
Happy Reading genks 😘😘
♥️♥️♥️
"Bagaimana bisa?" pertanyaan yang dilontarkan oleh Devo ketika ucapan bahwa Leo adalah adiknya keluar dari mulut Nathan.
Jika dihitung dengan logika usia Dareen sekarang kira-kira 24 tahun, sedangkan usia Nathan 26 tahun, Nathan bilang tadi Dareen alias Leo adalah adiknya. Lalu sebenarnya Nathan itu???? ahh sudahlah semua kejadian ini membuat kepala Devo berpikir keras ditambah lagi ia melihat putri kesayangannya sedih atas semua itu.
"Mas sudah tau?" Caca menjauhkan wajahnya dari dada Nathan, agak mendongak sedikit agar dapat bertatapan dengan wajah lelakinya. "Sebenarnya ada apa Bun?! kini Caca menoleh kearah belakang dimana Lisa berdiri.
"Sstt!! sudah nanti mas ceritakan" Nathan mencegah Caca menanyakan hal yang mungkin akan menggores hati bunda Lisa.
"Tidak apa nak! mungkin sekarang sudah saatnya kalian semua mengetahui apa yang sebenarnya pernah terjadi diantara kami."
Baru saja Lisa akan memulai cerita bersejarah di kehidupan mereka, sebuah mobil tiba dipekarangan kediaman Devo. Imah asisten rumah tangga Lisa datang memberikan informasi, "maaf bu, ada tamu!"
"Siapa Bi?!" sahut Lisa penasaran, rasanya tidak tepat jika anda ia harus menerima tamu saat ini dimana sedang terjadi drama yang cukup menyiksanya karena harus bermain kembali dengan memori yang tidak mengenakkan yang pernah ia alami.
"Aku Lis! maaf kami masuk tanpa ijin!" ternyata Aurel dan David yang datang ke kediaman Devo, mereka tidak sabar jika harus menunggu kabar dari Nathan untuk memberi informasi kapan mereka bisa menjelaskan masalah ini dengan keluarga Caca.
Situasi diruangan itu hening sejenak, mereka saling menunggu. Bagaimana sikap mereka seharusnya.
"Kami datang untuk meminta maaf pada kalian, maaf! tepatnya aku yang akan meminta maaf pada kalian secara pribadi! karena David dan Nathan tidak bersalah, mereka tidak ada sangkut pautnya dengan masa lalu kita. Aku tidak mau Nathan menderita, aku sangat menyayangi nya seperti anakku sendiri" tutur Aurel panjang lebar, ia tidak mau Nathan menanggung semua akibat dari kenangan pahit masa silam nya.
Aurel berpikiran sangat dewasa seiring dengan usianya, yang ia pikirkan saat ini adalah kebahagiaan dua putranya. Sedangkan dirinya sudah teramat beruntung mempunyai suami seperti David, lelaki yang dengan tulus mencintai dirinya tanpa melihat background kisah cinta masa lalunya.
"Kalian mau kan maafin aku?!" Aurel tanpa malu meminta Devo dan Lisa untuk memaafkan dirinya.
Lisa masih terdiam, sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama dengan Aurel. Ia pun bukan orang yang sepenuhnya benar dalam masalah ini, ia hanya khawatir. Namun kekhawatiran nya tidaklah beralasan lagi melihat sekarang Aurel sudah banyak berubah dari Aurel yang ia kenal dulu.
"Kamu tidak sepenuhnya salah, aku pun bersalah padamu." Lisa akhirnya membuka suara, membuat hati Devo lega. Awalnya Devo mengira masalah ini akan berlarut- larut, tapi syukurlah semua berakhir baik.
"Drama nya tunda dulu ya, yang lagi pelukan nggak lepas-lepas tuh!" Devo menggoda Nathan yang masih memeluk Caca, sepertinya Caca merasa aman dan nyaman dalam pelukan lelakinya.
__ADS_1
Caca sontak saja melepas dirinya dari pelukan Nathan, wajahnya tersipu karena ejekan dari sang Ayah.
"Mommy? maaf ya?!" sapa Caca.
Aurel melebarkan kedua lengannya, "sini sayang peluk mommy!" pinta Aurel pada calon menantunya.
