
Malam ini adalah malam terakhir mereka menginap di villa. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa, Devo mengajak Lisa berjalan-jalan menikmati malam didaerah yang terkenal dingin itu. Menikmati sepotong uli bakar dengan segelas susu jahe yang masih panas rasanya tak terhingga bahagia yang mereka rasakan, walau hanya dengan hal sesederhana itu.
"Bun, makasih ya udah mau selalu disamping ayah"
"Bunda yang harusnya terima kasih sama ayah, udah mau sabar ngadepin Bunda. Kalo Bunda salah,,selalu ingetin ya "
"Bun,,,"
"Hhmm,,"
"Boleh kan___??" ucapan Devo tak dilanjutkan.
"Boleh apa??"
"Ayah kangen sama dedek" Devo mengelus perut istrinya yang semakin membesar.
Sudah seminggu lebih Devo tidak melakukan kunjungan dikarenakan satu dan lain hal.
"Hussstt.." Lisa menempelkan satu jari di bibirnya, "malu ayah.." ucap Lisa sambil celingak-celinguk khawatir pengunjung lain mendengar percakapan mereka.
"Kenapa harus malu?? sama istri sendiri kok.
Ya kan dek" sekarang Devo malah mencium perut Lisa.
"Wiihh,,,nggak tau nya disini dia?!" tiba-tiba saja ucapan Yudha terdengar ditengah-tengah rayuan Devo yang sedang meminta ijin acara kunjungannya malam ini.
"Kita cari-cari,, ehh ternyata ada disini" Johan ikut menimpali.
"Mau dong" Wina mendekati Lisa dan mengambil potongan kecil uli bakar yang ada di piring saji Lisa.
"Ya elahh...biang reseh pada dateng!"
"Mang, suhe nya empat ya?" Afi memesan susu jahe untuk rombongan mereka.
"Hehh!!! yang jual susu jahe tuh banyak!" Devo menunjuk ke arak sederetan tempat ia duduk dengan istrinya, "kenapa lo pada kesini sihh?!
sono gihh cari tempat laen!"
"Bujugg...galak amat baaang???!" sahut Afi yang justru bikin Devo makin kesal karena nada bicaranya.
"Ganggu tauu!!" jawab Devo sambil cemberut.
"Lahh?? mamang suhe nya aja seneng. Iya kan mang??" tanya Yudha pada si pedagang suhe, dan si mamang pun hanya tersenyum.
"Bukan lo aja Dev yang terganggu,,,gue juga!"
suara Afi juga terdengar kesal.
"????" kening Devo berkerut.
__ADS_1
"Gue sama Wina lagi asik ngobrol,,eehh tuh dua bocah reseh gangguin kita, ya kan Yang??" Afi meminta persetujuan dari perempuan yang sekarang resmi menjadi kekasihnya.
"Diihh... harusnya lo berterima kasih sama kita Fi !!" sahut Yudha tidak terima dirinya disebut pengganggu oleh Afi.
"Berterima kasih??" gimana judulnya gue kudu bilang makasih sama lo berdua?? secara kan lo yang ganggu gue??!" kata Afi.
"Coba kalo kita nggak keburu dateng?!
Lo pasti udah nyosor tuhh! bisa bahaya anak gadis orang Dev!!" Johan ikut menjelaskan, lebih tepatnya mengadu pada Devo.
Wina mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Johan nyengir dan tertunduk malu disamping Lisa.
"Heeyy...udah...udah...kalian tuhh dimana-mana kerjaannya pasti debat terus dehh!!" Hayooo...ibu negara marah tuhh!
♥️♥️♥️
Berkeringat ditengah dinginnya udara puncak, begitulah Lisa dan Devo menghabiskan malam. Saling menumpahkan kasih sayang dan kerinduan, "sayang... dedek... ayah dateng yaa?!" ucap Devo mengelus perut Lisa dan menciumi sepetak benda dibawahnya yang sudah tak berpenghalang dengan apapun.
"aaagh...ayaahh..." Lisa terlihat sangat menikmati setiap sentuhan dan kecupan yang Devo lakukan.
"Ooohhh..ayaah... Bundaa...maauuu....ooughh" Lisa meracau dengan suara yang tak sengaja mencelos begitu saja.
"Sabaar sayaang... Bunda nikmatin aja ya?!"
Devo sengaja melakukan pemanasan yang membuat istrinya itu tampak menggila.
bagian bawah Lisa sudah lembab, barulah Devo bersiap untuk masuk.
