Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 51


__ADS_3

wahh... gara-gara Lisa nih,,author hampir di bully readers 😟😟


Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


Devo kini sudah berhadapan dengan istrinya, namun tak ada lagi rayuan atau bujukan seperti sebelumnya.


"Aku nggak mau kamu menikah sama aku karena terpaksa, jika kamu memang tidak bisa memaafkan aku its Ok, aku mengerti. Dan jika kamu tidak nyaman hidup bersama dengan aku,,aku minta maaf. Silahkan pilih jalan yang kamu suka, aku cuma berharap kamu bahagia"


Rentetan kalimat itu kini tak lagi sekeras tadi, Devo tidak ingin memaksakan kehendaknya.


"Kak??" air mata Lisa tak kunjung berhenti.


"Aku nggak ingin kamu menyesal karena sudah terpaksa hidup sama aku Lis, kamu jangan khawatir...aku akan menanggung semua biaya anak itu. Jangan sampai kamu terbebani"


Jikalau memang benar ada pepatah yang bilang cinta tak harus memiliki, mungkin Devo akan mengalami hal itu.


"Kakaaak...huhuhu....aku nggak mau!!"


Lisa memeluk Devo sambil terisak, kedua tangannya melingkar erat di pinggang suaminya.


"Iya..aku paham" Devo bersikap sangat dewasa, ia memahami keinginan Lisa. "Mending kamu istirahat, kasian dedek bayinya diajak begadang tuh.."


"Tapi aku nggak mau!?" air bening dari mata istrinya kini sudah membasahi kaos yang Devo kenakaan.


"Udah...semua terserah kamu" Devo mengelus rambut Lisa yang terlihat berantakan. "ehh..udah mau jadi bunda kok masih cengeng" Devo malah meledek perempuan yang ada di pelukannya.


"Aku sayang kakak, huhuhu..."


"Sayang dan cinta itu nggak boleh karena terpaksa Lis, kalau memang kamu belum bisa nerima aku, nggak apa-apa. Aku yang udah salah maksa kamu tetap disamping aku...maaf yaa. Yukk..aku anter kamu tidur yaa"


Devo mengantar istrinya untuk beristirahat,


"Kak?? aku tulus sayang kakak."


"iya, nggak perlu buru-buru.. masih banyak waktu untuk berpikir. Pilih yang terbaik untuk kamu" sambil menyelimuti istrinya dan hendak meninggalkan Lisa agar lekas tidur.


"Mau kemana??" Lisa beranjak dari posisi tidurnya ketika Devo hendak keluar kamar.


"Aku tidur di sebelah ya!" sambil menunjuk kamar yang berdempetan dengan kamar mereka.


"Ayah tidur sini aja ya?!" Lisa menepuk ranjang disebelahnya tempat dimana suaminya terlelap setiap malam.

__ADS_1


Lisa mulai terbiasa dengan elusan lembut tangan Devo diperut nya. Entah itu keinginan sijabang bayi atau apalah.... yang ia rasakan sentuhan itu membuatnya nyaman.


haahh?? ayah?? Lisa benar-benar memanggilnya ayah?? Devo tersenyum namun di otaknya masih berpikir sebenarnya apa yang ada di pikiran istrinya.


♥️♥️♥️


"Ayah,, bangun.. hari ini ngantor kan?" Lisa membangunkan suaminya yang masih terlelap, masih sama dengan panggilan yang semalam ia ucapkan pada Devo, mereka tertidur setelah drama yang terjadi karena kesalahpahaman. Itu menurut author yaa genks.


Cupp...sebuah kecupan singkat mendarat dengan sukarela dipipi Devo.


"aku nggak salah denger kan??!" masih dengan mata yang enggan terbuka.


"Bangun ayaahh?! sayaaang...nanti kamu telat dehh!!" Lisa masih berusaha membangunkan Devo. "Mau sarapan apa?"


"hmm...apa aja"


"Ayah mandi,, bunda ke bawah ya siapin sarapan" Lisa hendak turun dari ranjang, "tunggu!!" Devo menarik tangan istrinya "aku nggak salah denger kan? atau ini mimpi yaa?!"


Sebutan yang membuat hati Devo senang, ayah...panggilan untuk dirinya kelak jika sang buah hati hadir kedunia.


"cuupp,,,berasa nggak??!" kini Lisa mencium bibir Devo.


"Hee eeh...beneran?? bukan mimpi" tapi Devo tak ingin kecewa, ia tak ingin berharap lagi, hanya akan membuat kecewa pikirnya.


