Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 85


__ADS_3

Genks..yang belum bergabung ke grup chat yukk sekarang di klik Ayo Chat dengan Author.


Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


"Kalian sudah cari nama buat cucu Oma yang paling cantik?" mamah Rena mengingatkan Lisa dan Devo


"Aku terserah kakak aja mah" ucap Lisa.


"Siapa Dev nama cucu Oma yang mungil ini?"


mamah Rena menegaskan lagi ucapannya sambil mengelus lembut pipi sang cucu.


"Delishya Putri Kaitlyn yang artinya putri kesayangan yang mungil dari pasangan Devo dan Lisa"


"Bagus Yah!!" Lisa terlihat gembira saat Devo menyebutkan nama lengkap beserta artinya untuk putri mereka.


"Iya Dev, bagus banget. Mama suka, enak didenger nya. Trus panggilannya apa dong?


"Shasya aja gimana Yah?" pinta Lisa.


"Itu juga bagus Bun" Devo setuju dengan pendapat Lisa.


♥️♥️♥️


Siang ini Lisa kedatangan banyak tamu, para relasi bisnis Devo datang mengucapkan selamat pada pasangan yang baru satu hari menjadi ayah dan Bunda. Tidak lupa membawa hadiah untuk bayi mereka, ya ruangan yang itu sudah kini berubah seperti toko. Aneka keperluan untuk baby ada disana.


Tamu bergilir, kini tiba rombongan genk somplak yang mengunjungi keponakan mereka, ya mereka sih menyebutnya keponakan, yang sudah pasti mendapat sanggahan dari sang ayah bayi.


"Hallooo sayaang,,,,,keponakan om yang paling cantik.." sapa Yudha saat membuka pintu ruangan dan Lisa baru saja mulai menyusui kembali bayinya.


"Eeehhh.....tunggu diluar!!" Devo langsung dengan segera menggiring rombongan itu kembali keluar.


"Ya ellahh broo, tamu masa diusir siiie?!! kita jauh-jauh dateng mau liat keponakan baru nih!" Yudha tampak kesal karena diusir keluar.


"Tauu nih anak, kita juga bawa kado!! nih liat!!" Johan ikut memprotes sikap Devo dan memamerkan paper bag yang dibawanya.


"Bini gue lagi nyusui anak gue! Win? kamu aja yang masuk ya?!" Devo hanya mengijinkan Wina yang masuk kedalam ruangan karena ia berpikir Wina dan Lisa sesama perempuan.


Dan Wina pun langsung masuk setelah pamit pada tunangannya, "mas Afi aku masuk duluan ya"


"Iya sayaang bye..bye..muuach!!"


"Bussyeet...lebay banget Lo Fi!! kepisah pintu aja pamit nya kayak orang mau perang"


Yudha menyolot karena melihat tingkah sepasang kekasih itu.


"Lahh biarin aja, cewek..ya cewek gue....napa lo yang marah" sahut Afi membela diri.


"Didalem ruanganya kan luas Dev, kita nunggu disofa aja daripada didepan pintu begini" Johan bersuara lagi.


"Enak aja lo, aset gue bakal lo tonton seenak jidat lo"


"Mereka kali tuhh!!" sahut Afi menunjuk Yudha dan Johan dengan dagunya. "kalo gue sih udah punya" Afi berlagak sombong.


"Sombong!! mentang-mentang udah punya pabrik susu sendiri" Yudha nyeletuk tanpa berpikir.


"Ada apa ini?? kok ramai-ramai diluar?!" tanya dokter Claudia menengahi perdebatan genk somplak itu.

__ADS_1


"Tolong kita dong Bu dokter. Kita nggak boleh masuk!!" Yudha merengek pada dokter Claudia tanpa disadari tangan Yudha sudah bergelayut dilengan sang dokter.


"Woooyy....jaga tuh tangan, kelayaban seenaknya aja!" Devo menepis tangan Yudha dari lengan dokter Claudia.


"Ehh...iya.. maaf ya bu dokter?" ucap Yudha cengengesan.


"Tau nih anak, di bogem sama lakinya baru tau rasa lo Yud!" Johan menakut-nakuti sahabatnya.


"Waduuh!!" maaf ya dokter?! salam buat suaminya" Yudha mengangkat dua jarinya dihadapan dokter Claudia bermaksud mengajak damai.


Dokter Claudia tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan kelakuan para lelaki dihadapannya.


