
Haaayy...haaayy...
Happy Reading aja yaach..😍😍
♥️♥️♥️
Menyusuri Mall dengan menenteng goodie bag yang sudah berisi gaun-gaun cantik, Lisa dan Devo tidak melepaskan tangan mereka yang saling bertautan.
"Makan yukk, Bunda laper?!"
"Mau makan apa? di lantai 4 ada restoran Jepang Bun"
"Oke Yah, udah lama Bunda nggak makan masakan Jepang"
Disambut seorang berpakaian ala-ala Japanese dipintu masuk restoran, Lisa memilih meja tidak terlalu jauh dari pintu masuk.
Seorang pelayan menyodorkan sebuah daftar menu, Devo menyerahkan pada Lisa makanan apa yang akan dipesan mereka.
Lisa tidak membuang kesempatan tersebut, alih-alih membalaskan dendamnya pada saat ngidam beberapa bulan yang lalu, karena makanan apapun yang ia makan berakhir dengan muntahan yang mengakibatkan tubuhnya lemas.
Satu porsi sushi, makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk yang berupa makanan laut dan sayuran. Nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Baru melihat gambar nya saja Lisa sudah tidak sabar ingin segera melahapnya.
Tidak hanya itu, Lisa pun memesan seporsi shabu-shabu, masakan berupa irisan tipis daging sapi yang diolah dengan cara dicelup kedalam panci khusus berisi air panas dan selama penyajian shabu-shabu ini dimakan bersama saus wijen.
Dan sebagai dessert Lisa memilih mochi, makanan yang terbuat dari beras ketan yang ditumbuk hingga lembut kemudian dibentuk, diolah dengan cara direbus atau dipanggang dan dilumuri dengan tepung maizena.
Dan untuk minumnya mereka memilih teh hangat dengan perasaan jeruk lemon.
"Nah gitu dong makan nya banyak, supaya dedeknya sehat terus bundanya juga kuat kalau nanti melahirkan" ucap Devo yang senang melihat istrinya tampak bersemangat melahap makanan yang telah disajikan.
"Hhmm....bilang aja supaya bundanya tambah gendut gituu Yah?!"
"Ayah serius Bun?!"
__ADS_1
"Bunda pesen banyak buat ayah! supaya ayah kuat!" Lisa melirik nakal pada suaminya.
"Bunda kok jadi genit gini yaa?! pulang aja yukk?! ayah jadi nggak sabar nih"
"Hahaha...enak aja, makanannya aja belum dimakan udah ngajakin pulang!" protes Lisa.
Sedang asik suap-suapan tiba-tiba ada suara seseorang yang menyapa mereka dan sepertinya suara itu tidak asing ditelinga mereka.
"Haayy broo!! wuuih..makin romantis aja nihh!!" sapa Afi yang akan makan di restoran tersebut bersama Wina dan masih lengkap dengan pakaian kerja mereka.
"Hhmmm....lo lagi!! Waktu gue SMA belajar Geografi, yang gue inget dunia itu luas deh, kenapa ketemu nya yang sama elu mulu sihh?!" Devo tampak bete membalas sapaan dari sahabatnya itu.
"Oohh gitu ya Dev??! kok gue nggak inget ya??! mungkin waktu itu gue kan nggak masuk kali ya?!" seperti biasa Afi membalas ucapan Devo dengan kelakuan nyelenehnya.
"Ayo Win duduk, gabung sini!" ajak Lisa pada kedua pasangan yang masih bergandengan tangan.
"Udah Bun,,nggak usah disuruh gabung! tuh liat masih banyak meja yang kosong!" Devo mengarahkan sumpit yang ia gunakan untuk makan kearah beberapa meja yang kosong.
"Gue gimana mas Afi aja Sa!" jawab Wina merasa tidak enak karena penolakan suami sahabatnya itu.
"Kita disini aja Yaang gabung dengan mereka, lagian kan nggak enak nolak ajakan ibu negara" Afi menarik kursi untuk Wina dan dirinya.
"Bini gue cuma basa basi kalee!!" ucap Devo lagi dan masih tetap datar.
"Kok kita jadi kayak double date gini ya?" Afi membuka obrolan saat mereka sudah kenal bergabung.
