
Haaayyy...met berhari minggu ya genks.
Happy reading 😘
❤️❤️❤️
Berselang satu hari Devo kembali ke kontrakan Lisa, setelah beberapa menit perdebatan sengit yang hampir menjadi tontonan warga sekitar, akhirnya Devo bisa masuk dan duduk disofa.
Melihat bungkusan paket yang sudah terbuka bungkusnya, namun masih tersusun rapih isinya.
"Kok gak dipake?" Devo menunjuk susunan daster yang ada diatas meja kecil didepannya saat ini.
"Salah alamat!" Lisa menjawab sambil berlalu kearah dapur.
Kebetulan Lisa memakai daster batik sesuai dengan ukuran badannya. Jadi Devo berpikir itu adalah daster pemberian darinya.
"Maksudnya??"
"Liat aja sendiri!"
Dengan wajah penasaran Devo membuka dan melihat apa isi bungkusan itu dengan sejelas-jelasnya.
Daaaannn....haahh??? gila!!! ini ukuran baju siapa??? truss ini susu anak siapa??? Devo terus saja bertanya-tanya dalam hati.
Devo menghubungi seseorang, "Kamu gimana sih, kerja gak bener!"
"Maaf pak, salah saya apa?" tanya seseorang yang ternyata pengawal yang bertugas mengawasi Lisa, namanya pak Joni.
"Itu baju yang saya suruh kirim!!" pak Joni terdiam, sepertinya dia sedang berpikir.
Flash back
Percakapan lewat ponsel,
"Assalamualaikum, bu...bisa tolongin bapak?"
"Waalaikumsalam pak, iya... tolongin apa?"
"ibu kan sering tuh belanja lewat online?!"
"terus... kenapa pak?"
"Pesenin daster 3 sama susu bubuk ya?!"
"Buat siapa pak?!!"
Istri pak Joni bertanya tapi nge gas banget suaranya. Mungkin dia cemburu dehh.
"Buat istri bos"
"Ohhh,,,kirain??!! Maunya yang kayak gimana pak?"
"Ya yang kayak biasa kamu beli aja bu !"
"Nanti duitnya aku transfer dari sini! aku kirim alamat nya, di chat aja ya."
__ADS_1
"Siaap pak bos!! aku juga mau ya pak!!"
"Iya sayaaang..."
"Dua!!"
ehhh???...Aji mumpung banget ya istrinya pak Joni, cari-cari kesempatan.
Flash on
"Ohh,,maaf bos!!"
Joni meminta maaf pada Devo karena ternyata istrinya belanja online baju daster dengan ukuran dirinya.. dan susu yang biasa ia beli untuk anak mereka.
Uupss !!! 😷 jadi yang kemaren author ceritain emak-emak rempong itu ternyata bininya pak Joni yaa?!!...maap ya pak Joni, akyu gak bermaksud...
Lisa mendengar percakapan antara Devo dan anak buahnya. "Ooh jadi kamu bisa ngirim itu kesini?!"
"Iya sayang, kamu kan gak bawa baju. Jadi aku suruh orang-ku kirim kesini. Ehh malah pake ukuran istrinya" Devo menggerutu dan berhasil membuat kedua sudut bibir Lisa tertarik keatas.
Lisa tersenyum menahan tawa karena cerita Devo.
Baru kali ini Devo melihat Lisa tersenyum lagi, senyum yang ia rindukan.
"Ya udah bajunya buang aja! kita beli yang baru ya?!"
"Enggak !!" Lisa kembali menjawab dengan ketus.
Keduanya terdiam sejenak.
Raut wajah Devo menampakkan keseriusan, untuk kali ini Lisa mengikuti kemauan laki-laki ayah dari anak yang dikandungnya.
"Aku mau kita menikah" ucap Devo lantang.
"Enggak,,,aku gak mau!!" Lisa berdiri dan langsung menolak Devo.
"Kenapa sayang??!"
"Aku enggak mau mengganggu keluarga kamu lagi,,,aku gak mau berurusan sama kamu lagi kak!!"
Devo meraih tangan Lisa dan mengajak nya untuk duduk kembali.
"Kamu tenang dulu. Aku minta maaf. Aku udah salah sama kamu"
"Please kak, tolong.... jangan ganggu kami lagi!" Lisa memegang perutnya saat mengutarakan kata kami pada Devo, menandakan ia akan selalu melindungi bayinya.
