Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 110


__ADS_3

Readers... Othor mau curhat nih 😢 kalian tuh ya minta up nya yang banyak, tapi kagak ada komen nya. syedih akyu tauuuu 😭




Genks...nanti kalau selesai baca minta vote nya dong 😍 yaa...yaa...✌️


Happy Reading genks 😘


♥️♥️♥️


"Maaf pak?! sebenarnya saya juga mau ada perlu dulu sebelum pulang?" Caca mengutarakan maksudnya.


"Ohh?? kamu mau kemana Ca?" tanya Nathan santai.


Sebenarnya Nathan senang karena ia jadi bisa berlama-lama dengan Caca.


"Saya mau beli titipan Bunda pak!"


"Ya nggak masalah" jawab Nathan masih dengan nada santainya.


Diperjalanan beberapa menit Nathan manfaatkan untuk berbincang-bincang dengan Caca. Lebih tepatnya Nathan membayar rasa rindunya saat itu, beberapa kali mencuri pandang dan hampir saja ketahuan dengan si pemilik wajah cantik yang duduk disebelahnya.


Kebetulan sekali toko bakeri and pudding menyediakan tempat untuk konsumen mereka makan ditempat, Nathan memesan pudding tiramisu dan orange juice untuk mereka nikmati berdua sambil menunggu pesanan mereka disiapkan. Sebenarnya itu cuma alasan Nathan saja, membungkus pudding ke kotak kemasan hanya memerlukan beberapa menit, ditunggu pun tidak akan memakan makanan waktu yang lama. Biasa lahh...modus pedekate cowok.


"Siapa yang suka pudding coklat Ca?" tanya Nathan berbasa basi.


"Ayah pak" Caca menjawab sambil makan pudding miliknya.


Tiba-tiba Nathan membahas pertanyaan yang membuat Caca agak risih.


"Ca? kamu masih marah sama aku?"


Caca terperangah mendengar ucapan Nathan.


"Maksud bapak?!"


"Jangan panggil saya bapak dong" pinta Nathan.


"Panggil bos aja gitu?"


"Panggil aku mas aja ya, biar nggak ketuaan" Nathan teringat Caca menganggapnya seperti om-om.


"Haah?? umur kita kan beda jauh pak! emang sopan kalau Caca panggil bapak dengan panggilan mas?!"


"Usia kita kan cuma beda 6 tahun" sahut Nathan.


Caca menghentikan suapan pudding ke mulutnya, "Lohh kok bapak tau, ehh..mas kok tau?"


"Dari Opa" jawab Nathan singkat.


Waahh... Opa Kevin sepertinya ikut andil nih.


"Lagian emang cocok ya? bapak kan, ehh..salah lagi. Mas kan bos aku?!"

__ADS_1


Tanpa Caca sadar dirinya pun sudah membahasakan "aku" mengikuti Nathan.


"Ya cocok-cocok aja lahh...jodoh itu nggak lihat usia" sahut Nathan.


"iihh...bukan itu maksud aku, emang cocok ya kalo aku panggil bapak dengan sebutan mas?! bapak kan bos aku?!"


Angga menunduk malu karena ucapan Caca,


sepertinya Caca belum paham arah pembicaraan Nathan, bisa jadi karena sifat cueknya Caca jadi seperti itu atau jangan-jangan Caca seorang gadis lugu ya?


Othor jadi bertanya-tanya 🤔


"Udah yukk pak, ehh.....mas! nanti keburu macet!" ujar Caca mengajak Nathan agar segera mengantarnya pulang.


Benar saja perkataan Caca tadi, mereka benar-benar terjebak macet. Karena memang arah rumah mereka sebenarnya tidak searah, jadi perjalanan yang ditempuh pun agak lebih jauh.


Bagi sebagian orang atau bahkan semua pengguna jalan ibukota kemacetan adalah hal yang paling membosankan, tapi kemacetan kali ini justru membuat Nathan lebih beruntung. Dirinya bisa lebih lama berdekatan dengan Caca.


Menyetel musik dan bernyanyi- nyanyi Caca menghilangkan rasa bosan akibat mobil yang berjalannya sedikit demi sedikit.


Tiba-tiba Nathan mengulang pertanyaan nya tadi yang belum dijawab oleh Caca.


"Ca?"


"Heem??"


"Kamu masih marah sama aku?"


