
Haayy...apa kabar kalian genks...smoga kita semua sehat-sehat ya.
Niatnya Author mau buat seguel untuk Johan dan Nani dengan judul baru ya genks, menurut kalian gimana?
Kasi komentar di kolom komen yaa
Happy Reading 😍
♥️♥️♥️
Perjalanan kehidupan dilakoni setiap insanNya dengan berbagai cerita yang berbeda. Ada yang dirasa sedih, terkadang lucu hingga membuat kita tertawa. Namun ada rasa yang dituju oleh semua, ya....Bahagia itulah bagian yang paling didamba.
Tidak akan terasa jika kehidupan dijalani dengan rasa syukur maka semua akan terasa cepat berlalu, hari demi hari berganti bulan lalu silih berganti dengan tahun. Dan tanpa bisa menolak usia pelakon sandiwara dunia pun bertambah.
...20 TAHUN KEMUDIAN...
Hari ini tepat sekali anniversary Devo dan Lisa yang ke 22 tahun. Usia pernikahan yang tidak mudah bagi mereka, semua rintangan dan cobaan bisa mereka lewati bersama berkat cinta dan kasih yang tulus dari keduanya. Dan tentunya dukungan dari semua orang-orang tersayang.
Kini usia Shasya 21 tahun, Caca tumbuh menjadi seorang gadis cantik dan periang, begitulah Shasya menyebut namanya karena sejak kecil ia sulit mengucapkan huruf "S".
Caca juga menjadi seorang kakak yang sangat sayang terhadap Adhitama Putra Syahreza, yang artinya anak lelaki tampan yang memiliki hati Devo kuat dan menyayangi banyak orang. Tama adalah adik laki-laki satu-satunya yang ia miliki, usia mereka terpaut 6 tahun
Karena setelah melahirkan Tama, Lisa dan Devo tidak mau menambah momongan lagi. Dengan alasan Devo tidak tega melihat Lisa mengalami masa- masa ngidam yang selalu membuat istrinya lemah dan hampir tak berdaya.
♥️♥️♥️
"Happy anniversary Ayah dan Bunda" ucap Caca dan Tama berbarengan saat masuk kekamar kedua orang tuanya tanpa permisi dan mengetuk pintu. Caca membawakan kue tart yang ukurannya tidak terlalu besar bahkan bisa dibilang terlalu kecil.
Untung saja sedang tidak ada adegan ranjang didalamnya, kebetulan memang masih jam tujuh malam. Rutinitas Devo dan Lisa sudah berganti jadwal semenjak anak-anak mereka tumbuh besar. Biasanya mereka melakukan adegan yang membuat tubuh mereka berkeringat menjelang tidur, namun kini tidak lagi.
Alasannya adalah Caca dan Tama lebih suka menghabiskan waktu mereka setelah makan malam dikamar orangtuanya, walau hanya untuk mengobrol atau menonton televisi sambil bermanja-manja dengan sang Bunda.
"Hhmm... so sweet...Makasih sayang" Lisa mencium dan memeluk Caca dan Tama.
"Ya ampun... Bunda aja lupa kalau hari ini tanggal pernikahan Bunda sama Ayah. Tapi kalian__" Lisa tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ia benar-benar excited dengan kejutan dari kedua anaknya tersebut.
__ADS_1
"Ayah mana Bun?" tanya Tama karena tidak melihat keberadaan sang Ayah.
"Masih didalam" jawab Lisa sambil menunjuk pintu kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Tidak lama kemudian Devo keluar dari dalam kamar mandi, "Waduhh...ada apa nih?! kok ada lilin segala?!" Devo bertanya karena melihat Lisa memegang kue tart yang diberikan oleh Caca dan lilin yang berada diatasnya belum ditiup oleh Lisa karena masih menunggu Devo selesai mandi.
"Yah, dari Caca sama Tama" jawab Lisa.
"Happy anniversary ya Yah" ucap Caca dan Tama berbarengan dan keduanya langsung memeluk erat sang ayah.
"Makasih ya sayang" Devo mencium puncak kepala kedua anaknya secara bergantian.
"Maaf ya Yah, Bunda lupa hari anniversary kita" ucap Lisa merasa bersalah pada suaminya.
