Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 53


__ADS_3

Haayy....met weekend


Happy Reading yeey 😘😘


♥️♥️♥️


Seharian ini sangat menyenangkan bagi Lisa, namun juga melelahkan. Tapi rasa lelah itu tak seberapa bila dibandingkan dengan rasa bahagianya bisa bertemu dengan teman yang ia rindukan.


Dikamar bersiap untuk istirahat, Lisa membersihkan diri dan wajah dari make up yang masih menempel diwajah cantiknya.


"Bun, besok beli baju ya. Baju yang udah sempit jangan dipake lagi, kasian dedeknya kesempitan"


Lisa bercermin, "Perut Bunda udah mulai keliatan" Lisa mengelus-elus perutnya yang kini sudah menonjol. "Ayaaahh..." lisa memanggil suaminya dengan ayunan nada manja.


"hmm...tidur sayaang, udah malem. Inget!! dedek nya jangan diajak bergadang" Devo berbicara tanpa menoleh ke sumber suara, ia tetap fokus pada layar monitor yang menyala.


"Iya, tapi ayahnya masih kerja terus"


Devo duduk bersandar di kepala ranjang sambil memangku laptop, ia sedang mengecek email yang masuk dari cabang perusahaan yang ada di Batam.


"Iya, sebentar lagi selesai kok"


"Ayaahh...."


"Iy___" ucapan Devo terhenti saat melihat Lisa sudah berdiri dipinggir ranjang hanya mengenakan bra dan renda segitiga penutup inti tubuhnya. Dadanya kini lebih terlihat montok, badannya lebih terlihat berisi.


Lisa mengambil laptop yang ada dipangkuan Devo dan memindahkannya diatas nakas sebelah ranjang.


Devo masih terpukau dengan pemandangan dihadapannya, nafasnya sudah mulai tidak teratur.


"Bun___" lagi-lagi ucapan Devo terhenti, sekarang Lisa duduk dipangkuan suaminya menggantikan posisi laptop tadi.


Kedua tangan Lisa menangkup wajah Devo, "sayaang,,nanti ayah khilaf gimana? udah ya, bobo aja"


Lisa tidak menanggapi pertanyaan dan perintah Devo, ia ingin memulai menjadi istri yang sesungguhnya. Berkat nasihat dari Yola dan juga mamah Rena yang sudah berhasil membuat ia takut karena dosa bila tak melayani suami tercinta.


Lisa mulai mengecup lembut bibir suaminya, kecupan yang sangat lembut. Devo yang tadinya terperangah kini mulai salah tingkah seperti ABG yang baru pertama kali melakukan hal yang membuat bulu kuduk berdiri.


Kini Lisa mengalungkan kedua tangannya di leher Devo, kecupan lembut sekarang mulai memanas dengan ritme lebih cepat.


Namun Devo tersadar, ia menjauhkan kedua bahu istrinya. "Bunda yakin??"


Lisa mengangguk, "Maafin aku ya?!"


"Kita mulai semua dari nol ya bun?"


🧕Jiaahh..udah kayak pom bensin aja mulai dari nol.


🤵diem lu Thor,, jangan ngerusak suasana dehh..


🧕Diihh...babang Devo galak banget, author jadi takut..oke dehh...lanjuuut bang.


Lisa menggangguk dan kembali melanjutkan aktifitas yang membuat jantung mereka terpompa lebih cepat.

__ADS_1


Devo membaringkan istrinya, mengelus perut buncit Lisa, "dedek...ayah dateng yaa,, dedek baik-baik disini ya?? ayah pelan-pelan kok"


Sudah empat bulan Devo tidak merasakan kenikmatan itu dan kini semua sudah terbayarkan, mereka melepaskan rasa rindunya malam ini hingga tertidur dengan tanpa pakaian.


♥️♥️♥️


Terbangun hanya dengan selimut yang menutupi tubuh mereka, "aww..." saat Lisa akan beranjak dari ranjang mereka, ia menarik nafas panjang dan kembali menghembuskannya dengan cepat, Lisa merasa ada yang tidak nyaman diperutnya.


"Ayah,,," Lisa memanggil Devo yang masih tertidur disebelahnya. "Yaah..." Lisa menggoyangkan lengan suaminya.


"Hhmm... masih ngantuk Bun" Devo belum juga membuka matanya.


"Ayah bangun!!" suara Lisa lebih keras dari sebelumnya. "perut bunda sakit"


Devo terkejut mendengar kalimat terakhir istrinya, " kenapa bun??" Devo duduk disamping istrinya, "apanya yang sakit?"


