Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 90


__ADS_3

Thanks ya, komen kalian sudah buat hati author syeneng banget.


Happy Reading genks 😍


♥️♥️♥️


Dengan kekuatan cinta mereka, akhirnya perbuatan licik Aurel dapat dianggap angin lalu oleh Devo. Walaupun Aurel masih punya segudang rencana yang akan ia luncurkan satu persatu.


Setelah drama yang penuh air mata dan ajakan Devo untuk melancarkan aksinya, benar saja aktivitas yang namanya mandi ternyata bukanlah mandi yang sesungguhnya, mereka mencurahkan semua tenaga. Rasa takut kehilangan menjadikan keduanya saling memberi kenikmatan.


Namun apa daya ketika sebuah gangguan tanpa rencana datang tiba-tiba.


Aktivitas yang belum selesai itu terpaksa mereka sudahi dengan cepat karena suara tangisan Shasya, "Yah?? Shasya nangis, udah ya?!" Lisa hendak melepaskan penyatuan mereka.


Namun Devo menahan pinggul Lisa, "bentar lagi bun! nanggung banget nih!" Devo terus menaik turunkan pinggul Lisa yang berada di atas pangkuannya.


Bayangin sendiri deh yaa, dikamar mandi....pinggul...diatas....naik turun....nah gaya apaan tuhh kira-kira???


Author nggak mau jelasin ahh,,, takut di sensor 🤭


Lisa semakin cepat melakukan gerakan yang dituntun oleh tangan Devo berharap suaminya bisa segera melepaskan hasrat nya, karena tangisan putri mereka terdengar semakin keras.


"Dikit lagi Bun, tekan sayang!! aagghh.." Devo mengerang keras melepaskan semburan hangat di dalam Lisa, pelepasan itu akhirnya tercapai.


Setelah semua terlampiaskan, Lisa segera membersihkan diri secepat mungkin. Ia hendak menghampiri sang putri. Tapi anehnya suara tangisan itu tidak terdengar lagi.


"Yah?? kayaknya Shasya udah berhenti deh nangisnya?!" ucap Lisa pada Devo.


"Ya udah Bunda cepetan, Ayah khawatir!"


Ucapan Devo barusan membuat Lisa lari menuju kamar putrinya, "Ayah??! Shasya nggak ada!"


"Kenapa Bun?!" Devo menyahut dari dalam kamar.


"Lisa membuka pintu kamar, "Shasya nggak ada dikamarnya!" wajah Lisa panik.


"Haah!! dedek kemana?! tadi kan masih kedengaran nangis Bun?!" Devo memakai kaos oblong sambil berjalan keluar kamar karena panik dan hendak mencari keberadaan putrinya.


"Nani!!! bi Sanih!!" Devo berteriak sambil memanggil semua asisten rumah tangga disana, ia setengah berlari menuruni anak tangga dan Lisa mengekor dibelakangnya.


"Ya pak? Bu? ada apa?" tanya Nani pada kedua majikannya.


"Shasya mana?!" Devo bertanya.


"Nggak ada dikamarnya!" Lisa panik.


Dan dengan wajah santai Nani menjawab sambil menunjuk kearah taman belakang dengan ibu jarinya, "Ditaman bu, sedang main dengan pak Afi dan Bu Wina"


"Haahh??! ayo Bun!" Devo menggandeng tangan Lisa untuk segera menemui putri mereka.


Ternyata putri yang dicari-cari sedang asik bercanda dengan Afi dan Wina.


"Heeh kampret!! sembarangan aja lo nyulik anak gue!" ujar Devo pada Afi.


"Diihh??! kalo gue nyulik anak Lo pasti udah gue bawa kabur broo!! masa gue ajak main dirumah lo sih! aneh aja lo kalo ngomong"

__ADS_1


Afi tidak terima dibilang penculik oleh bosnya.


"Ya kirain?!"


"Lagian lo berdua pada kemana?? anak nangis emak bapaknya nggak ada! untung aja gue yang bawa! coba kalo orang yang nggak dikenal??"


"Ada kok kita ya Bun?!" mata Devo mengajak Lisa bersekongkol dengannya.


Lisa hanya mengangguk.


"Jangan bilang kalo lo pada lagi ena-ena deh?!" tebakan Afi tepat sasaran.


"Ya ellahh Fi, lo sama bos perhitungan amat sih!"


"Buseeet,,, gila bener kalian yaa! keponakan gue nangis sendirian dikamar, gimana coba nasib keponakan gue yang cantik ini kalo ada yang bawa kabur? ya Shasya sayaaangg..." Afi kembali mengajak Shasya bercanda , "ciluukk baaaa..."


"khekhekhekhekk" Shasya tertawa terpingkal-pingkal.


