Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 138


__ADS_3

Happy reading gaeess...


❤️❤️❤️


Nathan berhasil membuat Caca keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan kimono.


"Mas? ini tiket pesawat kok ada disini?" tanya Caca pada Nathan, ia melihat dua buah tiket yang bunda Lisa berikan saat Caca didalam kamar mandi.


"Ooh iya,,,tadi bunda kesini kasi tiket itu ke mas".


"Terus bundanya mana?"


"Udah balik ke kamar, mau istirahat katanya. Kita juga istirahat yukk sayang". ajak Nathan pada perempuan yang sekarang sudah resmi menjadi pendamping hidupnya.


Caca duduk di sofa,."Eemm,,,iya mas, aku juga ngantuk. Mau tidur". Caca menjawab dengan agak kikuk dan canggung.


"Beneran mau langsung tidur?" tanya Nathan sambil menghampiri istrinya.


Sebenarnya Caca mengerti apa yang dimaksud dengan perkataan Nathan, hanya saja ia merasa gugup. Jantung nya agak berdetak lebih cepat.


Nathan duduk disebelah istrinya, ia melepas penjepit rambut yang digunakan saat Caca mandi, kini rambut Caca tergerai dan Nathan membelainya dengan sangat lembut.


"Mas..." ucap Caca sambil tertunduk.


"Kenapa aku malu menatap wajah mas Nathan"


Caca berkata dalam hati.


"Kenapa sayang?" Nathan menggenggam tangan Caca, ia mencoba meredakan kegelisahan istrinya itu.


"Harus sekarang ya?" pertanyaan Caca terdengar sangat ambigu, namun Nathan sudah paham dengan kata-kata itu.


Nathan menjawab pertanyaan Caca dengan senyum yang begitu manis, "Kenapa?" tanya Nathan lembut.


"Aku belum siap, aku belum pernah, aku takut mas" akhirnya semua kalimat yang terpendam di hati Caca meluncur begitu saja.


"Gak sayang,,,gak apa-apa kalau kamu belum mau, mas tunggu kamu siap ya"


"Makasih ya mas"


"Tapi kalau cium boleh kan??" Nathan mendekati wajah istrinya, ia mencium lembut kedua pipi Caca. Nathan mengecupnya dengan penuh cinta, bibir ranum Caca pun tak ia tinggalkan.


Kedua tangan Nathan menangkup wajah Caca dan kecupan lembut itu pun terjadi berulang kali, "Mas sayang kamu" Nathan menghentikan kecupannya sesaat dan mengucapkan kalimat tersebut.

__ADS_1


Terdengar sangat manis, hingga membuat Caca terbuai dan tak sadar bahwa Nathan sudah berhasil melepas tali ikatan kimono yang dikenakan Caca.


Bibir Nathan kini sudah berpindah posisi, ia membisikkan sebuah kalimat ditelinga Caca, "I love you, honey" hembusan nafas Nathan membuat Caca merinding dan semakin terbuai.


"Maass....aaauhh,,," desahan nafas Caca keluar begitu saja, dan itu berhasil membuat Nathan semakin bergelora.


"Jangan takut, mas akan melakukan nya dengan lembut ya". ucapan Nathan membuat wanita yang ia cintai percaya, kini Caca memejamkan matanya seakan ia pun menikmati belaian lembut laki-laki yang ia cintai.


Nathan menggendong Caca, ia membawa istrinya menuju ranjang pengantin yang sudah disediakan dan dihias dengan begitu indah.


Caca terbuai dengan perlakuan Nathan padanya, tanpa paksaan dan penuh kelembutan.


Nafas keduanya makin menderu, desahan yang keluar dari mulut Caca semakin membuat malam pengantin mereka benar-benar indah.


Malam ini terasa sangat panjang, sepasang pengantin baru yang baru saja merasakan kenikmatan dunia dan indahnya hidup bersama dengan orang yang mereka cintai terjadi tidak hanya sekali. Ya mereka melakukan nya berulang kali hingga akhirnya tertidur karena kelelahan.


Dan ternyata yang namanya malam pengantin tidak memerlukan persiapan. Hanya rasa saling mencintai dan menyayangi maka semua akan terasa indah.


