Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 59


__ADS_3

Yuhuuuyy...


Happy Reading genks 😘😘


♥️♥️♥️


Pagi ini Nani terbangun paling awal dibandingkan dengan yang lain. Karena memang ia sudah terbiasa seperti itu setiap harinya, meninggalkan Wina yang masih terlelap.


Brraakk...braakk... Devo mengetuk pintu tiga bujang somplak dengan telapak tangan, hingga menghasilkan suara yang sangat gaduh.


"Wooyy,,,bangun!!!! kita olahraga. Cepeett!! ntar embun paginya keburu kabur deh kalo lo pada kesiangan"


Devo berkicau pagi-pagi, seperti ibu-ibu yang lagi bangunin anak perawan. "Cepeet buka pintu!!"


Dengan langkah berat dan mata yang yang masih tertutup Yudha membukakan pintu kamar mereka dan kembali merebahkan tubuhnya ditengah-tengah dua bujang lainnya.


"Yeee,,,malah tidur lagi, banguun!!" Devo menarik karet kolor celana boxer yang dikenakan Yudha.


"Ya ellahh Dev..gue kan masih ngantuuuk!" ucap Yudha sambil membetulkan celana boxer yang melorot akibat ulah Devo.


"Iyaa...gue juga, lagian kan kita lagi liburan.. bangun siang nggak apa-apa dong broo?!" suara serak Johan menimpali.


"Hoo ooh,,,masih malem pada mau kemana sihh??! mata gue masih ngantuk Dev, kalian aja dehh. Gue kan baru tidur pules jam tiga"


Tanpa sadar Afi mengoceh.


"Apaan??"


"Haahh??"


"Lo begadang sendirian??"


Tanya ketiga laki-laki dikamar itu dengan wajah penasaran.


"Jangan bilang lo____??!"


"Busset..cari kesempatan nih anak!"


"Curang banget nih anak!! enak sendirian"


"Aawww!!! sakit broo!!" Afi teriak kesakitan karena ketiga sahabatnya itu memukulinya dengan bantal.


Flash back


Tadi malam kira-kira jam sepuluh, ketika mamah Rena dan papah Kevin masuk kedalam villa dan disusul oleh para perempuan, tinggallah para lelaki ditaman bersenda gurau, membicarakan hal-hal mulai dari kisah Devo dengan Lisa, bisnis, jodoh yang tak kunjung tiba, hingga hal nyeleneh yang membuat mereka saling membuka aib masing-masing.


Satu jam setelah itu mereka pun masuk ke dalam villa dan menuju ke dalam kamar yang masih kosong, karena ada empat kamar yang tersedia, satu kamar sudah terisi oleh kanjeng mamih dan suaminya, kamar kedua sudah terisi oleh Nani dan Wina, kamar berikutnya ditempati Devo dan ibu negara, dan kamar terakhirlah yang tersisa. Maka itulah kamar yang dipakai oleh tiga bujangan yang sudah tidak suci lagi.


Melihat kedua sahabatnya sudah terlelap, namun Afi belum juga bisa memejamkan matanya. Dan pikirannya pun telah dihinggapi oleh bayangan wajah Wina.


Memutuskan untuk mengajak Wina ngobrol,

__ADS_1


tok...tok.."Win?? Wina?? udah tidur yaa??"


Afi mengetuk pintu kamar Wina, dan berbisik memanggilnya khawatir akan membangunkan yang lain jika ia bersuara terlalu kencang.


"Iya mas" suara Wina menyahut dari dalam.


Hanya tiga puluh detik pintu kamar pun terbuka, Afi agak tercengang melihat Wina yang sudah siap dengan piyama berbahan satin, membuat tonjolan di dadanya kelihatan kentara. Ya itu karena ia memang berniat untuk tidur.


"Udah ngantuk??" tanya Afi


"Belom siih"


"Ngobrol yukk?!" ucap Afi sambil menunjuk ke arah taman.


Walau udara dingin malam itu terasa menusuk, namun tak mereka hiraukan karena


duduk bersebelahan dengan orang yang disukai rasanya seperti ingin terus bersama.


Ditambah dengan cahaya rembulan yang bersinar membuat suasana semakin romantis.


"Pengen deh kayak Devo" Afi membuka obrolan.


"Iya..seneng ya liat mereka, rasanya jadi pengen cepet nikah"


aiihh... Wina udah kode-kode nihh.


