
Happy Reading genks 😍😍
♥️♥️♥️
Sore ini Devo begitu bersemangat menyelesaikan pekerjaannya, Afi yang bekerja bersamanya pun sampai terkagum-kagum melihatnya.
Pantas saja ia cepat sukses, ternyata kerjanya super banget, gue harus contoh nih! apalagi bentar lagi gue bakalan nikah. Harus lebih giat lagi nyari duitnya.
Dalam hati Afi termotivasi dengan sikap sang bos.
"Bos, Lo mau kemana sihh semangat amat?"
Afi memberanikan diri bertanya pada sang bos.
"Mau pulang lahh, emang Lo pikir gue mau kemana?" Devo menjawab pertanyaan asistennya sambil fokus pada tayangan ponsel yang ada di tangannya.
"Oke, bisa hari ini ya mbak?"
Hanya kalimat itu yang ia ucapkan dengan seseorang.
"Lahh...itu???" ternyata Afi masih penasaran dengan sikap Devo.
Melihat wajah Afi masih dengan tanda tanya,
"Gue mau kasi kejutan buat Lisa!"
"Widiihh...lo emang keren broo!!"
"Oke, gue duluan ya" Devo bergegas keluar dari ruangannya dan berlari kecil menuju lift untuk segera sampai dirumah.
♥️♥️♥️
"Bundaa...ayah pulang!" Devo berteriak dan mencari keberadaan sang istri.
"Ibu dikamar pak" ucap Nani yang kebetulan sedang membereskan beberapa majalah seputar kehamilan yang baru saja dibaca oleh majikannya.
"Ohh..makasih Nan" jawab Devo sambil menaiki anak tangga.
"Lohh ayah udah pulang?"
"Wahh...rejeki ayah dong bun??"
Kebetulan Devo masuk ke kamar ketika Lisa bersiap untuk mandi.
Lisa mengerutkan keningnya, perkataan Devo terlalu ambigu untuknya. "Maksudnya??"
"Kita mandi bareng!"
Tanpa berlama-lama Devo menggiring istrinya ke kamar mandi yang ada diruangan itu.
"Hhmm...." Lisa tersenyum dan bisa menebak apa maksud perkataan suaminya dan sepertinya ia juga tahu apa yang akan terjadi setelahnya.
♥️♥️♥️
Setelah menyelesaikan kegiatan yang diluar dugaan, Devo belum juga mengutarakan kejutan yang akan diberikan untuk istri tercinta.
"Kita berangkat sekarang yukk?! nggak usah dandan" ujar Devo.
__ADS_1
"Emang kita mau kemana Yah?"
Sekarang Lisa yang dibuat penasaran setelah Afi.
"Ada dehh!"
"Ayah bikin bunda penasaran nihh?"
"Rahasia!! pokoknya bunda pasti seneng"
Lisa hanya bisa menuruti keinginan suaminya. Mereka pergi tidak diantar supir, Devo sengaja karena ingin berduaan saja.
"Yah.. Bunda laper deh!" kebetulan memang sebentar lagi waktunya untuk makan malam, apalagi dengan keadaan Lisa yang sedang berbadan dua seperti sekarang, perut Lisa cepat sekali terasa lapar.
"Iya..nanti kalau sudah selesai kita makan ya?!" Devo dengan santai melanjutkan perjalanan mereka, padahal Lisa makin bingung dan belum tahu mau dibawa kemana. Tapi biarlah,,,ikuti saja. Toh yang membawa pergi suaminya sendiri.
Tak lama kemudian mobil Devo tiba ditempat tujuan, mereka mendatangi sebuah studio foto yang lumayan berkelas.
Flash back
Melihat kesedihan diwajah Lisa ketika sedang membicarakan tentang pernikahan dengan Wina, hati Devo trenyuh, walaupun Lisa tidak mengutarakan isi hatinya.
Devo sangat paham, pernikahannya dengan Lisa memang terlalu ala kadarnya. Semua karena keadaan yang pada saat itu terlalu rumit.
Dan foto pernikahan mereka pun juga ala kadarnya, cuma menggunakan kamera ponsel. Itupun hanya beberapa jepretan.
Keesokan harinya setelah acara lamaran Afi, Devo meminta Yola untuk mencarikan studio foto yang bagus. Ia berencana mengajak Lisa untuk melakukan maternity.
Berkat bantuan Yola semua dapat terealisasi, Devo sengaja memilih fotografer wanita karena ia tidak mau tubuh seksi istrinya terekspose dan dilihat oleh laki-laki selain dirinya.
Beberapa kostum telah disediakan oleh pihak studio, dan Devo memilih beberapa tema, berharap Lisa akan menyukainya.
