
Genks, sorry yaa....jika sebelumnya author agak telat up nya, karena review nya agak lama. Harap maklum ya shaayy...
Happy Reading aja yeayy 😘😘
♥️♥️♥️
Setelah satu minggu akhirnya acara lamaran ke keluarga Wina dapat terlaksana, walaupun dengan drama yang lumayan bikin jantung dag dig dug...
Flash back
"Yang?? gimana nih orang tuaku masih di Aussie (Australia)? padahal aku udah bilang ke orang tua kamu bakal dateng minggu ini"
Ucap Afi pada Wina ketika baru saja ia mendapat kabar dari sang mommy di Australia.
Sudah dua pekan orang tua Afi merawat Oma Rachel yang jatuh sakit. Oma Rachel adalah ibu dari Daddy nya Afi.
"Duhh..gimana mas? aku nggak enak sama ibu kalau harus ngebatalin acara lamarannya"
"Iya Yang....tapi masa aku dateng sendirian?"
"Terus gimana dong mas?" hiks...hiks...
Wina mulai cemas dan ia tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.
"Duhh...sayaang...nggak usah nangis dong. Mas pasti dateng kok. Mas juga lagi pikirin gimana caranya"
Afi memeluk Wina, meyakinkan bahwa niatnya untuk melamar benar-benar tulus.
"sabar ya?!" ucap Afi sambil membelai rambut kekasihnya.
♥️♥️♥️
Setelah kejadian itu Afi tampaknya tidak bisa bekerja dengan konsentrasi, itu terjadi ketika Devo menghadiri meeting dengan klien namun salah jadwal. Untung saja kesalahan itu tidak terlalu fatal karena ternyata Devo dan Afi menghadiri rapat terlalu cepat satu hari sebelumnya.
Ketika sampai di perusahaan klien mereka, ternyata CEO sedang tidak ada ditempat. Sang sekretaris menyampaikan hal tersebut ketika Afi mengkonfirmasi saat tiba di kantor klien nya tersebut untuk meeting siang hari itu.
"Lo gimana sih Fi? lo bilang meeting nya hari ini?"
"Waduhh sorry bos, gue salah lihat jadwal. Gue pikir hari ini, ternyata meetingnya besok"
Bersyukur karena mereka masih bisa melanjutkan meeting penting itu besok, dan kerjasama dengan kliennya masih bisa terjalin.
Melihat ada yang tidak beres dengan sahabat dan sekaligus asisten pribadinya itu, Devo memutuskan untuk mengajak makan siang dan mengajaknya bicara.
Walaupun kadang suka buat kekisruhan namun dalam hal pekerjaan Afi selalu mengerjakan semua tepat waktu, namun tidak untuk hari ini.
"Lo kenapa? gue perhatiin udah dua hari muka lo kagak enak banget diliatnya? hubungan lo sama Wina baik-baik aja kan?"
Pertanyaan itu Devo lontarkan ketika mereka menunggu pesanan makanan mereka tersaji.
"Justru itu Dev, bisa-bisa hubungan gue nggak baik-baik aja nih?!"
"Maksudnya?? kok gue juga makin nggak ngerti ya?"
"Gue mau ngelamar Wina"
"Teruss??? nggak punya duit??! hahaha.."
__ADS_1
"Hhmm..sombong bener bos gue yak! kalo cuma ngawinin satu cewe doang mahh duit gue masih lebih Dev!"
"Nahh?? Lo yang sombong, emang lo mau ke ngawinin berapa cewek?" tanya Devo
"Orang tua gue masih di Aussie, mereka nggak bisa dateng untuk ngelamar Wina. Oma gue masih sakit!" Afi mulai menjelaskan alasannya.
"Hooo...."
"Makasih ya atas komentar nya!"
Afi tampak kesal dengan jawaban Devo yang hanya dapat membulatkan bibirnya, sedangkan Afi masih bingung harus bagaimana.
"Jiiaahh...gitu aja ngambek! orang kalo kebelet kawin kok jadi sensi ya?!"
"Jangan becanda deh Dev...gue serius nih!"
"Jadi gue bisa bantu lo apa?" Devo menawarkan bantuan.
Dan ide-ide itu pun muncul di kepala Afi, tentu saja ia akan merepotkan genk somplaknya dan tidak ketinggalan tante Rena dan juga om Kevin.
♥️♥️♥️
Atas saran dari Devo, malam ini mereka mengadakan rapat di rumah mamah Rena.
Semua anggota peserta liburan ke puncak beberapa waktu lalu pun harus hadir.
