihh!!?" Devo menggoda kedua insan yang sudah siap berangkat menuju dunia yang disukai oleh semua anak di dunia.


"iihh..ayah??! apaan sihh??" Caca tersipu dengan candaan sang ayah.


"Assalamualaikum!!!....." suara salam dari teras rumah terdengar dengan sangat nyata.


Sudah bisa ditebak suara yang seperti itu hanyalah milik Oma Rena tercinta.


"Omaaa!!!" Caca menghampiri Oma Rena dari ruang tamu dan langsung berhambur kepelukan perempuan yang usianya sudah kepala tujuh tapi tetap nyentrik.


Nathan yang mengekori Caca menghampiri Oma Rena menyalami tangan sang Oma dengan sopan dan diikuti oleh Lisa dan Devo dibelakang Nathan.


"Apa kabar Oma?" sapa Nathan.


Oma Rena mencoba mengingat-ingat, "lohh?? ini kan___?" Oma belum menyelesaikan kalimatnya.


"Iya Oma, saya Nathan. Yang dipantai itu lohhh?!" Nathan mencoba mengulang memori Oma Rena.


"Ohh...iya!! Oma ingat. Kok ada disini?!" Oma Rena mulai ingin tahu, jiwa kepo nya mulai terusik.


"Iya Oma, saya mau ajak Caca keluar" jawab Nathan.


"Iya Oma! kita mau ke Dufan. Iya kan mas?!" Caca menjelaskan tujuan Nathan menjemputnya pada Oma Rena dan dibalas dengan anggukan oleh Nathan.


"Cuma berdua?!" tanya Oma sambil menunjuk kearah Caca dan Nathan secara bergantian.


Lisa memberi kode pada Devo, jangan sampai kejadian yang pernah ia alami terjadi lagi pada putrinya.


"Sudah Omaaaa....biarkan mereka pergi berdua" ucap Devo sambil menggandeng mamahnya masuk kedalam rumah.


Untung saja Devo memahami situasi, jika saja Oma Rena minta ikut Nathan dan Caca ke Dufan?!! membayangkan nya saja sudah tak mungkin apalagi jika sampai kejadian..hadeehh...


Othor mengelus dada, akhirnya Nathan dan Caca bisa kencan dengan tenang tanpa ada gangguan dari sang Oma.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Berdiri sejajar mengikuti alur antrian ketika hendak meyerahkan tiket di pintu masuk, Caca menoleh ke kanan dan kiri, dirinya merasa risih karena lebih banyak orang dewasa yang sedang mengantri daripada anak-anak.


"Mas?" Caca menggoyang lengan Nathan yang sedang sedang membalas pesan singkat yang baru saja ia terima.


"Heemm??" Nathan tidak menoleh ke arah Caca, ia hanya menaikkan kedua alisnya namun matanya masih fokus pada ponselnya.


"Mas Nathan??!" Caca menggoyang lengan Nathan lebih kencang. "lihat aku?!"


Fokus Nathan buyar karena Caca menggoyang lengannya lebih kencang, "kenapa Ca?"


"Tuhh liat" ucap Caca berbisik pada Nathan, Caca mengerucutkan bibir dan diarahkan ke sekelilingnya.


Nathan mengikuti arah bibir Caca, "kenapa" sahut Nathan, ia tidak mengerti maksud ucapan Caca.


"Banyak orang pacaran!" sahut Caca, ada beberapa pasang muda mudi yang sedang mengantri juga namun di jalur pintu masuk yang berbeda. Mereka tidak malu bermesraan didepan umum dan itu membuat Caca cukup risih.


"Ya biarin aja Ca! kenapa?" Nathan masih bertanya karena tidak paham.


"Kok nggak malu ya mas?!" Caca masih berkomentar dengan penampakan disekelilingnya.


"Husst!! biarin aja" sahut Nathan menempelkan jari telunjuknya di bibir Caca, Nathan khawatir pasangan yang dimaksud Caca mendengar ucapan Caca.