"Sama Win, mas juga. Jadi ngiri dehh, kayaknya hidup berumah tangga itu nggak menakutkan seperti yang aku duga"


"Kamu cantik kalo tertawa lepas kayak gitu" nahh...Afi mulai ngerayu tuhh.


"Mas bisa aja, gombal ahh. Kalo cantik buktinya sampe sekarang belom ada yang melamar"


aaihh.... kode-kode lagi nihh,,,wooyy!! ayo mainkan mas brooo!!!


"Kalo aku yang melamar kira-kira diterima nggak?"


Naahh, begitu Fi..udah bener tuhh, tinggal nunggu jawaban.


"Serius mas mau melamar aku??"


"Iya, kita kan udah sama-sama dewasa, nggak usah pake pacar-pacaran lagi dehh! pacaran nya nanti aja kalo udah resmi" Afi beneran lagi ngerayu nih.


🧕 bilang aja lo udah ngebet Fi.


🕴️Ya namanya juga usaha Thor. Doain ya


🧕 Iya..semoga diterima ya broo


"iihh...aku nggak lagi ngimpi kan?!" Wina menepuk-nepuk kedua pipinya.


Dengan tiba-tiba Afi mendaratkan ciuman lembut ke bibir Wina. Walau hanya sekilas.

__ADS_1


Dan Wina hanya diam terpana memandang wajah Laki-laki yang baru saja melamarnya.


"Gimana?? masih berasa mimpi?" tanya Afi.


Wina masih diam, tangannya memegang bibir yang baru saja mendapat kecupan hangat dan membuat jantung Wina berdebar cepat.


"Masih belom percaya?!" ucap Afi.


Dan untuk kedua kalinya Afi mengecup bibir Wina demi meyakinkan perempuan yang ada dihadapannya. Kecupan itu terus berulang, posisi duduk yang masih berjarak kini sudah merapat, kedua tangan Afi menangkup wajah perempuan cantik yang sudah berhasil memikat hatinya.


"Nggak usah kamu jawab buru-buru, santai aja. Tapi jangan kelamaan juga,, ntar mas keburu lumutan"


"Kalo jawab sekarang boleh??!" ucapan Lisa bikin jantung Afi deg-degan.


"Kalo emang mas Afi bener-bener serius aku mau kita menjalani hubungan yang lebih serius"


"Yess..." Afi mengepalkan tangannya. "Hampir aja mas jantungan takut ditolak kamu Win"


Tanpa terasa mereka telah menghabiskan waktu ditaman hingga lewat tengah malam, mengakhiri obrolan tentang masa depan mereka dengan pelukan mesra dan tentu saja ditambah dengan ciuman yang lebih bersensansi. Bibir Afi dan Wina saling memanggut dan lidah mereka saling berbelit menjadikan tubuh mereka panas ditengah-tengah udara dingin yang menusuk.


Flash on


"Lamaran gue diterima guys!" Afi kini bersemangat mengingat Wina semalam telah mau untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengannya.


"Ayah?? kamu ngapain disitu?" suara Lisa mengakhiri keseruan pagi itu.


"Bun, kita mau lari pagi dulu ya. Mumpung lagi dapet suasana sejuk nih, kalo di Jakarta kan pagi-pagi udah ngirup bau asap knalpot"


"Oke deh,,,Bunda mau jalan-jalan ke kebun teh dulu ya Yah?!"


"Kamu perginya sama siapa Bun?! jangan pergi sendiri lohh!"


"Iya ayah.... Bunda sama mamah, Nani, Wina juga ikutan kok"


"Ajak Bi Sari ya Bun, dia lebih ngerti daerah sini. Terus kamu juga jangan terlalu cape nanti kakinya bengkak lagi"


Devo sangat perhatian pada istrinya, apalagi dengan kehamilan istrinya itu.


♥️♥️♥️


Olahraga yang terpisah antara grup perempuan dan juga grup laki-laki berjalan tanpa kendala, pagi ini mereka memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ya walaupun tetap ada drama yang bikin heboh, itu karena mamah Rena tidak ikut andil dalam percekcokan tadi pagi.


♥️♥️♥️


Seperti biasa ya shaayy....


like


komen


vote

__ADS_1


ditunggu yaa.....


__ADS_2