Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 108


__ADS_3

Happy Reading 😍


♥️♥️♥️


Pagi ini semua bangun lebih pagi demi bisa menikmati sunrise di pantai, pastinya akan indah sekali duduk dihamparan pasir putih menyaksikan matahari terbit dari kejauhan.


Apalagi jika berdampingan dengan seseorang yang kita sayang.


Bukan seperti tragedi yang terjadi semalam, acara senang-senang para remaja berakhir dengan sebuah drama.


💐Flashback💐


"Aaaww!!! tangan saya sakit Ca! udah dong!" ujar Nathan kesakitan.


"Lagian bapak sentuh bibir saya nggak ijin dulu?!" Caca mengomel, ia masih tidak terima karena Nathan sudah merenggut kesucian bibirnya.


"Gimana mau ijin Ca? kan kamunya pingsan?!" jawab Nathan sambil menangkis pukulan Caca.


Hhaahh?? apa maksudnya Nathan?? memang kalau Caca gak pingsan bakalan mau dicium sama dia. Sepertinya ada yang ngarep.com nih. Nathan... Nathan... Othor gak nyangka🤔


"Ayah!!! Bunda!!!" Tama berteriak memanggil kedua orangtuanya agar bisa melerai perdebatan Caca dan Nathan.


Devo dan Lisa cukup terkejut mendengar Tama berteriak, mereka khawatir kejadian seperti tadi sore. Keduanya langsung berlari menghampiri kubu anak remaja tersebut.


"Kenapa Tam?!" tanya Devo.


Tama tidak menjawab pertanyaan sang ayah, ia hanya memajukan bibirnya kearah Caca yang masih saja kesal dengan Nathan.


"Lohh??! Caca!! kenapa?!" Devo menghampiri Caca.


"Heeyy!! Caca kok gitu! nggak sopan nak!" Lisa menasehati Caca. "Nak Nathan sebenarnya ada apa?" tanya Lisa.


"Ini tante!" Nathan berusaha menjelaskan, namun Rose lebih dulu menceritakan kronologi kejadiannya.


Akhirnya Caca bisa menerima semuanya, ia berhasil dinasehati oleh Bunda dan ayahnya.


Caca meminta maaf atas sikapnya sekaligus mengucapkan terima kasih lagi karena Nathan sudah menolongnya.


💐Flash on 💐


Suara deburan ombak sangat indah terdengar ditelinga, matahari mulai menampakkan wajahnya.


"Nak....nak Nathan! sini gabung bareng kita!" Devo berteriak, ia melihat dari kejauhan Nathan juga sedang menunggu momen sunrise tersebut sambil menggerakkan tubuhnya untuk melenturkan segala otot yang lelah karena aktivitas bekerja setiap hari.


"Iya terima kasih Om!" Nathan menjawab dengan berteriak juga sambil mengangkat sebelah tangannya, ia menolak ajakan Devo karena masih tidak enak dengan kejadian semalam.


Tama mengambil alih, ia berlari menghampiri Nathan. "Ayo Om gabung sama kita biar lebih seru" Tama menarik tangan Nathan.


Dan terpaksa diikuti oleh Nathan.

__ADS_1


Diantara mereka ada yang bermain pasir, berlari-larian, bahkan remaja cowok sudah ada di yang berenang. Namun tidak dengan Nathan dan juga Caca, mereka masih asik duduk bersila ditepi pantai.


Nathan terlihat agak canggung, "Maafin saya ya Ca?!" Nathan mengulangi permintaan maaf nya lagi.


"Saya yang harusnya minta maaf pak! harusnya saya nggak kasar sama pak Nathan. Saya jangan dipecat ya pak!"


Suara Caca seperti memohon.


Sontak saja ucapan Caca membuat Nathan tertawa geli, ia sampai lupa bahwa Caca adalah karyawan magang di kantornya.


"Berarti benar yang diucapkan Leo ya?!" tanya Nathan.


"Maksud bapak?" Caca dibuat penasaran dengan ucapan Nathan barusan.


"Iya, kamu itu cewek galak!" sahutnya.


"Enak aja! bapak bicara sembarangan nih!" Caca tidak terima terima dengan tuduhan Nathan.


"Buktinya semalem kamu pukulin saya sampai tangan saya sakit nih!" Nathan menunjukkan lengannya yang memerah akibat ulah Caca tadi malam.


"Masa sih pak?!" Caca memegang lengan Nathan.


"Awww!!! sakit Ca!"


"Maaf...maaf pak" Caca meniup-niup bagian lengan Nathan yang memerah. " sudah diobatin pak?" Caca khawatir.


