Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 125


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


Lisa berhasil membawa putri dan suaminya keluar dari restoran itu dan meninggalkan keluarga Nathan. Mungkin David beranggapan keluarga Caca tidak memiliki sopan santun karena meninggalkan pertemuan yang sudah diatur sedemikian rupa oleh putranya.


"Apa yang bisa kalian jelaskan padaku?!" tanya Nathan dengan wajah datar dan dingin.


David hanya diam karena iapun tidak mengerti dengan semua kejadian yang baru saja terjadi. "Sabar nak!" ucap David mencoba menenangkan putranya yang tampak kacau.


Dan Aurel membisu, bibirnya tak kuasa berkata. Ia tidak menyangka jika Lisa dan Devo yang akan menjadi calon besan mereka. Namun ia juga tidak tahu bagaimana menjelaskan semua masa lalu yang dulu terjadi antara dirinya, Lisa dan juga mantan suaminya itu.


"Siapa Dareen??!" tanya Nathan tegas pada mommy dan daddy nya. "tolong jelaskan padaku sekarang!" pinta Nathan tidak sabar.


Wajah dan tatapan David pun penuh tanda tanya pada Aurel, ia juga meminta penjelasan dari istrinya.


"Oke, mommy akan jelaskan pada kamu nak! tapi mommy minta kamu tenang" Aurel mulai menceritakan kejadian yang terjadi puluhan tahun silam pada Nathan dan juga David suaminya.


Aurel mulai menjelaskan panjang lebar tentang kisah hidupnya. David dan Nathan mendengarkan dengan seksama, mereka berdua tidak ingin melewatkan satu momen pun dari setiap cerita Aurel.


"Jadi Dareen??" Nathan masih meyakinkan dirinya tentang siapa Dareen.


"Ya, Dareen adalah Leo!" tegas Aurel.


Mendengar semua cerita dari mommy sambungnya, Nathan menghela napas panjang. Mungkinkah keluarga Caca akan memaafkan perempuan yang mengurus dan menyayanginya sejak ia masih anak-anak.


Tapi ia juga tidak mau kehilangan gadis yang sampai saat ini ia sayangi.


"dad? what can I do? I love her so much!"


"Dad? apa yang harus aku lakukan? aku sangat mencintainya!"


Nathan secara langsung meminta dukungan pada papanya.


"Kejar dia, kami akan mendukungmu nak!" ujar David pada putranya. Dan saat itu juga Nathan bergegas menyusul gadisnya. Ia harus tetap mempertahankan wanita yang ia cintai agar tetap bersamanya.



__ADS_1



Sekarang Aurel dan David hanya tinggal berdua setelah Nathan meninggalkan tempat itu. "Honey, terima kasih kau memaafkan semua masa laluku." Aurel menggenggam tangan suaminya. "aku tidak jujur dengan semua yang aku alami dimasa lalu, aku tidak berniat membohongimu. Aku hanya ingin membuka lembaran hidupku yang baru bersama kalian, aku ingin mengubur semua yang pernah terjadi dalam hidupku sebelumnya. Kau dan Nathan sudah membuat aku dan Leo bahagia Kehadiran kalian___" kalimat Aurel terpotong, isak tangisnya menghalangi ucapan yang akan keluar dari mulutnya.


"Honey, sudahlah! setiap orang punya masa lalu. Begitupun dengan aku, apapun yang terjadi denganmu sebelum kau bersamaku tidak akan merubah rasa cintaku padamu. Aku tidak peduli siapa Darren atau Leo, aku akan selalu menyayangi anak itu seperti kau juga telah menyayangi Nathan.


Makan siang yang tertunda akibat drama masa lalu kini sudah tersaji, namun mana mungkin mereka menghabiskan semua hidangan itu. "Waiters!" Aurel memanggil seorang pelayan yang baru saja menyajikan makanan-makanan lezat dimejanya.


"tinggalkan makanan yang ini...ini...dan ini...yang lainnya ambil untuk kalian!" Aurel menyuruh pelayan mengambil beberapa piring makanan yang tadi sudah Nathan pesan.


"Maaf Bu?!" sang pelayan bingung dengan perintah Aurel.


"Kami tidak akan mampu menghabiskan semua makanan ini, jadi ambillah untuk kalian.