"Ya itu kita lagi bikin dedek buat Shasya ya Bun, biar Shasya ada temennya dan nggak sendirian lagi" Devo tetap tidak mau disalahkan.


"Lagian lo ngapain sihh dateng pagi-pagi begini? berduaan lagi?! jangan bilang kalo kalian abis dari apartemen?!!"


Waahh...tebakan Devo hampir meleset, alias bener banget. Pagi ini Wina yang datang ke apartemen Afi, karena Wina khawatir kekasihnya itu bakal bangun kesiangan. Mereka berdua mau mengurus segala keperluan untuk acara pernikahan.


Sebenarnya sih ada aktivitas lain yang Afi minta dari calon istrinya itu, tapiiii.......


udahlah yaa kita jangan kepo.wkwkwkkk


Rencananya mereka akan menjadikan Genk somplak sebagai panitia inti pernikahan dan itu tanpa persetujuan mereka tentunya. Dengan kata lain Genk somplak HARUS MAU.


♥️♥️♥️


"Hari ini Bunda mau kemana?" Devo bertanya pada Lisa, karena setiap Sabtu dan Minggu adalah waktu keluarga, jadi semua Lisa yang pegang kendali.


"Tapi mata Bunda masih sembab gini, mau jalan tapi malu Yah!"


"Kalo Ayah nongkrong sama anak-anak boleh?!"


"Maksudnya Ayah mau senang-senang sama mereka? terus Bunda sama dedek ditinggal gitu?!" dari nadanya Lisa protes.


"Ya udah kalo nggak boleh!" sahut Devo.


"Boleh kok sayaang, Bunda cuma bercanda"


"Bener Bun??"


"Iyaa"


Tingkah Devo seperti anak kecil yang diperbolehkan bermain oleh sang mamah, senangnya luar biasa. Padahal jika tidak meminta ijin pun tidak masalah, Lisa pasti akan memperbolehkan dirinya pergi.


Hanya saja Devo tidak ingin merusak suasana yang baru saja membaik, ia tidak ingin membuat masalah baru yang akan membuat hubungan dengan istrinya renggang.


♥️♥️♥️


"Jadi pertemuan lo kemarin sama si Aurel itu bikin geger bro?!" tanya Afi setelah mendengarkan cerita Devo akibat yang terjadi dari pertemuan dengan Aurel yang diatur oleh Afi.

__ADS_1


"Iya, gara-gara lo tuh!" Devo menyalahkan Afi.


"Lahh kok gue??"


"Kan lo yang ngatur itu pertemuan?!"


"Tapi kan atas perintah lo broo!!"


"Terus kalo gue perintah lo gak boleh kawin sama Wina Lo bakal nurut!"


"Eeeiitt.....enak aja, kalo yang itu sihh nggak bisa broo!! gue udah cocok luar dalem sama Wina"


"Weeiiss,,,,luar dalem?? udah ngapain aja kalian?!" Devo ingin tahu.


"Aahh lo kayak nggak pernah pacaran aja?!" sahut Afi.


🧕Lagian lo Dev, kepo banget.


🤵 Kan cuma nanya Thor.


Perdebatan unfaedah terhenti saat Yudha dan Johan memasuki cafe,


"Duo jomblo nyampe juga!" Devo kesal karena mereka datang tidak tepat waktu.


"Sorry broo,,tadi gue nganter pulang Claudy dulu!" sahut Yudha dengan wajah sumringah.


"Maksud lo dokter Claudia??" tanya Devo.


Yudha mengangguk.


"Claudia dokter bini gue?!" tanya Devo lagi.


"Iya lahh!!" jawab Yudha percaya diri.


"Kereen lo Yud!" Afi mengacungkan ibu jarinya pada Yudha.


"Yoi" Yudha makin melambung.


"Gimana ceritanya?" Devo bertanya dengan raut wajah serius.


"Claudy cuma kasian Dev sama si Yudha!" Johan menjawab pertanyaan Devo.


"Kok bisa?!" sekarang Afi yang bertanya.


"Si Yudha nungguin Claudy praktek sampe diusir satpam! hahahaaa!!' Johan menjelaskan sekaligus mengejek Yudha.


"Lo buka kartu aja Jo, parahh nih anak!" protes Yudha.


Yeeaahh... niatnya mau membanggakan diri karena sudah berhasil jalan bareng dokter Claudia, ya walaupun cuma jalan pulang menuju apartemen sang dokter. Dengan kata lain Yudha udah berhasil membujuk sang dokter untuk diantar pulang olehnya.


Yang terpenting trik pertama sudah berhasil.


♥️♥️♥️


Genks cerita Devo bentar lagi kita tamatin aja yaa?

__ADS_1


Ingaat dan Jangan Sampai lupa komentar kalian yeaa!!


__ADS_2