Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 79


__ADS_3

♥️♥️♥️


Masih duduk diteras samping kediaman papah Kevin, "Atau jangan-jangan Aurel cinta sama kamu Dev?"


"Mah?? apa-apaan sihh?! ya nggak mungkin lahh??" Devo menepis pemikiran sang mamah.


"Loh mungkin saja kan? bener nggak pah?! suaminya saja sampai cemburu" mamah Rena masih membahas masalah yang Devo anggap sudah selesai itu.


"Ya bisa jadi seperti itu?" papah Kevin menyetujui pendapat istrinya.


"Udah deh mahh??! nggak usah dibahas lagi.


Ohh iya,, Lisa kemana mah? kok nggak ada suaranya?!" Devo baru tersadar dengan ketidakberadaan istrinya.


"Ohh,,ada kok..lagi tidur! jangan diganggu, kasian"


"Waduuhh,,,aku kelamaan ngobrol nih sampe Lisa ketiduran" Devo beranjak dari kursinya hendak membawa pulang istrinya.


"Malam ini kalian tidur disini saja ya, tadi mamah sudah bilang sama Lisa"


"Lahh?? jatah aku gimana?? aku kan giliran kunjungan nih!"


"Sekali-kali libur kan nggak apa-apa Dev" papah Kevin nyeletuk, jarang-jarang si papah mau komentar urusan begituan.


"Rugi tau pah!"


" Otak kamu tuh nggak jauh-jauh dari situ deh" mamah ikutan bersuara.


"Ini gen dari siapa coba?!" Devo menyindir orang tuanya sambil matanya melirik kearah sang mamah.


♥️♥️♥️


"Bunda?? kok diem aja? masih ngantuk ya?" Devo bertanya pada Lisa yang duduk disamping kursi kemudi.


Mereka tidak menginap di rumah orang tua Devo, dengan alasan ada kunjungan rutin. Sebenarnya bisa saja kunjungan itu dilakukan disana, toh mereka tidur dikamar Devo, kamar yang lumayan besar jika hanya untuk ditempati oleh dua orang. Hanya saja Lisa khawatir jika mereka akan mengeluarkan suara-suara yang akan membuat mereka malu. Ya seperti waktu kejadian liburan dipuncak.


"Nggak apa-apa kok" Lisa menjawab dengan nada datar.


"Tapi kok cemberut ?"


"Bunda baik-baik aja kok!"


Lisa menjawab, tapi wajahnya menghadap kekaca disebelahnya, memperhatikan jalan yang sebenarnya tetap saja pandangannya kosong.


"Baik-baik kok ngegas gitu" Devo masih saja menggoda Lisa.


♥️♥️♥️


"Sayaang???" Devo memeluk Lisa dan hendak mengecup bibir istrinya.


"Aku mau tidur!! ngantuk!!" Lisa menepis tangan Devo dan membuang muka menghindari kecupan Devo.


"Bun?? kenapa?? Bunda nggak kangen ayah?"

__ADS_1


Devo bertanya dengan nada lembut seakan sedang merayu kekasih hati.


Devo sudah bersiap melakukan kunjungan, kaos yang tadi dipakai sudah ia lepas.


"Nggak tau ah!!" Lisa menutup rapat tubuh nya dengan selimut bahkan wajahnya pun sampai tak terlihat.


Devo bingung dengan sikap Lisa, tiba-tiba saja ia berubah seperti ini. Padahal tadi saat makan malam dirumah mamah Rena semua baik-baik saja.


"Bun?? ada apa?? coba cerita sama ayah dong! ayah udah kedinginan nih!"


Pendingin dikamar mereka memang sengaja dipasang non-stop, karena selama Lisa hamil ia sering merasa kepanasan. Mungkin memang hormon kehamilan yang membuatnya seperti itu.


"Ayah pikir aja sendiri!" jawab Lisa dari dalam selimut.


"Gimana ayah tau kalau bunda nggak ngomong!" nada suara Devo agak berubah.


Mungkin karena sudah sejak sore tadi ia menahan hasratnya.


Devo menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya. "Ada apa!!" suara Devo agak keras, sepertinya kesabarannya sudah berkurang.


Hati Lisa bergetar mendengar suara Devo yang berubah. Nada membujuk berangsur hilang.


"Aku nggak suka kelakuan kamu begini! seperti anak kecil !" Devo hendak beranjak dari ranjang.


Lisa terhenyak mendengar Devo membahasakan dirinya, ditambah lagi dengan suaranya yang membentak. Tampaknya ia sudah benar-benar marah.


"Ayah masih cinta kan sama Aurel?!" Lisa berkata dan secara spontan menyibakkan selimut dari tubuhnya.


