Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 75


__ADS_3

Mohon dukungannya ya genks, always give me your points, pleeeeease😘😘


Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Menyelesaikan beberapa file dan kontrak kerja dengan perusahaan garment milik Jeany, sore ini Devo dan Afi mempunyai waktu senggang untuk sekedar mencari oleh-oleh untuk wanita spesial mereka.


"Kira-kira beli apa ya broo buat bini gue?"


Mereka berdua sekarang sedang ada di toko pusat oleh-oleh khas kota Manado. Memilih beberapa makanan dan souvenir unik untuk dibawa pulang ke Jakarta.


"Daripada bingung, mending gue call aja deh!"


Segera menghubungi wanita yang ia rindukan, "Bunda?? mau ayah bawain apa?"


"Bunda cuma mau ayah cepet pulang, nggak mau yang lain"


"Iya, besok ayah pulang"


"Beneran Yah??!"


"Iyaa sayaaang. Ayah lagi ditempat oleh-oleh nih, Bunda mau apa?"


"Ayah..video call yaa?! Bunda mau pilih!"


Hhmm...tadi katanya nggak mau, bisik Devo dalam hati.


Lisa langsung mengalihkan panggilan ke video call. Dan beberapa kalung untaian kerang dan mutiara menjadi pilihan Lisa, walaupun ia memilih lewat layar ponsel.


♥️♥️♥️


"Assalamualaikum!!! Dev??? Lisa????!"


Suara mama Rena menggelegar di kediaman putranya. Seperti itulah kehebohan mama Rena setiap kali mengunjungi anak dan menantunya.


"Waalaikumsalam mah?!" sahut Lisa menuruni anak tangga.


"Gimana kabarnya cucu oma nihh?? calon oma mengelus perut lisa. "Devo mana Lis?"


"Sebentar lagi juga sampai mah?!"


"Lohh memangnya Devo kemana? ini kan Sabtu!, lembur??"


"Nggak mah, kakak lagi ada kerjaan ke Manado"


"Lohh?? terus kamu dirumah sama siapa? kok nggak kasi tau mamah!"


Belum sempat Lisa menjawab pertanyaan mamah Rena, "Assalamualaikum...sayaaang?!!"


Suara Devo dari kejauhan, Lisa langsung menghampiri suami yang ia rindukan sejak beberapa hari yang lalu. Meninggalkan mamah Rena sendirian di ruang tengah.


"Lohh??? ini anak!! nggak sopan!!"


Mamah Rena menggerutu karena ditinggal sendirian tanpa pamit.


Dan mamah Rena pun ikut serta berlari menghampiri anaknya yang baru saja tiba dirumah.


"Ayaahh!!!" Lisa langsung memeluk Devo tanpa malu pada orang sekelilingnya, mang Didin yang tadi menjemput di bandara, Afi, mamah Rena, dan bi Sanih yang membukakan pintu gerbang.


Mungkin bagi sebagian pemikiran orang tingkah mereka terlihat berlebihan, namun di sebagian lagi sikap mereka itu adalah sebuah keromantisan.


"Kangeen yaa??!" Devo menggoda istrinya.

__ADS_1


"Bangeet!!" Lisa menjawab tanpa ada rasa malu sedikitpun.


"Kangen-kangenan nya dilanjutin nanti aja,,,mamah dateng udah kayak martabak aja!" sang nyonya besar mengomel.


"Nahh?? apaan tuh maksudnya tan?!" tanya Afi pada mamah Rena karena tidak paham dengan maksud perkataannya.


"Ya.. iya...kayak martabak dikacangin!"


"Maaf ya mah...". Lisa merasa tidak enak pada mamah mertuanya.


Kediaman Devo sontak saja ramai karena tawa mereka mendengar ucapan mamah Rena.


"Ya elahh..tante ada-ada aja !" sahut Afi.


Mereka semua masuk ke dalam rumah dan diekori oleh bi Sanih yang membawa koper milik majikannya dibantu oleh mang Didin.


"Mang? jangan lupa kotak nya dibawa ya!"


ucap Afi.


Kotak yang berisi macam-macam makanan khas daerah kota Manado.


♥️♥️♥️


"Papah tumben nggak ikut?" Devo membuka obrolan sambil menyesap secangkir kopi yang disajikan oleh Nani.


"Justru itu mamah kesini. Ada yang perlu mamah bicarakan sama kamu"


"Masalah apa mah?! penting banget?!"


tanya Devo pada sang mamah karena wajah mamah Rena sangat serius saat mengucapkan maksudnya.


"Kamu tau kan kondisi papah!?"


