
Happy Reading genks 😍
♥️♥️♥️
"Siapa yang kayak om-om? Nathan mengulangi pertanyaannya.
"Hehehehe...." Bukannya menjawab, Caca malah nyengir kuda.
"Om! kita main TOD yuuk" ajak Tama.
"Tuhh kan??! bapak emang mirip om-om. Sudah terbukti kaan??" sahut Caca.
Caca dengan polosnya mengatakan hal yang membuat Nathan ingin tertawa sekaligus marah, tapi apa boleh buat...yang mengatakan gadis cantik, yang ada Nathan bertambah gemas dengan Caca.
"Mau ya Om?" Tama menegaskan tapi dengan nada memaksa.
"Oke! saya ikut" jawab Nathan.
Menghabiskan malam minggunya para pemuda pemudi itu bersepakat memainkan permainan TOD (Truth or Dare) pemain memilih kebenaran alias menjawab dengan jujur atau memilih tantangan.
semua remaja berkumpul, mereka duduk dan membuat lingkaran.
Kali ini Marvel yang memimpin permainan,
"Oke! peraturan nya adalah, kita menyanyikan sebuah lagu sambil bertepuk sebelah tangan secara berantai pada teman disebelahnya sampai lagu berhenti. Nahh posisi tepukan saat lagu berakhir dialah yang menjawab pertanyaan. Paham ya??" tanya Marvel pada semua anggota.
"okeee!!! jawab semua peserta kompak.
Mereka mulai menyanyikan sebuah lagu, wajah peserta sudah terlihat tegang.
Mana dimana anak kambing saya...
Anak kambing saya ada di kebun baru...
Mana dimana pujaan hati saya...
Pujaan hati saya ada dikantor baru...
🧕 lahh itu lagu emang bener begitu syairnya ya? 🤔
👩🦰 Kayaknya iya begitu deh Thor
🧕 Eeett...nih bocah kagak pernah TK kali yaak. Kayaknya dari jaman Othor kecil bukan begitu dah lagunya 🙄
👩🦰 Emang pernah kecil Thor?
Kirain langsung tua 🤭
🧕Ehh nih bocah pengen di uber sama anak kambing kali yyaa berani ngeledek othor😠
Tepukan berakhir di telapak tangan Dini.
"Oke, mau truth or dare?" tanya Marvel pada Dini.
"Hhemm...." Dini berpikir sejenak. "truth!" jawab Dini.
"Siapa yang mau kasi pertanyaan?" Marvel bertanya pada peserta yang lain.
"Gue!" sahut Marcel. "Lo pernah ditolak sama cowok dalam urusan percintaan?"
"Waduhh... pertanyaan Lo bikin malu Cel!" Dini protes.
"Lahh suka-suka gue dong!" jawab Marcel tidak mau mengalah.
__ADS_1
"Oke! gue jawab. Pernah!" Dini menjawab dan langsung menutup wajahnya karena malu.
"Gue baru tau lo pernah ditolak Din, kok lo gak pernah cerita Din sama kita-kita?!" Rike terkejut dengan realita di kisah percintaan temannya tersebut.
"Iya waktu itu kan gue naksir sama Farhan anak satu level ditempat les matematika. Gue naksir dari awal kita ketemu, setelah tiga bulan akhirnya gue beraniin buat nembak dia duluan. Ehh... ternyata dia udah punya bokin. Amsiiong kan guee, malu nya yang itu lohh kaga nahan!" Dini menceritakan secara gamblang.
"Kasiaann...!!!" ejek peserta yang lain.
"Oke, kita lanjut lagi ya!" perintah Marvel si pemimpin permainan.
Mereka mulai menyanyikan lagu kedua. Wajah Nathan berubah, ia agak cemas jika lagu kedua akan berakhir di telapak tangannya.
Lihat kebunku penuh dengan bunga.
Ada yang putih dan ada yang merah.
Setiap hari ku siram semua.
Mawar melati semuanya indah.
🧕 Nahh kalo yang ini bener lagunya. Othor kagak protes dahh.
Tepukan terakhir berhenti di telapak tangan Tama, hati Nathan lega bukan main. Ia merasa menghela napas panjang.
"Gue yang nanya ya?" ucap Lily. "Tama, sekarang siapa cewek yang lo taksir?"
"Truth or Dare??" tanya Marvel.
"Dare aja deh!" sahut Tama.
"Yahh cemen lo dek!! gak mau ngaku siapa cewek yang lo incar!" Caca mengejek adiknya.