"Perut bunda yaah"


"haah,,,,sayaang... dedek kenapa nak?? kita ke ke dokter ya?!, bunda diem jangan bergerak"


Devo panik sekali, ia segera menghubungi dokter Claudia yang biasa menangani kehamilan istrinya. Memakai pakaian seadanya dan memakaikan pakaian untuk istrinya. Devo bergegas membawa Lisa untuk diperiksa.


"Biii !! suruh mang Didin siapkan mobil, sekarang!! cepet ya!"


"Baik pak, ibu kenapa?"


"Perutnya sakit, saya mau bawa ke rumah sakit"


Devo menggendong istrinya, Lisa menggigit bibir bawahnya menahan sakit diperutnya, ia menangis karena khawatir dengan calon bayinya.


"huusst.. berdoa aja bun, semoga nggak kenapa-napa sama dedek ya."


♥️♥️♥️


Membutuhkan waktu 20 menit menit menuju rumah sakit, dokter Claudia sudah menunggu kedatangan Lisa.


"Tunggu sebentar ya pak, saya periksa dulu" ucap sang dokter.


Devo tetap disamping Lisa, ia ingin istrinya merasa tenang. Karena selama perjalanan Lisa terus saja menangis.


Dokter Claudia tersenyum, "Oohh.. nggak apa-apa kok, hanya keram perut. Kan saya sudah pernah pesan pak, jangan terlalu kencang... pelan-pelan saja" dokter merapikan kembali pakaian pasiennya.


"Maksud dokter??"


"Dedeknya kaget,, ayahnya nengokin nya terlalu kencang"


waduuh.. pertanyaan Devo malah membuat dirinya dan Lisa jadi malu.


"Oohhh..." Devo membulatkan bibirnya.


"Kapan terakhir berhubungan bu?"


"Tadi malam dok" Lisa menjawab dengan wajah merona karena malu.

__ADS_1


"Lain kali pelan saja ya bu" pesan dokter pada Lisa.


"Ayah!! dengerin tuhh!!"


"Pasti dok, saya bakal inget. Tapi boleh sering-sering ya dok?" ucap Devo.


"Diatur saja, tapi untuk seminggu ini jangan dulu yaa pak?!"


Yaahh,,,baru sekali,, udah suruh libur seminggu. hadeehh...


♥️♥️♥️


Setibanya dirumah ternyata mamah Rena sudah menunggu kedatangan mereka. Si bibi segera menghubungi nyonya besar, begitulah perintah mamah Rena ketika mengirimkan orang-orang utusannya ke rumah putra kesayangannya.


Mendengar suara mobil dihalaman rumah, mamah Rena langsung menghampiri. " Dev, Lisa kenapa?"


"Perutnya sakit mah" Devo menjawab sambil menggendong Lisa kekamar untuk beristirahat dan diikuti oleh sang mamah dari belakang.


Devo merebahkan tubuh istrinya, "bunda istirahat ya, jangan banyak gerak dulu"


"Coba ceritain dulu gimana kok bisa begini? kemarin baik-baik aja kan Lis?"


Lisa hanya tersenyum dan tak berniat menjawab,


"heehh...kok pada diem??!" suara mamah Rena naik satu oktaf.


"Nggak apa-apa mah, kata dokter cuma keram aja"


"Kamu jangan cape-cape dong Lis,, kan mamah udah kirim orang buat bantuin kamu dirumah" mamah Rena sedang menasehati menantu semata wayangnya.


"Cape gara-gara aku mah"


"awww..."mamah Rena menoyor kepala anaknya. "sakit mah!!"


"Mangkanya jangan pake tenaga kuda!"


"Aku sihh udah niat pelan mah, ya kan Bun?? Mr.P aja yang kepengennya kenceng! lagian aku juga udah pamit sama dedek bayinya"


"Buktinya perut Lisa sampe keram, berarti dedek bayinya kaget sama kelakuan bapaknya. Emang kamu nggak bilang Lis kalo harus pelan aja?


"Yeee, Lisa semalem cuma bilang enak, ya kan Bun??!"


"Aww..." sekarang Lisa yang melempar bantal pada Devo. Ucapannya nggak disaring dulu, bikin malu Lisa didepan ibu mertuanya.


"Ayah!! bikin malu aja sihh?!"


"Dedek,,tolongin ayah dong,,ayah di bully nih sama oma dan bunda!!" Devo mengelus dan menciumi perut Lisa.


🧕Lagian sih Dev lu bukannya pelan-pelan, inget!! kan bini lu lagi hamil.


🤵 Thor,, perasaan gue udah pelan dehh. Yaa maklum dah Thor, kan gue udah lama nggak icip-icip.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Shayy... seperti biasa, jangan pelit-pelit ya buat like, komen, dan vote...


__ADS_2