
Happy Reading genks 😍
♥️♥️♥️
Rose berjalan cepat dan diikuti Nathan dari belakang.
"Mamah??...." Rose berteriak dari teras villa memanggil Claudy.
Para mamah dan Oma keluar berbarengan karena mendengar teriakan Rose.
"Lohh?? kamu kenapa Ca?!" Bunda Lisa panik ketika melihat Caca digendong oleh seseorang.
"Ya ampun Caca, cucu Oma kenapa ini?" Oma Rena pun yang ikut panik.
"Baringkan disini!" perintah Claudy pada Nathan untuk membaringkan Caca disebuah sofa panjang yang ada diruang tengah villa tersebut
"Rose panggil Om Dev dan yang lain!" perintah Claudy pada putrinya.
Dengan segera Rose menghampiri kumpulan para bapak-bapak di teras samping villa yang mereka tempati saat ini.
Mendengar kabar Caca mendapat accident yang Rose sampaikan semua pria yang ada disana langsung berlari menghampiri Caca, terlebih Devo. Ia berlari paling cepat.
"Caca kenapa Bun?!" tanya Devo panik.
"Caca terpeleset Yah! untung ada nak ini yang menolong Caca" Lisa menjelaskan kejadian yang belum lengkap itu pada Devo.
"Caca udah nggak apa-apa kok Bun..." ucap Caca menenangkan sang Bunda.
"Beneran Ca??!" tanya Devo agar lebih yakin.
"Iya om, Caca sudah lebih baik kok. Hanya perlu minum air putih yang banyak karena tadi sempat terminum air laut" ujar Nathan.
"Terima kasih sudah menolong anak kami nak__??" kalimat Devo terhenti karena tidak mengenal nama pemuda yang telah menolong putrinya.
"Nathan om" Nathan memperkenalkan diri pada Devo
"Terima kasih ya pak!" sahut Caca pada Nathan.
Semua orang yang mengelilingi Caca tampak bingung karena melihat Caca sepertinya tidak canggung pada pemuda yang baru saja menggendong dirinya.
"Iya sama-sama. Kamu istirahat ya Ca" jawab Nathan.
"Kamu sudah mengenal nak Nathan Ca?!" tanya Lisa pada Caca.
"Pak Nathan bos Caca Bun, Caca magang dikantor pak Nathan" Caca menjelaskan.
"Ohh...iya...yang kamu bilang baik dan ganteng itu kan??!" ucap Devo polos.
"Ayaaah???!!" rengek Caca sambil cemberut menahan malu, pipinya sudah merah merona karena ucapan sang ayah.
Nathan tersenyum mendengar percakapan keluarga Caca.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit dulu Om.. Tante...saya mau ganti baju" Nathan merapatkan kedua telapak tangannya, ia pamit pada Devo, Lisa, dan semua orang yang ada disana.
"Lohh?? nak Nathan menginap di pantai ini juga?!" tanya Oma Rena.
"Iya Oma, saya di villa sebelah" jawab Nathan menunjuk dengan ibu jarinya villa yang bersebelahan dengan villa yang sedang disewa oleh Devo dan keluarga.
"Kalau begitu sebagai ucapan terima kasih kami, nanti malam kesini ya! kita ada acara barbeque" Opa Kevin mengundang Nathan.
"Baik Opa, nanti malam saya kembali lagi" Nathan menjawab dengan percaya diri.
♥️♥️♥️
Setelah semua kumpul Opa Kevin memberikan wejangan pada anak dan cucu nya.
"Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi yaa, kalian semua harus saling menjaga dan melindungi. Ingat pesan Opa, kalian semua adalah keluarga. Jadi sudah sepantasnya harus saling berbagi dan menyayangi" Opa Kevin menasehati.
"Iya Opa, maaf... tadi kita-kita nggak tau kalo Kak Caca kecelakaan" sahut Lily.
"Maafin kita ya Ca?!" Rike dan Dini pun merasa bersalah.
"Iya Ca, maafin kita!" sahut Marvel dan Marcel.
"Kalian semua nggak salah kok, gue aja yang kurang hati-hati" Caca berucap dengan bijak sebagai saudara paling tua diantara yang lainnya.
"Assalamualaikum, Ohh...maaf... saya mengganggu ya?!" sapa Nathan ketika masuk untuk menghadiri undangan Opa Kevin, namun sepertinya sedang ada rapat keluarga.
