
Happy Reading genks 😘😘
♥️♥️♥️
"Lebih baik Bunda ikut ayah ke kantor aja ya? ayah nggak lama kok, cuma mau tanda tangan beberapa berkas"
Sebenarnya hari ini Devo tidak berniat berangkat ke kantor, tapi tadi sebelum berangkat menuju ke dokter Afi menghubunginya untuk menandatangani beberapa berkas yang harus Afi serahkan ke klien perusahaan sore ini.
Dan lagipula Devo dan Lisa tidak diantar oleh mang Didin supir pribadinya. Jadi lebih baik ia mengajak istrinya ke kantor.
"Hhmm..." Lisa berpikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui permintaan suaminya.
"Oke deh!! terserah bos aja"
"Nahh...gitu dong" Devo mengelus pipi istrinya dengan tetap fokus menyetir.
Kira-kira setengah jam diperjalanan akhirnya mereka sampai ditempat yang dulu Lisa datangi hampir setiap hari.
Memasuki lobby kantor, "ayah,, Bunda ke toilet dulu ya?!"
"Yukk ayah temenin" Devo menuntun Lisa menuju toilet di lantai dasar itu.
"Husss...nggak usah!! Bunda bisa sendiri kok!" gimana ceritanya,,,masa iya suaminya nungguin di depan toilet perempuan.
"ayah duluan aja deh ya,,nanti Bunda nyusul"
"Ok deh..hati2 ya sayang,, ayah naik duluan"
Lisa tersenyum dan mengangguk lalu bergegas memasuki toilet.
Devo membalas sapaan beberapa karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya.
Setelah menyelesaikan hajatnya, Lisa hendak mencuci tangan di wastafel dan merapikan rambut yang sedikit berantakan.
"Lo Lisa kan??!" sapa Risa salah seorang perempuan muda cantik yang sedang bersenda gurau dengan beberapa temannya didepan cermin wastafel. Sudah pasti mereka adalah karyawan di perusahaan milik suaminya karena semuanya mengalungkan name tag dileher mereka.
"Iya" Lisa menjawab dengan singkat.
"Perut lo udah gede aja tuh! gimana rasanya jadi selingkuhan bos??" Risa berucap dengan wajah mengejek tanpa memikirkan perasaan Lisa.
Risa bekerja sebagai resepsionis di perusahaan itu dan Lisa mengenalnya, jadi ia tahu kekacauan yang Aurel buat di lobby kantor beberapa bulan yang lalu.
"Oohh..jadi ini yang kamu ceritain waktu itu Ris?!" tanya perempuan lainnya, dilihat dari pertanyaan pada Risa sepertinya ia karyawan baru.
"Lo kerja disini lagi?! gila!! berani bener lo?! emang gak takut dilabrak lagi lo sama istri bos?!" Risa masih saja mengejek Lisa.
__ADS_1
Tidak mau mendengar ocehan Risa dan kawan-kawannya, Lisa memutuskan untuk pergi meninggalkan toilet, namun Risa menarik tangannya, "heeh!! Lo mau kemana?
ajarin gue dong cara godain bos, biar gue bisa jadi horang kayah!"
Ucapan Risa membuat ia dan ketiga temannya tertawa terbahak-bahak, tapi tidak dengan Lisa. Air mata yang tidak direncanakan mengalir karena hinaan yang ia terima. Dan itu membuat trauma yang pernah ia alami kembali terulang. Rasa bersalah kembali menyelimuti pikiran nya dan itu membuat dadanya sesak.
Setelah puas mengejek Lisa, mereka berempat meninggalkan toilet dan membiarkan Lisa menangis disana.
Seorang cleaning service yang bertugas di bagian toilet itu mendengar dengan jelas percakapan orang-orang yang ada didalam toilet, ia memberikan tisu pada Lisa dan mungkin ia karyawan baru karena Lisa belum pernah melihat wajahnya selama ia bekerja diperusahaan ini.
"Sabar ya mbak...mbak Risa emang mulutnya ceriwis sukanya ngegosip,,gak usah didengerin" pekerja berseragam biru itu mencoba menenangkan Lisa.
"Iya, makasih mbak" sahut Lisa diiringi senggukan tangisnya.
♥️♥️♥️
"Dev, katanya lo sama Lisa?? mana?? kok nggak muncul-muncul?" Afi bertanya pada sang bos yang sedang membaca berkas dan menandatanganinya.
