Cinta Yang Terlarang

Cinta Yang Terlarang
Episode 134


__ADS_3

Sorry gaeeess Othor lama up nya, biasa lahh gaeess...urusan duniawi..


Moga aja babang Nathan gak bulukan ya gaeeees😀


Smoga juga kalian semua selalu diberikan kesehatan, aamiin.


Happy Reading 😘


❤️❤️❤️


"Jadi gara-gara itu kamu nangis?" tanya Nathan.


"Siapa??!" Caca masih penasaran.


"Bukan siapa-siapa"


"Jujur mas!"


"Cuma masa lalu"


"Iya!! masa lalu yang selalu dikenang!" Caca menyahut dengan ketus.


"Nggak gitu sayang, kamu gak usah pikirin foto itu! gak penting"


"Kalau gak penting, ngapain masih di simpen fotonya?! buat dikenang kan?! biar bisa dilihat kapan aja!! ya kaann!!!!" Caca masih belum bisa menerima pengakuan dari Nathan.


"Nih kamu lihat!"


Nathan mengambil foto dirinya dan seorang wanita yang tadi ia letakkan di meja lalu merobeknya menjadi kepingan kecil hingga tak tersisa.


"foto ini gak ada artinya buat mas Ca! percaya sama mas ya?! kita sudah mau menikah, harus saling percaya. Mas sayang sama kamu, mas gak pernah kepikiran untuk menduakan kamu dengan siapapun!"


"Ok, aku percaya! tapi.aku nggak mau hal seperti ini terulang lagi. Lebih baik mulai sekarang mas buang semua foto-foto yang kamu sembunyikan!" Caca mulai mendikte calon suaminya.


"Lohh?! mas bukan menyembunyikan! mas juga nggak ngerti kenapa foto itu masih ada" Nathan kini berusaha membela diri.


"Ada ya, orang sudah ketahuan tapi masih berkelit!"


"Kalau kamu nggak percaya ya sudah! terserah kamu! yang penting mas udah jelasin" sepertinya Caca telah berhasil membuat Nathan emosi.


Nathan menuju ke arah pintu hendak keluar dari ruang kerjanya. Ia berpikir jika pertengkaran ini dilanjutkan terus pasti tidak akan ada habisnya, ia paham jika sekarang Caca sedang emosi.


"Mas! kamu mau kemana? pembicaraan kita belum selesai!" Caca mengejar Nathan dan menghalangi agar tidak meninggalkan masalah yang belum selesai baginya.


"Mas nggak akan bicara kalau kamu nggak tenang! paham??!!" nada bicara Nathan sudah meninggi. Jiwa pemimpin nya kini menyeruak, membuat Caca terkejut.


"Mas? hiks...hiks...jadi semua ini salah aku? gitu maksudnya?!" Caca tampak terlihat lebih sedih dari sebelumnya. "aku cuma minta penjelasan mas" nada suara Caca melemah.


"Maaf, mas nggak bermaksud membentak kamu sayang. Mas akan jelaskan, kamu bisa tenang kan?!"

__ADS_1


Nathan merangkul Caca dan mengajaknya duduk di sofa ruangan itu, ia mengusap air mata di pipi calon istrinya tersebut.


"Itu Reisya, teman kuliah mas di Amerika. Mas pernah menaruh perasaan padanya, tapi itu dulu Ca. Semua sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu."


"Mas masih cinta?"


"Dia sudah punya suami, punya anak. Nggak mungkin Ca"


"Yang aku tanya, mas masih cinta sama dia?!"


"Nggak! mas sudah punya kamu. Mas nggak mau mikirin hal yang nggak jelas!"


"Kalau dia datang dan mau kembali sama kamu gimana mas? kamu mau ?!"


"Sudahlah sayang, jangan berpikir yang akan buat kita sakit hati ya?! mas mau kamu bahagia."


"Aku mau pulang mas" Caca beranjak dari duduknya.


"Mas antar kamu, tapi setelah masalah ini clear! mas mau kita menyelesaikan setiap masalah dengan terbuka, nggak ada yang ditutup-tutupi"


"Ya, aku percaya sama kamu mas!"


Nathan menarik nafas lega, akhirnya kesalah pahaman ini dapat mereka terselesaikan.


Dan setelah ini ia sudah pasti akan meminta penjelasan pada Leo, karena yang ia ingat buku-buku itu sudah lama tidak dibacanya. Namun Leo lah yang menjadikan beberapa buku milik Nathan untuk dijadikan daftar pustaka studi akhir.


"Maafin mas ya?!"


"Jadi gimana?" tanya Nathan.