"Nggak...nggak kok..cuma papah minta kamu menemani pertemuan hari Senin"


"Ohh..oke!" jawab Devo.


"Paling dua hari"


"Hhaahh??" suara Lisa terlontar begitu saja dan kepalanya pun reflek terangkat dari bahu suaminya.


"Maksud mamah pertemuannya dimana?"


Devo ikut penasaran melihat reaksi Lisa.


"Singapura" kan kamu tau keadaan papah,


Mamah khawatir"


"Yah??? Lisa berbisik dengan nada merengek.


"Mamah tunggu kabarnya besok pagi"


"Siap bos! jawaban Devo seakan tidak mau menyinggung dua orang wanita yang ia sayangi, padahal hatinya sendiri sangat bingung.


♥️♥️♥️


"Ayah?? jangan pergi lagi!" Lisa merengek pada Devo saat menjelang tidur. Lisa berada dalam pelukan suaminya dan terus saja menggoyang lengan Devo.


"Nanti ayah bicara sama papah. Bunda tenang aja ya" ucap Devo meredakan kegelisahan istrinya, membelai rambut Lisa dan mengecup puncak kepalanya.


"hiks...hiks..." Lisa menangis, bahu nya bergetar. "jangan pergi lagi!" ucap Lisa ditengah-tengah Isak tangisnya.

__ADS_1


"Heeyy...kok nangis lagi, sini cium ayah. Emang bunda nggak kangen??"


Lisa melupakan rindunya, ia lebih berfokus pada rencana kepergian Devo ke Singapura.


"Bunda kangeeen...tapi nggak mau ditinggal lagi" huuu....huuu...


Rindu yang tertahan selama tiga hari tertunda karena tangisan Lisa. Devo berusaha menenangkan istrinya dengan bujukan dan rayuan, akhirnya Lisa tertidur. Rasanya tidak tega mengganggu Lisa , karena baru malam ini ia tertidur dengan lelap setelah tiga malam tidurnya tidak cukup, sampai matanya terlihat agak cekung dan ada lingkaran hitam disekelilingnya.


♥️♥️♥️


Terbangun lebih dulu, Devo hanya memandangi Lisa yang masih terpejam, ada kebanggaan tersendiri ketika Lisa tidak bisa jauh darinya. Namun akan repot juga jika ia ada keperluan bisnis dan harus meninggalkan istrinya, smoga saja ini terjadi selama masa kehamilan saja.


"Hooaamm...ayah??" Lisa merasa malu ketika membuka matanya, ternyata wajah Devo tepat didepannya. "Udah bangun?"


"Ayah nggak bisa tidur"


"Kenapa??" tanya Lisa polos.


"Kangeen"


Sebenarnya Devo ingin sekali melepaskan kerinduan nya tadi malam, tapi ia malah sibuk dengan tangisan istrinya.


Lisa mengerutkan keningnya, "sini Bunda peluk" Lisa mengalungkan kedua lengannya di leher Devo lalu mengecup kedua pipi suaminya.


Mendapat perlakuan manis dari Lisa dan kesempatan itu tidak dilewatkan oleh Devo.


Hasrat yang sudah memuncak sejak semalam ia tumpahkan pagi ini.


Saling memanggut dan membelai membuat keduanya berkeringat dipagi yang sejuk ini.


"Ayaah?? jangan jauh dari bunda ya?"


ucapan Lisa ditengah-tengah kunjungan sang suami.


♥️♥️♥️


Terbaring saling berpelukan seusai kunjungan, "Bun, pagi ini kita ke dokter ya?"


"Bunda mau dihipnoterapi lagi Yah?"


"Nggak sayaang, kita ke dokter Claudia. Bunda ikut ayah ke Singapura ya?!"


"Bener Yah?!" Lisa senang sekali.


"Tapi kalau dokter Claudia mengijinkan ya?! ayah khawatir dengan dedek?! janji ya Bun?? kalau tidak diijinkan Bunda nggak boleh ngambek!"


"Iya, Bunda janji. Makasih ya Yah?!"


Karena terlalu senang Lisa menciumi wajah suaminya tanpa jeda, ia lupa dengan keadaan yang tanpa sehelai benang di tubuh mereka.


Dan terjadilah kunjungan tambahan yang tidak direncanakan.


🧕 waah... babang Devo dapet bonus tuhh


🤵 Iyaa Thor,, rejeki suami soleh


🧕 hajaar brooo!!!


🤵 aasiiiaappp💪💪💪💪


♥️♥️♥️


Genks...jangan lupa like n komen... kutunggu jejak kalian yaaa 😍

__ADS_1


__ADS_2