" Ayah masuk ya Bun??" Devo meminta ijin agar yang didalamnya tidak kaget dan hanya dijawab dengan anggukan cepat oleh Lisa.
Dengan sangat perlahan Devo memasuki inti Lisa, memompanya dengan sangat pelan. Hentakan yang diberikan Devo lembut sekali, ia tidak ingin meninggalkan kesakitan disana.
Mereka mendapatkan pelepasan, mengatur nafas yang masih belum teratur, keduanya tertidur lemas tanpa membersihkan sisa-sisa penyatuan mereka.
♥️♥️♥️
Pagi ini Devo tampak ceria, jika sebelumnya sering terlihat mengomel pada sahabatnya tapi tidak pada saat sarapan pagi ini.
"Tumben nih si ayah ceria banget?!" goda mamah Rena pada putranya. "abis dapet jatah yaa?!" celotehan mamah.
Mamah Rena menebak tapi pasti karena ia juga melihat rambut Lisa basah, mandi keramas pagi-pagi ditempat yang udaranya sangat dingin kok rasanya agak tidak biasa.
Devo tidak menjawab, bahkan bersikap biasa saja seperti tidak mendengar kalau sang mamah sedang menggodanya.
"Pura-pura nggak denger tuhh tan??!" Afi menambahkan menggoda bosnya.
"Iya...padahal hatinya seneng banget tuh Tan, kalo nggak malu dia udah lompat-lompat kegirangan tuhh" Yudha pun ikut serta menggoda.
"Pada ngomongin apaan sihh??!" Devo seakan tidak mengerti arah pembicaraan mereka.
__ADS_1
"aaahh...ayahh...cepet dooong....ahhh...aghh.."
Johan dengan tanpa rasa malu mengulang suara yang ia dengar tadi malam.
Dan semua yang berada di meja makan pun tertawa.
"Oohh...jadi kalian nguping yaa??!" Devo memutar telunjuknya mengarahkan ke mereka yang berada di meja makan.
"Sembarangan lo kalo ngomong, bukan kita yang nguping, tapi suara lo berdua tuhh yang bikin kita semua nggak bisa tidur, berisik tauu!" Afi nyolot karena dibilang nguping pasangan yang lagi ena-ena.
"Emang kedengeran??" Lisa bertanya sambil wajahnya menoleh ke arah suaminya.
"Tuhh kan??? ibu negara aja udah ngaku..berarti bener kan??" ucapan Yudha barusan membuat Lisa seperti mengiyakan tuduhan yang sedang menuju pada dirinya.
"Ayaahh???.... " suara rengekan Lisa pada suaminya karena merasa malu.
"Nggak usah didengerin Bun, salah mereka lahh.. kenapa gangguin acara kita" Devo menenangkan istrinya.
Devo menggandeng Lisa, mengajak istrinya untuk keluar, "yukk kita cari sarapan diluar aja,, disini pada reseh !!"
"Waduuhh...ngambek!!" ucap Johan. "Ikut doong!! wooy... tungguin!!"
"Enak aja..nggak...nggak...makan aja yang ada tuh!" sahut Devo sambil memajukan bibirnya kearah makanan yang sudah disiapin diatas meja.
"Sorry...sorry deh, maapin kita dong?!" Afi merapatkan kedua telapak tangannya dan memposisikan nya didada.
"Pokoknya nggak ada yang ikut-ikut,,titik!! ayo sayang" Devo segera membawa istrinya keluar dari villa.
♥️♥️♥️
"Ayah,, bagus yaa?" Lisa bertanya pada suaminya ketika melihat sebuah taman ditumbuhi dengan berbagai macam dan warna-warni bunga. Semua tampak indah sekali.
"Bunda suka??"
Lisa mengangguk. "cantikya Yah?"
"Lebih cantik Bunda"
"Mulai deh nge gombal" Lisa tampak merona dengan ucapan suaminya.
"Lohh emang bener kok! Ayah nih kalo disuruh milih antara taman bunga ini sama Bunda?? Ya ayah udah pasti milih Bunda"
"Tuhh kan mulai gombal lagi ayah"
"Ayah serius sayaang??! pokoknya nggak ada yang bisa gantiin Bunda dihati ayah"
Lisa tiba-tiba menghentikan jalannya dan berhadapan dengan Devo. "ayaah...peluukk"
Devo dengan senyum bahagia, langsung memeluk istri yang sangat ia sayangi.
__ADS_1