♥️♥️♥️


Didalam ruang rawat,


"Dev, dokter bini lo cakep ya, tapi sayang udah punya___" omongan Yudha terpotong oleh celetukan Lisa.


"Masih single tuhh!!" Lisa berucap tanpa tau ujung dari kalimat Yudha dan apa yang akan Yudha lakukan setelahnya.


"Serius??!" Yudha bersemangat meyakinkan ucapan Lisa.


"Duhh Bunda, kenapa dikasi tau siie!" Devo menyesalkan ucapan istrinya.


"Lohh, emang dokter Claudia masih single kan Yah?" Lisa dengan polosnya meyakinkan ucapannya.


"Maksud ayah jangan bilang sama cecunguk ini nih!! bisa bahaya deh kalo dokter Claudia di gebet sama si Yudha


"Eehh???" Lisa masih belum mengerti maksud dari perkataan suaminya.


"Dev bagi nomer nya dong?!" pinta Yudha dengan wajah memelas.


"Ya elahh gue cuma minta nomor hp doang Dev"


"Iya, tapi kelanjutannya yang gue khawatir, anak orang ntar lo maenin kan kasian. Lagian gue kan bakal berurusan sama tuh dokter selamanya"


"Haah?? maksudnya apaan Yah?? selamanya??" Lisa makin bingung dengan obrolan keempat laki-laki itu yang semakin tidak jelas.


"Ya kan kita bakal bikin adik-adik buat dedek Bun"


"Dedek aja umurnya baru sehari, udah mikirin bikin adik-adiknya. Sakitnya masih berasa Yah! nggak ahh Bunda nggak setuju!"


"Mas!! sini!!" panggil Wina pada Afi.


"Hemm..kenapa Yang" Afi menghampiri kekasihnya.


"Mauu....lucu banget!" Wina menggendong bayi Lisa dan merasa gemes melihat bayi mungil yang ada dipangkuannya.


"Ya udah yuukk!! kita ke apart sekarang!" Afi mengajak Wina ke apartemennya.


"Waduuhh??? ada yang lebih bahaya nihh!!"


protes Johan mendengar obrolan sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah.


♥️♥️♥️


Dua hari dirumah sakit akhirnya dokter Claudia mengijinkan Lisa dan bayinya pulang, dan kembali ke rumah sakit seminggu kemudian untuk kontrol kondisi ibu dan bayi.


"Bun??"

__ADS_1


"Heemm..."


"Bunda??"


"Iyaa ayaah..."


"Ayah sampe kapan puasanya??" Devo bertanya pada istrinya karena pesan dokter Claudia saat konsultasi sebelum pulang.


"Tiga bulan Yah!"


"Haahh??! nggak salah Bun? kok lama banget.


"Ya nggak lahh"


"Hadeehh...tega banget siih Bun, ayah kan udah puasa dua mingguan nih"


Devo tampak gusar karena larangan kunjungan yang diterapkan oleh dokter kandungan Lisa tersebut.


"Sabar ya Yah, Bunda bayangin nya aja masih linu"


🤵Emang bener Thor harus 3 bulan?


🧕Kayaknya sih cuman 40 hari Dev, tapi gak tau juga deh kalo emak-emak yang lain.


Devo membuang nafasnya kasar dan merebahkan tubuhnya disebelah Lisa.


Dikepalanya saat ini hanya memikirkan bagaimana nasib Mr.P kalo harus puasa selama itu.


♥️♥️♥️


Waktu berlalu begitu cepat, usia Shasya genap satu bulan. Lisa merencanakan sebuah akikah untuk putri mereka. Mengundang perkumpulan pengajian di komplek tempat ia tinggal, walaupun acaranya tidak terlalu mewah namun mereka sangat berbahagia karena karunia yang tak terhingga kepada mereka.


Sebelum mengadakan acara yang sudah direncanakan Lisa membuat sebuah album yang berisi foto-foto cantik putri mereka.


Lisa dan Devo tidak ingin kehilangan setiap momen yang dialami sang putri dan mereka akan mengabadikan melalui foto tersebut.








♥️♥️♥️


Genks sambil nunggu Lisa dan Devo up kalian bisa baca novel karya kedua ku berjudul


"Serpihan Cintaku"


genre romantis dan bakal bikin kamu baper.


Seperti biasa selalu dukung dengan cara like, komen, and vote ya.


love you forever my readers 😘😘

__ADS_1


__ADS_2