Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 83


__ADS_3

Happy Reading genks 😍😍😍


♥️♥️♥️


Tidak sampai setengah jam mereka semua sudah ada di rumah sakit tempat dimana Lisa akan melakukan persalinan.


"Dev, gimana keadaan Lisa?" mamah Rena baru saja tiba dan ia langsung menuju keruang bersalin rumah sakit yang biasa Lisa datangi untuk kontrol kandungan setiap bulan.


"Masih didalam mah, aku belum boleh masuk" Devo menjelaskan dengan gerak tubuh penuh kekhawatiran.


Papah Kevin yang mengekori istrinya sejak masuk pintu rumah sakit, menghampiri dan menepuk bahu Devo tanpa ucapan namun tampak diwajah sang papah seakan memberikan ketenangan pada hati putranya yang sedang gelisah.


"Pah??" ucap Devo.


"Tenang, kita berdoa" jawab papah Kevin penuh wibawa.


Tak lama kemudian mang Didin muncul menenteng sebuah tas yang berisi pakaian ibu dan bayi yang tertinggal dirumah.


Nani melihat tas yang sudah jauh-jauh hari disiapkan olehnya malah tidak terbawa karena majikannya terlalu panik.


"Pak Devo?" seorang suster membuka pintu ruangan dan memanggil Devo.


"Saya sus?" Devo menjawab dengan tegang.


"Silahkan masuk pak, istri anda minta ditemani"


"Bayi saya sudah lahir sus?"


"Belum pak, masih pembukaan lima"


"Ohh iya" jawab Devo bingung karena tidak memahami yang barusan disampaikan oleh suster.


"Dokter??" Devo menghampiri meja dokter.


"Masih pembukaan lima pak"


"Maksudnya?" Devo meminta penjelasan pada dokter Claudia.


"Pembukaan pada jalan keluar bayi berdiameter 5 centimeter dan kontraksinya masih suka hilang" dokter Claudia menjelaskan secara detail.


"Istri saya bisa melahirkan secara normal atau harus caesar dok?"


"Kita harus lihat perkembangannya ya pak?


"Saya nggak tega dok lihat istri saya kesakitan"


"Bapak tenang ya, jangan panik. Berikan kekuatan untuk istri bapak" dokter Claudia menasehati Devo.


"Ayah?? Lisa senang sekali dengan kedatangan Devo.


"Bunda makin cantik aja deh" Devo merayu Lisa untuk menghilangkan ketegangan.


"Gombalnya nanti aja deh Yah, waktunya nggak pas!" sahut Lisa sambil tersenyum, saat ini Lisa bisa tersenyum karena rasa mulas sedang menghilang untuk sementara.

__ADS_1


"Dedek?? sayaang?? jangan rewel ya?? kasian Bunda" Devo mengelus perut istrinya yang terkadang bentuknya berubah karena posisi bayi yang sedang mencari jalan keluar untuk melihat dunia.


Baru saja beberapa detik Devo berucap, Lisa kembali meringis. "Aaaahhh!!!" tangannya sudah mencengkram lengan Devo.


"Dokter!!! aawwww!!!" Devo memanggil dokter Claudia dan ikut berteriak karena menahan sakit karena cakaran Lisa pada lengannya.


"Ok, atur nafas ya bu, ikuti arahan saya" dokter Claudia mulai mengambil posisi untuk segera melakukan persalinan pada pasiennya.


"Huuft....huuftt....aaaggh!!!" Lisa sudah mulai mengambil nafas dan mengejan, namun tarikan pertama belum berhasil.


Devo sangat tidak tega melihat istrinya kesakitan, wajah Lisa sudah memerah dan dipenuhi keringat.


Lisa beristirahat sejenak, beberapa menit kemudian ia merasakan kontraksi datang lagi. Kembali menarik nafas Lisa mulai mengejan lagi.


"Kita mulai lagi ya bu, ok.. satu...dua...ya!!!"


Dokter mengarahkan Lisa, kali ini kepala bayi sudah terlihat.


Dalam sekali tarikan nafas Lisa mengejan sekuat tenaganya, "aaaagggh....." kuku Lisa sudah menancap dikulit lengan Devo.


"Oooaaa.....oooaaaa....oooaaaa..." dan akhirnya suara seorang bayi berhasil menggema diruangan bersalin itu.


"Alhamdulillah,,,bu Lisa, selamat ya putrinya cantik" ucap dokter Claudia.


"Perempuan dok?" tanya Lisa memastikan.