Nathan menggeleng, karena sebenarnya memang tidak ada luka dilengan Nathan, kalau bekas memerah memang iya..itu karena kulit nathan putih bersih, jadi wajar saja jika meninggalkan bekas akibat pukulan Caca yang sebenarnya tidak terlalu sakit untuk ukuran laki-laki sixpack seperti Nathan.


🤵 panggilan lo yang bagusan dikit kenapa Thor..


🧕 Ehh...sorry....sorry Nath.


🤵 Ada panggilan lain gak Thor??


🧕 yaa ellah....ribet banget nih cowok. Mentang-mentang ganteng..


🤵 yaa maksud gue yang enak didenger gituuu....


🧕 ya teruus gue mesti panggil lo apa mas broooooo.....


♥️♥️♥️


Siang ini pihak EO sudah siap mempersembahkan acara untuk Opa tercinta,


Acara yang sederhana namun cukup bermakna untuk disuguhkan pada orang tua seusia Opa Kevin.


Ada hal yang paling tak terduga, Nathan datang dengan sebuah kotak dibungkus kertas kado, padahal sejak awal kan pertemuan mereka di villa ini karena ketidaksengajaan.


Ya itu karena Caca memberitahu alasan mereka liburan dipantai ini, setelah mendengar informasi itu dari Caca segera Nathan memesan sebuah hadiah untuk Opa yang sampai sekarang masih dirahasiakan isinya.

__ADS_1


"Selamat hari lahir ya Opa, semoga Opa selalu diberikan kesehatan dan Yang maha kuasa selalu memberikan kemudahan dalam segala urusan" ucapan dan doa yang Nathan berikan pada Opa terdengar sangat dewasa.


Sebanding sihh dengan usia Nathan yang sebentar lagi memasuki usia 28 tahun.


"Terima kasih atas hadiah dan doanya Nak. Smoga Opa mendapatkan cucu mantu sebaik nak Nathan" ucap Opa Kevin.


"Aamiin........." ucap semua orang yang ada di pesta Opa termasuk Caca, namun dengan wajah bingung ia menatap orang kesekelilingnya. Wajah Caca berubah makin bingung mendapat tatapan dan senyuman dari Nathan.


"Pak Nathan apa maksudnya cengar-cengir ke gue??" batin Caca dalam hati.


"Opaaaa... selamat ya Opa, Caca sayang banget sama Opa" Caca memeluk opa Kevin dengan segera agar perbincangan mengenai cucu mantu cepat selesai.


"Iya sayaang... Opa juga sayang sama Caca, smoga Caca dapat jodoh yang baik seperti nak Nathan ya" doa Opa untuk cucu kesayangannya.


"Aamiin....." dan doa Opa pun di aminkan oleh semua yang mendengarnya.


"Lahh Opaaa....kok jadi balik kesitu lagi siih" Caca mengoceh dalam hati.


♥️♥️♥️


Hari menjelang sore, rombongan sedang bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Namun tidak untuk Nathan, ia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi dan juga mengurus proyek baru di wilayah yang sama.


Diperjalanan Dini dan Rike masih membahas masalah bibir suci Caca.


"Lo serius Ca belum pernah *******?" tanya Dini penasaran.


"Belum lahh!! bibir gue mahh masih suci! tapi sekarang sudah ternoda" sahut Caca dengan nada yang dibuat sedih.


"Lebaayy lo Ca! gue sih mau banget dicium sama orang ganteng kayak pak Nathan." Rike membayangkan jika dirinya lah yang dicium oleh Nathan.


"Bukannya lebay guuys, secara gitu...dia nyium gue pas gue lagi pingsan!" Caca masih menggerutu.


" Ya tapi kan dia itu yang udah nolongin elo Ca!" Dini masih membela Nathan.


"Iyaa..maksud gue, kalo gue lagi pingsan gue kaan jadi nggak tau rasanya ciuman itu kayak gimana??!" Caca berucap dengan tegas.


"Lahh??? jadi kita Lo marah itu bukan gara-gara___?!!"


Ucapan Rike terhenti...mereka semua yang berada didalam mobil mencerna sendiri kelanjutan ucapan Rike.


Caca menggeleng, " gue cewek normal guys, gue kan juga pengen tau rasanya dicium cowok tuh gimana..."


"Haaahh!!! kampreet lo Ca!!!


♥️♥️♥️


Guyys,,,, rekomendasi novel ini dong ke medsos kalian, supaya teman, saudara, dan juga tetangga kalian bisa ikutan baca juga.


yaaa?? yaa?? mau yaa??....

__ADS_1


Like n komen nya kutunggu guys.


Salam hangat dari Othor,,muacch 😘😘😘


__ADS_2