"iihh...mas Nathan apaan sihh?!" Caca menepis tangan Nathan, "kalo aku malu mas kayak begitu"


"Itu karena kamu belum punya pacar Ca!"


"Gimana kalo kita pacaran?!" celetuk Nathan.


"iisshh...apaan sih!" Caca mengerucutkan bibirnya dan membalikkan badannya membelakangi Nathan.


"Yee...gitu aja ngambek! udah yukk, giliran kita tuh!" Nathan menggandeng tangan Caca menuju pintu masuk.


♥️♥️♥️


Nathan tidak menyangka kalau Caca ternyata antusias sekali, "Mas! naik bianglala yukk?!"


Belum sempat Nathan menjawab, Caca menarik Nathan untuk masuk ke antrian area itu dan Nathan tidak bisa menolak keinginan gadis cantik didepannya yang berdiri membelakanginya.


Kejadian seperti itu terjadi berulang kali, Caca seperti tidak ada capeknya menaiki beberapa permainan. Hingga tak terasa senja sudah tiba.


🤵 Thor?! gimana nih?!


🧕 gimana apanya??!


🤵 Gue kapan nembaknya?! dari tadi cuma naik permainan terus!


🧕 ya lagian lo nya aja Than yang salah, mau nembak cewek kenapa lo ajak ke Dufan?

__ADS_1


🤵Kan kemarin itu gue reflek Thor, jadi ya sedapatnya aja tuh ide. Kalo gini sih namanya gue juga momong anak gadis orang.


🧕 yang sabar ya Than.


"Mas?! aku laper! makan yukk?!" rasa lapar diperut Caca baru terasa. "Mas laper nggak?" tanya Caca.


"Dari tadi" sahut Nathan santai.


"Lahh?? kok mas nggak bilang aku?!" protes Caca.


"Gimana mau bilang, kamu nya dari tadi asik naik permainan!"


"Maaf ya mas?!" Caca bergelayut dilengan Nathan, ia merasa tidak enak hati.


"Ya udah, kamu mau makan apa?"


"Apa aja deh, cepet yukk mas. Aku udah lapeeerr" Caca merengek pada Nathan.


"Iya...iya...sabaar dong cantiiiikk!!"


♥️♥️♥️


Mungkin sekarang saat yang tepat untuk mengutarakan bagaimana perasaannya terhadap Caca.


Jantung Nathan rasanya tak karuan, jika saja jantungnya tidak berlapis kulit mungkin sekarang jantungnya sudah loncat entah kemana. Bagaimana ia harus memulai pembicaraan yang menjurus ke hati gadis yang ada dihadapannya.


Namun lain halnya dengan Caca, ia sangat menikmati dessert yang disajikan di restoran pilihan Nathan.


"Ca?"


"Heemm??"


"Mas sayang kamu" Nathan akhirnya mengutarakan isi hatinya, ia mengutarakan rasa cintanya pada Caca.


"Uhukk...uhukk..." Caca tersedak karena ucapan Nathan barusan.


"Minum dulu Ca?!" Nathan memberikan minumannya untuk Caca.


"Aku nggak salah denger kan mas?!" Caca memastikan ucapan Nathan.


"Iya, mas sayang kamu. Mas cinta sama kamu" Nathan menghela napas lega, plong rasanya karena apa yang mengganjal di hatinya sejak kemarin sudah terucap.


Tapi Caca? ia masih terpukau dengan pernyataan cinta Nathan dan belum mengatakan jawaban cinta untuk Nathan.


Sebenarnya Caca tidak terpikir jika Nathan benar-benar menyatakan rasa cintanya. Ia mengira ucapan sayang yang akhir-akhir ini sering ia dengar dari mulut Nathan adalah rasa yang sesungguhnya.


♥️♥️♥️


Kira-kira apa ya jawaban Caca? Othor jadi penasaran dehh. Gimana nih my readers???

__ADS_1


like n komen dong shaayy...


__ADS_2