
Yuhuuyy, nyampe juga nih kita di episode 60
Happy Reading 😘
♥️♥️♥️
"Dev, tungguin dong. Lo lari kayak mau ngambil jatah aja!" Afi berteriak dari belakang karena ia tertinggal dengan tiga sahabatnya.
Devo berbalik dan bertolak pinggang, "payah loh, baru gini aja udah tepar, gimana kalo malem penganten,,, bisa-bisa KO sebelum bertempur lo!"
"hahahhaaa" ketiga sahabat Afi menertawakannya,
"Ya kalo itu mahh gue kuat broo!! mau berapa ronde gue bakalan jabanin dahh" Afi menyahut sambil mengatur nafas yang sangat sulit untuk dinormalkan.
"Wuuihh...dia kalo urusan yang begituan mahh kagak usah diragukan lagi Dev, nih anak emang biangnya" Johan ikut bicara.
"Laahh...elo-elo juga pada doyan kan??" Afi kini mengejek ketiganya.
"Udah yook kita lanjut!!" ucap Yudha.
ddrrrtt...ddrrrtt...suara getaran ponsel Devo terdengar dari balik saku celananya.
"Iya bun??"
"Ayah,,nanti kalo lewatin pasar beliin bunda oncom ya Yah?!"
"Ok cintahh.... ayah pasti beliin" dengan yakinnya Devo mengiyakan permintaan si ibu hamil tersebut.
Lalu mereka semua melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda.
Yudha terlihat dari kejauhan menggelengkan kepala, memperhatikan sesuatu yang membuat Johan penasaran. "Ngapain lo?" menghampiri dan menepuk bahu temannya itu hingga Yudha tersentak karena kaget.
"ssstt jangan berisik!" bisik Yudha, kini Johan ikut mengamati apa yang sedang dilihat Yudha.
"Widiihh...dapet aja lo broo! tontonan bagus nihh?!"
"Diem!! jangan berisik!" Yudha mengulang perintahnya pada Johan.
author jadi penasaran,,apa sih yang yang mereka lihat??
"Dev, lo liat Yudha sama Johan??"
"Tadi mereka kan udah jalan duluan, paling baru sampe situ.." Devo menunjuk arah situ dengan mulutnya.
"Iya, gue juga tau. Tapi mereka udah gak keliatan. Cepet juga jalannya tuh anak" sahut Afi.
Berjalan kira-kira lima puluh meter, akhirnya Afi dan Devo menemukan keberadaan kedua sahabat mereka.
"Waduuhh,,kelakuaan lo yaa??!" Devo tidak habis pikir, ternyata Yudha dan Johan sedang melihat para perempuan yang sedang senam aerobik di halaman villa yang mereka lewati. Pakaian senam membentuk lekuk tubuh mereka dan gerakan yang membuat pandangan dua laki-laki menelan kasar salivanya.
♥️♥️♥️
Setelah candaan dan perdebatan mengenai keseksian perempuan yang membuat jiwa para bujangan bergetar hebat. Devo memaksa ketiga laki-laki yang bersamanya untuk segera kembali ke villa.
Melewati pasar pinggir jalan, Devo teringat akan pesanan sang istri, "Guys, gue beli titipan bini gue dulu"
__ADS_1
"Siaap bos!" jawab Afi. Dan masing-masing dari mereka pun asik mencuci mata sekedar melihat-lihat barang dagangan yang dijual ditempat itu.
"Mang, ini oncom kan ya?!" tanya Devo pada seorang laki-laki agak tua yang berdagang disana.
"Iya pak" ucap si pedagang.
"Saya mau beli ya mang?!"
"Berapa potong pak?"
"Sepuluh?!"
Melihat dan membolak balikan oncom diatas meja, memperhatikan barang dagangan si mamang, "Mang?? kok dagangan nya begini semua?"
"iya pak" menjawab dengan polos.
"Yang bagus mana mang?!" ucap Devo memastikan.
"Ya ini bagus semua pak" si mamang membela diri.
"Tapi barang dagangan mamang jelek semua"
Devo masih mengkritik dagangan si penjual.
"Ini baru semua pak! nggak ada yang jelek!"
si mamang mulai emosi.
"Biasa aja dong Mang!! nggak usah nge gass gitu?!"
"Nggak jadi deh Mang, oncomnya buluk semua!" Devo membatalkan negosiasi secara sepihak dan hendak pergi meninggalkan meja dagangan si mamang, ternyata itu cukup membuat si penjual oncom garang.