"Ooh... silakan masuk nak Nathan, mari bergabung" sahut Devo mempersilahkan Nathan untuk duduk.
"Cool banget ya Rik?!" bisik Dini.
"Hoo oohh!!" Rike menjawab dengan berbisik juga.
Namun Nathan agak bingung, ia masih terdiam. "Baiknya saya bergabung yang mana ya om?" tanya Nathan sambil menoleh ke dua kubu yang berbeda.
Jika ia bergabung ke grup anak muda sepertinya ia sudah terlalu tua, tapi jika ia bergabung ke grup orang tua sepertinya ia belum setua om-om itu.
"Kalo bingung duduk disini aja nak" ucap Oma Rena menepuk sofa disebelahnya, Oma di kubu yang terpisah, khusus bersama para ibu-ibu.
"Oma nggak mau ngalah dehh sama yang muda!" Caca mengomel.
Dan semua yang yang ada disana tertawa geli melihat nenek dan cucu berebut cowok keren.
♥️♥️♥️
Akhirnya dengan kebingungannya sendiri, Nathan memilih duduk di grup bapak-bapak karena kopi yang disajikan tersedia dimeja yang sudah dikelilingi oleh genks somplak tersebut.
"Nak Nathan, Om mau ngucapin makasih loh tadi sudah menyelamatkan anak Om" Devo mengulang ucapan terimakasih pada Nathan.
"Broo!! gue nggak nggak tau deh kalo tadi nggak ada Nathan gimana nasib anak gue!" Devo menceritakan jasa Nathan.
"Iya Om, kan memang sudah selayaknya kita saling menolong" Nathan menjawab dengan bijak.
__ADS_1
"Ayo silahkan diminum!" Yudha menyodorkan secangkir kopi untuk Nathan.
"Terima kasih Om" Nathan menerima cangkir berisi kopi hitam dan menyesapnya.
"Ngomong-ngomong kamu lagi liburan juga? sendirian aja nih?!" tanya Johan dengan beberapa pertanyaan.
"Kebetulan saya sedang mengecek pekerjaan disini Om" jawab Nathan santai mengikuti alur pembicaraan para pria yang sudah sangat dewasa tersebut.
🧕 Lo muter-muter sih Thor, bilang aja pria yang udah tua.
🤵 Ya elahh Dev, lo baper amat siie.
"Ohh..kamu bekerja disini?!" kini Afi yang bertanya.
"Iya, biasa lah Om, ngecek laporan administrasi setiap akhir bulan" jawab Nathan.
"Ooh..kamu bisnis perumahan?! iyaa..om inget, Caca bilang dia magang di perusahaan properti" ujar Devo.
"Betul Om"
"Dekat dari sini?" Afi bertanya lagi.
"Iya Om, kebetulan ini villa saya" akhirnya Nathan mengatakan hal tersebut karena terus ditanya. Padahal ia tadinya tidak mau mengatakannya.
"Wuuih kereeen!! masih muda tapi sudah sukses!" Yudha memuji pemuda disampingnya.
"Iya Om, Alhamdulillah.." mereka melanjutkan obrolan sekitar bisnis sambil menikmati seporsi steak daging.
♥️♥️♥️
"Kak Caca?? itu siapa?! ganteng banget...kenalin dong!" ucap Lily dan Kayla.
"Hheyy!! kalian masih kecil, nggak pantes sama om-om!" Caca menasehati dua perempuan yang sudah ia anggap sebagai adiknya.
"Eheemm!!! siapa yang om-om Ca?!" tanya Nathan, ternyata sekarang Nathan sudah ada di dekat kumpulan remaja yang sedang asik makan jagung bakar.
"Eehh... bapak?!" sahut Caca malu-malu karena tidak sengaja ucapannya terdengar oleh orang yang dimaksud.
"Mau jagung pak?!" Caca mengalihkan pertanyaan Nathan.
""Siapa yang kayak om-om? Nathan mengulangi pertanyaannya.
"Hehehehe...." Bukannya menjawab, Caca malah nyengir kuda
♥️♥️♥️
Nathan.... selamat bergabung di keluarga gesrekk 🤭😀😀
Pemirsah!!! minta poin nya dong. peliiisss!!!!
like nya juga yang banyak yaaak.
__ADS_1