Seorang make up artis telah disediakan distudio itu.
Pemotretan dimulai, Sesi pertama bertemakan kerajaan Inggris, dengan gaun panjang dan make up ala seorang ratu, Lisa terlihat sangat cantik. Devo terkagum-kagum melihat kecantikan Lisa dan kehamilannya itu Lisa memancarkan aura yang mempesona. Lisa mengikuti arahan sang fotografer, beberapa pose diambil dari berbagai posisi.
Kira-kira satu jam sesi pertama selesai, lalu dilanjutkan dengan sesi kedua menggunakan tema alam. Dengan background alam terbuka Lisa bak seorang bidadari yang baru saja mendarat ke bumi.
Dilanjut dengan sesi ketiga Lisa disulap menjadi putri Jasmine yang sangat cantik.
Setelah tiga sesi foto yang lumayan melelahkan, akhirnya kegiatan potret memotret pun selesai, walaupun begitu Lisa tampak bahagia sekali. Ia tak menyangka jika Devo sangat peka dengan apa yang ada dihati dan pikirannya.
"Makasih ya Yah,, Bunda seneng banget. Ini akan jadi kenang-kenangan sampai dedek besar nanti. Lisa mengelus perut buncitnya yang mulus itu.
"Iya sayang" ucap Devo sambil membantu Lisa mengganti kostum.
"Bun ayah mau ikutan foto juga dong. Bisa kan ya mbak?" tanya Devo pada fotografer.
"Bisa pak! mau pakai kostum apa?"
"Nggak usah pake kostum mbak!"
__ADS_1
"Hahh???!! maksudnya ayah mau foto nggak pake baju??" sahut Lisa dengan wajah kaget.
"Ya ampuun Bun! ya enggak lahh... maksud ayah nggak usah pake kostum yang rempong begitu"
Perdebatan kecil itu membuat fotografer dan make up artis menahan tawa mereka.
"Bisa kan mbak?" pertanyaan Devo dibalas dengan anggukan oleh fotografer profesional itu.
Sepertinya momen ini tak akan mereka lupakan, jepretan kamera sang fotografer pas sekali ketika Devo sedang mencium mesra istri kesayangannya.
♥️♥️♥️
Makan malam di restoran yang dijanjikan Devo pada Lisa gagal karena rasa lelah setelah tiga jam berpose dengan berbagai gaya dan kostum.
Mereka memutuskan untuk langsung pulang dan makan malam dirumah.
"Bunda nggak sabar mau lihat hasilnya" ucap Lisa sambil menuangkan nasi ke piring Devo.
"Sabar dong sayaang...dua hari lagi juga hasilnya sudah jadi kok"
"Makasih ya Yah, udah buat Bunda bahagia"
"Ohh iya Bun, lusa ayah berangkat ya?!"
"Kemana?!"
"Ada proyek di Manado, ayah harus kesana buat ngecek"
Lisa tidak menjawab, hanya saja tersirat rasa yang berbeda diwajahnya. Setelah baru saja diberikan kebahagiaan, namun kini mereka harus berjauhan.
"Ayah nggak lama Bun"
"Sehari Yah??!" Lisa bertanya dengan antusias sekali.
Devo hanya tersenyum, tangannya kini sedang mengelus lembut punggung tangan Lisa.
Karena secara logika tidak mungkin dalam waktu sehari bisa pulang pergi Jakarta-Manado.
Sebenarnya Lisa pun sudah mengetahui hal tersebut, hanya saja ia tidak bisa melarang keberangkatan Devo untuk waktu yang lama apalagi yang berhubungan dengan masalah pekerjaan dan perusahaan.
"Harus ayah ya yang berangkat?!" tanya Lisa dengan suara manja. " Nggak bisa di wakilkan ya?? suruh Afi aja Yah?!"
Pertanyaan-pertanyaan Lisa benar-benar menandakan bahwa ia tidak rela ditinggalkan oleh lelakinya itu.
"Bunda mau ikut?!"
"Memang boleh Yah?!" jawab Lisa bersemangat seakan ada harapan untuk bisa mendampingi Devo.
"Nggak!! Bunda dirumah aja tungguin sampai ayah pulang"
Lisa menghela nafas panjang, ia hanya bisa menuruti apa yang dikatakan suaminya. Selama pernikahannya ia belum pernah ditinggal pergi oleh Devo, wajar saja jika ia khawatir dan cemas karena akan kesepian.
♥️♥️♥️
Seperti biasa genks,,,Like and coment ya.
__ADS_1
Kutunggu jejak kalian.😘😘