Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Sebuah Restu


__ADS_3

Seruni terdiam, menatap suaminya dengan gelisah. Sebagai seorang ibu, Seruni bisa melihat dengan jelas betapa besar Anyelir mencintai laki-laki yang sedang duduk di sampingnya.


Sementara Sapto, ia diam dan berpikir. Ia menatap Anyelir dengan perasaan campur aduk. Sapto ingin putrinya bahagia, namun Sapto merasa berat untuk mengambil keputusan.


"Jika kami memberi restu, apa kau akan bahagia, Nak?" tanya Sapto sambil menatap Anyelir.


"Aku ingin mengatakannya dengan jujur, Ayah. Selama ini, Reiga adalah orang yang melindungiku. Setiap kali aku di siksa dan diperlakukan dengan buruk oleh Pak Dorman, Reiga adalah orang pertama yang menolongku. Andai saja dia tidak ada, mungkin aku sudah lebih dulu pergi mendahului Pak Dorman," terang Anyelir.


Seruni membulatkan kedua matanya. Ia tidak percaya dengan pengakuan yang baru saja ia dengar.


Anyelir membuka rok panjang dan memperlihatkan kakinya yang penuh dengan bekas luka akibat sulutan cerutu. Anyelir juga memperlihatkan beberapa luka yang membekas di lengannya yang tertutup baju.


"Maaf atas perbuatan ayah saya selama ini pada putri kalian. Ayah sudah mendapatkan karma dan hukuman dari Tuhan. Jadi, tolong jangan menghardiknya atas perbuatannya yang sudah-sudah. Saya berjanji, akan menebus kesalahan ayah saya," sela Reiga.


"Kami saling mencintai, Ayah, Ibu. Izinkan kami bersama," pinta Anyelir memohon.

__ADS_1


"Apa kalian sanggup dengan hukuman yang akan kalian terima dari mulut warga? Apa kalian akan bertahan ditengah anggapan-anggapan buruk yang terus menghantui kalian?" tanya Sapto.


"Jika kalian mengizinkan kami bersama, kami akan pergi jauh dari desa ini. Kami akan memilih kehidupan baru dan tempat baru. Di mana tidak ada orang yang bisa menghardik dan menghakimi hubungan kami," terang Reiga.


Seruni menatap Reiga dan Anyelir dengan mata berkaca-kaca.


"Nak, kau akan pergi jauh?" tanya Seruni.


"Kami tidak akan pergi tanpa kalian. Kalian akan ikut bersama kami. Mari kita mencari kehidupan yang lebih baik. Saya berjanji akan menjadi suami dan menantu yang baik, saya berjanji akan mempertaruhkan segalanya demi kehidupan kita nantinya," tegas Reiga.


"Bagaimana denganmu, Anye? Apa kau yakin pada keputusan itu?" Sapto melempar pertanyaan pada putrinya.


"Aku sudah memikirkannya, Ayah. Aku akan pergi dan mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa aku dapatkan di sini," jawab Anyelir.


Sapto menghela napas panjang. Ia tersenyum kecil.

__ADS_1


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian. Ayah harap, ini adalah yang terbaik yang bisa kita lakukan."


Mendengar perkataan ayahnya, Anyelir langsung menangis. Ia memeluk Sapto dengan erat.


"Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu." Anyelir memeluk ayah dan ibunya bergantian.


Restu dari orang tua adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan. Sebesar apapun cinta yang dimiliki oleh sebuah pasangan, lama-kelamaan cinta itu akan terkikis oleh waktu, karena minimnya dukungan dari orang tua.


Anyelir bahagia, akhirnya orang tuanya telah merestui mereka. Reiga tampak sangat senang, perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia. Ia akan segera memiliki Anyelir seutuhnya.


"Jika bisa, kita semua bisa mulai berkemas hari ini. Tidak perlu membawa apapun, bawa saja sesuatu yang berharga menurut kalian. Aku akan menyiapkan segalanya," ujar Reiga.


"Terima kasih, Reiga. Terima kasih, Nak. Kami harap, kau tidak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang kami berikan," ucap Sapto.


Reiga mengangguk, ia tersenyum dan Sapto memeluknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2