Devo baru tersadar bahwa istrinya belum juga naik ke ruangannya, ia melihat jam yang melingkar ditangannya, sudah dua puluh menit. Cukup lama jika hanya untuk buang air kecil, ia mulai khawatir dengan keadaan Lisa.
"Tadi sih bilangnya mau ke toilet, tapi kok lama ya?!"
Devo meninggalkan berkas lain yang belum selesai ia baca dan bergegas turun kelantai dasar untuk menjemput Lisa.
Tok..tok..tok.."Lis?! kamu didalam?!"
Mendengar suara Devo, Lisa langsung panik, ia tak ingin suaminya melihat ia menangis. "iya" jawab Lisa.
Devo merasa lega karena ada jawaban dari dalam pertanda Lisa baik-baik saja. "Sayang?? aku masuk ya?!"
Belum sempat Devo membuka knop pintu, Lisa keluar dari dalam toilet. Matanya merah dan pipinya lengket karena sisa air mata yang diusap paksa oleh sipemiliknya.
"Lohh?? Bunda kenapa??!"
"Huuu...huuu..." Lisa memeluk suaminya, padahal ia sudah berusaha untuk tidak menangis dihadapan suaminya, namun pertanyaan Devo justru membuatnya sedih.
"Pulang,,huuu...huuu..." Lisa masih menangis dan mengajak pulang. Devo paham dengan yang terjadi pada istrinya karena sikap Lisa yang seperti ini pernah terjadi sebelumnya ketika Aurel menghina Lisa di Mall beberapa saat yang lalu.
"Iya kita pulang, tapi naik dulu sebentar ya. Kerjaan ayah belum beres, sebentar aja..ayah janji"
Devo menggandeng istrinya melewati lobby menuju kelantai 12 tempat ruangannya berada.
Karyawan yang berpapasan dengan mereka pasti sedang berpikir keras melihat Devo menggandeng asisten yang dulu disebut-disebut pelakor. Karena pernikahan mereka tidak di publikasikan pada karyawan dan relasi perusahaan.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Membereskan pekerjaan yang belum selesai dengan cepat karena janji pada istrinya untuk segera pulang, Devo memberikan perintah pada Afi sang asisten, " Fi, pokoknya lo beresin sekarang juga!!"
Afi mengerti apa yang telah terjadi dengan istri bos nya itu tanpa menanyakan kronologi kejadiannya, ia segera bergerak setelah mengantar Devo dan Lisa ke halaman perusahaan.
Mengecek keadaan di toilet melalui CCTv
Afi menghubungi HRD, "siapa yang bertugas di toilet lobby? cepat suruh menghadap saya! sekarang!" perintah Afi pada kepala bagian HRD. Karena CCTv hanya menampilkan gambar tanpa suara, jadi ia tidak tahu apa yang membuat istri bos nya itu menangis.
"Baik pak!"
Menunggu sekitar lima belas menit, Lia datang menemui Afi dimeja yang dulu Lisa pakai tepat didepan ruangan Devo.
"Bapak manggil saya?!" dengan perasaan cemas ia menghadap Afi, "ada apa ya pak? saya bikin salah pak?" Lia terus saja bertanya karena ia takut ada kesalahan dalam pekerjaannya.
"Kamu yang tanggung jawab ditoilet lobby?"
"Iya pak" jawab Lia masih dengan rasa khawatir.
"Saya lihat kamu di CCTv toilet__" Afi belum menyelesaikan kalimatnya namun Lia memotong ucapan Afi.
"Saya nggak ikutan pak!! berani sumpah saya pak?" Lia menjawab dengan ketakutan karena ia tahu arah pembicaraan laki- laki yang sedang didepannya.
"Iya, saya tau!"
Lia mengelus dadanya, ia merasa lega.
Lia mulai menceritakan kronologis kejadian ditoilet lobby tersebut sesuai perintah Afi.
"Maaf pak?! saya boleh tanya?!" Lia bertanya dengan wajah takut.
"Kamu mau nanya apa??!"
"Sebenernya perempuan cantik yang tadi nangis itu siapanya bapak?!"
Lia penasaran karena Afi terlihat sangat marah dan ingin tau tentang kejadian tersebut.
"Dia itu istri bos tauu!!"
Wajah Lia mendadak tegang dan mulutnya terbuka mengingat kejadian yang ia saksikan tadi.
♥️♥️♥️
Hari ini aku udah up 2 episode ya.. boleh dong aku minta jejak kalian..
like, komen, n poin nya. kutunggu yaaa 😍😍
__ADS_1