Devo yang sudah berdiri dipinggir ranjang kembali menoleh kearah istrinya dengan wajah heran, "Bunda bilang apa?"


Secara perlahan Devo mencerna ucapan Lisa, tapi kenapa Lisa bisa tau pembicaraan ia dan kedua orangtuanya.


"Yang mana? maksud Bunda gimana?"


"Jangan pura-pura nggak ngerti deh!"


"Coba Bunda tenang dulu deh" Devo duduk di pinggir ranjang. "cerita sama ayah! maksud Bunda apa? ayah beneran bingung"


"Tadi Bunda denger mantan istri ayah masih cinta" Lisa tertunduk.


Devo tersenyum, "ohh...ya ampun Bunda.... dari tadi ngambek cuma gara-gara itu?"


"Bener kan??!" Lisa mempertegas ucapannya.


"Nggak bener Bun"


"Bohong!"


"Lohh?? ayah nggak bohong, lebih tepatnya ayah nggak tau Bun?"


"Waktu itu ayah marah sama Bunda gara-gara Bunda nampar Aurel? ayah cinta kan sama dia?"


"Lohh ini gimana sih, kok masalah nya ya jadi melebar gini?"

__ADS_1


"Tuh bener kan?! berarti bener!!" hiks...hiks... Lisa mulai terisak.


"Ayah nggak pernah cinta sama Aurel, kalo dia cinta sama ayah,,,ayah nggak tau. Lagian mencintai itu hak seseorang, kita nggak bisa melarang"


Devo menjelaskan secara dewasa pada istrinya.


"Tapi Bunda takut, hiks...hiks..."


"Bunda cinta ayah?"


"Cinta"


"Sayang ayah?"


"Iya, sayang"


"Ya kalau gitu pertahankan dong! jangan ngambek nggak jelas, bikin orang bingung"


"Bunda cuma takut kehilangan ayah"


"Ayah akan selalu disamping kalian sayang! sekarang Bunda istirahat! sudah main dramanya!" Devo kembali menyelimuti istrinya.


Perasaan Lisa lega karena sudah mendengar ucapan cinta dari suaminya.


"Nggak jadi Yah?" Lisa menanyakan kunjungan yang tadi tertunda karena sebuah drama.


"Heemm??" jawab Devo seakan tidak mengerti yang dimaksud Lisa.


"Ayah nggak mau??" Lisa bertanya lagi sambil mengarahkan pandangan ke bagian pusat miliknya.


"Mr.P nya udah tidur!" Devo beralasan, karena memang sejak tadi sudah berdiri tegak dan siap meluncur nyatanya gagal. Kini Devo tidak ingin menganggu waktu istirahat istrinya.


"Sini Bunda bangunin!" Lisa menggoda suaminya.


"Huusst...sudah ahh, ayo istirahat" Devo merebahkan tubuhnya disamping Lisa, bersiap untuk istirahat.


"Dedeknya kangen loh Yah" suara Lisa berbisik ditelinga Devo, suara Lisa terdengar seksi dan hembusan nafas Lisa pun membuat bulu roma Devo bergidik.


Lisa menciumi wajah suaminya, namun Devo tetap memejamkan mata. kecupan Lisa kini sudah sampai dileher suaminya, Devo masih tak bergeming. Lisa tidak kehilangan akal, ia buka semua yang melekat ditubuhnya. Memposisikan dirinya diatas Devo, tentu saja Devo yang sudah melepas kaosnya sedari tadi bersentuhan dengan gunung kembar istrinya.


Bertahan untuk tetap tidak bergerak, menahan nafasnya agar tidak mengerang, namum tetap saja nafas Devo turun naik karena sentuhan dan kecupan yang Lisa berikan.


Tidak tahan, akhirnya Devo membuka matanya. "Bunda nakal ya?!" Devo mengangkat dagu Lisa, wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja.


"Maafin Bunda ya sayaang" Lisa hendak mengecup bibir Devo, tapi tidak sampai karena terhalang oleh perut gendutnya.


Devo tertawa melihat tingkah istrinya, ia membalikan posisi mereka agar mudah melakukan kunjungannya.


"Ayah masuk sekarang ya Bun?" Devo pamit pada Lisa dan dibalas dengan anggukkan.


Bagaimana reaksi selanjutnya biar mereka berdua aja yang tau ya..author takut kepengen🤭🤭😛


♥️♥️♥️

__ADS_1


sorry kalo cuma dikit ya genks.


jangan lupa ya ritual kita shaayy...like, komen, and vote. kutunggu jejak kalian..lop yu 😘😘


__ADS_2