
Happy Reading genks 😘😘
♥️♥️♥️
"Mas??" Caca memanggil manja kekasihnya.
"Kenapa Ca?!"
"Rike dan Dini boleh ikut kan ke Lombok?" Sebenarnya Nathan belum menceritakan hal tersebut pada Caca, tapi ternyata Caca sudah tahu mengenai acara family gathering yang akan diadakan melalui Rike, ayahnya yang sudah membocorkan hal tersebut pada Rike.
"Ke Lombok itu untuk karyawan berprestasi sayaang.... acaranya akan diadakan dipuncak." Nathan menjelaskan pada gadisnya.
"Oohh...?!" Caca membulatkan bibirnya, perkiraan nya salah mengenai family gathering yang akan diadakan perusahaan kekasihnya. "padahal aku udah seneng banget mau liburan. Ternyata salah!"
"Kamu mau liburan ke Lombok?"
Caca mengangguk tanpa menjawab.
"Tapi ada syaratnya!" ucapan Nathan barusan berhasil membuat Caca terkejut.
"Syarat??! maksudnya syarat apa mas?!"
Nathan menunjuk sebelah pipinya dengan jari telunjuk.
🧕 isa aaee lo Than. Othor nggak setuju!!
🤵 Yang gue ajak Caca, bukan lo Thor!!
🧕 Tetep aja Othor nggak setuju. Othor takut nanti terjadi sesuatu sama kalian!
🤵 Itu sih pikiran lo aja yang kotor!
🧕"Emang??!
Readers?? emang bener yaa pikiran Othor kotor seperti yang Nathan bilang??! 🤔
♥️♥️♥️
Acara yang dinantikan oleh semua karyawan hari ini terlaksana, semua karyawan mengenakan kaos yang sama yang diberikan oleh perusahaan tiga hari sebelumnya, termasuk Nathan. Yang membedakan sang bos dengan karyawan lain adalah ketampanannya yang hakiki.
Caca, Rike, dan Dini sudah siap dengan gaya ala-ala mahasiswi, modis dan trendy. Sepertinya bakal banyak mata yang bakal mengincar ketiga gadis kece itu.
Ada delapan bus disediakan untuk karyawan dan satu jatah kursi untuk keluarga mereka. Seorang karyawan boleh mengajak satu anggota keluarganya. Kebanyakan dari mereka mengajak anak, lain halnya dengan yang masih single. Mereka pergi tanpa membawa saudara atau keluarga, karena biasanya acara seperti ini menjadi tempat untuk mencari gandengan.
Pengalaman dari acara tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa karyawan yang akhirnya menemukan pasangan dari acara family gathering yang diadakan perusahaan. Bahkan ada beberapa juga yang sampai ke jenjang pernikahan.
Setiap bus diisi oleh divisi yang berbeda, ketua divisi sudah mengatur anggotanya masing-masing. Tapi tidak dengan Rike, ia justru meminta kepada ayahnya agar tidak dipisahkan dengan kedua temannya, Caca dan juga Dini. Rike senang sekali karena permintaannya dikabulkan oleh sang ayah.
Nathan sang bos sudah siap dengan mobil sport putih miliknya, ia senang bisa berangkat berdua dengan Caca. Wuuuiihh...pasti bakal romantis nih??! pikir Nathan dalam hati.
__ADS_1
Setelah pembukaan sepatah dua patah kata dari Nathan, rombongan siap berangkat. Para peserta gathering bersiap masuk ke bus masing-masing.
"Lohh?? Caca?? kamu mau kemana?!" Nathan memanggil gadisnya saat Caca menginjakkan kakinya ditangga pintu depan bus.
"Ya mau naik bus lahh!!" sahut Caca.
"Kamu naik mobil mas!" Nathan menunjuk mobilnya.
Caca membatalkan injakan kakinya, ia segera menghampiri Nathan. "Mas? aku mau bareng temen-temen" jawab Caca mengutarakan maksudnya.
"Terus mas gimana?"
"Ya mas Nathan naik mobil aja, kita ketemu di TKP (puncak maksudnya). Caca mendikte Nathan.
Nathan berpikir, bayangan bisa berduaan dengan kekasih tercinta pupus sudah. Daripada di mobil sendirian, sedangkan yang lain ikut rombongan bus.
Rike berteriak memanggil Caca, karena sebentar lagi bus akan segera berangkat menuju tujuan "Ca!! cepetan!! kita mau otw nihh!!"
"Udah ya mas? nanti aku ketinggalan rombongan!" Caca meninggalkan Nathan yang masih berdiri disamping mobil keren tersebut.