"Maksudnya mas Nathan marah gimana?"


Nathan agak kecewa mendengar jawaban polos Caca, pantas saja ia cuek dan biasa-biasa saja. Tapi Nathan?? justru karena kejadian itu Nathan mulai menaruh hati pada Caca.


♥️♥️♥️


Hampir satu jam mereka membelah jalanan ibukota, lelah?? itu sudah pasti, tapi tidak untuk Nathan. Ia justru memanfaatkan momen ini untuk lebih dekat dengan Caca dengan segala jurus tentunya.


Sedang asyik-asyiknya ngobrol, "Belok kanan mas, itu komplek perumahan aku" Caca mengarahkan dengan tangannya.


"Haduuhh...kok udah sampe aja sih!" Nathan berkata dalam hati, padahal ia masih ingin berlama-lama dengan Caca.


"Oke!" Nathan membelokkan arah mobilnya sesuai petunjuk dari Caca.


"Oke!! udah sampe deh!" baru masuk beberapa rumah dari gerbang utama perumahan tiba-tiba sudah sampai. Karena kediaman Devo salah satu rumah mewah di komplek itu, jadi posisinya di jalan utama tidak jauh dari pintu masuk.


Mobil Nathan berhenti tepat didepan gerbang rumah Caca, ia menunggu Caca mempersilahkan dirinya mampir seperti kebanyakan pasangan yang di film-film, tapi sepertinya___


"Makasih ya mas!" ucap Caca bersiap-siap hendak turun dari mobil.


"Ini rumah kamu Ca?" tanya Nathan mengulur waktu.


"Iya mas, jauh ya?!" ucap Caca merasa tidak enak karena Nathan sudah mengantarnya.


"Ahh..nggak kok! Bunganya bagus-bagus ya Ca?!" Nathan masih berusaha mengulur waktu untuk dipersilahkan mampir.


"Iya mas, bunda yang suka berkebun" Caca sudah membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Ohh... Ayah kamu sudah pulang?!" tanya Nathan lagi.


Caca gagal keluar dari mobil karena Nathan yang terus melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menurut Caca tidak penting.


"Iya, sepertinya udah deh. Itu ada mobil Ayah" Caca menunjuk mobil yang dipakai Devo setiap hari ke kantor.


Sudah banyak bertanya, namun Caca tidak juga mempersilakan dirinya untuk turun.


"Tiiinn....tiiinn...."


Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar dari belakang mobil Nathan, dan ternyata itu adalah mobil yang dikendarai oleh Tama.


"Ada mobil mau masuk pak!" Caca menoleh ke belakang ketika suara klakson berbunyi berkali-kali.


Mobil Nathan berhenti tepat sekali didepan pintu masuk rumah Caca hingga menghalangi mobil Tama yang akan masuk.


Karena si pengendara kendaraan didepannya tidak juga bereaksi untuk memberikan jalan, Tama turun menghampiri mobil Nathan berbarengan dengan Caca yang juga keluar dari mobil bosnya tersebut.


"Ya ampun kak, gue kira siapa.. gue kan mau masuk " Tama mengomel pada kakaknya.


"Iya.. iya...ini juga sudah mau pergi kok" jawab Caca.


"Hallo Tam!" sapa Nathan turun dari mobilnya.


"Hoo...aku Kira siapa,,maaf ya Om!" Tama merapatkan kedua tangannya.


"It' s Ok Tam!" jawab Nathan.


"Kok nggak masuk om?" Tama menawarkan Nathan untuk masuk.


"Udah mau pulang kok!" sahut Caca.


"Iya boleh!" ujar Nathan.


Mereka menjawab tawaran Tama bersamaan.


Eehh??? jawabnya nggak kompak gitu ya.


"Ayo Om masukin mobilnya" Tama mengajak Nathan masuk. "Mang Adi tolong bukain pintunya dong!" teriak Tama pada penjaga rumah dari luar gerbang.


Nathan tersenyum senang, usahanya tidak sia-sia. Akhirnya ia bisa berkunjung ke rumah gadis yang ia sukai.


"Assalamualaikum!!!....Bunda??? ayah???...ada tamu nih!" Tama berteriak saat memasuki pintu utama rumah mereka.


♥️♥️♥️


Jangan lupa ya!


✅Like


☑️Komen


✅Vote


Yang banyak 😍😍

__ADS_1


__ADS_2