Seperti magnet, Caca langsung menghambur kepelukan Aurel. "Kamu benar sayang sama anak mommy?!" tanya Aurel. Dan pertanyaan itu justru membuat Nathan tersenyum malu-malu, ia juga ingin tahu apa jawaban gadisnya tentang bagaimana perasaan Caca pada dirinya.
Caca tersenyum malu, ia mengangguk tanpa mau menatap wajah Nathan.
"Lalu kapan mereka kita resmikan?!" Aurel tanpa berbasa-basi lagi dan langsung ke pokok tujuannya. Pertanyaan yang membuat Lisa dan Devo bertatapan, mereka tidak menyangka jika harus secepat ini.
Papa David membuka suara, "bagaimana Nath? kamu mau kapan?!" tanya sang daddy pada putra sulungnya.
"Secepatnya dad!" Nathan menjawab dengan tegas.
♥️♥️♥️
Setelah kesepakatan yang telah ditetapkan oleh kedua belah pihak, Nathan membawa orangtuanya ke apartemen tempat ia tinggal.
Syukurlah semua baik-baik saja, baik Devo dan juga Lisa merasa lega karena akhir dari semua ini adalah kebahagiaan putrinya.
Kesepakatan mereka ambil bersama, tanpa ada pertunangan karena Nathan menolaknya. Ia tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi, hal-hal lain yang mungkin saja dapat memisahkan dirinya dengan Caca.
Semua rencana diserahkan pada pihak perempuan, David dan Aurel hanya mengikuti saja. Selain mereka dari pihak laki-laki mereka juga kurang paham dengan event organizer di Indonesia.
"Thanks ya mom?!" Nathan mengucapkan terimakasih pada Aurel, Nathan tidak tahu jika Aurel tidak menyelesaikan masalah ini dengan keluarga Caca, pasti niatnya untuk mempersunting gadisnya akan putus ditengah jalan.
"Wahh...bakal ada yang jadi pengantin nih!" kini Leo yang menggoda Nathan, adiknya itu memang selalu senang jika melihat Abang tersayang nya itu tersenyum malu.
"Heyy! stop menggoda kakakmu! atau kamu juga mau daddy nikahkan?!" ujar David.
"Jadi kapan Bang acara nikahannya?!" Leo tidak menjawab perkataan daddy nya, ia justru menanyakan hal lain sambil merebahkan kepalanya dipangkuan sang mommy. Perempuan yang jarang ia temui karena kesibukannya.
__ADS_1
"Sedang diatur!" sahut Nathan menjawab pertanyaan Leo.
"Kok jadi kamu yang kelihatan nggak sabar?!" tanya Aurel pada putra bungsunya tersebut.
"Barangkali Leo kepengen kawin juga mam?!" Nathan ikut menggoda sang adik.
"Nikah sama siapa mam?! pacar aja aku nggak punya!" Leo dengan jujur mengungkapkan isi hatinya.
.
"Ya ampuun...masa anak mommy yang ganteng ini nggak laku sih?!"
"iihh?? mommy apaan sih?! aku tuh bukannya nggak laku! tapi masih pilih-pilih yang cocok mom! pokoknya mommy tenang aja, nanti aku bakalan bawa calon menantu untuk mommy ku tersayang" Leo protes dengan sindiran keluarganya.
"Duhh!! si playboy mulai bangkit nih! hahahaa!!" Nathan tertawa puas melihat wajah Leo yang terlihat memberengut.
Aurel dan David akan tetap tinggal di Jakarta hingga pernikahan Nathan terselenggara, ia akan mewujudkan kebahagiaan untuk Nathan.
Disela-sela candaan mereka berempat, Caca menghubungi Nathan. "mas?!" panggil Caca manja pada Nathan.
"Kenapa sayang?!" sahut Nathan pada kekasih tersayang. "Kangen yaa?!" goda Nathan.
"iih..mas apaan sihh?! aku serius nih?!" rengek Caca.
"Iyaa...iyaa sayang...ada apa?"
"Bunda bilang minggu ini siapkan acara lamaran secara resmi ya" Caca menyampaikan pesan sang bunda untuk Nathan.
"Iya sayaang...besok juga mas siap kok untuk melamar kekasih mas yang cantik ini"
Diseberang sana Caca tersipu mendengar rayuan Nathan.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Like... komentar....vote buat novel ini ya.
jangan lupa tiga pesan Othor 👆