Lisa menghampiri suaminya untuk segera turun, "Jadi hari ini kamu mau kemana?" ucap Devo sambil bercermin, memasang kancing pada kemejanya, saat Lisa masuk kamar.


Pelukan erat dari belakang membuat Devo terkejut, ya bagaimana tidak, kenapa sejak tadi malam sikap istrinya berubah. Mungkin karena kejadian semalam, atau mungkin karena bawaan perempuan hamil??


"Maafin aku ya??" wajah Lisa menempel di punggung tegap suaminya.


"Kenapa?? kok minta maaf?" Devo menggenggam tangan Lisa yang melingkar di pinggangnya. "Nanti aku kasih rekomen buat kamu ya, di perusahaan temen lamaku"


"Gak, aku udah nggak mau ngomongin itu lagi"


Devo bertambah bingung, sebenarnya apa yang diinginkan istrinya.


"Lohh... kenapa?? atau aku yang transfer aja ya gaji kamu seperti biasa"


Ya seperti biasa saat dulu Lisa masih menjadi karyawan Devo.


"Ayah mau kan maafin bunda??" suara Lisa mulai serak


"sssttt.." Devo berbalik "iya,,ayah udah maafin bunda...kan bunda sendiri yang nggak maafin ayah?!"

__ADS_1


Devo menyindir istrinya, kini wajah mereka saling bertatapan. "bunda sayang banget sama ayah" Lisa memeluk kembali sang suami.


♥️♥️♥️


Sabtu ini acara empat bulanan kehamilan Lisa akan diselenggarakan, seperti biasa lagi-lagi mamah Rena yang mengatur semuanya. Dari mulai mengundang para ibu-ibu pengajian komplek tersebut, makanan yang dihidangkan, sampai penceramah yang akan mengisi tausiyah di acara tersebut.


Demi kebahagiaan sang mamah, Devo dan Lisa pun menyetujui apa yang dilakukan mamah Rena. "Dev, temen kamu ada yang mau diundang nggak? biar nanti mamah tambahin list tamu undangannya. Sama sekalian tanyain Lisa juga yaa?!"


"Ya ampun mah,,,nanti aja kali yaa ngomongin nya, nggak di telepon kayak gini! kuping Aku panas nih dengerinya...lagian aku masih banyak kerjaan mahh!?" ini adalah ketiga kalinya mamah Rena menghubungi Devo perihal acara pengajian tersebut.


"Ya kamu kan selalu sibuk Dev,,mamah jadi ribet tauu !!!" mamah Rena sudah mulai pake gas nih ngomongnya..


"Tanya ke Lisa kan bisa mah?!"


"Kan kamu tau sendiri Dev, istri kamu tuh kalo ditanya pasti jawabannya terserah mamah aja, aku setuju.. Bikin mamah tambah bingung tau Dev,,"


"Laahh,, bukannya jadi enak mah, jadi cepet beres kan??"


"Nanti malem kamu kerumah deh! mamah tunggu! bawa menantu mamah sekalian ya!"


Ya ampuuun si mamah rempong banget dehh, maklum aja ya pemirsah. Namanya juga mau punya cucu baru.


♥️♥️♥️


Makan malam hari ini dirumah papah Kevin, Devo dan Lisa memenuhi perintah mamah Rena untuk segera menyelesaikan rencana yang acaranya akan segera berlangsung.


"Paling cuma keluarga tante Ani mah sama yang Wina temen aku yang bakal dateng" Lisa menjelaskan perihal tamu yang akan ia undang selain para tamu undangan dari kerabat dan teman-teman sang mamah Rena mertua.


"Kalo kamu Dev, siapa yang mau diundang?!"


"Siapa lagi mah?! palingan mereka yang suka gokil itu"


"Orang kantor nggak ada yang kamu undang Dev?!"


"Nggak lahh!!" Devo menjawab dengan cepat, khawatir Lisa akan menjadi sensitif mendengar tentang karyawan di perusahaannya.


"Ayah, aku mau boleh undang mbak Yola?"


"haah?? apa??...apa??... mamah nggak salah denger kan barusan??! ciiee...ciieee... ayah nih yeee??!" mamah Rena menggoda putranya.


"Ya nggak lahh! kan emang sebentar lagi aku bakal jadi ayah" sahut Devo menimpali ejekan mamahnya. Sedangkan Lisa hanya tersenyum malu mendengar mamah mertuanya mengejek ucapan dia barusan.


♥️♥️♥️

__ADS_1


vote...vote...vote...


__ADS_2