Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 120


__ADS_3

Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


Sembarangan kamu! mas ganteng begini, dibilang jelek!" Nathan mencubit pipi Caca.


"Ya mangkanya senyum dulu dong!" pinta Caca.


"Nggak mau!" sekarang Nathan yang balik menolak.


"Kok gitu sihh?!" protes Caca.


"Kiss dulu dong?!" Nathan mengerucutkan bibirnya, ia mengharap ada kecupan manis dari gadisnya.


Dan demi menebus kesalahannya Caca mengikuti permintaan Nathan, ia berjinjit sedikit demi menggapai bibir seksi mas Nathan nya tersebut.


"Cup...cup...cup..."suara kecupan pada bibir dan kanan kiri pipi Nathan. "sekarang senyum dong?!!" bujuk Caca.


"Kamu jangan seperti tadi lagi ya? mas nggak suka!"


"Iya..iya..maafin ya?!" Caca bergelayut manja dilengan Nathan.


♥️♥️♥️


Permainan demi permainan dilaksanakan sesuai jadwal, semua karyawan antusias sekali. Hingga tibalah saatnya pengumuman untuk semua peserta. Kira-kira siapa ya yang akan dapat bonus tiket ke Lombok, pulau yang terkenal indah dengan air laut yang terlihat jernih.


Tiga hadiah utama sudah berada ditangan yang tepat, tiga orang karyawan sudah berhasil mendapatkan tiket pesawat Jakarta- Lombok-Jakarta, hotel, dan uang saku diberikan oleh perusahaan. Satu orang dari bagian humas, satu lagi dari bagian marketing, dan tiket terakhir diperoleh oleh seseorang dari bagian perencanaan.


Untuk hadiah hiburan pun kini sudah bertuan, berupa 10 ponsel keluaran terbaru seharga 7 juta rupiah. Dan hadiah hiburan lainnya pun didapatkan oleh 20 karyawan berupa tabungan masing-masing senilai 3 juta rupiah.


Semua Nathan berikan setiap tahun untuk memotivasi para karyawan, setelah acara ini berlangsung biasanya kinerja mereka lebih bagus dan sudah bisa dipastikan perusahaan akan maju lebih pesat. Keuntungan sudah pasti akan berpihak padanya.


Nahh,, sekarang waktunya acara bebas, para anggota gathering diperbolehkan mengisi waktu luang mereka untuk berjalan-jalan, berselfi ria, atau ada juga yang sedang melakukan pendekatan sesama karyawan hingga waktu yang ditentukan oleh ketua panitia penyelenggara untuk berkumpul dan bersiap kembali ke Jakarta.


♥️♥️♥️


Kali ini Caca duduk bersebelahan dengan Nathan, ia tidak ingin membuat kekasihnya kecewa seperti ketika berangkat tadi.


Kecurigaan peserta gathering yang ada didalam bus tersebut pun semakin jelas terbukti bahwa ada hubungan spesial diantara bos dan karyawan magang dikantor mereka.


Siapapun yang melihatnya pasti akan berpikiran seperti itu, karena sejak tadi Caca melingkarkan lengannya di lengan kekar sang kekasih. Bahkan Caca tak sungkan-sungkan menyandarkan kepalanya dibahu Nathan.

__ADS_1


"Wahh, sepertinya ada pasangan baru nih?!" goda Dani salah satu cleaning service yang ada dibus tersebut, "saya doain jadi ya pak Nathan?!"


"Udah pak jadiin aja!" teriak yang lainnya dari arah belakang.


"Temen-temen! kita siap-siap nih buat ke acara pak Nathan!" sahut Anis sang sekretaris.


Nathan hanya tersenyum mendengar dukungan dan doa dari semua karyawannya, mereka semua merestui hubungannya dengan gadis disebelahnya.


"Mas?! mereka kenapa sih?! aku malu tau mas!" Caca berbisik.


"Ya bagus dong! itu berarti mereka mendoakan kita. Terus kapan dong mas bisa melamar kamu?!"


Wahh..kode itu, si ganteng bisa aja cari celah.


"Ya elahh mas,,, hubungan kita kan baru seumur jagung, udah ngomongin nikah aja! aku kan juga masih kuliah mas. skripsi aja belum!" Caca mengomel.


"Iyaa..iyaa..sayaang....mas bakal tungguin kamu" Nathan mengelus lembut rambut perempuan yang ia sayangi.


