Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 127


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


Pihak keluarga Nathan besok akan melakukan lamaran secara resmi ke kediaman Caca.


Hari ini Leo yang terlihat sibuk mengantarkan sang mommy untuk mempersiapkan bingkisan yang akan mereka bawa.


Sedangkan Nathan tidak bisa ikut mempersiapkan segala sesuatunya karena hari ini ia harus menandatangani dokumen yang menjadi persyaratan kerjasama pembangunan proyek di pinggiran Jakarta untuk dibuat taman wisata dengan berbagai arena permainan. Mengingat calon istrinya sangat menyukai permainan seperti di wahana Dufan. Ia berniat memberikan taman wisata tersebut kepada Caca sebagai hadiah pernikahan.


Walau tampak merepotkan tapi Leo dengan sabar mengekori mommy nya keluar masuk dari toko satu berpindah ke toko yang lain.


"Le?! beli baju apa buat dipakai Abang kamu besok ya?" tanya Aurel pada putranya.


"Yang mau lamaran kan Bang Nathan mom! kenapa aku yang ditanya?? terserah mommy aja" sahut Leo cuek.


Yaah.. percuma saja mengajak anak bungsunya, berharap bisa diajak untuk teman sharing,,justru makin membuat Aurel bertambah bingung dengan jawabannya yang selalu bilang "terserah mommy"


Aurel memutuskan untuk menghubungi Nathan,. ia ingin menanyakan langsung pada yang bersangkutan mengenai segala sesuatu yang diinginkan Nathan.


"Ya mom?!" Nathan menjawab singkat panggilan dari Aurel, karena memang ia sedang sangat sibuk saat ini. Meeting yang diadakan siang ini agak ulet karena pihak kedua tidak menginginkan area permainan ditempat wisata yang akan dibangun dan dikelola oleh perusahaan nya. Namun Nathan bersikeras tetap pada keinginannya.


"Nath?! kalau batik warna merah marun bagus nggak? atau warna coklat? kamu lebih suka yang mana?" Aurel menanyakan warna kemeja batik yang sedang ia pilih di salah satu pusat perbelanjaan yang ternyata milik Devo.


"Aduhh mom... terserah mommy aja deh! aku akan pakai warna apa saja yang mommy pilihkan untukku" jawab Nathan setengah berbisik karena tidak ingin mengganggu koleganya yang sedang menanda tangani dokumen persetujuan kerjasama mereka.


"Kamu tuh sama saja dengan adikmu!


ya sudah mommy belikan yang senada dengan daddy and adikmu ya!" sahut Aurel sambil memberengut dan menutup ponselnya.


"Haahh!! nggak yang sulung...nggak yang bungsu kelakuannya sama saja! apa-apa terserah mommy! apa-apa terserah mommy!" Aurel menggerutu dan akhirnya memutuskan membelikan model dan warna yang sama untuk ketiga lelakinya.


Aurel jadi tidak sabar untuk segera punya menantu, ia tidak akan kerepotan lagi jika shopping atau pun sekedar bertukar pendapat seputar urusan perempuan.


Tidak sengaja Leo melihat Caca keluar dari arah pintu karyawan, " Mom?! itu Caca kan?!"


Aurel segera menoleh, ia mengikuti ke arah tangan Leo menunjuk. "Lohh iya Le! itu calon menantu mommy!" sahutnya. "Ca?! Caca?!" Aurel berteriak memanggil gadis yang sekarang masih berstatus kekasih putra sulungnya.


Mencari sumber suara Caca celingak celinguk, ia seperti mengenal suara yang baru saja memanggil namanya.


"Caca!" suara Leo berhasil membuat Caca menemukan dimana mereka berada.

__ADS_1


"Mommy?!" Caca menghampiri wanita berusia setengah abad namun tetap cantik tersebut. "mommy sedang apa?!"


"Lohh??! harusnya mommy yang tanya kamu! kamu darimana? kok keluar dari sana" Aurel menunjuk ke arah pintu Caca keluar tadi yang tertempel tulisan KHUSUS KARYAWAN.


"Ooh..aku mengantar berkas ayah yang ketinggalan dirumah"


"Devo??!...."


Caca menunggu kelanjutan kalimat Aurel.


