
Happy Reading genks 😘
♥️♥️♥️
Tiga hari sudah Afi tinggal dirumah Devo, namun kontraksi yang ditunggu-tunggu belum juga dirasa oleh Lisa.
Kebetulan hari ini malam minggu, dengan alasan mengecek apartemennya Afi ijin untuk keluar malam ini.
"Broo? gue mau ke apart dulu ya! biasa lahh,,,mau bersih-bersih"
"Serius mau bersih-bersih??!" tanya Devo dengan wajah menggoda.
"Maksud lo?" Afi bertanya seakan tidak mengerti yang dimaksud Devo.
"Ya kalee cuma bersih-bersih?!"
"Hehehe...lo emang paling tau. Bagus deh kalo lo paham. Kasian kan cewek gue nggak ada yang ngapelin!" ucap afi pada bos sekaligus sahabatnya sambil menggulung lengan kemeja berbahan jeans yang ia kenakan.
"Waduuhh...yang mau ngapel bukan main deh wanginya!" Lisa berucap karena wangi parfum yang menyengat.
"Heheheeh....ibu negara bisa aja" sahut Afi pada Lisa.
•
•
"Ayah? Bunda kepingin makan nasi goreng seafood deh!" Lisa menghampiri suaminya diruang tengah dengan nafas agak berat karena beban diperutnya benar-benar sudah membuat Lisa kelelahan.
"Kita beli online aja ya Bun!"
"Tapi Bunda mau yang diwarung tenda depan komplek kita Yah"
"Bunda tunggu dirumah aja ya, ayah beli dulu"
"Minta tolong mang Didin aja" Lisa memberikan solusi.
"Mang Didin nya lagi ijin pulang dulu" jawab Devo. "Biasa Bun...mau setoran!" ucap Devo dengan tatapan nakal pada Lisa sambil tersenyum menggoda.
Sewaktu mang Didin ijin untuk menemui keluarganya Devo sempat meledek supirnya itu. Karena sudah dua minggu ini mang Didin stand by di rumah majikannya khawatir sewaktu-waktu pasti diperlukan untuk mengantarkan istri majikannya yang sedang menunggu kelahiran anak mereka.
♥️♥️♥️
Tidak perlu waktu lama untuk bisa menyajikan sebungkus nasi goreng seafood yang diinginkan Lisa, selain memang tempatnya tidak terlalu jauh, Devo juga meminta pada pembeli yang lain untuk minta di dahulukan dengan alasan untuk orang hamil.
"Bang, nasgornya satu ya!" Devo memesan satu porsi saat memasuki tenda sang penjual nasi goreng yang selalu ramai pembelinya.
"Siap pak! lima bungkus lagi ya pak" jawab situkang nasi goreng seraya nyengir kuda.
Si abang nasi goreng mengarahkan wajahnya ke pembeli yang sedang mengantri.
"Waduuhh,,," Devo menggaruk lehernya.
"Silahkan ditunggu pak!" ucap situkang nasi goreng sambil mempersilahkan Devo duduk.
"Nggak bisa duluan ya bang?" bujuk Devo pada si tukang nasi goreng langganannya.
"Waduuh...gimana ya pak, yang lain juga antri pak"
__ADS_1
"Istri saya bisa keburu nangis nih kalo kelamaan nunggunya" Devo beralasan.
"Kayak anak kecil aja!" celetuk seorang ibu yang sedang mengantri.
"Iya bu, maklum deh namanya juga orang hamil, gampang baper" jawab Devo
"Ohh... istrinya lagi hamil pak?!'
Tanya seorang laki-laki.
"Iya,,nggak mau makan, maunya makan nasi goreng seafood buatan si abang" jelas Devo menunjuk tukang nasi goreng yang sedang sibuk dengan kuali besarnya.
"Ya sudah, giliran antrian saya buat bapak ini dulu saja, biar saya belakangan" seorang laki-laki yang hampir seumuran Devo dengan sukarela memberikan jatah antriannya pada Devo.
"Wahh,, trima kasih banyak pak" Devo menyatukan dua telapak tangan didepan dadanya sebagai ucapan terima kasih.
"Iya sama-sama pak, waktu istri saya hamil juga pernah seperti itu"
Alasan yang cukup manjur memang untuk bisa dengan cepat dan mudah mendapatkan sesuatu, ya hanya alasan itu.
♥️♥️♥️
"Makasih ya Yah" Lisa mengambil bungkusan nasi goreng dalam palstik kresek berwarna putih yang Devo berikan.
"Iya..sama- sama sayang"
Lisa menyantap nasi goreng dengan lahap, tapi terhenti sejenak, "Tapi kok ayah belinya cepet ya? disitu kan biasanya ngantri banget!"