"Heehh!!! kurang ajar banget, mentang- mentang orang Jakarta!! sembarangan kalo ngomong!!" si pedagang benar-benar marah pada Devo.
"Lariiii !!!!" Devo mengajak ketiga sahabatnya untuk segera kabur dari pasar itu karena permintaan si mamang pedagang oncom tersebut mengejar Devo dengan membawa pentungan ditangannya.
🤵 Thor!! tolongin gue dong,,cape nih!!
🧕 Lagian sih lu kalo ngomong sembarangan aja Dev, jelas aja orang marah!
🤵 Kan gue cuma mao beli oncom yang bagus Thor, bukan yang bulukan.
🧕Hadeehh...gue no coment dahh ahh.
author tepok jidat dah.
♥️♥️♥️
Dengan nafas yang terengah-engah akhirnya mereka sampai juga di villa, berlari sekencang kencangnya dari arah pasar membuat mereka ambruk diteras secara bersamaan.
"Kampreet emang nih anak!" Afi menunjuk ke arah Devo dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
"Kalian kenapa??" mamah Rena keluar dari arah dapur karena mendengar suara ribut diteras.
"Tan..minum dong! haus banget nih aku" pinta Yudha pada mamah Rena, ia sudah tidak memikirkan tentang sopan santun karena terlalu lelah dan haus.
__ADS_1
Melihat wajah keempat lelaki yang bercucuran keringat, mamah Rena menunda pertanyaan berikutnya.
"Naniii...." panggil mamah Rena.
Nani berlari karena dipanggil sang nyonya besar dengan nada yang tak biasa. "Ya nyonya??!"
"Tolong ambilkan air minum buat mereka!"
"Iy..iyaa" Nani menjawab sambil melihat keempat orang yang sudah terkapar diteras.
♥️♥️♥️
Menunggu mereka tenang dan mengatur nafas, mamah Rena masih penasaran dengan hal yang menimpa putra kesayangan dan ketiga sahabatnya itu.
"Coba sekarang ceritain kenapa kalian bisa sampe begini?!"
"Nggak tau tuh Tante, tiba-tiba ada bapak-bapak ngejar kita bawa pentungan" Johan mencoba menjelaskan.
"Kok bisa??" tanya mamah Rena makin ingin tahu.
"Ayah.. pesenan Bunda mana?" tiba-tiba Lisa datang menanyakan oncom pesanannya.
"Oncom??" tanya Afi, Yudha, dan Johan bersamaan.
"Ayah belom sempet beli Bun, udah keburu dikejar-kejar sama penjualannya.
"Jadi tadi yang ngejar kita tukang oncom bro?!"
Devo hanya mengangguk setelah meminum segelas air dingin yang barusan dibawa oleh Nani untuk mereka.
"Ayah dikejar sama tukang oncom??kok bisa??"
"Emang lo apain Dev itu tukang oncom sampe begitu?!"
"Gue juga nggak ngerti guys, gue cuma batalin nggak jadi beli oncom yang dia jual"
"Kenapa ayah nggak beli?" tanya istrinya yang kini duduk disebelahnya.
"Ya Bun,, ayah mau cari oncom yang lebih bagus ditempat lain, ditempat si mamang tadi oncomnya jelek Bun pada bulukan" Devo menjelaskan kronologi kejadian dengan tanpa rasa bersalah.
"Ya ampun...yang namanya oncom ya bulukan Dev!! norak luh!!!" sahut Afi
"Haahh??! emang iya Bun?" tanya Devo pada istrinya karena tidak yakin dengan perkataan asistennya dan Lisa sepertinya tidak ingin menjawab pertanyaan dari Devo, ia hanya menggeleng- gelengkan kepala tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya.
Plakk...suara tabokan si mamah terdengar nyaring, "malu-maluin aja kamu! oncom aja nggak tau bentuknya"
"Emang ayah nggak pernah makan oncom?" sekarang Lisa yang penasaran.
"Pernah,,tapi kan makan nya udah mateng Bun, ayah nggak tau bentuk mentahnya.
"Tetep aja lo norak kampreet!!!"
Ketiga sahabat Devo masih kesal karena ulah Devo membuat jantung mereka hampir saja berceceran dijalan karena takut.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Jangan lupa like n komentarnya ya genks😘😘