Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
+3


__ADS_3

Setelah kakak di lamar,alhamdulillah uang ku cukup untuk masuk kuliah,aku kuliah di kota bekasi tidak jauh dari tempat kerjaan ku,hari pertama aku masuk kuliah aku bertemu dengan kakak kelas ku ia menggenalku sejak aku duduk di SMA,Ia bernama Rio,Rio ini sangat ramah orang nya,wajah yang tampan,kulit nya yang putih,mata yang indah,dan tinggi nya yang ideal seakan menambah keindahan diri nya,dan membuatku seakan memaksa untuk dapatkan diri nya.


tiba lah saat dia mengajak ku keliling kampus ini.


"Hy masih Ingat gak dengan ku" ujar Rio


"Hmmm,Kamu Rio kan?" ucap rara


"Bener !!! aku Rio,Kamu kuliah di sinih juga" ujar Rio, "Iya Aku baru di kampus ini" ucap rara, "Kok kamu masih baru di kampus ini" ujar Rio, "iya sebelum nya aku berkerja dulu" ucap rara.

__ADS_1


Aku pun dan Rio,saling menggenal satu sama lain,setelah ia menggajak ku keliling kampus Bel masuk berbunyi menandakan waktu nya pelajaran hari ini mulai.


setelah perlajaran selesai,istrahatpun tiba,perut ku mulai laper dan ingin makan,aku menuju katin bersama seorang teman ku yang bernama Rini,Rini ini teman sekelasku,dia baik pada ku ,dan agak cutek dengan lelaki.


"Rin mau ke katin gak?" ucap Rara


"Iya Ra aku mau ke katin" ujar Rini


Sampai di katin aku dan Rini makan bersama,dan tiba tiba ada suara lelaki yang memangil Namaku.

__ADS_1


"Rara !!,Ikut Aku yuk nanti pulang kuliah"ujar Rio


" Mau kemana memang nya" ucap rara


"Aku mau ngajak kamu jalan-jalan Ra" UjarRio "Kamu gak sibuk kan?" ujar rio lagi, "Gk kok,yaudah Aku mau kok" ucap Rara , "yaudah nanti aku tunggu di pakiran" ujar Rio " tapi bagaimana dengan motor ku?" ucap Rara "motormu antarkan saja dulu nanti aku ikuti kamu dari belakang dengan mobilku" ujar Rio


"ohh yaudah kalau begitu" ucap rara "Oke !!" ujar Rio


setelah Rio pergi,Rini bicara kepada ku

__ADS_1


"Rara kamu kok mau sama dia si" ucap Rini, "memang kenapa?, dia baik pada ku" jawab Rara "iya si,tapi aku khawatir dengan kamu" ucap Rini, "Udah santai,Gak usah khawatir gitu" jawab Rara.


aku tidak perdulikan omongan Rini,karna pikir ku dia Memang cutek ama lelaki.


__ADS_2