Sepanjang perjalanan Nathan berpikir akan mengenalkan Caca pada keluarganya, tapi kapan? tentunya menunggu sampai kedua orangtuanya berkunjung ke Jakarta.


♥️♥️♥️


Ting tong ting tong, Leo sengaja menekan bel berulang kali untuk menjahili Nathan. Padahal ia sudah tahu kode untuk membuka pintu apartemen sang kakak.


Klek, suara pintu dibuka dari dalam. "Kamu dek! bukannya buka sendiri!" Nathan mengomeli adik semata wayangnya.


"Belum juga masuk, gue udah dimarahin aja bang?!" jawab omelan Nathan.





"Gimana usaha kamu dek? lancar?!" Nathan mulai menanyakan perkembangan perusahaan keluarga mamah Aurel yang sekarang dipegang oleh Leo.


"So far so good Bang! lalu Abang sendiri gimana?!" Leo balik bertanya.


"Lancar-lancar saja! sekarang progres nya malah lebih bagus"


"Maksud gue bukan itu bang! cewek yang lo tembak gimana? Lo diterima nggak?"

__ADS_1


"Pasti lahh!!" Nathan menjawab dengan percaya diri, padahal ia juga ketar-ketir khawatir jika Caca waktu itu menolaknya.


"Wuuihh... kereen!!! akhirnya Abang gue punya pacar juga!" Leo menggoda Nathan. "Kenalin dong!! pacar disimpan aja!"


"Iya nanti Abang mau kenalin ke Mommy and Dady, kalau kamu sihh sudah kenal!" Nathan menjawab keingintahuan adiknya.


Namun ekpresi wajah Leo tampak bingung, siapa! perempuan yang dimaksud jika memang ia sudah mengenalnya.


"Aluna bang?!" Leo mulai menebak, Aluna adalah sepupu jauh dari pihak keluarga Nathan yang sejak lama sudah menaruh rasa suka pada Nathan, namun Nathan tidak menanggapi nya dengan serius.


Nathan menggeleng, "Bukan!" jawab Nathan singkat.


"Nahh!!! pasti Jihan?!" iya kan?!" Leo masih berusaha mencari tahu siapa gerangan perempuan itu. Jihan teman SMA Nathan, ia pun sangat menyukai Nathan. Mungkin Sampai kini pun Jihan masih mengharapkan Nathan untuk menjadi kekasihnya.


Nathan menggeleng lagi, "bukan!"


"Siapa dong! selain mereka berdua gue nggak tau lagi cewek yang masih nguber-nguber lo sampai sekarang!" Leo mulai tidak sabar.


"Caca! cewek yang magang dikantor Abang!"


Nathan memberi tahu siapa perempuan yang berhasil membuat ia jatuh hati.


Leo masih terkejut dengan informasi yang ia dengar barusan. "haah??! cewek galak itu?!"


"Huusst!! jaga bicara kamu!" Nathan tidak terima dengan sebutan yang Leo berikan pada kekasihnya "Caca calon ipar kamu dek, jadi kamu harus sopan!" ujar Nathan.


"Whaaatt???!! ipar?! dia bakalan jadi kakak ipar gue bang?!" Leo lebih terkejut lagi.


Nathan mengangguk, mengiyakan pertanyaan adiknya. "Abang sayang sama dia, abang cinta. Caca anak baik, kalau kamu sudah kenal, pasti kamu akan suka deh! keluarganya juga baik, mereka semua welcome sama Abang"


Leo mendengarkan Nathan yang sedang menceritakan sosok sang kekasih dan keluarganya. Kini Leo mulai memahami pilihan kakaknya tersebut, "Kalau Abang bahagia, gue ikut seneng Bang" ia selalu berharap Nathan bahagia dengan siapapun pilihannya.


♥️♥️♥️


Entah karena Nathan sudah cukup usia untuk berumah tangga atau karena ia sudah merasa cukup mencintai Caca dan berniat untuk meminang gadisnya agar menjadi pendamping hidupnya kelak. Ya, ia akan meminta ijin pada kedua orangtua Caca untuk melamar putri mereka menjadi istrinya.


♥️♥️♥️


Gimana nih...si ganteng jadiin aja sama Caca? atau.... Othor bingung nihh 😀


Sepi bangeeet...Komen nya dong gaeess 😀

__ADS_1


__ADS_2