"Diihh???! ogah amat gue ngedate bareng lo Fi!!" Devo berucap namun ucapannya dibalas dengan tawa oleh Afi.
"Ngomong-ngomong kalian darimana?" Lisa bertanya pada Wina.
"Kita abis nonton Sa" sambil menyantap makanan yang ia pesan.
"Widiihh...apaan tuhh??!" Lisa bertanya sambil menunjuk kearah leher Wina karena ada bekas kecupan disana.
"Haahh??? kelihatan ya Sa?!" Wina gugup dan malu.
"Ya iyalah,,,sampe biru gitu!" ujar Devo yang ikut melihatnya juga.
"Kamu sih mas! udah aku bilang jangan, jadi bigini kan?!" Wina mencubit lengan Afi dan berusaha menutupi kissmark buatan kekasihnya itu dengan rambutnya.
__ADS_1
"Aawww...sakit Yaang!! ya udah sih biarin aja! lagian aku kan kebawa suasana Yaang!!" sahut Afi.
" Emang kalian nonton film apa?" tanya lisa penasaran.
"Film horor Sa!" Wina menjawab dengan bibir cemberut pada Afi.
"Lahh???" Lisa bengong. "kok bisa ya Yah??" Lisa malah bertanya pada suaminya.
"Pasti film vampir kan Fi??! mangkanya bisa terbawa suasana terus lo gigit leher yang ada disebelah lo?? iya kan??!"
Kedua laki-laki tersebut tertawa terbahak-bahak namun tidak dengan Wina yang semakin malu karena jadi buat bahan candaan dua orang yang bersahabat sekaligus berprofesi sebagai atasan dan bawahan itu.
"Nggak usah ngeledek deh Yah! kamu juga dulu gitu!" sahut Lisa pada Devo karena ia juga tak tega melihat Wina tertunduk malu karena tawa nya yang keras.
"Jiaahh...kartu nya kebongkar dehh" sekarang Afi yang gantian mengejeknya.
"Beda Bun!! waktu itu kan kita nonton film romantis, kalo terbawa suasana ya wajar lahh!! nahh kalo mereka masa film horor bisa sampe begitu?!" Devo membela diri.
♥️♥️♥️
"Bun, nanti pake ya bajunya?! ayah nggak sabar mau lihat Bunda pake baju tadi" Afi mengajak Lisa ngobrol namun tidak ada jawaban dari perempuan cantik yang duduk disebelah kemudi, dan ternyata Lisa sudah terlelap mungkin karena kekenyangan pikirnya. Devo membelai rambut istrinya itu, ia juga tersenyum bahagia dan terus fokus dengan jalanan ibu kota yang mulai padat.
♥️♥️♥️
Mereka sudah sampai di kediaman, namun Lisa masih tertidur. Tidak ingin membangunkan istrinya, akhirnya Devo menggendong Lisa.
"Pak? ibu kenapa?!" tanya mang Didin khawatir dengan keadaan majikannya itu, karena tadi sore kedua bosnya itu berpamitan hendak ke dokter.
"Nggak apa-apa kok mang, ibu cuma tidur. Ohh iya mang, tolong bawa belanjaan yang dibagasi ya?!" pinta Devo pada supirnya.
"Ya, baik pak!"
Mendengar suara orang yang sedang bercakap-cakap Lisa terbangun,
"hhmm...ayah? kita udah sampe ya?! kenapa ayah nggak bangunin Bunda, maaf ya Yah?!" Lisa bertanya karena melihat sekeliling yang tidak asing baginya dan merasa tidak enak hati pada Devo. Mereka sekarang sudah sampai di ruang tengah.
Tersadar ia sedang ada digendongan sang suami, Lisa merasa tidak enak dengan asisten rumah tangga mereka. "Yaa ampun,,ayah?! turunin Bunda Yah! nggak enak dilihat yang lain!"
"Biarin aja! paling mereka iri Bun" Devo tidak menurunkan tubuh istrinya. "Lanjutin aja istirahatnya!" Devo merebahkan Lisa di sofa panjang nan empuk yang berada di depan layar kaca.
__ADS_1
♥️♥️♥️
okeh.. jangan lupa like nya ya genks 😘