Ya,,harus. Karena Devo memaksa kedua sahabatnya untuk ikut terlibat dan membujuk kedua orang tuanya untuk acara Afi.
"Please tante,,, Aku mohon tolongin aku ya...kali ini aja tan..."
"Beneran kamu mau melamar Wina?" tanya mamah Rena meyakinkan Afi.
"Iya tan, aku serius!" jawab Afi
"Ya udah tan, kasian Afi tan,,,lagian kan mumpung ada yang mau sama dia tan"
Yudha nyerocos ikut meyakinkan hati mamah Rena.
"Kampreet!!! sembarangan aja lo kalo ngomong!" Afi melemparkan bungkus rokok ke arah Yudha. "gini-gini masih banyak cewek yang mau sama gue!"
"Mass!!!" ucap Wina mengerucutkan bibir merah nya.
Karena mempertahankan ke narsisan nya Afi tidak sadar bahwa ucapannya barusan membuat hati perempuan yang duduk disebelahnya kecewa.
"Iya.. maaf Yaang...tapi kan mas cuma cinta sama kamu!" Afi menjelaskan agar tidak ada kesalahan pahaman.
"Bilang aja lo ngiri Yud?!" ucap Lisa asal
"Hmm...ibu negara kalo ngomong pas bener" sahut Johan.
♥️♥️♥️
Flash on
Siang ini rombongan menuju kediaman orang tua Wina berangkat dari rumah mamah Rena.
Mengenakan kemeja batik Afi tampak gagah, kalau masalah ganteng mahh tidak usah diragukan lagi, walaupun usianya sudah kelewat untuk seumuran Afi yang baru melamar seorang gadis. Karena teman-teman yang lain sudah ada yang memiliki 2 anak, bahkan ada yang mau punya 3 anak. Malahan ada juga yang sudah menikah 2 kali.
__ADS_1
🤵 Thor?? kalo ngomong nggak usah nyindir gitu napa sihh?
🧕 hehee..maap babang Devo, author nggak ada maksud.
Tapi tidak dengan Yudha dan Johan yaa, mereka masih mempertahankan kejombloan
mereka sampai sekarang.
🕴️ Thor,,kita juga pengen kayak Devo dan Afi. Tapi kan blom ketemu sama yang pas.
🧕Iya Yud... author doain deh kamu cepet dapet jodoh juga yaa.
🕴️Iya Thor..makasih.
Ya ampun... author jadi nggak tega. Smoga Yudha dan Johan cepet ketemu jodoh.
Readers...doain mereka juga yaa.
♥️♥️♥️
"Guys...thanks banget ya kalian sudah bantu acara gue. Pokoknya gue nggak bakalan lupa dengan kebaikan kalian"
Afi merasa lega karena lamarannya diterima dengan baik oleh keluarga Wina.
"Ciiee...cieee....yang abis dilamar seneng banget nih" Lisa menggoda Wina sahabatnya.
"Pasti lahh,,,gue kan juga pengen kayak lo Sa. Hidup berumah tangga, didampingi sama suami siaga. Bentar lagi bakal punya baby...Jadi pengen cepet-cepet ke penghulu"
Wina menyatakan harapannya pada Lisa.
"Udah nggak kuat yaa??!" Afi menggoda Wina ketika mendengar perbincangan dua perempuan di teras depan rumah Wina menikmati hidangan yang telah disediakan.
"Apaan sih mas?!" pipi Wina merah merona.
"Padahal sih elo tuh yang pengen cepet-cepet nikah" sekarang gantian Devo yang menggoda Afi.
"Gue sih pengennya nikah sekarang Dev!"
"Enak aja!!" mamah Rena ikutan protes mendengar celotehan Afi dan sebuah jeweran mendarat ditelinga kanan Afi.
"Memang nya nikah segampang itu! kan ada prosesi dan adat"
"Aduhh..sakit tan!" Afi mengaduh kesakitan karena telinganya merah akibat jeweran mamah Rena.
"Bener tante! aku kan mau jadi raja dan ratu sehari, pake baju pengantin, di make up yang cantik" Wina berceloteh pada calon suaminya.
Dan ternyata ada wajah yang mulai berubah karena ucapan sahabatnya itu.
Memahami perubahan itu Devo langsung mengambil alih, "aaaa..." Devo menyuapi sepotong pudding coklat ke mulut istrinya.
"Enak kan Bun?"
"Iya Yah enak,, mau lagi" hati Devo lega karena ia telah berhasil mengalihkan perhatian Lisa dari ucapan Wina.
♥️♥️♥️
Seperti biasa ya genks...like n komen nya.
__ADS_1