Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 50


__ADS_3

Nyampe juga episode 50.


Happy Reading 😘😘


♥️♥️♥️


Hari ini Devo berangkat ke kantor dengan senyum merekah, sudah mulai ada perubahan sikap pada diri istrinya. Itu karena pelukan yang ia dapat pagi tadi, ya walaupun cuma pelukan saja tapi sudah cukup memberikan semangat untuk ia beraktifitas hari ini dan semoga seterusnya seperti itu.


Selama Devo sibuk dikantor, Lisa menyiapkan segala sesuatu untuk ia menjalankan rencananya. Ya, Lisa ingin segera bekerja lagi.


Seusai makan malam yang dibuat oleh asisten rumah tangga kiriman mamah Rena, mereka duduk santai diruang keluarga.


"Kak, aku mau kerja lagi kayak dulu" Lisa meminta ijin suaminya untuk bisa beraktifitas seperti sedia kala.


"Hayuuk..besok pagi kita berangkat bareng!"


"Bareng?? maksudnya??!"


"Kan kamu asisten aku sayaang??!"


"Enggak!! aku nggak mau balik ke kantor itu lagi!" kantor tempat suaminya bekerja memang menyimpan banyak kenangan untuk Lisa, tentu saja kenangan membahagiakan dan kenangan yang mengecewakan.Ia masih ingat betul bagaimana karyawan lain saat itu mencibir nya. Sewaktu Aurel mencaci maki dirinya hingga hal itu terjadi menjadikan ia trauma.


Devo mengerti apa yang dimaksud istrinya,"terus,, jadi gimana dong?"


"aku malu tauu kalo mesti balik kesitu lagi!"


"ya udah, kita bisa reshuffle aja semua karyawan yang lama..kita ganti sama yang baru, kan kamu jadi nggak perlu lagi tuh sama anak-anak yang lama" jelas Devo pada istrinya.


Dahh kayak kabinet pemerintahan aja dehh.


"nggak usah lebay deh kak!"


"Siapa yang lebay, kamu tuh istri aku sayaang...Lagian siapa yang berani ganggu kamu, biar aku pecat sekalian!"


"Aku udah kirim CV by email ke perusahaan yang aku mau!"


"Ya udah.. terserah kamu aja"


Lisa menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya, "Yaang...mau kemana??!"


"tidur!" Lisa menjawab tanpa menoleh.


"nggak mau ongol-ongol Yaang??!" suara Devo lebih kencang, ia bertanya dari sofa tempat nya duduk di depan televisi.

__ADS_1


"nggak kepengen!!"


🧕 gaya lu Dev..ck ck ck....pake nawarin, ntar kalo beneran mau baru tau rasa luh..


🤵ya elahh Thor, gue kan juga pengen dipeluk tiap hari sama bini... author lupa yaaahh??? gue kan nganten baru..


🧕diiihh?!?!...🙄🙄


♥️♥️♥️


Pulang dengan wajah lesu, Lisa mendapatkan penolakan dari dua perusahaan sekaligus.


"Kenapa sih Yaang,,dari tadi diem aja?!" Devo bertanya saat melihat istrinya tak bersemangat dan bentuk bibir yang tak enak untuk dilihat.


Devo membawa secangkir kopi yang ia bawa dari meja makan dan menghampiri istrinya di sofa panjang depan televisi.


"Aku ditolak!" dengan nada suara tangis yang tertahan.


"Siapa yang nolak kamu sayang??!"


"Gak ada perusahaan yang mau nerima perempuan hamil!!" kalimat itu penuh dengan penekanan dan rasa kesal saat pengucapannya.


"Terus gimana?"


"Ya ini gara-gara kakak!!" akhirnya tangis Lisa pecah juga. "coba kalo aku nggak hamil, pasti sekarang aku masih bisa kerja!!"


"iya!! tapi semua kan gara-gara kamu!!" Lisa terus saja menyalahkan Devo atas kehamilannya.


Wajah Devo mulai terlihat emosi, "Lis, sebenernya kamu rela gak sih mengandung anak aku?!" Devo marah, wajah putih nya makin memerah.


"Aku gak akan paksa kamu, kalo kamu sayang bayi itu lanjutkan! tapi kalo kamu memang tetap mau ngikutin semua ego kamu, silahkan!!" ucapan yang ambigu tapi Lisa paham dengan maksudnya.