"Baik bu, terimakasih!" sang pelayan senang bukan main mendapat makanan lezat dan mahal, yang Nathan pesan tadi semuanya adalah hidangan mahal dan menu favorit di restoran tersebut. Walaupun ia bekerja direstoran itu tapi ia belum pernah menyicipi semua jenis makanan, termasuk yang Aurel berikan padanya.


♥️♥️♥️


"Bunda?!...ayah?!. kalian kenapa sih??! sebenarnya apa yang terjadi. Kalian sudah mengenal keluarga Nathan?!" sepanjang perjalanan menuju kediamannya Caca terus saja mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya bingung sedari tadi.


Namun Lisa dan Devo tetap bungkam, entah mereka tidak berniat memjawab atau hanya menunggu waktu yang tepat.


"Mas?" ternyata Nathan yang menghubunginya, "Maaf!" Caca mulai terisak, ia merasa bersalah dengan sikap kedua orangtuanya, terlebih bunda Lisa yang memaksa dirinya untuk meninggalkan restoran tadi.


"Sstt...jangan menangis sayaang, mas on the way kesana. Kamu tenang ya!" Nathan berusaha menenangkan gadisnya dan segera mengakhiri percakapan singkatnya dengan Caca.


Devo mendengar pembicaraan putrinya,


"Nanti ayah jelaskan sayang kalau kita sudah sampai dirumah" Devo juga berusaha menenangkan Caca.


Sedangkan Lisa hanya diam, ia sangat terkejut dengan semua ini. Mengapa dunia sempit sekali hingga keluarganya harus bertemu lagi dengan orang yang dulu sangat ia hindari.


♥️♥️♥️


Setibanya mobil dikediaman Devo, Caca langsung berlari masuk kedalam kamar.


Ia menangis, kenapa saat hatinya mulai terbuka untuk Nathan dan rasa sayang serta cinta mulai bersemi namun orangtuanya justru akan memisahkan mereka oleh sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerti. Devo merangkul Lisa untuk menyusul ke kamar putri mereka.


Isak tangis Caca pecah sejak ia memasuki ruang pribadinya, "Kenapa bun?! sebelum aku menerima mas Nathan kalian semua mendukung aku untuk menerima mas Nathan! tapi kenapa sekarang bunda menjauhkan aku, sekarang aku sudah sayang sama mas Nathan! kalian egois!!"

__ADS_1


Caca memprotes tindakan bundanya.


"Sayang, dengar dulu penjelasan bunda nak!" Lisa di sisi ranjang, ia mencoba merangkul putrinya agar lebih tenang.


Belum sempat Lisa menuturkan penjelasan pada Caca, asisten rumah tangga dirumah itu datang.


Tok..tok.. tok...suara ketukan pintu terdengar.


"Masuk bi!" Devo memerintahkan art tersebut untuk masuk.


"Permisi bu..pak...ada pak Nathan dibawah!"


"Mas Nathan?!" Caca menoleh kearah bi Inah dan langsung berlari hendak menghampiri kekasihnya dan diekori oleh Lisa dan juga Devo.


Caca langsung menghambur kepelukan lelakinya, ia menangis didada kekasihnya itu.


"Mas?? hiks...hiks.." Caca tidak bisa mengucap kata dalam tangisnya.


Nathan membelai lembut rambut gadisnya, "sabar ya, mas akan selesaikan masalah ini, kamu tenang ya!"


Mendengar ucapan Nathan barusan membuat hati Caca sedikit tenang, ia percaya dengan semua yang Nathan akan lakukan, ia laki-laki yang bertanggung jawab.


Lisa dan Devo datang menghampiri Caca dan Nathan, putri mereka masih ada di pelukan Nathan ketika itu.


"Om..tante...saya sudah tahu semuanya, mommy sudah menjelaskan pada saya. Tolong jangan pisahkan saya dengan Caca, kami tidak bersalah atas masa lalu om dan tante dengan mommy saya."


"Kamu Dareen?" jawab Devo singkat, itu adalah satu-satunya pertanyaan yang terngiang dikepalanya sejak tadi.


"Bukan Om, Dareen adalah Leo, dia adikku!" jawab Nathan.


"Adik??" ucap Lisa dan Devo bersamaan.


Bagaimana bisa?? batin Devo.


♥️♥️♥️


Sekarang Caca dan Devo yang dibuat bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Lebih tepatnya mereka penasaran dengan kehidupan Aurel setelah menghilang dari kehidupan mereka dua puluh tahun silam.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa like and coment nya ya gaeess 🥰


__ADS_2