"Apanya?!" jawab Caca penasaran.


Nathan melebarkan kedua lengannya, "boleh peluk dong sekarang???"


"Heemm....modus!!" Caca berjalan melewati Nathan yang sudah bersiap mendapatkan pelukan romantis.


Nathan menghela napas, "Yaahh....kirain udah baikan bakal dipeluk" Nathan menepuk jidatnya. "Gagal totaaaalll!!" teriak Nathan dengan sengaja agar Caca mendengar ucapannya.


"Masa bodoooo!!!! nggak ngefeeekk!!!" Caca balas berteriak.


🧕Deehh ada yaa yang begitu??! Othor baru tauu.


🤵udah deh Thor, nggak usah ikut komentar.


Kepala gue cenat cenut nihh.


🧕Tahan brooo!! bentar lagi juga bakalan sah!!


__ADS_1




Sore ini kebetulan ada fitting gaun pengantin dan dress untuk pendamping pengantin, jadilah ajang itu untuk temu kangen pemuda pemudi alay, mereka saling berpelukan menghilangkan kerinduan karena mereka jarang sekali bisa bertemu.


"Lohh??! kak Caca pasangan gue siapa?" Tama bingung karena ia tidak menemukan keberadaan Kayla, perempuan yang ia kira akan berpasangan dengannya menjadi pendamping pengantin.


"Pasangan?! iya ini! terserah kamu mau pasangan sama Rike atau Dini" jawab Caca.


"Iya Tama ganteng....lo pasangan sama gue juga boleh kok" sahut Dini. Lagian kan tidak mungkin kalau Dini harus berpasangan dengan Leo, cowok yang pernah memarahinya akibat kecerobohan di Mall beberapa waktu yang lalu.


"Idiihh!! masa iya sih gue pasangan sama tante-tante?! yang bener dong kak!"


Tama beratatap muka dengan kakaknya masih protes pada calon pengantin wanita tersebut.


"Ehh??..lahh ini bocah kalo ngomong kagak di ayak ya ! pedees banget kayak makan seblak level lima, sampe mules gue dengernya." Dini tidak terima di bilang seperti tante-tante oleh Tama.


"Hahahaha,,,, tante-tante??? hahhahaaaa..." tidak disangka tawa Leo begitu keras setelah mendengar percakapan Tama dan Dini hingga membuat semua orang yang ada di butik itu menoleh kearahnya.


Si calon pengantin pria akhirnya buka suara, "Lo ngetawain apaan sih dek?!" ucap Nathan.


"Itu loh Bang, ada tante-tante! hahahaha...."


Dini merasa tersinggung dengan ucapan Leo barusan, "Ini cowok mulutnya emang bener-bener bikin orang sakit hati yaak?! heehh!! Leo Lo kalo ngomong nggak pernah dipikir dulu ya?!" Dini marah karena ini adalah kali kedua ia mendapat celotehan yang tidak mengenakan dari Leo.


"Lohh kok Lo nyalahin gue?! kan si Tama yang bilang, bukan gue!" Leo menunjuk ke arah Tama.


"Ya tapi lo nggak perlu ketawa sebahagia itu khaann???!" Dini terlihat emosi sambil bertolak pinggang.


"Orang ketawa mah bebas kaleee, kenapa jadi lo yang kesel"


"Ya kesel lahh!! secara kan Lo ngetawain gue! dasar cowok ngeselin!! gue sumpahin lo naksir sama gue!!"


"diihhh???? hahahahaaa....." Leo melanjutkan tawanya.


"Aamiin!!" sahut sepasang calon pengantin.


Begitu pula kata-kata "Aamiin!!" yang serempak di ucapkan oleh semua orang yang ada di ruangan itu.


Leo tercengang dengan raut wajah bingung dan mulut terbuka lebar mendengar kata aamiin yang kompak diucapkan oleh semuanya. "Lahhh???!! kok kalian meng aamiin kan doa dia sih??!"


"Doa yang baik itu harus segera di aamiin kan dek" kata-kata bijak baru saja keluar dari mulut sang abang untuk adiknya.


"Ya tapi bukan doa yang barusan Bang! lagian nggak mungkin lahh gue naksir sama cewek yang ceroboh kayak dia. Nggak!!! nggak mungkin!!!" teriak Leo.


❤️❤️❤️


Readers? seru juga tuh kalo Leo dan Dini sampe jadian ya?

__ADS_1


Oke, jangan lupa ritualnya yaahh. Like n komen nya selalu ditunggu.


Selamat merayakan malam tahun baru ya buat kalian semua, smoga kalian selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Love u all 😘😘😘😘


__ADS_2