Devo menyerahkan semua keputusan pada dirinya, memberikan pilihan tentang kehidupan kedepannya pada istrinya itu.


Matanya yang semula berkaca-kaca kini tak terbendung lagi, air matanya mulai mengalir diiringi isakan yang tak dapat disembunyikan. Suara keduanya terdengar oleh orang-orang selain mereka, dua perempuan yang telah tinggal dirumah itu untuk membantu keluarga kecil yang baru terbentuk saling bertatapan ketika mereka sedang membereskan meja makan.


Devo meninggalkan Lisa diruangan itu dengan wajah yang tidak bersahabat menuju ruang yang hanya diisi oleh alat-alat olahraga yang sudah menjadi kebiasaannya.


Dan Lisa??... Lisa hanya terdiam disofa berusaha untuk menghentikan tangisnya yang belum juga mau berhenti.


Kini tangisan itu bukan karena awal pembicaraan mereka tentang pekerjaan yang gagal ia dapatkan, namun karena perkataan Devo yang baru saja ia dengar.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Devo terus saja menghabiskan tenaganya di alat-alat berat itu, ia akan berhenti jika rasa kecewa pada dirinya pudar.


Malam ini ia memilih untuk tidur di kamar yang memang disiapkan untuk bayi mereka kelak.


Ternyata Lisa belum memaafkan dirinya, dan mungkin tidak akan pernah. Hatinya terus saja berkata, dan kini ia mulai ikut menyalahkan dirinya. Berniat memperbaiki keadaan, ternyata tidak akan bisa mengobati perasaan istrinya.


Lisa yang sudah berada dikamar tidur belum juga bisa memejamkan matanya, rasa sesal mulai menghampiri hatinya. Tapi perkataan suaminya pun telah menggores hatinya.


Sudah lewat tengah malam namun suaminya belum juga masuk kamar untuk beristirahat. Tidak dipungkiri ia khawatir dengan keadaan suaminya itu. Selain itu ucapan selamat malam dan usapan di perut Lisa yang biasa Devo lakukan menjadikan ia gelisah jika tidak mendapatkan nya. "sayang.. ayah mana??" ia bicara pada jabang bayinya. Mengalahkan egois yang ada didalam hatinya, ia beranjak dari ranjangnya untuk mencari keberadaan suaminya.


Diruang olahraga, Devo tak terlihat. Melanjutkan mencari dikamar yang berada disebelah, ya... kamar bayinya, Lisa juga tidak menemukan suaminya. Tak putus asa Lisa turun ke lantai bawah menuju ruang kerjanya. Kali ini ia berhasil, Devo sedang duduk dikursi kerjanya.


Klekk, suara pintu terbuka. Devo tidak memalingkan pandangannya, ia tetap fokus pada layar laptop diatas meja.


"Kak?!!"


Devo tidak menjawab, "Kakak?!" Devo tetap diam.


"Kak??"


"Berapa aku harus bayar kamu?


"Maksud kakak??"


"Aku akan bayar kerugian kamu,,,kamu hamil gara-gara aku kan?!"


Lisa menangis, ia tak menyangka suaminya akan bersikap begitu.


"Bukan__" kalimat Lisa terhenti karena Devo memotong ucapannya


"Berapa??!"


"Bukan gitu maksud aku kak?!" sambil terisak


"Kamu mau uang kan??! sebut berapa?! aku kira kamu sudah mau memaafkan aku Lis, ternyata kesalahan aku terlalu besar buat kamu. Aku nggak akan paksa kamu untuk memaafkan aku, hitung semua ganti-rugi yang harus aku berikan karena sudah merusak hidup kamu?!"


Semua kata-kata Devo sangat menyakitkan,


"tega!! kakak tega berkata begitu sama aku?!"


Devo menutup laptopnya dengan kasar, "kamu yang tega sama aku! aku mencintai kamu Lis, tanpa kamu hamil pun aku akan tetap menikahi kamu!! tapi nyatanya sampai saat ini kamu belum bisa memaafkan aku dan melupakan kesalahan yang aku sudah perbuat terhadap kamu"


♥️♥️♥️

__ADS_1


akankah Devo melepaskan perempuan yang sudah berstatus sebagai istri nya??


komen dulu ya, baru dehh aku semangat buat lanjut lagi 😘


__ADS_2