❤️❤️❤️


Terbangun di pagi hari, tepat nya menjelang siang. Karena jam di ponsel sudah menunjukkan pukul sembilan. Saling berpelukan dan hanya tertutup dengan badcover, Nathan menopang kepalanya dengan tangan, ia menatap wajah Caca,.mata perempuan yang berstatus istrinya masih terpejam. Jari tangan Nathan mengelus pipi Caca hingga akhirnya membuat Caca terbangun.


"Heemmm...." perlahan Caca membuka matanya, "mas...??" Caca menatap wajah laki-laki tampan itu dan tersenyum.


"Terimakasih ya sayang..." ucap Nathan sambil mengecup lembut bibir Caca.


"Untuk???" Caca bertanya meminta kejelasan ucapan suaminya.


"Terimakasih kamu sudah memberikan yang terbaik untuk mas" kalimat penuh makna Nathan berikan pada istrinya.


Nathan merasa bersyukur karena ia adalah laki-laki pertama yang menggauli istrinya, pantas saja Caca merasa gugup tadi malam karena ia memang belum pernah melakukan hal ini.


"Smoga Tuhan segera memberikan kita Nathan junior ya sayang" Nathan mengelus perut Caca yang tertutup selimut tebal.


"Aamiin...." ucap Caca singkat.


"Krrukkk...." tanpa direncanakan suara perut Caca terdengar jelas, dan keduanya saling bertatapan dan tertawa.


"Laperrr...." Caca merengek sambil memegang perutnya.


"Heemm...kasian...." jawab Nathan dan mencubit pelan pipi Caca. "Sebentar ya, mas order sarapan buat kamu"


Nathan bergegas memesan sarapan untuk mereka berdua melalui pesawat telepon yang ada diatas nakas sebelah ranjang.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Tidak berselang lama suara bel pintu kamar berbunyi, Nathan segera membuka pintu dan ternyata bukan room service yang datang, melainkan Leo.


"Pengantin baru mukanya bete banget sihh?!" Leo mengejek Nathan.


"Abang pikir room service nganter sarapan! taunya malah kamu!"


"Waduuhh,,,,hampir jam 10 baru sarapan! kesiangan nihh ceritanya!" Leo masih saja menggoda sang abang.


"Kakak ipar kesayangan gue mana bang?" tanya Leo sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Caca.


Caca memang sedang mandi membersihkan diri yang terasa lengket karena keringat sebelum ia bangun tadi karena Nathan terus mengecup hampir seluruh tubuhnya.


"Mau ngapain sih?!" tanya Nathan lagi.


"Ada perlu lahh Bang". sahut Leo.


"Mau perlu apa?! sama Abang aja!" Nathan khawatir kalau adik nya itu akan menggoda istrinya, Caca pasti bakalan malu dehh.


"iihh...gue kan perlu nya sama Caca bang!"


"Caca!! Caca!! gak sopan!! panggil kakak!" Nathan memarahi adiknya tersebut.


"iya, maksudnya gue perlu sama kakak ipar. Ada yang mau gue tanyain bang, pleeeease!!"


Leo merapat kan kedua tangannya memohon pada Nathan.


"Ya udah nanti kamu balik lagi aja! kakak ipar kamu sedang mandi"


"oke..oke...siap bang. Kalian beres-beres aja dulu." kalimat terakhir Leo seakan menggoda sepasang pengantin baru yang sedang kasmaran tersebut.


❤️❤️❤️


Leo segera beranjak dan meninggalkan kamar sang abang, kebetulan saat sedang membuka pintu ia berpapasan dengan room service yang akan mengantar sarapan pesanan Nathan.


"Mas, cepet taro tuh sarapan sebelum diusir sama penghuninya" ucap Leo pada seorang pegawai hotel yang hendak masuk ke kamar Nathan.


Tentu saja ucapan Leo membuat sang pegawai hotel bingung. "Pesanan nya pak?" ucap laki-laki muda dengan meja troly yang berisi menu sarapan.


"Iya mas, silahkan!" jawab Nathan mempersilahkan pegawai itu masuk.


Dan pagi ini adalah sarapan terindah Nathan. Karena Caca masih belum mengenakan bra, Nathan merasa hal itu menguntungkan baginya.

__ADS_1


❤️❤️❤️


Gaeess maaf ya othor kelamaan banget update nya... minta like n komen nya ya..lop u. muaachh


__ADS_2