"Eehh??? mas ikut kamu!" Nathan berjalan cepat mengikuti Caca menaiki bus rombongan yang berisi karyawan perusahaannya dan meninggalkan mobil kerennya tersebut di halaman parkir kantor.
♥️♥️♥️
Didalam bus, karyawan yang lain amazing dengan kehadiran sang bos yang tidak pernah ikut serta ditahun-tahun sebelumnya.
"Silahkan pak?! ucap salah satu peserta gathering di bus itu menyediakan kursi di urutan paling depan.
Nathan langsung duduk dikursi yang sudah disediakan, namun Nathan sontak segera berdiri lagi karena Caca melewati dirinya untuk menuju bagian tengah bus tersebut menghampiri Rike dan Caca yang sudah duduk rapih.
"Loh?? kok mas ikutin aku?" ucap Caca.
"Mas mau duduk sama kamu!" jawab Nathan sambil terus berada dibelakang Caca.
"Tapi kursinya nggak ada lagi mas?!" jawab Caca ketika melihat hanya ada satu kursi kosong, dan hanya untuk dirinya saja.
Perdebatan kecil tersebut berhasil membuat para peserta lain terheran heran karena sebutan "Mas" yang Caca ucapkan untuk memanggil Nathan.
Dan dengan wajah kecewa akhirnya Nathan kembali ke kursi depan yang tadi.
🧕 Caca kebangetan banget deh,,,masa si ganteng di cuekin gitu aja!
🤵 iya Thor 😢
🧕 Turun aja! mending pergi sama Othor aja yukk!!
🤵 Ogahh!!
•
__ADS_1
•
•
Yahh...mau tidak mau dan demi menjaga wibawa Nathan duduk ditempat yang sudah disediakan. Ya kursi paling depan dan bersebelahan dengan salah satu kepala divisi.
Sedangkan Caca, sedang asik bersenda gurau dan gelak tawa yang terdengar nyaring, ia benar-benar menikmati perjalanan ini.
Beberapa kali Nathan menoleh ke belakang untuk melihat gadisnya. Ingin sekali ia menghampiri Caca.
"Pak supir?! musik dong!! teriak Dini dari belakang.
"Ya pak, sepiiiii nih!!" teriak Aldo menimpali Dini, cowok lumayan ganteng tapi playboy tersebut yang duduk tepat dibelakang Caca dan teman-temannya.
♥️♥️♥️
Tiga jam perjalanan berakhir ditempat yang dituju, udara sejuk langsung terasa ketika para peserta keluar dari bus.
Nathan segera menuju tempat istirahat yang sudah disiapkan khusus untuk bos, tempat yang paling nyaman tentunya sudah dipilihkan oleh pihak event organizer acara tersebut.
"Mas?! mas Nathan?!" Caca berjalan cepat mengejar Nathan.
Caca berhasil menggapai lengan Nathan, napasnya terengah-engah karena langkah Nathan yang lumayan cepat. "mas mau kemana?!" tanya Caca lagi pada Nathan.
"Mau tidur!" sahut Nathan menahan kesal.
"Tidur??!" jawab Caca merasa aneh. "masih jam 10 pagi! masa iya sih mau tidur?! kan kita harus ikut permainan mas!" tanya Caca polos.
Caca memang kurang peka, padahal wajah Nathan sudah terlihat tidak seperti biasanya.
"Mas kenapa? aku buat salah ya mas?" Caca bertanya sambil mengikuti langkah Nathan hingga mereka sudah berada diruang tempat Nathan beristirahat.
"Kamu pikir saja sendiri ya?!" ucapan Nathan lembut tapi cukup menusuk.
"Aku minta maaf ya mas?!"
"Mas mau istirahat, kamu bergabung saja dengan yang lain!" ucapan dengan nada tegas keluar dari mulut Nathan.
"Nggak mau! kalau mas belum maafin aku, aku nggak mau pergi!" kini Caca sudah memeluk kekasihnya dari belakang, karena Nathan sedari tadi membelakangi Caca.
"Iya, mas sudah maafin!" hatinya sudah mulai luluh akibat pelukan manja dari gadisnya.
Caca merubah posisinya, sekarang ia memeluk Nathan dari arah depan, "Mas bohong! tuh mukanya masih jelek!" ucap Caca.
"Sembarangan kamu! mas ganteng begini, dibilang jelek!" Nathan mencubit pipi Caca.
"Ya mangkanya senyum dulu dong!" pinta Caca.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Nahh....mau ditambahin adegan yang romantis gak gaeess??
Ditunggu komentarnya yaa, like nya juga.