Air mata Lisa mengalir tanpa direncanakan, bahagia tidak terkira ia rasakan. "terima kasih dokter" ucapnya lagi pada sang dokter.


"Makasih sayang!" Devo mengecup kening Lisa yang masih berkeringat dan terkulai lemas karena kelelahan.


♥️♥️♥️


Kira-kira tiga puluh menit bayi perempuan Lisa selesai dibersihkan dan di adzan kan oleh sang ayah pada telinga kanannya.



"Cantik seperti Bunda" ucap Devo ketika bayi mereka diberikan pada Lisa untuk diberikan asi.


Lisa tersenyum, tak ada kata yang bisa mewakilkan rasa bahagianya saat ini. Tuhan sudah begitu baik padanya,,,


"Ayah...ibu... cucu kalian sudah lahir. Doakan kami dari surgamu ya. Smoga keluarga kecilku selalu bahagia" Lisa berkata dalam hati.


Permohonan restu Lisa pada kedua orangtuanya yang telah tiada. Air matanya tak terbendung mengingat almarhum ayah dan ibunya. Namun semua sudah terbayarkan oleh hadirnya putri mungil yang kini sudah berada dipelukan Lisa.


♥️♥️♥️


Satu jam kemudian Lisa dipindahkan keruang pemulihan, barulah disana pengunjung boleh menjenguknya.


Devo sudah jauh-jauh hari membooking kamar VVIP khusus untuk istri dan anaknya.


Diruangan itu ibu dan bayi diperbolehkan berada dalam satu ruangan, mereka hanya berbeda ranjang saja.


Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan mamah Rena, sejak dulu ia sangat merindukan seorang anak perempuan namun ia tidak pernah memilikinya, kini ia mendapatkan seorang cucu perempuan. Rasanya ia sudah tidak sabar untuk memamerkan cucu cantik yang kini sudah ada dihadapannya.

__ADS_1


Dikarenakan keadaan Lisa yang membutuhkan istirahat setelah memperjuangkan kehidupan seorang insan ditambah lagi hari yang semakin larut, maka dokter menyarankan kepada pengunjung yang lain untuk tidak memenuhi ruangan pasien, khawatir akan mengganggu kenyamanan pasien rumah sakit.


🧕 Dengan kata lain kalian tuh diusir tauu!!


Udah malem, berisikk!!


👨‍👩‍👦‍👦Oouh gitu ya Thor??!


🧕 Eehh??? dia pada nggak nyadar 🤦


♥️♥️♥️


Suasana kamar inap sudah hening, Devo lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di sofa dekat dengan ranjang Lisa daripada sebuah ranjang yang telah tersedia untuk keluarga pasien.


Memandangi dari kejauhan dua orang yang telah mengisi hidupnya.


"Ooaaa....oooaa..." tiba-tiba si bayi menangis kencang.


"Putri ayah kenapa?? haus ya??!" Devo langsung menghampiri dan menggendong bayinya.


Menimang- nimang sang bayi berharap tangisnya akan segera berhenti, ternyata justru membuat Lisa terbangun karena suara bising dari tangis bayi mereka, "kenapa Yah"


"Mungkin haus Bun"


"Tapi air susu Bunda masih sedikit Yah."


"Dicoba aja ya?" Devo memberikan bayi dari gendongannya pada Lisa.


Dan benar saja, putri mereka haus. Mencoba untuk menyusui putrinya, suasana hening seketika karena mulut mungil sang bayi sudah penuh dengan dot alami milik sang Bunda.


Lengan Devo berdarah, sepertinya Lisa sudah hapal dengan luka itu, "Ayah??" mengusap luka Devo. Tatapan wajah Lisa penuh penyesalan karena luka yang dibuat olehnya.


"Nggak apa-apa Bun, nggak sakit kok"


"Berdarah Yah, maaf ya"


"Ini nggak ada apa-apanya Bun, kalau dibandingkan dengan rasa sakit Bunda.


Luka dan sakit bunda lebih beribu kali lipat dibanding luka ayah. Makasih Bunda sudah memberikan harta paling berharga buat ayah"


Devo membelai lembut rambut istrinya yang sedang asik menyusui.


"Udah siapin nama?" tanya Lisa.


"Ayah sih sudah punya. Bunda gimana?"


"Bunda terserah ayah aja"


♥️♥️♥️


Alhamdulillah,,, berkat doa readers semua, bayi Lisa lahir dengan selamat.


Jangan lupa like n komen ya.

__ADS_1


vote nya juga ku tunggu lohh 😍😍


__ADS_2