"Tapi anak kita perlu legalitas Lis, aku mencintai kamu,, mencintai anak kita"
Lisa mulai terdiam, matanya mulai berkaca-kaca, air bening mulai mulai berjatuhan dipipinya. Mengingat hal pedih yang ia alami sendirian.
"Kenapa kakak baru ada sekarang??! kakak dimana saat aku butuh??!" kakak juga kan gak terima saat aku bilang kalo aku hamil."
"Aku memang salah Lis, aku minta maaf! tapi kamu sudah salah paham sayang, aku gak seperti itu!"
"Maaf kak,,,hati aku sudah terlanjur sakit, periihh!!" Lisa menempelkan sebelah tangannya di dada, seakan memang hatinya teramat sakit untuk hal yang sudah ia alami. Air matanya semakin banyak.
__ADS_1
Dalam hitungan beberapa detik saja kini Devo sudah bersimpuh di pangkuan Lisa, "maaf Lis, bagaimana aku harus membayar semua kesalahan aku?!"
Lisa hanya menggelengkan kepalanya dan mencoba melepaskan tangan Devo yang kini sedang memegang erat lututnya.
"Aku tau apa yang sudah kamu alami selama aku gak ada, aku juga ngerti kalau kamu marah sama aku, tapi aku mau bertanggung jawab atas kalian"
**iya Lis, kasian tuh babang Devo..dia udah serius banget mau tanggung jawab. Namanya juga manusia, pasti pernah buat salah, iya kan genks?
Maap ya babang Devo, author udah nyoba bantu bujuk Lisa. Yang sabar ya, coba aja minta dibantuin sama yang lain. Kali aja Lisa nya mau, Tetep semangat ya Dev.
❤️❤️❤️**
"Mah sepertinya Lisa enggak mau maafin aku." Devo menceritakan apa yang sudah ia katakan pada Lisa, kalau didengar dari nada bicaranya bisa dibilang seperti orang yang setengah putus asa.
"Perlu bantuan mamah?"
"iya mah" putranya itu menjawab dengan antusias.
"Tapi kamu harus menyelesaikan dulu urusan kamu dengan Aurel, kamu gak akan bisa menikah kalau urusan perceraian kamu belum selesai. Lagian Lisa nya juga gak bakalan mau Dev"
"Aku sudah sewa pengacara kok mah, Minggu depan aku sidang"
"Semoga semua cepat selesai ya" mamah Rena mengusap punggung putranya dengan rasa kasih sayang. Ibu mana yang akan tega melihat hidup anaknya kacau seperti ini.
iya mah, author juga gak tega liatnya.
❤️❤️❤️
Tanpa sepengetahuan Devo mamah Rena dan papah Kevin mendatangi rumah kontrakan Lisa diantar dua pengawal berbadan kekar, orang yang sama dengan yang membawa Lisa ke villa keluarga Devo.
Tok..tok..tok..
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..." Lisa menjawab salam sang tamu sambil berjalan menuju pintu untuk membukanya.
Terkejut sekali, wajah Lisa berubah pucat ketika melihat bos besar pemilik perusahaan tempatnya dulu bekerja mendatanginya bersama sang istri. Apalagi ia juga melihat bodyguard dibalik badan pak Kevin.
Lisa mundur teratur, "Jangan takut nak, kami datang kesini berniat baik"
Setelah mendengar kalimat itu, kini hatinya agak tenang "silakan masuk pak...bu...silakan duduk"
"Kami ingin melamar mu untuk Devo nak?!"
Mamah Rena mulai mengutarakan maksud dan tujuan mereka bertemu Lisa. Mamah Rena juga menjelaskan semua kejadian yang ia dengar dari pengakuan Aurel yang sudah mengusirnya, termasuk mengamankan Lisa ke villa milik keluarga nya yang dilakukan oleh orang suruhan suaminya sendiri.
"Maaf anak kami, dia anak baik. Devo laki-laki bertanggung jawab, ini hanya kesalahan pahaman saja."
Lisa hanya terdiam dan mencerna semua perkataan yang mamah Rena tuturkan.
❤️❤️❤️
genks,, bantuin author dong..kita berdoa smoga Lisa mau nerima lamaran dari keluarga Devo.
❤️❤️❤️
__ADS_1
seperti biasa ya, like n komen