"Kenapa mom?" tanya Aurel.


"Maksud mommy ayah kamu?" Aurel tidak melanjutkan kalimatnya.


Namun sepertinya Caca memahami arah pembicaraan Aurel.


"ayah pemilik Mall ini mom. Ngomong-ngomong mommy bawa apa?" pertanyaan Caca mengalihkan keinginan tahuan Aurel.


Leo yang sedang bersama kedua perempuan beda generasi tersebut membulatkan mulutnya, ia ber ohh ria namun tanpa suara. Memori nya langsung bekerja mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, yang pada akhirnya ia menjuluki Caca perempuan galak.


"Ini loh, mommy sedang pilih kemeja buat Nathan, tapi mommy bingung mau pilih warna apa!" Aurel menceritakan keluh kesahnya pada sang calon menantu.


"Percuma Ca!" ucap Aurel namun Caca tidak menanggapi ucapan calon ibu mertua nya.


Ponsel Caca berhasil terhubung dengan Nathan "halo mas?!"


"Iyaa sayang, ada apa?"


"Mas aku sedang bersama mommy, kamu mau pake kemeja warna apa? samain sama warna dress aku aja ya mas?!"


"Iyaa sayang, kamu pilihkan saja untuk mas ya, mas pasti pakai"


"Oke mas, masih sibuk ya mas? mas sudah makan?! sudah hampir sore lohhh?!"


rentetan pertanyaan dari Caca membuat Nathan tersenyum.


"Kamu sudah selesai pilih-pilih nya?! kesini ya, temenin mas makan?!"


"Ya belum lahh!! baru mau pilih, tapi mas malah nyuruh aku ke kantor!" Caca protes, ia mengomel diujung ponsel.


"Ya sudah, kamu kesini saja temenin mas makan. Setelah itu nanti kita cari baju couple untuk acara besok"

__ADS_1


Mendengar kata couple membuat Caca bersemangat, ia memang belum punya pakaian yang sama dengan Nathan selama mereka berstatus pacaran.


"Oke mas, aku kesana sekarang ya?!


"Iyyaa cantikk,,,mas tunggu ya?!"


Selesai mengakhiri percakapannya dengan Nathan, Caca berpamitan dengan Aurel.


"Mom? aku ke kantor mas Nathan dulu ya?! kami mau cari baju couple buat acara besok"


"Heeemm...ya sudah, kamu hati-hati ya. Salam buat Nath, bilang sama calon suami mu itu nanti malam mommy bakal sentil telinganya." pesan Aurel barusan membuat Leo tertawa terbahak-bahak.


"Oke mom,, Leo..aku berangkat ya!" Caca langsung bergegas meninggalkan aurel dan Leo.


"Kenapa kamu ngetawain mommy?!" Aurel mencubit lengan putra bungsunya.


"Aawww...sakit mom! Lagian mommy ada-ada saja sih?! memangnya Abang anak kecil? pake mau disentil segala" Leo memegang lengannya, merasakan pedih akibat cubitan mommy nya.


"Tadi mommy hubungi jawabnya ogah-ogahan begitu! ehh... Caca yang hubungi langsung semangat!"


"iihh...mommy cemburu ya?! namanya juga orang lagi kasmaran mom, ya biarin aja! dunia serasa milik mereka mom! kita-kita nggak dianggap!" tutur Leo.


"Nanti kalau kamu punya pacar awas saja ya! jangan seperti Nath!"


"Waahh...kalo aku punya pacar pasti lebih dari bang Nath mom! lebih mesra...lebih__"


Leo belum melanjutkan kalimatnya Aurel menoyor kepala putra bungsunya. "lebaayy!" ucap Aurel.


"Mom? daddy kemana? kok nggak ikutan?!" Leo tiba-tiba menanyakan keberadaan David.


"Sedang kerumah Opa, memberitahukan berita gembira ini. Besok kita akan berangkat ke acara lamaran bersama Opa dan Oma juga" Aurel menjelaskan.


"Kalau kamu mau ajak pacar kamu juga boleh"


Aurel menambahkan.


"Pacar darimana? kenal cewek juga belum" Leo menggerutu namun masih terdengar jelas oleh Aurel.


♥️♥️♥️


Genks??? like n komen nya ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2