"Iya Tam,,, payah lo!!! huuuu!!! udah ngaku aja"
"Apa tantangannya??" Tama lebih memilih mendapatkan tantangan dari peserta lain.
"Kalo gitu lo joget yaa?" kali ini Caca yang memberikan tantangan pada sang adik.
"Setel musiknya Rik!" perintah Caca.
Dan dengan berat hati Tama melakukan tantangan yang diberikan sang kakak, sebuah lagu yang lagi hits berhasil diputar.
Lagu dangdut koplo bener-bener pas buat meramaikan suasana malam itu.
Tama mulai menggoyangkan badannya saat musik diputar, tidak lupa jempolnya diangkat sambil diputar. Karena musik nya memang menggoda iman, akhirnya peserta yang lain pun ikut bergoyang termasuk Nathan karena Caca menarik tangannya.
*Nestapa digurun pasir
Merana karena panas hawanya
Akupun merasa aneh
Gurun pasir mengapa panas hawanya
Coba dengar- dengar cerita ini
Apakah ini...
Hareudang... hareudang... hareudang...
Panas...panas... panas...
*Syelalu syelalu syelalu panas dan hareudang
__ADS_1
Ketika musik selesai mereka semua duduk kembali seperti semula.
"Oke sekali lagi ya!" ucap Marvel.
Untuk putaran ketiga mereka menyanyikan lagu Bintang kecil.
Bintang kecil dilangit yang biru
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
Jauh tinggi ke tempat kau berada
Dan tepukan tangan berakhir di telapak tangan Caca.
"Gue yang kasi pertanyaan!" ucap Tama dengan antusias, sepertinya ia ingin membalas Caca. " Kapan bibir Lo pertama kali dicium cowok?!" tanya Tama.
Dengan santainya Caca menjawab " Truth!!"
"Gila kan nih anak, berani bener dia jujur mengatakan soal pribadinya" Dini berbisik pada Rike.
Peserta yang lain pun ikut terperangah mendengar jawaban Caca yang dengan berani akan berkata jujur.
"Gue belum pernah ciuman bibir sama cowok!" jawab caca. Ia memjawab dengan percaya diri.
"Lahh???! yang bener lo Ca?!" Rose bertanya tidak percaya dengan jawaban Caca.
"Bener! gini-gini bibir gue masih suci tau!"
Caca dengan lantang membanggakan bibir sucinya.
"Lahh?? yang tadi??!" ucap Rose sambil wajah bingungnya menoleh ke arah Nathan.
"Maksud lo apaan Rose?!" tanya Caca heran.
"Bibirnya..." ucap rose sambil menunjuk wajah Nathan, "dipantai...waktu lo pingsan" Rose menjelaskan kronologi saat Nathan memberikan napas buatan untuk membuat Caca sadar dari pingsannya.
"Haahh??? jadi??!" Caca memegang bibir ranumnya dengan jari, "bibir gue nggak suci lagi dong?!" ucap Caca dengan wajah tidak terima pada Nathan.
"Maaf..." Nathan merasa tidak enak pada Caca.
"iihh...bapak cium bibir aku?!" Caca memukul lengan Nathan, ia tidak terima.
"Ya ampun Ca?! tadi pak Nathan kan nolongin elo!" Rose menengahi perdebatan.
"Iya, tapi gue mau ciuman pertama gue buat orang yang gue sayang! bukan sembarang orang bisa cium gue!" Caca mengomel, ia masih saja tidak terima.
"Lagian tadi aku cuma niup mulut kamu, bukan nyium kok!" Nathan membela diri.
Nathan hanya meringis mendapatkan pukulan pada lengannya dan tidak berniat untuk untuk membalas. Tapi ternyata lama-kelamaan lengannya merasa sakit karena Caca tidak henti memukuli nya.
Nathan berusaha memegang kedua pergelangan tangan Caca, "kamu bisa kok sayang sama saya!" ucap Nathan.
Kata-kata yang Nathan katakan terdengar oleh yang lain.
"Enak aja! emang aku apaan bisa tiba-tiba sayang sama seseorang"
Nathan tidak menyangka bahwa pertolongan yang ia berikan akan berdampak seperti ini.
♥️♥️♥️
Haayyy guuys...hari ini akyu udah kasi kalian 3 episode nih. Kasi like n komen yang banyak doongg!!! Othor maksa.com pokoknya.
__ADS_1