"Siapa dulu dong!!" Devo berucap dengan sombongnya sambil menepuk dadanya bangga.
"Pokoknya Bunda sama dedek mau apa? ayah pasti kabulkan!"
"Ayah banyak gaya ya sekarang?!"
Lisa kembali menyuap sesendok penuh nasi goreng kedalam mulutnya.
Sedang asik mengunyah tiba-tiba mulut Lisa berhenti mengunyah dengan tatapan aneh, merasakan sesuatu yang pasti membuatnya tidak nyaman.
"Ayah??"
"Hemm?? kurang?" Devo menyahut namun tatapannya masih ke ponsel.
"Ayah??!!" Lisa memegangi perutnya.
"Kenapa Bun?? kalo kurang nanti ayah beliin lagi, Bunda makan aja!"
"Sakiiit!!!" Lisa mulai meringis kesakitan. Tampaknya kontraksi diperut Lisa sudah mulai ia rasakan.
"Haah??" Devo langsung meletakkan ponselnya, ikut memegang perut istrinya. Devo panik bukan main.
"Haduhh,,,,sakiiit...." merasakan sakit, Lisa sampai mengeluarkan air mata.
"Fiii !!!! waduh Afi nggak ada" Devo mengoceh sendiri, bingung harus bagaimana.
"Sakiiit..." Lisa duduk disofa sambil menahan mulas karena kontraksi.
"Sabar ya Bun,,,tahan!!"
__ADS_1
"Aawww...air ketubannya pecah Yah!" merasakan sesuatu yang mengalir dikakinya dan juga membasahi pakaian yang Lisa kenakan.
"Mamah!!!!" Devo kini berteriak memanggil mamah Rena.
"Duhh....mamah juga lagi kerumah papah" Devo teringat tadi siang mamah Rena pamit untuk menemui dan menjemput papah Kevin agar ikut menginap dirumah putranya.
"Mang Didin!!!" Devo berteriak lagi.
"lahh kan tadi mang Didin juga lagi pulang, haduuhh...gimana ini??!"
Devo jadi seperti orang bingung, ia mengabsen semua orang yang ada dirumah.
"Kerumah sakit sekarang!" Lisa meminta untuk segera kerumah sakit.
"Bi Sanih!!!" Lisa memanggil wanita paruh baya itu untuk ikut kerumah sakit.
"Ibu sudah mau melahirkan pak! bi Sanih langsung mengerti karena melihat baju yang Lisa sudah basah dengan air ketuban.
"Ayo sayang" Devo langsung menggendong Lisa menuju mobil dan bi Sanih mengekor dibelakangnya.
Tiba didepan mobil dan akan membuka pintu ternyata Devo tidak membawa kunci mobil.
"Bi, tolong kunci mobil!"
"Baik pak!" bi Sanih langsung masuk untuk mengambil kunci.
"Ponsel saya juga bi diatas meja!" Devo baru teringat kalau ponselnya tertinggal.
"Cepeeet!!!" Lisa merasakan perutnya serasa berputar karena kontraksi yang semakin sering.
♥️♥️♥️
Saat diperjalanan Devo menyempatkan untuk menghubungi dokter Claudia, begitulah pesan sang dokter pada Lisa dan Devo.
Tiba di ruang UGD dokter Claudia dan tim nya sudah siap dan segera membawa Lisa keruang bersalin untuk ditangani.
"Tunggu sebentar ya pak" Devo tidak dipersilahkan masuk oleh perawat karena Lisa akan diperiksa.
Semua rencana yang sudah tersusun rapi pun berantakan, tas yang sudah disiapkan berisi pakaian ibu dan bayi tertinggal. Afi dan mamah Rena yang sudah menginap untuk berjaga-jaga pun tidak ada dilokasi pada saat dibutuhkan. Mang Didin yang seharusnya siap kapanpun untuk mengantar Lisa ternyata tidak juga berada ditempat.
Dengan perasaan tidak karuan Devo menunggu di depan ruang bersalin, satu sisi Devo tidak sabar akan kelahiran anaknya namun ia juga tidak tega melihat keadaan Lisa yang kesakitan.
Kini Devo dan bi Sanih hanya berdua menunggu Lisa, Devo mengambil ponsel dan menghubungi orang-orang terdekat.
"Sabar pak, lebih baik kita berdoa. Jangan panik" Bi Sanih menasehati majikannya.
♥️♥️♥️
Readers yang budiman Lisa akan melahirkan, sebentar lagi ada Devo junior,,,kita doakan bareng-bareng yaa.
♥️♥️♥️
Jangan lupa like and komen nya.
vote nya juga dong ya supaya cerita Lisa dan Devo masuk Rangking ya paling tidak dibawah 500... author ngarep.com nih🤗
Salam sayang untuk readers ku tercinta 😘
__ADS_1