"Nggak apa-apa bun, kita kan bukan anak remaja yang harus merayakan setiap anniversary" Devo menenangkan istrinya.
"Iya Bun, kan kita udah bawain kue nih buat Bunda sama Ayah" Tama ikut menenangkan sang Bunda.
"Tiup dong Bun lilinnya" sahut Caca.
Devo dan Lisa meniup lilin bersamaan, keduanya sangat bahagia mempunyai anak-anak yang sangat sayang pada kedua orangtuanya.
"Kakak tuh Yah! udah aku bilang beli yang besar aja, malah pilih yang itu" Tama mengomel karena kakak nya tidak menuruti pendapatnya saat mereka berada di toko kue sore tadi.
Lisa mencubit pinggang Devo karena khawatir candaannya membuat anaknya kecewa.
"Uang kakak tadi nggak cukup dek! daripada ngutang mending beli yang sesuai budget ya kan Bun?!" Caca membela diri.
"Heemm...kode...." bilang aja minta ditambahin uang jajannya?" sang Ayah menyahut.
"Heheheehe.... Ayah pengertian banget sih!! Caca jadi tambah sayang deh" jawab Caca sambil terus bergelayut dilengan ayahnya.
"Kalo kakak uang jajannya ditambahin, Tama juga ya Yah?!"pinta si bungsu.
"Tanya Bunda" Devo menyerahkan jawaban pada Lisa, karena semua keuangan rumah tangga diserahkan pada istrinya.
__ADS_1
"Oohh....jadi kue ini buat nyogok kita ya Yah?!" Lisa berasumsi atas kejutan yang ia dapat barusan dari anaknya.
"Biasa Bun, modus!!" jawab Devo setuju dengan pendapat Lisa.
♥️♥️♥️
"Bun?? ini gimana ceritanya??!" tanya Devo pada Lisa, Caca dan Tama sudah terlelap di ranjang orang tua mereka.
"Ya..mau gimana lagi?!" Lisa hanya tersenyum pasrah.
"Gagal lagi dong Bun?!" ucap Devo setengah putus asa, sudah seminggu ini mereka menunda kunjungan yang biasa menjadi rutinitas keduanya, karena sebelum berangkat untuk urusan pekerjaan ke Kalimantan anak-anak mereka pun tidur di ranjang orang tua mereka dengan alasan supaya nggak kangen sama dengan ayah saat berjauhan beberapa hari kedepan.
Dan baru tadi pagi Devo kembali ke Jakarta, niatnya mereka akan meluapkan hasrat yang tertunda malam ini. Tapi ternyata.....
🧕 gimana Dev?? mau dijadiin nggak nih??
🤵 jadiin lahh Thor! lo tega amat Thor, gue kan udah nunggu seminggu nih.
🧕 gimana pemirsah?? ya udah dehh Othor kasian liat babang Devo merana begitu, kita kasi adegan basah-basahan dikit yaak.
♥️♥️♥️
Ya bukan Devo namanya kalau sampai kehilangan akal demi kepentingan dan kebutuhan Mr.P, Karena baginya itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Devo menuntun Lisa keluar dari kamar mereka dan meninggalkan kedua anak mereka yang sedang terbang ke alam mimpinya masing-masing.
"Mau kemana Yah?" tanya Lisa.
"ssstt,,," Devo menempelkan jari telunjuk didepan bibirnya agar suara mereka tidak membangunkan anak-anak. "kita kebawah ya Bun?!" bisik Devo sambil melangkah menuju pintu.
Menuruni anak tangga perlahan, keduanya berjalan tanpa suara. Padahal suara langkah kaki mereka tidak akan terdengar dari kamar yang sedang ditempati Caca dan Tama.
Namun tetap saja Devo dan Lisa merasa bersalah meninggalkan anak-anak yang sengaja tidur dikamar orangtuanya untuk menghilangkan rindu pada ayah mereka yang hari ini baru kembali sekarang justru yang dirindukan menghilangkan mencari tempat aman untuk sesuatu yang belum bisa dijelaskan dan dimengerti oleh kedua anak mereka.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Yeeayy... adegannya di episode selanjutnya yaa pemirsah.
Like n komen yang banyak, nanti author kasi yang banyak deh,,,,udah lama juga kan kita gak basah-basahan 🤭